"Daddy, bagaimana bisa menjodohkan Lily dengan pria Arogan itu?" pertanyaan Lily meronta-ronta di hadapan Daddy-nya menunjuk Lucas yang duduk disofa dengan wajah datarnya.
"Lucas itu pria yang baik, Daddy sudah menjodohkan kalian sejak kecil" pernyataan Daddy menatap Lucas yang sejak kecilnya sudah dia anggap seperti anak sendiri.
"Sejak kecil apanya, Lily baru lahir dia sudah tua" komplen Lily, selain terkenal arogan Lucas juga beda 8 tahun darinya.
"Lily menolak perjodohan dengan pria Arogan itu" pernyataan Lily.
"Berani kamu menolak saya?" pertanyaan Lucas dengan suara beratnya.
Yuk baca cerita Lily.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 Tiba-tiba Kesepian
Diruang makan Lucas menatap dengan hambar begitu banyak makanan lezat diatas meja.
"Kalau ada Lily pasti dia akan menghabiskan semuanya" senyum lebar Lucas.
Salah satu hal yang paling Lucas nikmati sejak menikah adalah makan, bukan karena makanan nya tapi teman makan Lucas setiap hari.
Lily itu kalau melihat makanan selalu berselera dan semangat, kadang dia menghabiskan semua hidangan dan itu satu hal yang selalu Lucas nikmati suasananya selama sebulan ini.
"Tuan ingin makan dengan apa?" pertanyaan Alena yang baru mengisi nasi di piring, tapi Lucas sudah hanyut dalam lamunan nya.
"Aku ingin ayam goreng saja" kata Lucas mulai makan setelah Alena selesai mengisi piring nya.
Baru makan beberapa suap Lucas sudah berhenti karena tidak selera, rupanya yang membuat selera makan Lucas naik akhir-akhir ini karena makan sama Lily bukan karena rasa makanan nya.
"Tuan, kenapa nasinya tidak dimakan?" pertanyaan Alena yang melihat Lucas hanya mengaduk-aduk makanan di dalam piring.
"Aku tidak selera saja" ucap Lucas menatap kesekitar rumah yang terasa sunyi sekali.
"Jika Tuan rindu Nyonya kenapa tidak telfon saja?" ucap Alena yang mengerti pasti Lucas sedang memikirkan Lily.
"Lily itu adalah anak dari keluarga cemara, ketika pulang dan bersama orang tua nya dia tidak akan ingat siapapun" pernyataan Lucas yang jadi menyesal sering mencueki Lily.
Padahal dirumahnya Lily adalah princess yang sangat dimanja dan diperhatikan oleh semua orang.
"Dia akan sibuk bercerita pada Mommy dan Daddy-nya, tidak sempat pegang ponsel" ucap Lucas menatap ponselnya dengan tatapan sendu.
"Kenapa Tuan begitu sedih, besokkan Nyonya pulang lagi kesini" kata Alena menghibur Lucas.
"Aku, aku tidak sedih" kata Lucas dengan wajah cool nya, kenapa dia harus sedih ditinggal Lily semalam saja.
Sungguh memalukan dan kekanak-kanakan!.
"Sedari dulu aku terbiasa sendiri, kenapa kamu malah berpikir aku sedih di tinggal Lily?" ucap Lucas menatap Alena dengan kesal.
"Maaf Tuan" kata Alena ketika Lucas tiba-tiba merah.
............
Lucas masuk kedalam kamarnya dan langsung berbaring, sebenarnya ingin bekerja tapi mood nya sangat jelek hingga tidak bisa fokus.
"Pegal sekali" keluh Lucas yang lagi-lagi teringat Lily yang sering menginjak punggung nya, ketika Lucas merasa lelah.
"Lily, badanku rasanya sakit" keluh Lucas mengusap ranjang di sisi kanan nya dimana Lily selalu tidur yang kini kosong.
Sepanjang malam Lucas sama sekali tidak bisa tidur, selain badannya yang terasa remuk setelah baku hantam dengan Marcel juga matanya yang tidak mau tidur.
.............
Jam dua siang Lily kembali kerumah diantar bodyguard nya, Lily berjalan ceria memasuki rumah membawa boneka kelinci kesayangan dan juga ransel di punggung nya.
"Selamat datang Nyonya" sapa seluruh pelayan menyambut Lily di pintu masuk.
"Hubby nggak kekantor, apa dia masih sakit?" tanya Lily yang melihat mobil yang biasa Lucas bawa kekantor di halaman depan.
"Tuan belum keluar kamar Nyonya, sejak semalam tidak mau dipijit dan minum obat," kata Alena yang terlihat sangat khawatir.
"Kenapa?, dia ingin cepat mati," kata Lily dengan sengaja melihat ekspresi Alena yang khawatir sekali.
"Nyonya, aku tau Nyonya tidak mencintai Tuan, tapi jangan berkata seperti itu," pernyataan Alena dengan tidak terima.
