NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak Sang CEO Posesif

Pernikahan Kontrak Sang CEO Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Tanda tangani ini. Ingat, kita menikah hanya di atas kertas. Jangan pernah bermimpi aku akan menyentuhmu, apalagi mencintaimu!"

Demi melunasi biaya pengobatan ibunya yang kritis, Naura Ayu terpaksa menjual kebebasannya. Dia setuju menandatangani kontrak pernikahan satu tahun dengan Adrian Mahendra, seorang CEO tampan yang terkenal dingin, kejam, dan tidak tersentuh wanita.

Bagi Adrian, Naura hanyalah 'istri pajangan' demi memuaskan tuntutan sang kakek agar posisinya sebagai pewaris tahta perusahaan aman.Awalnya, semua berjalan sesuai kesepakatan. Mereka hidup dalam dinding pembatas yang dingin. Namun, pesona Naura yang mandiri, tegar, dan tidak silau akan hartanya perlahan mulai mengusik pertahanan hati Adrian.

Saat kontrak hampir berakhir dan Naura bersiap untuk pergi, Adrian justru mengunci pintu rapat-rapat. Tatapan dingin pria itu berubah menjadi kilat obsesi yang membara."Siapa yang mengizinkanmu pergi? Kontrak bisa berakhir, tapi kamu... selamanya milikku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keterlibatan

Naura masih menatap dokumen di ponsel Adrian. Nama ayahnya tercantum jelas di antara pihak-pihak yang terlibat dalam penghentian kerja sama PT Atmadja Properti dan Mahendra Group.

“Adrian, aku ingin melihat dokumen aslinya,” katanya akhirnya. “Aku tidak mau mengambil kesimpulan hanya dari salinan ini.”

“Aku akan meminta Dimas menyiapkannya. Kita juga perlu mengetahui kapasitas ayahmu saat itu.”

Naura mengangguk, meskipun kegelisahan belum hilang dari wajahnya. Selama ini, ayahnya tidak pernah bercerita tentang keterlibatan dengan keluarga Mahendra. Ia mulai bertanya-tanya apakah ada alasan tertentu yang membuat ayahnya memilih diam.

--------

Adrian menghubungi Dimas dan meminta seluruh dokumen terkait kerja sama lama itu diperiksa oleh tim legal. Ia juga meminta agar nama Bambang Utomo tidak disebarkan di luar tim yang menangani penyelidikan.

Namun, sebelum Dimas sempat memberikan laporan lanjutan, sebuah panggilan masuk dari Helena.

“Adrian, kamu sudah menemukan dokumen itu?” tanya ibunya tanpa basa-basi.

Adrian terdiam sesaat. “Mama sudah tahu tentang tanda tangan Ayah Naura?”

“Ya. Mama baru mengingatnya setelah kamu menanyakan Surya Atmadja.”

“Kalau begitu, tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi.”

Helena menarik napas panjang. “Bambang bukan pemilik perusahaan yang bekerja sama dengan keluarga kita. Dia seorang konsultan yang membantu meninjau nilai aset. Waktu itu, terjadi perbedaan perhitungan yang cukup serius. Ayahmu akhirnya mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama.”

“Apakah keputusan itu merugikan Surya Atmadja?”

“Mama tidak tahu seluruh perhitungannya. Tetapi Surya merasa keluargamu telah mengambil keuntungan dari keputusan tersebut.”

Adrian mengerutkan kening. “Mengapa Mama baru memberitahuku sekarang?”

“Karena Mama tidak ingin menuduh siapa pun tanpa bukti. Bambang sendiri pernah mengatakan bahwa persoalan itu seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan pertengkaran keluarga.”

Setelah panggilan berakhir, Adrian segera menyampaikan informasi itu kepada Naura.

“Aku harus bicara dengan Ayah,” ujar Naura mantap. “Aku ingin mendengar penjelasannya langsung.”

Adrian mengangguk. “Aku akan menemanimu kalau kamu menginginkannya.”

“Bukan sekarang. Aku ingin meneleponnya sendiri terlebih dahulu.”

---

Naura menghubungi ayahnya. Ia tidak langsung menyebut dokumen yang ditemukan Adrian, melainkan bertanya apakah ayahnya masih mengingat kerja sama lama dengan Mahendra Group.

Bambang terdiam cukup lama sebelum menjawab.

“Siapa yang memberitahumu tentang itu?”

“Naura menemukan sebuah dokumen, Yah. Nama Ayah ada di dalamnya.”

Suara Bambang berubah serius.

“Kalau begitu, sepertinya sudah waktunya Ayah menjelaskan sesuatu kepadamu. Tetapi jangan mengambil kesimpulan sebelum mendengar seluruh ceritanya.”

Naura menggenggam ponselnya lebih erat.

“Apa sebenarnya yang terjadi?”

“Ayah akan menceritakannya saat kita bertemu. Ada keputusan yang dibuat bertahun-tahun lalu, dan keputusan itu berdampak besar pada seseorang. Namun, Ayah tidak ingin kamu menganggap keluarga Mahendra sebagai pihak yang sepenuhnya bersalah sebelum mengetahui faktanya.”

Panggilan itu berakhir tanpa jawaban yang benar-benar memuaskan.

Naura segera menghubungi Adrian dan menyampaikan percakapannya dengan Bambang.

Adrian mendengarkan dengan serius. “Kita akan menemui ayahmu bersama kalau beliau sudah siap.”

Naura mengangguk meskipun suaminya tidak bisa melihatnya.

Malam itu, sebuah pesan baru masuk ke ponsel Adrian dari nomor anonim.

Bambang Utomo bukan satu-satunya orang yang mengetahui alasan kerja sama itu berakhir. Tanyakan kepada Rendra tentang berkas yang hilang.

Adrian menunjukkan pesan tersebut kepada Naura.

Mereka saling berpandangan. Kini, Rendra kembali berada di tengah persoalan, sementara ayah Naura akhirnya bersedia membuka rahasia masa lalu.

Adrian menyimpan ponselnya dengan wajah tegang.

Besok, ia akan menemui Rendra sekali lagi—bukan untuk menuduh, melainkan untuk mengetahui berkas apa yang hilang dan mengapa seorang begitu berusaha menyembunyikan kebenaran.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!