Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.
Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.
Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Ganti rugi yang terlalu berlebihan.
"Brengsek!!! Jaga mulutmu pelakor sialan!!"
Umpat Davka makin murka dan harga dirinya seperti tercoreng.
"Haha~ Apa kamu tersinggung, aku kasihan padamu, kamu nggak bisa membahagiakan istrimu, kamu sudah gagal bung" Agung menaikkan alisnya, berdecak meremehkan Davka yang menahan emosi. Dia berlari ke pintu kaca ruangan ini menarik tubuh Selvia yang meronta dan tak mau dia peluk.
"Ahk~~ aduh!" Selvia terkejut karena penolakannya itu membuat Davka tiba-tiba mencekik lehernya, membuat perempuan itu sesak nafas dan meronta dengan sekuat tenaga.
"Yak, apa kamu mau membunuhnya!!??" Agung yang kaget langsung berusaha memisahkan mereka berdua, jika dibiarkan, Selvia bisa mati. Namun Davka yang tengah kalap langsung mendorong keras tubuh Agung hingga jatuh tersungkur.
"Istri sialan, percuma aku memperjuangkan kamu di depan orang tuaku!!" Maki Davka dengan penuh amarah.
"Argh~ uhuk lepaskan aku" Selvia benar-benar tak bisa bernafas, dia meremas tangan suaminya yang terus mencekik lehernya sampai kemudian beberapa orang berdatangan memisahkan pasutri itu.
"Awas saja kamu Selvia aku bunuh kamu!!" Teriak Davka kalap ketika dia diseret paksa oleh keamanan restoran, menjauh dari Selvia.
****
Petugas polisi yang tadi memeriksa laporan dari manager restoran tengah duduk di depan mereka berdua. Dia bergantian menatap dua orang di depannya, satu pria bernama Agung Ardiansyah berdiri di belakang si wanita, yang sejak tadi sering mengusap lehernya yang masih sakit.
"Pokoknya saya takkan mencabut tuntutan itu, dia sudah melakukan kejahatan KDRT pada saya!" Kekeuh Selvia.
"Kamu itu selingkuh, apa aku harus diam saja dan rela kamu selingkuhi hah?!" Sergah Davka dengan kesal.
"Aku bisa selingkuh juga karena kamu, siapa suruh kamu mandul tapi terus saja menyalahkan aku!" Selvia menjawab tak mau kalah.
"Sel sabar, tahan emosimu" Selvia yang sejak tadi masih mengusap lehernya di bujuk Agung. Dia menoleh sinis pada Davka sang suami.
"Aku takkan menuntut kamu mas, kalau kamu mau mengabulkan permintaan ku, kita bercerai saja" Ujar Selvia dengan pelan.
"Cih jangan harap! Sampai kapan pun aku takkan menceraikan kamu demi lelaki pelakor sialan ini!" Sahut Davka makin keras.
"Argh dasar suami mandul keras kepala!" Perempuan itu menunjuk wajah suaminya yang duduk di kursi tengah menahan emosi sejak tadi, lalu menoleh ke belakang dan mendengus sinis ke arah si lelaki yang jadi selingkuhan istrinya.
"Tutup mulut mu Selvia!!" Teriak Davka makin emosi. "Permisi pak, keluarga dari nyonya Selvia sudah datang" Ibu mertua Davka masuk kedalam ruangan ini, menatap sengit menantu nya yang duduk di sebelah Selvia.
"Sel, kamu kenapa Sweet heart?"
"Mamih, dia udah KDRT sama aku, lihat nih dia tadi hampir buat aku mati, aku benci sama Davka!" Selvia terisak berusaha membuat ibunya memihaknya.
"Serius dia udah aniaya kamu?" Nyonya Sofia melihat Davka dengan tatapan mengerikan, sampai lelaki itu mengusap gugup tengkuknya.
"Kamu mau membuat anak ku mati ya?!"
"Anu mih, itu karena Selvia selingkuh, dia duluan yang mulai dan bohongin aku, dia minta cerai tadi, aku nggak mau" Davka melakukan pembelaan.
"Dia bisa selingkuh juga sebabnya karena kamu! Lihat kamu itu suami payah, istrimu sudah minta cerai apalagi yang mau kamu pertahankan!" Davka terdiam karena teriakan ibu mertuanya. "Kamu pikir mami gak tahu kalau Selvia sering tertekan selama jadi istrimu hah? Kamu jadi suaminya gak becus bahagiakan dia malah masih saja nggak mau menceraikan anak ku, apa kamu ingin anak ku terus terjebak dengan pernikahan yang mengerikan ini hah?!"
"Jangan sembarangan bicara mih, pernikahan ku dengan Selvia itu baik-baik saja jika pelakor cecunguk ini tak datang merusak!" Davka menunjuk wajah Agung yang menyeringai sinis.
"Davka kamu masih saja berlagak ya?" Teriak Selvia setelah tadi hanya diam.
