NovelToon NovelToon
Sovereign Asura

Sovereign Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ilfar Aksara

‎"Aku akan menanggung semua kebencian di dunia ini sendirian."

‎Kalimat itu lahir saat dadamu ditembus cahaya.
‎Duniaku runtuh seketika tanpa suara,
‎Meninggalkan kepal tangan yang mengutuk semesta.

‎Kau adalah detak jantung dari raga yang pincang,
‎Satu-satunya alasan bagi sepasang kaki untuk pulang.
‎Kini, kau terbujur kaku di bawah langit yang menghitam,
‎Membuat seluruh kenyataan ini tak lagi berarti untuk dipandang.

‎Dunia yang membiarkanmu mati adalah dunia yang salah,
‎Maka biarlah sejarah kukoyak hingga menyerah.

‎Aku akan membangun surga di atas puing yang bersimbah,
‎Tempat di mana bayangmu tak akan pernah lagi berdarah.

‎Dunia sihir ini tidak akan bisa dihancurkan hanya dengan kegelapan yang ada di dalamnya. Sebelum mencapai tahap kedua di mana dunia terbebas dari siklus kebencian, seseorang harus menjadi target bagi dunia.

‎"Seseorang harus memikul semua rasa sakit dan dendam itu sendirian, dan akulah orangnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilfar Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3 - Ingatan Pahit

‎Ditengah kegiatan akademi yang sedang berlangsung, penduduk Kerajaan Flameheart tidak menyadari gejolak yang akan segera terjadi.

‎Alasan mengapa Serlin Migesta melakukan pelatihan di akademi karena berkaitan dengan puluhan Penyihir Tingkat Emperor yang pergi ke perbatasan.

‎Kerajaan Flameheart merupakan sebuah negeri sihir yang berada di Benua Maple. Penghuni Kerajaan Flameheart didominasi oleh manusia yang dicintai mana yang bercahaya dan hangat.

‎Hampir semua penduduk Kerajaan Flameheart memiliki unsur sihir api sebagai kemampuan sihir mereka.

‎Kerajaan Flameheart sendiri memiliki perbatasan langsung dengan Kerajaan Earthborn dan Kerajaan Slyph. Tiga kerajaan yang menguasai daratan di Benua Maple memiliki kebijakan dan aturan sendiri, ketiga kerajaan yang dihuni tiga ras berbeda ini memilih hidup berdampingan setelah berperang selama ratusan tahun.

‎Namun ketegangan terjadi di perbatasan Kerajaan Flameheart dan Kerajaan Earthborn, setelah putra mahkota kerajaan para kurcaci atau yang lebih dikenal sebagai Dwarf tewas membeku.

‎Pihak Kerajaan Earthborn menuduh penyihir dari Kerajaan Flameheart yang melakukannya.

‎Gencatan senjata yang telah terjalin hancur karena kesalahpahaman. Perang antara penyihir manusia dan dwarf tidak dapat dihindari.

‎Kembali ke akademi, Serlin Migesta berhasil menyisakan tiga puluh murid yang dapat bertahan menghadapi tekanan mana miliknya. Semua itu sesuai keinginannya.

‎"Kurasa ini cukup! Tiga puluh yang tersisa, ikuti aku dan jangan tertinggal!" Ujar Serlin kepada murid yang tersisa.

‎"Kita menuju, Emberhold!" lanjutnya.

‎Dengan melewati lorong bawah tanah yang ada di akademi, Serlin menuntun tiga puluh murid yang tersisa menuju Hutan Sihir, Emberhold.

‎Ashura yang mampu bertahan mengejar Serlin bersama dengan Saga. Berbeda dengan Ashura yang memiliki kemampuan fisik lebih unggul dibandingkan anak seusianya, Saga terlihat kelelahan karena berlari.

‎Sementara itu Ark dan beberapa murid yang lain dapat mengikuti Serlin tanpa kesulitan yang berarti.

