NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh
Popularitas:44.7k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

‎Nara berjalan memasuki kamar tamu yang kini menjadi tempat berlindungnya. Dia mengunci pintu rapat-rapat, lalu berjalan ke sisi ranjang dan menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuknya. Kesunyian ini terasa begitu menyesakkan, namun jauh lebih baik daripada harus berhadapan dengan tatapan bersalah Arga yang hanya mengingatkannya pada pengkhianatan itu.

‎‎Tiba-tiba, suara notifikasi ponselnya berdering pelan. Nara bangkit dengan malas dan meraih benda pipih itu di atas nakas. Saat layar menyala, nama pemilik pesan tertera jelas di sana, jantungnya seketika berdegup kencang, mengacaukan seluruh detak waktunya.

‎‎"Rendra..." bisiknya pelan, jemarinya gemetar saat membuka pesan itu.

‎‎Matanya menyapu baris demi baris kalimat yang tertulis. Kata-kata sederhana namun begitu dalam, penuh dengan kerinduan yang selama ini juga dia rasakan.

📩 [Kita baru sehari tidak bertemu, tapi aku sudah sangat merindukanmu seperti ini. Mau bertemu?]

‎‎Ada rasa hangat yang menjalar dari ujung kaki hingga ke hatinya, mengusir sedikit demi sedikit dinginnya kenyataan pahit yang dia hadapi. Di saat suaminya sendiri membuatnya merasa tidak berharga, di saat dunia seakan runtuh, ada pria lain yang dengan tulus mengatakan bahwa dia merindukannya.

‎‎Jari-jarinya bersiap untuk membalas pesan itu, namun belum sempat dia mengetik, ponselnya kembali bergetar. Kali ini bukan pesan, tapi panggilan suara. Nama 'Rendra' terpampang besar di layar.

‎‎Nara menarik napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang berpacu liar. Dia menggeser tombol hijau, lalu menempelkan benda itu ke telinganya.

‎‎"Halo..." suaranya terdengar lembut dan bergetar, jauh berbeda dengan nada dingin yang dia berikan pada Arga pagi tadi.

‎‎"Nara..." suara berat dan dalam Rendra terdengar jelas dari seberang, terdengar begitu dekat seakan pria itu sedang berbisik tepat di samping telinganya. "Kamu punya waktu tiga puluh menit untuk bersiap, dan pakai hadiah yang waktu itu aku berikan ya,"

‎‎Belum sempat Nara bertanya atau menjawab, sambungan telepon terputus begitu saja. Nara menurunkan ponsel itu dari telinganya dengan wajah bingung.

‎‎"Hah? Hadiah?" lirihnya bertanya-tanya, matanya berkedip cepat mencoba mengingat-ingat.

‎‎Tiba-tiba ingatannya melayang kembali ke waktu dimana Rendra memberikan hadiah tepat saat pertama kali dia memergoki Arga berselingkuh, malam itu dia bertemu Rendra dijalan dan Rendra mengantarnya pulang.

‎‎Tanpa pikir panjang, Nara langsung bangkit dari tempat tidur dan berlari kecil dari kamar tamu menuju kamar utama yang menjadi kamarnya dengan Arga. Tangannya bergerak cepat membuka lemari pakaian dan mengeluarkan kotak hadiah yang belum pernah dia buka sama sekali.

‎‎Jantung Nara berdegup kencang saat tangannya membuka penutup kotak itu. Sebuah dress berwarna pink cerah dengan model off-shoulder yang menawan tersimpan di dalam sana.

‎‎Tali tipis menjuntai di bahu, sementara bagian dada berbentuk seperti hati yang manis. Bagian pinggang dibuat pas untuk menonjolkan siluet tubuh, lalu meluas ke bawah dengan lipatan-lipatan kain yang tebal dan jatuh indah, membentuk rok skater yang mengembang cantik hingga lutut.

‎‎"Ini..." Nara terharu, jari-jarinya menyentuh lembut kain halus itu. "Dia... jangan bilang dia memang sengaja membelikan ini untukku?"

‎‎Rasa hangat membanjiri seluruh tubuhnya. Pria itu benar-benar memperhatikannya sejak lama. Bahkan saat pertama kali dia terluka, Rendra sudah mempersiapkan sesuatu yang indah untuknya.

‎‎Nara segera melepaskan pakaian santainya dan mengenakan gaun itu. Bahannya dingin namun sangat nyaman menyentuh kulit, menempel sempurna mengikuti lekuk tubuhnya yang mempesona.

‎‎Nara berjalan mendekati cermin besar di kamar utama itu, memandangi pantulan dirinya dengan napas yang tertahan. Gaun itu seolah diciptakan khusus untuk tubuhnya, membuatnya terlihat sangat memukau.

‎‎"Cantik..." bisiknya pelan, matanya berkaca-kaca karena terharu, "Jadi begini rasanya diinginkan oleh seseorang..."

‎‎Dia merapikan sedikit rambutnya yang tergerai, memastikan penampilannya sempurna. Waktu yang diberikan Rendra hampir habis, dia segera kembali ke kamar tamu untuk mengambil tas serta ponselnya.

