Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.
Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.
Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.
Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Sang Gadis Jubah Merah
Di bawah langit merah Hutan Kabut Berdarah, sesosok bayangan melesat di antara pepohonan hitam.
Shen Luo mengerahkan Langkah Hantu Darah hingga batasnya. Kakinya nyaris tidak menyentuh tanah saat mengejar pilar cahaya merah yang menjulang di kejauhan.
Setelah mencapai Pengumpulan Qi Tingkat 7, kekuatannya meningkat pesat. Dengan dukungan Sembilan Akar Spiritual, Dantian-nya mampu menampung Qi dalam jumlah yang jauh lebih besar.
Meski begitu, Shen Luo tetap berhati-hati.
Pilar cahaya merah tersebut memancarkan aura Formasi Lautan Darah tingkat tinggi. Jelas ada seorang ahli jalur iblis di baliknya, dan ia tidak tahu apakah orang itu musuh atau sekutu.
Setelah menempuh puluhan li, pepohonan mulai menipis. Shen Luo pun memperlambat langkah dan menekan seluruh Qi di dalam tubuhnya. Napasnya disembunyikan hingga hampir tidak terasa, sementara tubuhnya menyatu dengan kegelapan hutan.
Dengan langkah perlahan, ia mendekati tepian sebuah cekungan.
Di bawah sana terbentang danau hitam yang telah lama mengering. Lumpur retak memenuhi dasarnya, membawa bau busuk yang menusuk hidung.
Namun perhatian Shen Luo segera tertuju pada sesuatu di tengah danau.
Ratusan rune merah terukir di atas lumpur. Rune-rune tersebut saling terhubung dan terus berputar, membentuk sebuah formasi yang memancarkan tekanan mengerikan.
Di dalam formasi itu tergeletak lebih dari dua puluh mayat.
Shen Luo langsung mengenali pakaian mereka.
Jubah putih dengan sulaman awan emas dan lambang bangau.
Sekte Pedang Awan.
Salah satu sekte besar Aliran Lurus.
Namun para ahli sekte tersebut kini hanya tinggal mayat kering. Esensi Darah dan Qi dalam Dantian mereka telah disedot hingga tidak tersisa sedikit pun.
Di tengah tumpukan mayat itu berdiri seorang gadis berjubah merah.
Ia berdiri di atas altar batu dengan rambut hitam terurai, sementara jubah merahnya berkibar diterpa aliran Qi. Wajahnya cantik sekaligus dingin. Kulitnya seputih salju, dan sepasang mata merahnya memancarkan keangkuhan serta niat membunuh yang tajam.
Dialah Ji Ruyue.
Dialah salah satu dari lima wanita muda tercantik di Benua Langit Misterius, Tuan Putri dari Lembah Darah Neraka.
Tangannya terangkat perlahan. Benang-benang cahaya merah menghubungkan ujung jarinya dengan setiap mayat di sekeliling altar. Sisa Esensi Darah para korban terus mengalir melalui benang tersebut dan masuk ke dalam tubuhnya.
Auranya telah mencapai puncak Pembentukan Fondasi.
Qi Darah Iblis yang keluar dari tubuhnya begitu murni dan kuat hingga membuat udara di sekitar altar bergetar.
Shen Luo mengamati dari kejauhan.
Sejak diajari Kakek Hitam, ia belum pernah bertemu kultivator iblis yang benar-benar kuat. Para perampok yang pernah dibunuhnya hanyalah pengguna teknik darah yang dangkal dan tidak mampu memahami hakikat Qi Darah Iblis.
Namun Wanita di depannya itu berbeda.
Kemurnian Qi Darah Iblisnya bahkan membuat Shen Luo sedikit terkejut.
Tanpa disadari, aura tersebut membangkitkan Niat Pedang Suci di dalam tubuhnya. Empat akar spiritual di sisi kanan Dantian-nya ikut bergetar, seolah menolak keberadaan Qi Darah Iblis yang begitu kuat.
Shen Luo segera menekannya. Namun riak kecil tetap lolos dari tubuhnya.
Mata Ji Ruyue langsung terbuka.
Tatapannya menembus kegelapan dan mengarah tepat ke tempat persembunyian Shen Luo.
"Tikus Aliran Lurus."
Suara Ruyue terdengar dingin.
"Berani mengintai dari balik bayangan sambil memancarkan Niat Pedang? Keluarlah, jangan jadi pengecut"
Shen Luo mengernyit.