‎Saat satu jam telah berlalu, semua murid yang mengejar Serlin terlihat kelelahan karena berlari tanpa henti.

‎Serlin pun berteriak kepada mereka semua agar mengejarnya jika tidak ingin dikeluarkan dari akademi.

‎Setelah berlari lima jam tanpa henti dan istirahat, tiga puluh murid akademi sampai di Hutan Sihir Emberhold.

‎Disana Serlin langsung memberitahu mereka alasan mengapa mereka tidak dapat mengaktifkan sihir saat berjalan melewati lorong akademi, karena terowongan bawah tanah yang panjang itu terbuat dari Batu Anti Sihir.

‎Batu Anti Sihir adalah batu langka didunia ini karena dapat menetralkan semua jenis sihir. Biasanya Batu Anti Sihir digunakan pada borgol yang dipakai para kriminal dan buronan.

‎"Seperti yang kalian ketahui, Emberhold adalah warisan leluhur Flameheart yang dijaga turun-temurun. Tempat ini sangat hangat dan diberkahi Roh Api."

‎Serlin menjelaskan sebelum akhirnya ia memberitahu pelatihan di hutan ini.

‎"Sekarang, aku akan mengajarkan kepada kalian cara mengontrol mana dan menggunakan elemen sihir."

‎Sebelum melakukan pelatihan lebih jauh, semua murid yang berada di Hutan Sihir Emberhold disuruh untuk memegang kertas sihir, sebuah kertas unik yang dapat mengetahui unsur elemen sihir yang dimiliki seseorang.

‎Ashura memperhatikan Serlin yang membagikan kertas sihir kepada teman seangkatannya.

‎"Cara mengetahui elemen yang dimiliki masing-masing dari kalian itu cukup mudah..."

‎Serlin menjelaskan kepada murid akademi, syarat untuk mengetahui elemen sihir yang dimiliki seseorang adalah dengan mengalirkan mana pada kertas sihir dengan memegangnya.

‎Jika kertas sihir tersebut terbakar dan menjadi abu maka unsur elemen sihir yang dimiliki adalah api, jika kertas sihir terbelah menjadi dua bagian maka unsur elemen sihir yang dimiliki adalah angin.

‎Kertas sihir akan hancur dan hangus jika orang yang memegangnya memiliki elemen petir, dan, kertas sihir akan berubah menjadi tanah dan hancur seperti lumpur jika orang yang memegangnya memiliki unsur elemen sihir tanah.

‎Untuk orang yang memiliki elemen sihir air maka kertas sihir akan basah jika orang tersebut memegangnya.

‎Berbeda dengan murid akademi yang lain, kertas sihir yang dipegang oleh Ashura dan Ark berubah menjadi hitam pekat dipenuhi aura yang gelap.

‎"Guru, kenapa punya mereka berdua berbeda?" tanya salah satu murid perempuan kepada Serlin.

‎Serlin langsung memperhatikan Ashura dan Ark, disusul Saga yang memamerkan kertas sihir miliknya terbakar dan menjadi abu.

‎"Lihat punyaku! Sudah kuduga jika diriku ini jenius! Aku akan menjadi Raja Sihir selanjutnya!" ujar Saga kegirangan dan sedikit mengejek Ark.

‎Ark terlihat kesal, namun memilih diam saat Serlin memegang kertas sihirnya.

‎"Aku dengar penyihir dari Klan Vengeance memiliki sihir yang sangat langka yaitu api hitam yang dapat membakar segalanya..." Serlin berkata dalam hatinya.

‎"Kertas sihir menjadi hitam jika orang tersebut tidak memiliki kekuatan sihir, tapi milik mereka berdua memancarkan aura hitam pekat dan kita bisa melihat mana yang gelap itu..."

‎"Kalian berdua memiliki elemen sihir yang langka dan berbeda dari penyihir yang memiliki elemen dasar. Untuk mengetahui kekuatan dalam diri kalian, kalian harus berlatih mengenal mana dalam diri kalian sendiri."

