NovelToon NovelToon
NATIONAL PROTECTION

NATIONAL PROTECTION

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

seorang protagonis yang bereinkarnasi ketubuh anak muda bernama Andre, memiliki kekuatan ganda yang berbeda dari masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERISAI

​Tatapan Andre setajam belati saat ia menatap pemuda berzirah mewah di depannya. Angin sore berhembus melewati area latihan umum, menerbangkan debu-debu kering di antara mereka. Di masa lalu, ketika ia masih menyandang gelar Kaisar Kilat, ada ribuan kesatria elit, komandan militer, hingga petinggi guild kelas atas yang bersujud memohon untuk bisa berdiri di sampingnya. Kini, seorang pemuda dari keluarga konglomerat menawarkannya posisi kemitraan di sebuah fasilitas latihan kumuh.

​"Kau tahu siapa aku?" suara Andre terdengar dingin, mengukur setiap reaksi wajah Bastian. "Di mata Asosiasi, aku hanyalah seorang kuli panggul First Job yang kebetulan selamat dari monster anomali karena keberuntungan. Mengapa pewaris Keluarga Valerius sepertimu membuang waktu denganku?"

​Bastian tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jauh dari kesan arogan. Ia menurunkan perisai raksasanya dan menancapkan ujung bawahnya ke tanah berbatu hingga menimbulkan suara dentuman berat.

​"Karena mataku tidak buta, Andre," jawab Bastian lugas. "Aku melihat potongan pada patung kayu besi itu. Asosiasi mungkin sibuk berdebat apakah kau anomali atau sekadar beruntung, tapi aku adalah seorang Tanker. Pekerjaanku adalah membaca arah serangan mematikan dan menahannya. Saat melihatmu mengayunkan pedang tadi, bulu kudukku berdiri. Aku tahu, jika kau adalah musuh, kepalaku sudah terpisah dari leher sebelum aku sempat mengangkat perisai ini."

​Bastian melangkah maju, sorot matanya dipenuhi tekad yang menyala-nyala. "Aku muak dengan kepalsuan guild besar. Mereka berlindung di balik tembok kota, menimbun kekayaan, dan membiarkan para pemula mati sebagai umpan di dungeon. Aku butuh seseorang yang memiliki tujuan murni untuk menghancurkan monster, bukan sekadar mencari popularitas. Dan kau... kau memiliki aura pembunuh yang tidak peduli pada politik omong kosong itu."

​Andre terdiam. Pemuda di depannya ini cerdas. Bastian mungkin belum memiliki pengalaman bertarung selama ratusan tahun, tetapi instingnya tajam. Di kehidupan barunya ini, atribut pertahanan dan sihir Andre sangatlah menyedihkan karena ia memfokuskan seluruh poinnya pada Strength dan Agility. Jika ia ingin menembus dungeon tingkat Nightmare atau menghadapi mata-mata Iblis suatu saat nanti, kelincahan saja tidak akan cukup untuk melindungi Marvin. Ia butuh benteng absolut yang bisa mengalihkan perhatian musuh.

​"Kata-kata saja tidak ada harganya di dalam dungeon, Bastian," Andre menyarungkan pedang besinya dengan gerakan kilat. "Kau bilang kau bisa menjadi perisai mutlakku? Buktikan. Kita berangkat sekarang."

​Satu jam kemudian, mereka sudah berdiri di depan sebuah portal distorsi berwarna merah darah yang berputar lambat di pinggiran Sektor 4 kota. Di atas portal itu, sebuah papan peringatan hologram berkedip terang: Lorong Ratapan - Tingkat Kesulitan: HARD. Rekomendasi: Regu beranggotakan minimal delapan orang (Level 40+).

​Kehadiran mereka berdua langsung menarik perhatian para petugas Asosiasi yang berjaga di luar tenda perimeter. Bisik-bisik mulai terdengar ketika mereka mengenali lambang Keluarga Valerius di zirah Bastian, dan kebingungan itu memuncak ketika mereka melihat siapa yang berjalan di samping sang bangsawan.

​"Tunggu, bukankah itu Andre? Kuli panggul dari insiden Shadow Stalker kemarin?" bisik seorang petugas sambil memegang alat pencatat mananya. "Apa yang dia lakukan bersama Tuan Muda Valerius di portal tingkat Hard? Hanya berdua?!"

​Tanpa memedulikan tatapan tidak percaya dari para petugas, Andre dan Bastian melangkah masuk menembus membran portal. Sensasi dingin ruang dimensi langsung menyergap kulit mereka. Udara di dalam Lorong Ratapan berbau belerang dan daging busuk. Dinding guanya menyala oleh lumut fosfor merah, memberikan pencahayaan remang-remang yang mengerikan.

