NovelToon NovelToon
Office Girl Milik Tuan Mahrup

Office Girl Milik Tuan Mahrup

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!

Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!


Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?


Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OGMTM-33

..."Clarissa! Batal rencana awal! Mahrup baru saja memerintahkan tim audit independen untuk memeriksa seluruh transaksi keuangan masa lalu saat kamu masih memegang saham utama Kusuma Group... dan nama kamu sudah resmi masuk dalam daftar peretasan dokumen rahasia perusahaan!"

Berita buruk dari Dion di seberang telepon sama sekali tak menyurutkan langkah Mahrup. Di lantai dua belas Mahardika Tower, keheningan malam mulai membungkus ruang kerja CEO yang megah. Pendar lampu kota Jakarta terpancar pudar menembus dinding kaca raksasa, memantulkan bayangan Hazel yang sedang menata tumpukan map laporan di ujung meja kerja.

Sejak kepulangan Clarissa tadi siang, Hazel terus membisu. Sikapnya yang terlampau formal dan Selalu menjaga jarak membuat dada Mahrup terasa gusar.

Pria itu menghentikan ketukan jarinya di atas meja, membangkitkan tubuh jangkungnya, lalu melangkah pelan mendekati Hazel.

"Hazelia," panggil Mahrup dengan suara rendah yang begitu dalam.

Hazel tak mendongak, jemarinya tetap sibuk merapikan sudut kertas. "Iya, Tuan CEO? Ada dokumen lagi yang perlu Hazel periksa sebelum pulang?"

"Hentikan tanganmu, Hazelia.tatap mata saya," tegas Mahrup, menyentuh pelan pergelangan tangan Hazel hingga gadis itu terhenti.

Hazel menarik napas halus, perlahan mendongak menatap iris mata gelap di hadapannya. Pendar matanya jernih, namun menyembunyikan keperihan yang berusaha ditahannya rapat-rapat.

"Ada apa, Tuan? Hazel cuma menjalankan tugas sebagai asisten pribadi Tuan," bisik Hazel dengan nada suara yang teratur dan datar.

Mahrup menghembuskan napas berat. Sorot matanya dipenuhi pergulatan emosi yang jujur dan tanpa sekat. "Saya tahu apa yang ada di kepalamu sejak tadi siang, Hazelia. Saya tahu kamu terluka melihat kedatangan Clarissa."

Hazel menunduk tipis, menyunggingkan senyum tegar yang dipaksakan. "Hazel tahu diri, Tuan. Nona Clarissa sangat anggun, berpendidikan tinggi, dan berasal dari keluarga terpandang... sangat sepadan mendampingi Tuan. Hazel bukan siapa-siapa.

"Cukup, Hazelia!" potong Mahrup cepat. Jemari hangat Mahrup secara alami naik meraih dagu mungil Hazel, mengarahkan wajah gadis itu agar menatap lurus ke dalam matanya.

"Dengar saya baik-baik," ujar Mahrup, suaranya bergetar menahan luapan perasaan yang membakar dadanya. "Dunia luar boleh melihat Clarissa punya segalanya. Tapi di mata saya, dia hanyalah masa lalu yang sudah mati dan membusuk bersama pengkhianatannya."

Hazel mengerjap, bibirnya gemetar pelan. "Tapi, Tuan..."

"Tidak ada kata 'tapi', Hazelia," sela Mahrup, menatap bibir Hazel lalu kembali mengunci netra jernihnya dengan tatapan yang teramat dalam.

"Hubungan saya dengan Clarissa sudah selesai sejak lama. Tidak ada lagi rasa, tidak ada lagi kesempatan kedua. Saya tidak pernah melihat wanita lain di gedung ini... kecuali kamu."

Kata-kata tulus yang mengalir alami dari bibir Mahrup menghantam dinding pertahanan Hazel. Jantungnya melompat liar, napasnya tertahan di tenggorokan.

"Tuan beneran... enggak punya perasaan lagi sama Nona Clarissa?" bisik Hazel parau, memastikan pendengarannya sendiri.

"Satu persen pun tidak," jawab Mahrup mantap, ibu jarinya mengusap lembut pipi Hazel yang bersemu merah di bawah pendar lampu remang.

"Di hati saya saat ini, hanya ada satu wanita yang berhasil meruntuhkan benteng pertahanan saya. Dan wanita itu sedang berdiri di depan saya sekarang."

Dada Hazel berdesir hangat luar biasa. Seluruh rasa cemburu, minder, dan ketakutan yang mengimpit jiwanya seketika menguap, berganti dengan lelehan air mata haru yang menetes pelan di jemari Mahrup.

Mahrup tersenyum tipis,sebuah senyuman paling tulus dan hangat yang pernah ia tunjukkan,lalu menarik tubuh mungil Hazel ke dalam dekapan dadanya yang kokoh. Hazel menyandarkan kepalanya , mendengarkan detak jantung Mahrup yang berdegup kencang persis seperti miliknya.

Namun, di saat kehangatan dan kejelasan cinta baru saja tercipta di antara mereka, layar tablet pribadi Mahrup yang tergeletak di meja kerja mendadak menyala terang. Sebuah panggilan video keluarga bernaskah UTAMA masuk secara otomatis dari kediaman besar keluarga Mahardika.

Mahrup menarik tubuhnya pelan, meraih tablet tersebut lalu menggeser layar.

Di dalam layar kaca interaktif, sosok pria paruh baya dan wanita anggun berhiaskan perhiasan mewah,orang tua Mahrup,tampak duduk berdampingan di ruang tamu megah. Di samping mereka, Clarissa duduk menyunggingkan senyum manis yang penuh kemenangan.

Suara tegas dan dominan dari sang Ayah menggelegar dingin melalui penceroboh suara:

"Mahrup! Batalkan seluruh agenda kantormu malam ini. Mami dan Papi sudah memutuskan... minggu depan pernikahanmu dan Clarissa akan segera dilangsungkan kembali!"

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!