"Sudah cukup! Jika kalian masih bertengkar terus lebih baik jangan di sini — pergi ke lapangan sana!!" Pak Kapolsek wilayah ini menengahi, menatap Davka yang masih akan berdebat lagi dengan mertua nya. "Pak Davka, sebenarnya perbuatan anda ini memang sudah melanggar hukum, melakukan tindakan kekerasan KDRT pada istri bisa dapat hukuman penjara"
"Penjarakan saja dia! Anak ku tak sudi punya suami mandul dan payah seperti dia!" Sergah bu Sofia dengan sinis pada menantunya yang tadi mendapatkan penjelasan dari pak kapolsek.
"Cih ibumu makin lama membuat aku emosi lagi saja, dia itu sok benar sejak tadi!" Davka mencebik pada Selvia.
Lalu tak berapa lama Adrian dan Dimas datang dan kedua lelaki itu menyalami pak kapolsek. "Bang apa yang terjadi, loe kenapa bisa di kantor polisi?" Tanya Adrian dengan berbisik.
"Aku tadi mencekik Selvia saat di restoran, dia selingkuh sama pelakor sialan itu, malah berani minta cerai juga" Davka berbisik pada Adrian, menunjuk Agung Ardiansyah dengan santai, sampai membuat Adrian melotot kaget, pasti sekarang temannya itu akan kena pasal pidana.
"Hah apa, dia minta cerai?" Dimas ikut melotot kaget. "Apa anda kuasa hukum dari pak Davka?" Tanya petugas polisi.
"Iya benar saya pengacara dari pak Davka, sebenarnya apa kesalahan klien saya pak?" Ujar Adrian dengan cemas.
"Dia dilaporkan manager di restoran Green setelah buat keributan dan menganiaya bu Selvia, juga menyerang Pak Agung" cerita petugas polisi itu.
"Tentu saja wajar jika aku menyerang selingkuhan dari istri ku! Selvia juga gak tahu diri jadi istri, suami mana yang tahan sama perempuan seperti dia!!" Sangkal Davka menunjuk wajah istrinya sampai membuat Adrian melongo.
"Dav, sabar....." Dimas menyikut lengan temannya karena makin cemas.
"Nah sudah jelas kan? Dia sudah mengaku sendiri kalau menyerang saya tadi, apalagi dia juga melakukan KDRT pada istrinya" Agung tersenyum sinis dan merasa akan menang, dia tinggal menunggu pengacaranya datang lalu menjebloskan Davka itu ke penjara dengan pasal KDRT dan penganiayaan.
"Brengsek kamu hah!" Davka emosi lagi berdiri dari kursinya dan menarik kerah kemeja lelaki itu yang malah menyeringai.
"Dav stop hentikan! Jangan mencari masalah lagi!" Dimas berusaha melerai, namun Davka yang arogan nya kambuh dan sedang kesal malah memukuli lagi wajah Agung Ardiansyah dengan kalap, sampai lelaki itu jatuh terjungkal dan Selvia berteriak histeris melihat kebrutalan suaminya.
Akhirnya dua petugas polisi ikut menghalangi lelaki itu, dan menarik Davka yang masih meronta, dan berteriak memaki Agung, meskipun dia sudah diseret keluar dari ruangan ini.
"Dasar menantu gila! Main pukul orang sembarangan!!!" Bu Sofia memaki sampai membuat wajah Adrian merah lalu mohon ijin pada pak kapolsek untuk bicara berdua dengan klien nya.
******
"Dav loe ini apa-apaan sih? Loe tahu nggak yang loe lakuin tadi bisa membuat loe masuk penjara? Itu kejahatan, menganiaya orang bisa kena tuntutan pidana!" Dimas meremas bahu sahabatnya yang sekarang sudah lebih tenang dan tengah duduk di ruang tunggu, sedang menunggu Adrian.
"Ian, gimana hasilnya?" Adimas langsung bertanya begitu Adrian keluar dari pintu coklat itu. "Mereka nggak mau mencabut tuntutannya? Selvia nggak terima lelaki itu di hajar bang Davka lagi sampai pingsan, jadi dia akan melanjutkan laporannya dan terus membawa kasus ini sampai ke pengadilan" Dimas menghela nafas kesal.
"Loe lihat hah, makin runyam masalah ini jadi nya!? Kalau om Alex dan Tante Melinda tahu ulah loe, mereka bisa mati kesal?" Davka terlihat menyesal menutup wajah dengan tangan dan menangis terisak.
"Argh sial!! Istri gue selingkuh Dim, malah minta cerai, loe tahu rasanya sakit banget, jantung gue mau meledak rasanya!!"
"Bang sabar, semua masalah bisa di bicarakan baik-baik" Nasihat pengacara itu.
"Kalo loe terus berbuat bodoh begini, gue sama Ian gak mau bantuin loe lagi" Dimas mengancam Davka yang mengusap lagi wajah nya, air matanya berjatuhan makin banyak karena dia sudah tak tahan lagi melihat rumah tangganya yang hancur hanya karena keegoisan istrinya, bahkan kedua matanya sudah sembab, wajahnya kusut dan rambutnya sudah acak-acakan tak karuan.