NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:183.3k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 35

Kembali ke kantor, Rhea membawa perasaan yang begitu lega. Dia sudah menyampaikan niat hatinya. Ucapan terimakasih itu meski kelihatannya hanya sekedar kata-kata, namun ternyata membawa ketenangan bagi seseorang yang mendapat bantuan.

"Aku sudah benar kan?" ucapnya lirih sambil menekan dadanya. Ya Rhea meyakini bahwa apa yang dilakukannya sudah sangat benar.

Meski Rhea merasa malu karena pernah berada di titik dirinya kehilangan akal sehingga hendak mengakhiri hidupnya sendri, namun dia bersyukur karena dengan itu kini dirinya bisa berdiri di sini.

Semangat Rhea membara, dalam hati ia bertekad untuk semakin giat dalam bekerja. Ia ingin membuktikan bahwa sakit hati yang sebelumnya, tak membuat dirinya terpuruk dalam waktu yang lama.

Rasa semangat yang membara itu sedikit terganggu, karena tiba-tiba ia harus bertatap muka dengan Trisna. Rhea sebenarnya sangat ingin membuang mukanya. Namun ia tahu bahwa saat ini dirinya berada di perusahaan dimana dirinya harus profesional. Perasaan pribadi tak boleh dibawa ke dalam pekerjaan

"Apa ada keperluan dengan saya, Bu Trisna," ucap Rhea tenang. Tatapan Trisna yang sangat tajam, tak membuat Rhea risau atau terusik. Rhea malah tersenyum lebar, tentu saja itu sebuah senyum profesional.

"Jangan sok manteb, jangan sok iya juga. Kamu sama aku tuh sama, sama-sama cuman bawahan. Jadi jangan sok merasa punya kedudukan tinggi," jawab Trisna. Terlihat tangannya mengepal dengan erat. Pertanyaan Rhea yang formal, dijawab dengan kata-kata seolah tak tahu sopan santun.

"Ah ya benar, kita sama-sama bawahan. Tapi maaf, kita beda kelas," ujar Rhea. Ia mengangkat kedua bahu nya. Bukan sombong tapi itu memang sebuah fakta yang ada. Rhea berada dibawah Nayaka langsung. Sedangkan Trisna berada jauh di bawahnya.

Tak ingin lebih lama lagi berurusan dengan Trisna dimana itu bukan bagian dari pekerjaan, Rhea memilih untuk pergi. Menghindar jelas lebih baik ketimbang menghadapi orang yang tengah kesal. Ya Rhea tahu dari wajah Trisna bahwa orang itu sekarang sangat kesal terhadapnya.

Rhea berjalan melewati Trisna, ia ingin cepat-cepat menghindari wanita itu. Namun langkah Rhea terhenti saat Trisna menahan tangannya.

"Mau apa kamu?" kali ini Rhea tak menghindar. Tatapan mata Rhea menjadi begitu tajam. Wajah dan senyum keramahan yang tadi diperlihatkannya, sekarang sudah tidak ada di wajahnya.

"Kamu pasti marah karena Oza kan? Dia memilihku dan bukan kamu, jadi kamu bersikap sok begini di depanku. Kamu bersikap sok kuat dan seolah nggak terjadi apa-apa. Semua itu cuma buat kamu terlihat lebih tegar di depanku kan?" Trisna menyeringai, wajahnya penuh dengan rasa puas. Rasa bangga itu terpancar dari sana, seolah baru saja memenangkan sebuah perlombaan.

"Aku? marah? hahahha, maaf ya. Nggak ada waktu buat aku marah soal hal yang nggak penting. Oza, ambil aja. Aku nggak butuh pria pengecut seperti itu. Dan kamu ini lucu lho, kok ya bangga banget dapat suami dati hasil berkhianat. Ya aku tahu sih kesalahan bukan hanya ada di kamu tapi juga ada di si sampah itu. Tapi itu bukti jelas kok ya, yang namanya sampah, emang paling cocok bersatu dengan sampah juga. Match," jawab Rhea tegas. Sorot matanya tak ada kemarahan barang sedikit pun namun jelas sekali meremehkan.

Drap drap drap

"Apa yang baru saja kamu katakan tentang ku, hah!"

