NovelToon NovelToon
Istri Polos Tuan Garra

Istri Polos Tuan Garra

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Bad Boy
Popularitas:40.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Tubuh Elisa bergetar hebat di ambang pintu kamar hotel. Di depannya, seorang pria berdiri tegap menatapnya dingin. Asing. Berbahaya dan malam ini, pria itulah yang memegang nyawa ibunya.

Satu malam. Jika Elisa berhasil memuaskan pria itu, ibunya tetap hidup. Jika ia gagal, selang dan alat-alat medis ibunya akan dicabut.

Elisa tidak punya pilihan. Gadis lugu yang bahkan belum pernah pacaran itu harus menukar kesuciannya demi napas ibunya.

"Mandilah. Aku benci menyentuh perempuan kotor!"

Suara itu dingin, menghina, menusuk sampai tulang.

Demi selamatkan ibunya, Elisa terpaksa melakukan ini, hanya satu malam. Tak disangka pria itu menagihnya seumur hidup. Karena pria itu tidak hanya menginginkan tubuhnya. Dia menginginkan seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati Seperti Artefak

BAB 27 - ISTRI POLOS TUAN GARRA

Jam setengah delapan tepat, hujan rintik masih turun di luar. Hawa pagi itu dingin menusuk sampai ke tulang. Bibi art mengetuk pintu kamar Elisa pelan.

Tok tok tok

"Non Elisa ... sarapan sudah siap di bawah, Non. Tuan sudah menunggu."

Tok tok tok

Tidak ada sahutan sama sekali dari dalam. Hening.

Bibi mengerutkan kening. Biasanya Elisa yang paling cepat bangun, bahkan sebelum ayam berkokok dia sudah keluar kamar.

"Apa masih tidur? Hawanya dingin, pagi-pagi sudah hujan deras begini. Mungkin kecapekan," gumam Bibi pada dirinya sendiri. "Mungkin satu jam lagi aku bangunkan saja, kasihan."

Bibi pun turun ke bawah, menyiapkan sarapan lengkap untuk Tuan Garra. Tumben pagi ini Tuan Garra mau sarapan di meja makan besar, tidak di ruang kerjanya. Tapi giliran Elisa yang sudah dibangunkan malah tidak turun.

Di meja makan yang panjang itu, Anggara nampak terlihat serius menatap iPad-nya, tapi sebenarnya pikirannya tidak di laporan keuangan itu. Matanya sesekali melirik ke tangga.

Bibi wara-wiri menyiapkan sarapan: roti panggang, telur setengah matang, sosis, dan kopi hitam pekat kesukaan Anggara.

"Elisa belum bangun?" tanya Anggara tiba-tiba. Ia bicara tanpa menatap bibi yang sedang sibuk menata makanan, nadanya dibuat sedatar mungkin, seolah hanya basa-basi.

"Sepertinya masih tidur pulas, Tuan. Saya bangunkan tadi tidak ada sahutan. Pintunya dikunci dari dalam," jawab Bibi jujur.

"Hem." Anggara tak berkomentar lagi, hanya berdeham pendek. Ia kemudian mulai makan saat sarapannya sudah siap, memotong sosis dengan kasar. Dalam hatinya dongkol. Gadis itu sengaja menghindarinya, pikirnya.

Makan sendiri tidak masalah, selama ini juga sendiri. Apa-apa sendiri, makan, mandi, tidur, semuanya sendiri! Sudah terbiasa hidup seperti robot. Tapi kenapa sekarang rasanya meja makan ini terlalu sepi dan terlalu besar?

Satu jam kemudian.

Anggara sudah berada di kantor pusat, di lantai 32, baru saja tiba dan masuk gedung dengan wajah super dingin. Semua karyawan menunduk takut. Baru saja ia duduk dan membuka jas, ponsel pribadinya berdering. Nomor kepala keamanan di kediamannya.

Dahinya langsung mengkerut dalam. Mungkin dalam pikirannya, kali ini Elisa berulah apa lagi? Kabur lagi? Bikin masalah lagi?

"Ada apa lagi?!" jawabnya ketus.

"Pak Garra, maaf mengganggu... kami membawa Nona Elisa ke rumah sakit. Kami sudah dalam perjalanan sekarang, Pak. Nona Elisa pingsan di balkon kamarnya," lapor kepala keamanan itu dengan suara panik.

