Adinda Meryana bisa di panggil Dinda, dia gadis yang cantik, manja, dan memiliki sifat yang baik dan ramah tapi ia tidak mudah di tindas dan sangat berani. Adinda berusia 22 tahun. Dinda terpaksa menerima perjodohan dengan Aditya Putra, laki-laki yang berusia 28, yang bersifat sangat Dingin dan Arogan. Dan karna sifat Adinda.. Adinda berhasil membuat suaminya jatuh cinta kepadanya.
Aditya berpropesi sebagai chef di Restaurant miliknya dan juga Adinda yang menjadi Asistennya dan tidak mengetahui bahwa suaminya pemilik Restauran tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade mariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 34 Cemburu
Setelah sampai di dapur Aditya langsung bersikap propesional ia langsung melakukan pekerjaannya menjadi Chef dan di bantu oleh Adinda yang menjadi asistennya. Tidak ada kata-kata atau obrolan mereka hanya pokus memasak sesekali Aditya melirik Adinda memperhatikan istrinya itu dengan penuh cinta yang tak di sadari oleh Adinda.
Dan tak lama seperti biasa Raya selalu mencari perhatian Aditya ia rela berbuat apa saja yang bisa menguntungkannya. Raya lalu menghampiri Aditya yang sedang asyik memasak dan Adinda lagi memotong sesuatu.
''Dit, gue bantu yah.'' Ucap Raya yang langsung merebut pekerjaan Adinda dan Aditya tidak menghiraukannya ia hanya pokus memasak.
''Maaf Chef itu pekerjaan saya.'' Lanjut Adinda yang tidak terima pekerjaannya di ambil alih oleh Raya.
Raya yang mendengar ucapn Adinda sontak ia langsung melototi Adinda dan menatap sinis lalu menyuruhnya pergi dengan suara pelan supaya tidak terdengar oleh Aditya.
''Ishh dasar wanita carmuk cari muka, kalo bukan Chef disini, sudah gue cakar loe'' Batin Adinda yang kesal dengan sikap Raya yang semena-mena.
Adinda lebih baik ia mengalah karna ia tidak mau membuat keributa di hari pertamanya bekerja. Adinda lalu beralih mengerjakan yang lain dan tak lama kemuadian.
''Aww Tanganku.. sakitt'' Ucap Raya sambil memegang tangannya yang berdarah akibat terkena pisau sontak membuat orang-orang langsung beralih menatapnya termasuk Aditya.
''Dit tolong aku, aku sangat takut sekali melihat darah '' Lanjut Raya berpura-pura sambil menangis palsu membuat Aditya menghampirinya dan termasuk orang-orang yang berada di sekitarnya dengan panik.
''Astaga kenapa bisa jadi seperti ini.'' Kata Aditya sedikit panik. Aditya lalu memegang tangan Raya dan membersihkan darahnya dengan air mengalir.
''Asisten, tolong ambilkan kotak obat!." Ucap Aditya sedikit berteriak membuat Adinda terkejut mendengarnya.
Raya tersenyum senang ternyata rencananya berhasil membuat Aditya peduli kepadanya.
''Saya Chef?'' Tanya malas Adinda karna ia sebenarnya tidak mau mengambilkannya karna ia melihat Raya hanya berpura-pura.
''Iyalah siapa lagi!! kamu kan Asisten saya.'' Lanjut Aditya sedikit ngegas.
''OH.. ASISTEN YAH, MAAF SAYA LUPA.'' Kata Adinda menekan perkataanya, Aditya yang mendengar lantas ia langsung terdiam dan beralih menatap Adinda.
''Sakitt..'' Lanjut Raya lalu dengan berani memeluk tangan Aditya membuat Adinda semakin panas melihat Suaminya di peluk perempuan lain. Adinda yang melihat perlakuan Aditya terhadap Raya ia sedikit cemburu dan membuat dadanya sesak melihatnya. Adinda lalu bergegas pergi.
Tak lama kemudian Adinda datang dan membawakan kotak obat P3k ia lalu memberikannya kepada Aditya.
''Ini Chef.'' Sambil menyodorkan kotak obatnya ''OBATI DULU PACAR ANDA'' Lanjut Adinda setelah Aditya meraihnya dan membuat Aditya ingin berbicara namun kalah duluan sama Raya.
''Terimakasih yah ASISTEN ternyata kamu itu baik sekali'' Lanjut Raya dengan puas dan tersemun bangga menatap Adinda.
''Saya izin istirata dulu.'' Ucap Adinda dengan cuek membuat Aditya merasa tidak enak dan takut Adinda salah paham terhadapnya. Adinda lalu pergi dan Aditya lalu ingin mengejarnya namun di cegah oleh Raya.
''Ditt.. obati dulu luka aku'' Kata Raya memegang tangan Aditya membuat Aditya menghentikan langkahnya.
''Astagaaa.'' Lanjut Aditya sedikit prustasi lalu ia memanggil Chef Rendy untuk mengobati Raya dan Rendy pun menghampirinya.
''Ada apa..!'' Tanya cuak Rendy setelah berada di hadapan Aditya.
''Nih kamu obati luka dia.. saya ada urusan penting'' Kata Aditya membuat Chef Rendy menyipitkan matanya dan membuat Raya tidak suka.
Belum sempat Chef Randy menjawabnya Aditya sudah pergi dengan berjalan cepat.
''Belum juga gue jawab maen pergi-pergi saja.'' kata Rendy sedikit kesal dengan suara pelan namun terdengar oleh Raya.
''Kalo Chef tidak mau tidak usah.. jangan memaksakan diri.'' Ucap Raya dengan sinis lalu pergi meninggalkan Rendy.
''Idihh gitu aja ngambek.. lagian gak suka gue sama cewe judes kaya lu.'' Gerutu Chef Rendy menatap kepergian Raya.
Aditya lalu berjalan menuju ke tempat istirahat para Chef yang bekerja di Restaurannya dan tak sengaja ia berpas-pasan dengan Dimas Menejer di Restaurantnya.
''Kebetulan tuan bertemu disini.'' Kata Dimas.
''Ada apa?'' Tanya Aditya karna ia buru-buru.
''Ada berkas penting yang harus tuan tanda tangani sekarang.'' Jawab Dimas.
''Yasudah mana berkasnya sini.'' Lanjut Aditya karna ia tidak ingin berlama-lama.
''Maaf Tuan berkasnya sudah ada di meja Tuan.'' Kata Dimas sedikit menunduk karna takut membuat kesalahan.
''Astaga kamu ini membuang-buang waktuku saja. Yasudah nanti saya tandatangan.. lagian ada yang lebih penting dari itu.'' Ucap Aditya sedikit emosi kepada Asistennya.