‎Setelah mengetahui kemampuan masing-masing, Serlin pun mengajarkan pada mereka cara mengontrol mana. Disini Ashura tidak menyadari sesuatu yang akan membuat dirinya lepas kendali.

‎Tepat setelah Saga memanipulasi api miliknya menjadi pedang api, tanpa sadar Ashura memegang kepalanya sebelum dirinya berteriak kesakitan.

‎"Woy, kenapa kau berteriak?!" Ark yang terkejut menatap Ashura yang kesakitan.

‎"Ashura!" Saga terlihat panik dan berlari mendekati Ashura sambil memegang pedang api.

‎"Menjauh! Menjauhlah dariku!" teriak Ashura yang merasakan kepalanya seperti ingin meledak karena rasa sakit yang luar biasa.

‎"Arrrggghhh!!!"

‎Serlin yang menyadari mana dalam tubuh Ashura terlepas, segera memberikan perintah pada semua murid untuk berlindung dibelakangnya.

‎"Ashura! Kendalikan dirimu! Yang Mulia Kaira mempercayakanmu padaku!" ujar Serlin saat merasakan tekanan mana yang padat.

‎"Guru..."

‎Ashura menatap Serlin dan mencoba menekan emosinya, namun saat melihat tatapan teman seangkatannya yang ketakutan, dalam sekejap emosi Ashura menjadi tidak terkontrol.

‎Mereka semua sama saja, mereka menatapku seolah-olah aku tidak pantas untuk hidup disini.

‎Sedetik kemudian, Ashura melepaskan hawa dingin yang menyebar ke arah Serlin.

‎"Ashura, maafkan aku..."

‎Serlin langsung bergerak dan memusatkan mana pada kelima jarinya.

‎"Aku akan menenangkanmu."

‎Terlihat kelima jari Serlin diselimuti api. Serlin melompat kearah Ashura dan menyentuh perutnya dengan jarinya.

‎Serlin membuat Ashura pingsan dengan sentuhan jarinya. Disini Serlin menebak mengapa Kaira Leywin mengadopsi Ashura.

‎"Yang Mulia apakah kau ingin menjadikan anak ini sebagai senjata mematikan..."

‎Berbeda dengan murid akademi yang lain, Ark dan Saga menyadari tatapan mata Ashura. Tatapan mata seorang yang kesepian dan membuatnya merasa sangat tersiksa.

‎"Dia sama sepertiku..." ujar Ark dan Saga.

1
Green Nord 1927
Wani!!!
Bontang FC
Lanjut Wal 💪
Jakarta Stay High
enjooooooy 👍
Republik Orange
hiks hiks
The Horizon
jincurikiii
Maung Bandung
Inget Narutooo
Cimol
Lanjuttt
Alia Chans
keren✍️
Indialys Emberwind: Kakak juga keren👋
total 1 replies
Protocetus
Min bagus cover yang kmrn 🥲
Indialys Emberwind: Disuruh ganti Thor sama pihak Noveltoon 🤣
total 1 replies
Haikal Blues
Lanjuttt💪
Ahmad Qoyum
🔥🔥🔥
Ahmad Qoyum
pelan-pelan, jangan hancurkan masa depan sikecil
Protocetus
Let's go Thor!
Indialys Emberwind: Siap Thor
total 1 replies
Endri Ningtyas
lanjut💪
Haikal Blues
Cool
Haikal Blues
gokillll
Goat: super gokil
total 1 replies
Ahmad Qoyum
Jangan koit dulu thor, ada anak istri yang harus di nafkahi
Ahmad Qoyum
Gas thor
Indialys Emberwind: Gracias por leer, amigo, Decul🤣
total 1 replies
Ahmad Qoyum
💪💪💪
Endri Ningtyas
novelny sihir tpi inget anime sedih/Sob/
Indialys Emberwind: Enjoy reading, Kakak. Semoga suka ya hehe🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!