Langkah Anggara yang hendak duduk langsung berhenti. Darahnya seperti berhenti mengalir.

"Apa yang kau katakan? Kenapa bisa seperti itu?! Kenapa bisa pingsan di balkon? Kalian semua ngapain saja?!" bentak Anggara, suaranya naik satu oktaf, membuat karyawan di luar ruangannya kaget.

"Asisten rumah tangga yang pertama tahu, Pak, saat mencoba membangunkan Nona Elisa untuk sarapan kedua kalinya. Karena tidak ada sahutan sama sekali, pintu terpaksa dibuka paksa. Nona Elisa ditemukan tergeletak di lantai balkon, badannya dingin menggigil, Pak," terang kepala keamanan tersebut cepat.

"Aku tak mau dengar apapun penjelasannya! Katakan! Sekarang menuju rumah sakit mana?!" tanya Anggara dengan nada tegas, emosi, dan ada getaran panik yang tidak bisa ia sembunyikan.

"RSCN, Pak. Rumah Sakit Citra Nusantara, yang terdekat dari rumah."

TUT!

Telepon terputus sepihak. Anggara langsung memutuskan sambungan. Ia tidak peduli jasnya yang masih tergantung, ia jalan cepat keluar ruangan, menelepon sopir pribadinya untuk segera datang ke lobi dengan nada seperti orang kesetanan.

Tidak lama, sopir pribadi yang belum jauh dari gedung, langsung putar balik ngebut ke kantor. Sepanjang perjalanan menuju RSCN, muka Anggara tegang, rahangnya mengeras, tangannya mengepal terus-menerus. Ia terus melihat jam tangannya, merasa perjalanan ini sangat lama.

Sopirnya sampai takut melihat kaca spion. Baru kali ini melihat Tuan Garra sepanik ini.

Tiba di rumah sakit RSCN, baru saja Anggara turun dari mobil dan lari ke dalam, Alex sang sekretaris pribadi yang super setia menelepon.

"Pak Garra, klien dari Singapura sudah menunggu di ruang meeting dari jam 9. Kapan meeting bisa dimulai? Mereka protes, Pak."

"Kau atur semuanya. Cancel! Bilang aku ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggal! Reschedule minggu depan!" bentak Anggara tanpa berhenti lari.

"Maaf, tapi kita sudah susah-susah buat janji dengan klien ini selama 3 bulan, Pak Garra. Nilainya besar sekali," bujuk Alex.

"Alex! Kau pikir aku peduli dengan klien?! Batalkan kataku! Batalkan!"

Klek!

TUT!

Anggara mematikan ponselnya dengan paksa. Wajahnya merah padam.

Alex di kantor terlihat bingung sendiri, memegang telepon yang sudah mati. Tidak biasanya Tuan Garra tidak profesional seperti ini. Tuan Garra itu workaholic nomor satu, bahkan demam tinggi pun tetap meeting.

"Pasti, ini pasti karena perempuan itu. Jelas karena Elisa," gumam Alex sambil menatap ponselnya dengan senyum tipis. "Sepertinya seluruh perhatiannya kini tertuju pada wanitanya itu. Pasti sudah sangat cocok, akhirnya buaya platinum, playboy kelas kakap itu tobat juga."

Andai dia tahu, Elisa dan Anggara itu bagaikan air dan api. Jangankan bersama, dekat sedikit saja ada saja gesekannya. Tidak cocok dan sering ribut-ribut seperti kucing dan anjay.

RSCN - IGD

Elisa langsung dibawa ke IGD dengan brankar. Ditangani oleh tim medis dengan cepat. Tubuhnya pucat pasi, bibirnya kebiruan karena kedinginan di balkon.

Mobil Anggara baru tiba setengah jam kemudian karena macet hujan.

Ia langsung lari ke IGD, pakaiannya sedikit basah kena hujan, rambutnya juga. Di sana ada Bibi art yang gelisah menunggu dan kepala penjaga yang berdiri sama gelisah nya di depan ruang IGD.

Semua orang menunduk saat Anggara datang dengan aura mengerikan.

"Bagaimana janinnya?"

Hal pertama yang ditanyakan Anggara, bukan kondisi Elisa, tapi calon anaknya. Suaranya dingin, tapi tangannya bergetar hebat.

Hatinya benar-benar dingin kaku seperti artefak kuno prasejarah. Masa tidak tanya kondisi Elisa terlebih dulu, malah tanya janinnya.