Ruyue telah menemukannya.
Ia belum sempat menjelaskan apa pun ketika Ji Ruyue sudah mengibaskan lengan jubahnya.
"Jarum Sutra Berdarah!"
Lautan darah di sekeliling altar bergetar hebat. Ribuan tetes Esensi Darah terangkat ke udara, berubah menjadi jarum-jarum merah yang memenuhi langit sebelum melesat menuju tempat Shen Luo bersembunyi.
"Wanita gila."
Boom!
Batu-batu hitam langsung meledak.
Shen Luo melompat keluar tepat sebelum hujan jarum darah menghancurkan tempat persembunyiannya. Karena Ruyue telah mengira dirinya sebagai kultivator Aliran Lurus, ia tidak punya pilihan selain memperlihatkan Qi Sucinya.
Empat akar spiritual memuntahkan Qi Suci.
Cahaya keemasan segera menyelimuti tubuhnya, sementara pedang kayu tercabut dari pinggangnya.
Seketika Niat Pedang Bintang Jatuh keluar.
Pedang kayu berputar di hadapannya dan membentuk tirai pedang yang diselimuti cahaya keemasan.
Trang! Trang! Trang!
Ribuan jarum darah menghantam tirai tersebut secara bertubi-tubi.
Qi Iblis dan Qi Suci bertabrakan dengan keras, membuat cahaya merah dan emas memenuhi langit. Tirai pedang bergetar hebat di bawah tekanan serangan itu, tetapi Shen Luo tetap berdiri kokoh.
Satu demi satu jarum darah hancur dan berubah menjadi kabut merah. Setelah serangan terakhir lenyap, Shen Luo menurunkan pedangnya lalu mendarat di atas lumpur kering.
Di seberangnya, Ji Ruyue menyipitkan mata.
Keterkejutan tampak jelas di wajahnya.
Seorang kultivator Pengumpulan Qi Tingkat 7 baru saja menahan serangan penuh seorang ahli Pembentukan Fondasi Puncak. Lebih mengejutkan lagi, pedang kayu di tangannya memancarkan Niat Pedang yang begitu murni dan kejam.
"Menarik."
Senyum dingin muncul di bibir Ruyue.
"Dari sekte mana kau berasal? Seorang Pengumpulan Qi Tingkat 7 mampu menahan seranganku. Sepertinya kau bukan orang biasa."
Shen Luo menatapnya tanpa gentar.
"Aku bukan murid sekte mana pun."
"Kalau begitu, jangan ikut campur dalam urusanku."
"Aku juga tidak berniat ikut campur." Shen Luo mengangkat pedang kayunya. "Aku hanya lewat. Jadi, sebaiknya kau melanjutkan urusanmu."
Tatapan Ruyue semakin dingin.
"Berani sekali."
Lautan darah di belakangnya kembali bergolak, mengangkat gelombang merah yang memenuhi sebagian besar danau kering.
Shen Luo tetap berdiri tanpa bergerak.
"Aku menyarankanmu untuk tidak memaksaku bertarung."
Ruyue justru tertawa.
"Memangnya kau pikir kau siapa?"
Ia melangkah maju dan tekanan Qi Darah Iblisnya semakin kuat.
"Bocah Aliran Lurus, hari ini aku akan mencabut akar spiritualmu dan mengeringkan darahmu!"
Aura iblis yang mengerikan meledak dari tubuhnya.
Shen Luo menggenggam pedang kayunya lebih erat. Niat Pedang Suci pun bangkit dari tubuhnya dan langsung berhadapan dengan tekanan iblis tersebut.
Dua aura yang bertolak belakang saling menekan di tengah danau yang mengering. Tanah di bawah kaki mereka mulai retak, sementara kabut merah berputar di antara keduanya.
Namun tepat ketika keduanya hendak bergerak, Ji Ruyue tiba-tiba mengangkat alis.
Ada sesuatu yang tidak beres.
Pada saat yang sama, Shen Luo juga menoleh ke arah yang sama.
Di kejauhan, udara mulai bergetar. Getaran itu semakin jelas, seolah ada sesuatu yang sedang mendekat dari balik hutan.
Keduanya belum menyadari bahwa bahaya yang jauh lebih besar sedang menuju tempat mereka berada.
Danau hitam yang dipenuhi mayat itu sebentar lagi akan berubah menjadi medan pembantaian.
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/