Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelukan Hangat
Hari sudah siang, tapi Arkana dan Rania masih berada di dalam kamar mereka. Keduanya tidur dengan begitu nyenyak hingga tidak tau jika mentari sudah naik menyinari dunia.
"Astaghfirullah, udah siang!" Rania terkejut saat menyadari jika hari sudah siang.
"Apaan, sih cil? berisik banget." gumam Arkana yang ikut membuka matanya, tapi pelukannya masih berada di tubuh mungil sang istri.
"Ayo bangun, ini udah siang. Aku mau bantuin ibuk masak."
"Halah, capek banget mesti masak cil. Ayo tidur lagi, itu pakai hp gue buat pesen makan aja deh." ujar Arkana yang tidak ingin bangun.
"Mana bisa gitu. Pokoknya aku mau bangun. Udah, lepasin dulu dong." kekeh Rania.
"Oke, fine! Duluan aja bangun, gue nanti deh. Salam ke ibu bapak, kalau gue ngantuk. Mereka pasti ngerti." bahas Arkana.
Rania tidak menjawab lagi. Dia memilih turun dari tempat tidur dan keluar. Tapi, tepat saat Rania membuka pintu kamarnya, tiba-tiba saja kakinya terasa sakit. Kram dan seperti kesemutan membuat Arkana langsung melompat dari tempat tidur saat mendengar suara Rania yang seperti kesakitan.
"Aduh!"
"Rania? Lo kenapa cil?" tanya Arkana panik.
Bukan hanya Arkana saja, tapi mereka yang mendengarnya juga ikut panik.
Tanpa berpikir panjang lagi, Arkana langsung menggendong tubuh istrinya dan membawa istri kecilnya itu ke meja makan.
"Ih, turunin. Malu sama ibuk, bapak." keluh Rania tapi Arkana abai begitu saja.
Bahkan karena tidak memperdulikan penampilan dirinya yang terlihat berantakan tanpa baju, karena dirinya hanya memakai celana training panjang yang dipakainya tidur tadi malam.
Tubuh bagian atasnya transpose dengan begitu sempurna, hingga membuat bongkahan-bongkahan otot di bagian perutnya itu terlihat jelas di mata Raisa dan itu semakin membuat gadis itu terlihat iri dengan adik bungsunya.
"Rania kamu kenapa?" tanya ibunya panik ketika melihat putri bungsunya yang digendong oleh Arkana.
"Kaki Rania sakit Bu. Tadi katanya mau bantuin ibu di dapur, tapi tiba-tiba aja kakinya sakit." bukan Rania yang menjawab, melainkan Arkana karena saat ini karena terlihat begitu perhatian dengan istrinya.
Ibu dan bapaknya Rania saling menatap satu sama lain. Mereka lihat bagaimana sikap Arkana yang begitu peduli dengan Rania membuat mereka merasa sedikit lebih tenang untuk melepas putri bungsu mereka padanya.
Tapi, isi pikiran mereka lain. Mereka teringat akan jeritan jeritan putrinya tadi malam. Apakah itu akibat dari sakit yang rasakan saat ini?
"Oh, itu memang biasa. Ibu juga dulu kayak gitu. Kalau baru pertama kali memang gitu, agak sakit dan nyeri. Nanti ibu buatin jamu, biar badan kamu enakan." ujar ibunya yang membuat Rania dan Arkana saling menatap satu sama lain.
Kenapa mereka merasa apa yang ibunya katakan ada sesuatu di dalamnya.
"Yaudah, kalian sarapan aja. Ibu sama bapak dan yang lainnya udah sarapan. Tinggal kalian aja, kok." balas bapak Rania yang membuat sepasang suami istri itu kembali menatap satu sama lain hingga mereka menyadari bahwa ini sudah pukul 10.00 pagi.
Itu artinya mereka sudah melewatkan waktunya sarapan.
"Enak banget ya jadi, kamu. Apa-apa di usahain sama ibu dan bapak. Beruntung banget ya kamu!" sindir Raisa lagi.
"Loh kok Lo nyolot gitu sama istri gue? Lo iri ya sama Rania?" tuding Arkana yang membuat Raisa terdiam.
"Siapa bilang gue iri! Gue cuma bilang enak banget hidup dia. Terus salahnya dimana?" jawab Raisa.
"Salahnya ada di diri Lo yang arogan itu!" balas Arkana telak.
Tidak sampai disana, Arkana ingin kembali menyerang Raisa dengan kata-kata pedas yang bisa dia keluarkan dari mulut manusia. Tapi, dengan cepat Rania mencegahnya untuk mengatakan hal itu.
"Kak, udah jangan diperpanjang lagi. Aku mau makan," pinta Rania pada Arkana sambil memegang lengannya hingga membuat laki-laki yang baru bergelar suami selama 1 hari itu langsung melemah, ketika mendengar istrinya ingin makan.
"Gak tau diri banget sih kakak Lo! Gemes gue! untung gue anak tunggal, kalau sempat gue punya saudara kayak dia, udah gue racun!" pungkas Arkana.
***
next my