Dokter jaga yang baru keluar dari IGD menghela napas.

"Janinnya alhamdulillah masih bertahan, Tuan Garra. Detak jantungnya masih ada dan kuat. Tapi ibunya kelelahan fisik dan psikis, kurang nutrisi, dan hipotermia ringan karena terlalu lama di luar saat hujan. Ibunya sangat stres, Tuan. Kalau seperti ini terus, kami khawatir..."

Dokter tidak melanjutkan, tapi Anggara paham.

Anggara terdiam. Kata "stres" itu seperti menampar wajahnya keras-keras. Ia yang membuat Elisa stres.

Dari balik selimut IGD, Elisa terlihat terbaring lemah dengan infus di tangannya. Matanya tertutup. Anggara berjalan pelan mendekati brankar itu.

"Kau tidak sengaja kan? Jangan-jangan kau berbuat seperti ini demi aku melepaskan mu?"

Dasar tuan Garra, sepertinya hatinya memang sudah jadi artefak!

1
mrs younge
next KK 💪
*Septi*
awww di bikin penasaran 🤣🤣🤭
Ayla Pratama
🤣
Eka ELissa
di ksih gak ya...ma elisa 🤣🤣🤣 entahlah Hnya emak yg tau....
Nur Azizah
pagi² sarapan singkong matang🤣
Sept September: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🙏
total 1 replies
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
tinggal kasih keju mozarella sama susu kental manis ya el
hemmmm yumii🤭🤭🤭🤭
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
buaya buntung👻👻👻
Sept September: 🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
Ooommoo 🤭 singkong mageeell. berulah harus menemukan sarang nya supaya bisa menyalurkan benih Garra Junior OO,, langsung Traveloka. boleh ya sayang ini si
magell pingin di semai supaya tetap. waras pemiliknya ,,,siap Tuan Putri. Elisa
pakai donk. gombalan muara piye si endang kondo. sambil senyum manis tanpa biang 😂 nah kalau lagi puyeng belum tersalurkan. jadi sikap manis behhh ga enek si g ngiro. ,,,,Juragan MBG. lagi
menginginkan Apem milik Elisa jadi. ga garamg. wiss passs selak kewengen,,,
besok ga bisa bangun Lo lemes abis kena serangan tengah malam hahaha ngakak shubuh,,,🤣🤣
Kar Genjreng: sekarang ga MBG lagi ahhh sudah mesummm,,,pasti akan baik ya walaupun banyak mata nya si ga masalah pokonya,,
sudah ke priskolog kelihatan nya jadi ga kongslet lagi Barra Berre 🤣
total 1 replies
🍌
lama 🦖
Maya's ❤️
singkong keju enak kak sept 🤭😂
Sept September: makannya pas gerimis 🤭
total 1 replies
Bu Yudi Wahono
balada singkong rebus eng ing eng🤭
Sept September: silahkan duduk, bioskop segera dimulai 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Sri Rahayu
hahaha...kok singkong rebus sih Thorr...kan lembek kl singkong rebus... lanjut Thorr
Sept September: biar pada g mikir macem-macem wkwkkwkw🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ken darsihk
Ha ha ha Singkong rebus kalau singkong nya magelll , nggak enak thorr pahittt 🤣🤣🤣
ken darsihk: 🤣🤣🤣🤣🤭🤭
total 2 replies
Sri Rahayu
heh si Gara2 pemaksa...semoga Elisa tidak trauma...lanjut Thorr😘😘😘
Eka ELissa
astagaaa...kang galak licik modus nya kbngeten....tapi suka....🤣🤣🤣🤣
Eka ELissa
kan awalnya aslinya galak krna punya laki kang galak 🤣🤣🤣🤣
ken darsihk
Nahhhh lo Elisa kamu selalu mengusik macan yng sedang tidur , dan sekarang kamu yng harus merasakan bagaimana si macan mengaum dan terusik 🤣🤣🤣
Maya's ❤️
memang 11 12 gara dan alex ini , ngga mau rugi pokoknya. boyo emang lis boyo iku si gara 🤭🤣
Sept September: sama sama dari penangkaran buaya. 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
*Septi*
ada kesempatan juga setelah nahan nahan 🤪
Nur Azizah
klo udah urusan king size bakalan masuk angin 9bln🤣
Nur Azizah: atut ach klo yg lainya wkwkwk
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!