-

-

-

‎Langkah kaki Nara terhenti saat dia melihat sebuah mobil hitam mewah yang sudah terparkir rapi di ujung jalan, sedikit menjauh dari gerbang rumahnya. Kaca jendela mobil itu turun perlahan, memperlihatkan wajah tampan Rendra yang sedang menatapnya lekat-lekat dengan tatapan penuh kagum dan hasrat yang tak terbendung. Rendra membuka pintu mobil dan berjalan mendekatinya.

‎‎"Kenapa harus menunggu disini? Kenapa tidak aku jemput kerumah saja?" tanya Rendra.

‎‎Nara mendongak sedikit, menatap manik mata tajam Rendra dengan tatapan memohon pengertian. "Maaf Ren, aku hanya tidak ingin ada yang melihatku berdandan seperti ini hanya untuk bertemu denganmu. Aku tidak ingin ada masalah baru, setidaknya untuk saat ini,"

‎‎Rendra terdiam sejenak, menatap wajah Nara yang terlihat begitu tulus dan sedikit ketakutan. Senyum tipis terukir di bibir pria itu, namun tatapannya berubah menjadi jauh lebih lembut dan penuh pengertian.

‎‎Dia mengangguk pelan, tangannya terulur mengusap puncak kepala Nara. "Aku mengerti... kita simpan dulu keindahan ini hanya untuk kita berdua saja. Tidak perlu orang lain tahu, dan tidak perlu ada keributan."

‎‎Rendra melangkah mundur sedikit, lalu membukakan pintu mobil untuk Nara. "Silakan masuk, tuan putri."

‎‎Nara tersenyum manis mendengar panggilan itu, rasa gugupnya perlahan hilang dan terganti oleh rasa hangat yang menjalar di dada. Dengan langkah pelan dan anggun dia mendekati pintu mobil.

‎‎"Terima kasih, Ren..." bisiknya lembut, lalu masuk kedalam mobil.

‎‎Rendra menutup pintu dengan lembut, lalu dia berjalan memutari depan mobil dan masuk ke kursi pengemudi. Rendra tidak langsung menyalakan mesin. Dia justru menoleh, menatap Nara lekat-lekat dengan mata yang tampak gelap dan penuh hasrat. Jarak mereka kini sangat dekat, membuat Nara menelan salivanya dengan gugup.

‎"Kamu tahu tidak..." suara Rendra terdengar serak dan rendah, matanya tak lepas dari wajah dan tubuh wanita itu. "Sejak tadi melihat kamu berjalan mendekat... aku hampir kehilangan akal sehatku."

‎‎Nara menunduk, pipinya memerah.

‎‎"Kamu terlalu cantik, Nara. Terlalu indah..." Rendra mengulurkan tangannya, jari-jarinya yang hangat dengan lembut mengusap pipi Nara, lalu turun menyentuh bahu terbuka yang ditutupi tali tipis gaun itu.

‎‎Rendra mendekatkan wajahnya, napas hangatnya menyapu wajah Nara. "Malam ini, maukah kamu menemaniku saja? Hanya ada aku dan kamu. Tidak ada Arga, tidak ada masalah."

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
vote dulu
Zuri
minta kepastian lamaran ya Pa?🤭
Zuri
bersatu kerena kecobong gak sih ini nantinya
Zuri
kupikir udah sadar.. ternyata masih nyalahi orang lain/Sweat//Sweat/
Zuri
dengerin nohh Nar.. rendra salah,,, arga juga salah.. kamu lebih salah lagi/Facepalm//Facepalm/
Zuri
dirimu juga sama.. harusnya colab aja, kan sesama.. ehhh🤭🤭🤭🤭
Zuri
kotormu ah kak.. bukan motormu /Silent//Silent//Silent/🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Zuri
aku mo jadi bawang merah aja ah.. aku gak iba ma dirimu🤣
Zuri
itu panggilan.. aku ada di sini🤭
W I 2 K
semoga papah wira adalah jembatan bt perbaikan hubungan Nara dan Rendra...
falea sezi
urus cerai cwek kok menye kebanyakan di indo nih cwek di selingkuh in menye menye kadang mikir anak halah pret bilang aja lu bergantung ma. suami. g bs nyari krja sendiri makanya jd wanita harus punya keahlian
Zuri
skak mat kan pertanyaan Nara Ga?😏
Zuri
kalo kamu beneran cinta.. kamu gak bakal kegoda Ga.. jadi jangan nyalahin orang laah.. koreksi diri sendiri aja napa🤧🤧
Zuri
arganya kan tergoda.. kamu juga tergoda kan😏
Zuri
tapi di sini arga juga salah ya.. dia tergoda sampe berkali kali icip🤭
Zuri
jujur aja dah jujurr
W I 2 K
cinta itu buta... anggap aja Rendra begitu Nara....
Zuri
nara denger gak tuhhh/Blush/
Zuri
oh.. ternyata Nara taunya Ren bongkar aob sendiri🤭.. kyaknyaa🤣
Zuri
berarti kamu iblis juga dong🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!