​Belum genap lima belas meter mereka berjalan, suara geraman rendah menggema dari ujung lorong. Dari balik bayangan stalagmit, puluhan pasang mata merah menyala serentak. Itu adalah sekawanan Blood Orc, monster humanoid bersenjatakan gada besi beraliran mana gelap. Setidaknya ada tiga puluh ekor, dan masing-masing berada di atas level 35.

​"Kau siap, Tuan Muda?" gumam Andre, tangannya bertumpu rileks di gagang pedang, namun matanya sudah berubah menjadi mata seorang pemangsa.

​"Namaku Bastian," ia membalas dengan cengiran lebar, mengangkat perisai raksasanya ke depan dada. "Dan perhatikan baik-baik. Jangan sampai kau tertinggal."

​Bastian menarik napas dalam-dalam, lalu menghantamkan bagian datar pedang pendeknya ke permukaan perisainya. Suara dentangan itu diikuti oleh ledakan aura emas yang menyilaukan mata, meluas hingga radius lima puluh meter.

​"Absolute Provocation!"

​Gelombang suara magis itu menghantam pikiran para Blood Orc. Mata merah monster-monster itu seketika membelalak penuh amarah yang tidak rasional. Mereka melupakan segala hal di sekitar mereka, mengabaikan eksistensi Andre sepenuhnya, dan memfokuskan seluruh niat membunuh mereka hanya kepada Bastian. Tiga puluh monster berotot baja itu mengaum dan berlari menerjang sang Tanker secara serentak, membuat tanah gua bergetar hebat.

​Andre menahan napas, mengamati. Ini adalah ujian sebenarnya. Jika Bastian hancur pada hantaman pertama, Andre harus membersihkan sisa kekacauan ini sendirian.

​Gada besi pertama menghantam perisai Bastian dengan suara memekakkan telinga. Alih-alih terlempar mundur, tubuh pemuda tegap itu hanya bergeser beberapa sentimeter ke belakang. Gada kedua, ketiga, hingga puluhan serangan bertubi-tubi menghujani Bastian dari segala arah. Sang pemuda bangsawan itu meringis menahan hantaman, namun di saat yang sama, zirah dan perisainya mulai memancarkan cahaya perak yang semakin lama semakin terang.

​Itulah kejeniusan kelas Guardian milik Bastian. Pasif: Iron Will. Semakin banyak pukulan mematikan yang ia terima, semakin padat struktur mana yang memperkuat pertahanan fisik dan magisnya. Bastian secara harfiah mengubah rasa sakit menjadi benteng yang tak bisa ditembus. Ia adalah titik pusat gravitasi yang menarik semua kekacauan ke arahnya, menyisakan ruang kosong yang sangat luas di luar lingkaran pertarungannya.

​"Sempurna," bisik Andre.

​Dalam sekejap mata, eksistensi Andre menghilang.

​Bukan bergerak cepat, melainkan benar-benar melebur ke dalam bayangan gua berkat skill Stealth milik kelas Shadow Assassin. Di tengah hiruk-pikuk puluhan Blood Orc yang sedang mengeroyok Bastian, tidak ada satu pun monster yang menyadari kehadiran iblis kematian yang telah lepas dari kekangannya.

​Tiba-tiba, kepala seorang Blood Orc yang berada di barisan terluar tergelincir dari lehernya. Darah hitam menyembur ke udara. Sebelum tubuh tanpa kepala itu menyentuh tanah basah, dua Orc lainnya terbelah di bagian pinggang.

​Kilatan baja berkarat menari di dalam kegelapan. Andre bergerak seperti badai yang tak bersuara. Kecepatannya yang gila dipadukan dengan aura Swordmaster menciptakan jaring kematian yang tak kasat mata. Ia melompat dari satu titik bayangan ke titik bayangan lainnya, memotong urat nadi, menembus jantung, dan memenggal kepala dengan efisiensi yang mengerikan. Ia tidak perlu menangkis. Ia tidak perlu menghindar. Bastian telah menanggung seluruh beban pertahanan itu untuknya.

​Bastian, yang masih bertahan di tengah kepungan, membelalakkan matanya dari balik celah perisainya. Ia tidak bisa melihat Andre. Yang ia lihat hanyalah darah yang bermunculan di udara, anggota tubuh monster yang beterbangan, dan kilatan garis perak yang merobek kegelapan secepat kilat. Dalam waktu kurang dari dua menit, tekanan pada perisainya menghilang sepenuhnya.

​Tiga puluh monster level 35 telah menjadi tumpukan daging cincang. Di tengah lautan darah hitam itu, Andre berdiri dengan pedang yang perlahan meneteskan cairan pekat. Napasnya teratur, pakaian usangnya bersih tanpa setetes pun noda darah.