"Kenapa Tante marah?, kalaupun Kak Lucas mati kan dia nggak ada hubungan juga sama Tante" ucap Lily dengan memangku kedua tangannya.
"Tuan Lucas itu satu-satunya pelindung kami, jadi kami tidak ingin dia kenapa-kenapa " pernyataan Alena.
" Cuihhhh, kalau suka bilang aja," ketus Lily pada Alena yang masih menyembunyikan perasaannya padahal jelas sekali dia menyayangi dan mungkin suka Lucas.
Alena hanya terdiam mendengar ucapan Lily yang benar adanya, bagaimana Alena tidak jatuh cinta hidup berdampingan dengan Lucas yang tampan paripurna.
Sedari kecil hidup dalam ekonomi rendah, tidak punya orang tua dan ketika remaja dijual pamannya membuat Alena tidak pernah merasakan kasih sayang.
Sampai akhirnya di pelelangan Lucas membelinya dan menjadikan dia pelayan yang di perlakukan dengan layak dan terhormat.
Bagaimana Alena tidak jatuh cinta.
"Ehhhh, Tante, sukai pria lain saja jangan Kak Lucas, soalnya kalau dia ketahuan selingkuh seluruh hartanya buat aku," kata Lily tertawa penuh kemenangan.
Lily merasa Alena hanya tertarik pada harta Lucas saja!.
Lily berjalan kesenangan menaiki tangga sambil bernyanyi, setelah menginap dirumahnya semalam energi Lily seolah-olah full kembali setelah merasakan kasih sayang kedua orangtuanya.
" Hubby!" panggil Lily dengan begitu ceria masuk kedalam kamar dan mendarat diatas tubuh Lucas yang berbaring diatas ranjang.
"Lily, Akhirnya kamu pulang" ucap Lucas langsung meraih Lily sampai berbaring disebelah nya dan memeluk Lily.
Muachhh
" Ehhhh, boneka Lily" rengek Lily ketika Lucas tidak hanya melepas ransel dipunggung nya tapi juga membuang boneka yang Lily pegang kebawah ranjang.
"Peluk aku saja" ucap Lucas memeluk Lily dengan erat dan menyelimuti nya.
"Lily nggak mau tidur By," kata Lily yang berada dalam pelukan Lucas.
" Ehhhh, tapi kok tubuh Hubby rada panas ya" kata Lily meletakkan tangannya di kening Lucas.
Betapa terkejutnya Lily begitu menyingkap selimut melihat memar yang sudah membiru di beberapa bagian tubuh Lucas.
"Astaga, coba lihat" cemas Lily membuka kancing piyama Lucas dan menemukan semakin banyak bekas memar.
"Hubby, ini harus di pijat" cemas Lily membantu Lucas bangun sampai duduk.
"Badanku sakit sekali" keluh Lucas duduk bersandar pada Lily.
"Hubby belum makan juga?" pertanyaan Lily yang dibalas gelengan oleh Lucas.
"Pelayan!" teriak Lily.
"Kalian kenapa tidak mengantarkan makanan" kesal Lily namun ketika melihat keatas meja dia terdiam karena ada makanan.
"Hubby, kenapa nggak makan?, mau sakit terus?" pertanyaan Lily.
Lily menyuapi Lucas makan dan tidak berapa lama Dave datang karena bodyguard menelfon nya.
"Permisi, Nyonya mencari saya?" ucap Dave berdiri sejajar dengan pelayan dan bodyguard didalam kamar.
"Kak Dave, ayo kita bawa Hubby ke tempat pijat, lihatlah lebamnya sudah membiru mungkin karena tidak langsung di pijit" kata Lily yang diangguki Dave.
Lily menyingsing celana Lucas dan menemukan lagi bekas membiru di kaki Lucas.
"Marcel, Lily bakalan buat perhitungan dengan anak sialan itu" kesal Lily.
"Ini mereka bertengkar kemarin seperti apa sih, kok lebamnya sebanyak ini?" heran Lily yang semalam berpikir Lucas hanya terluka wajahnya saja, rupanya separah ini.
"Hubby kenapa sampai bertengkar dengan Marcel?" pertanyaan Lily menatap Lucas yang duduk bersandar ke ranjang.
"Dia menunjukkan foto kamu dan dia sebagai wallpaper ponsel nya" ucap Lucas dengan ketus.
"Itu foto lama" pengakuan Lily yang kalau soal wallpaper itu sudah sejak dari mereka SMA.
"Tapi dia mengatakan kalau cincin ini cuma tanda kalau kita pernah menikah, bukan tanda kamu pernah mencintaiku" emosi Lucas menunjukkan cincin pernikahan mereka di jarinya.
Drettt
Drettt
"Lily, lihatlah ulah suamimu" suara manja Marcel memperlihatkan dirinya yang sedang di rawat dirumah sakit