Jika Trisna terkejut dengan kedatangan Oza secara tiba-tiba, maka tidak dengan Rhea. Wanita itu tampak tenang. Dia tak menampakkan wajah takut karena baru saja melontarkan hinaan kepada pasangan pengkhianat itu.

Oza yang sekarang ada di depannya, bukanlah Kabag Pemasaran melainkan mantan tunangannya. Selama ini ia tak pernah merasa benar-benar berhadapan dengan Oza, dan kali baru Rhea menghadapi mantannya tersebut. Jadi Rhea semakin menunjukkan keberaniannya.

"Kenapa? Nggak terima kah? Kan emang bener, kamu sampah. Dan sampah paling cocok sama sampah," ucap Rhea tenang. Dia tidak gentar barang sedikit pun.

"Lalu kalau bukan pengecut, lalu apa hmm? memutuskan hubungan, tanpa pembicaraan sama sekali. Ah percuma juga sih ngomong sekarang, nggak ada guna. Minggir kalian berdua, saya sibuk."

Rhea enggan menghadapi dua pengkhianat terbesar dalam hidupnya. Dia tak ingin belelah-lelah hanya untuk bicara dengan mereka sehingga ia memilih untuk segera pergi. Namun langkahnya kembali lagi tertahan. Kali ini bukan karena Trisna tapi karena Oza. Oza memegang tangannya dengan sangat erat.

"LEPAS!" sengit Rhea. Tatapannya benar-benar ingin menusuk Oza.

"Jangan bicara sembarang," ucap Oza tajam. Matanya membulat sempurna. Dia tidak terima dengan apa yang Trisna ucapkan.

"Haaah huuuuft. LEPAS!" pekik Rhea. Kali ini dia lebih lantang dalam berucap.

Rhea kemudian membuang nafasnya kasar. Dia menggerakkan lehernya yang terasa sangat kaku. "Kalau Anda tidak mau melepaskan saya, maka~"

"Maka apa hah?" sahut Oza cepat. Dia memotong ucapan Rhea yang belum selesai.

"Maka aku akan melempar mu dari gedung ini."

Degh!

Semua yang di sana mengarahkan mata mereka ke arah sumber suara. Aura penekanan begitu kuat dirasakan. Tubuh Oza membeku, sedangkan Trisna, tubuhnya bergetar hebat. Terlebih tatapan itu sangat menakutkan, seperti seorang predator yang hendak memakan mangsanya.

TBC

1
GiZaNyA
wahhh sebulan lagi sahhhh... aseekkkk... si Romi suruh nikah sama pintu aja.. biar bisa jepit2 nikmat 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Les Tary
ha ha ha syukuri Udh keduluan Tono moga Romi terima
GiZaNyA
weiiii bau2 bakal ada pernikahan nih seminggu lagi.. 🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahaha si kulkas bisa kikuk juga
dewi rofiqoh
Kamu mau dilamar laila🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sederhana tapi mpe di angkut 1 mobil khusus barang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
dari bapakmu lah dokter dika
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
gpp semoga dengan ini Tono g melamun lg
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
takut keduluan mknya g mikir panjang
Esther
gercep sekali keluarga Nayaka, langsung datang ke rumah Laila utk melamar.
Gak usah grogi Tono, biasanya kamu yg buat orang lain grogi🤭
D_wiwied
tumben Ton bisa tegang juga kamu, deg2 an ya 😆😆
Dini Anggraini
Gak sabar kak saat Laila dan Tono jatuh cinta nanti pasti lebih seru lebih bagus pacaran setelah menikah malah lucu apapun bisa di lakukan dan halal kak. 🥰🥰
爾妮
makin seruuuuu niehhh❤️❤️lanjutkan tor
爾妮
hahhaha awal yg indah tono👍
Lela Angraini
hayooo hlooo grogi khn sekrng,,sok"n dulu nggk suka suka. gilirn skrg mau di jadiin bini aja ton toooonooo
Yeyet Rohaeti
is the best papa nataya ama mama naisa 👍
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waaaahhh gercep juga semoga bukan hanya buat menolong y tapi emng km serius
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
nah Lo Tono gmn km
reiny marlina
hehehhee tuh kan bener kata rhea ahhh tono so sweet
Dew666
Garcep nih Tono
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!