​Bastian menurunkan perisainya, terengah-engah dengan dada naik-turun. Otot-ototnya menjerit kelelahan karena menahan beban puluhan hantaman brutal, tapi senyum lebar perlahan merekah di wajahnya yang dipenuhi keringat dan debu.

​"Kau... kau benar-benar monster," tawa Bastian pecah, suaranya menggema di lorong yang kini sunyi. Ia menjatuhkan diri dengan posisi duduk di atas sebuah batu karang, mengatur napasnya. "Kupikir rumor tentang kuli panggul yang membelah Shadow Stalker itu dilebih-lebihkan. Ternyata Asosiasi masih meremehkanmu."

​Andre memutar pedangnya, menyeka bilahnya pada sepotong kain robek dari tubuh monster, lalu menyarungkannya. Ia berjalan mendekati Bastian dan mengulurkan tangannya.

​"Kau menahan posisi dengan baik. Kau tidak mundur satu langkah pun saat Gada Orc itu menghantam kepalamu," kata Andre datar, namun ada pengakuan tulus di matanya. Di masa lalu, rekan-rekan National Protection miliknya adalah pahlawan yang tidak pernah kenal takut, dan hari ini, ia melihat kilauan api yang sama di mata pemuda bangsawan ini. "Mulai sekarang, kau adalah perisaiku."

​Bastian meraih tangan Andre, dan sang pembunuh bayaran menariknya berdiri dengan mudah. Genggaman mereka kuat, mengunci sebuah sumpah tak tertulis di antara genangan darah monster.

​"Kita tidak akan bergabung dengan guild mana pun," ucap Andre memecah keheningan saat mereka mulai berjalan menuju ruang bos dungeon. "Mereka terlalu kotor, terlalu dikendalikan oleh politik, dan terlalu lemah. Aku tidak bisa membiarkan adikku, Marvin, diawasi oleh orang-orang Asosiasi atau dimanfaatkan oleh petinggi Third Job."

​"Marvin?" Bastian menaikkan alisnya, mencatat nama itu dengan saksama. "Adikmu? Jadi, itu alasan utama mengapa kekuatan monster sepertimu rela bersembunyi menjadi kuli panggul selama ini?"

​"Dia satu-satunya keluargaku yang tersisa. Selama aku menaklukkan dungeon dan membuat keributan seperti ini, target akan berpindah padanya. Aku butuh tempat yang aman untuknya. Aku butuh koneksi."

​Bastian mengangguk pelan, raut wajahnya berubah sangat serius. "Keluarga Valerius menguasai separuh perumahan elit di Sektor 1 yang dilindungi oleh formasi sihir tingkat tinggi. Jika kau mau, aku bisa mendaftarkan Marvin sebagai anggota perlindungan khusus atas namaku. Tidak akan ada satu pun preman guild atau pembunuh bayaran yang berani menyentuh kediaman Valerius tanpa menyatakan perang terbuka dengan kaum bangsawan."

​Andre menatap Bastian. Keputusan itu terlalu cepat, namun keputusasaan yang mengikatnya selama beberapa bulan terakhir terasa luruh. Memastikan keamanan Marvin adalah harga mutlak yang tidak bisa ditawar.

​"Sebagai gantinya?" tanya Andre, tahu betul bahwa di dunia ini tidak ada yang gratis.

​"Sebagai gantinya, kita hancurkan monopoli guild besar itu bersama-sama," Bastian tersenyum, matanya memancarkan ambisi yang liar. "Kita buat faksi kita sendiri. Sebuah guild yang akan membuat Asosiasi menelan ludah setiap kali mendengar nama kita. Aku akan mengurus pendanaannya, kau urus pembantaiannya."

​Andre mendengus pelan, menatap pintu batu raksasa di ujung lorong yang menyembunyikan Bos dungeon tingkat Hard ini. "Sebuah guild, ya? Apa kau sudah punya nama untuk pemberontakan kecilmu ini, Tuan Muda?"

​Bastian melangkah maju, mengangkat perisainya yang kembali berpendar oleh energi mana yang pulih.

​"Kita mulai dari bawah, merangkak naik dan menghancurkan mereka semua dari dalam bayangan," ucap Bastian dengan suara mantap. "Bagaimana kalau Rishing Guild? Sedikit aneh, mungkin salah eja dari kata 'bangkit', tapi entah kenapa terdengar sempurna untuk anomali seperti kita."

​"Rishing," ulang Andre pelan, membiarkan nama itu menetap di lidahnya. Ia memanggil aura Swordmaster dan melepaskan tekanan pembunuh yang membuat udara di sekitar mereka membeku. "Terdengar cocok. Ayo kita bersihkan ruangan ini, Bastian. Adikku menunggu di rumah untuk makan malam."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!