Di daratan Huanjiang, Dinasti Wuji Chao memerintah dengan tangan besi. Chen Fengyin lahir di desa yang damai, hingga sebuah pembantaian menghancurkan segalanya ketika dia masih kecil – menyisakan dia sebagai satu-satunya yang tersisa.
Ditemukan oleh seorang ahli bela diri kuno, dia menghabiskan tahun-tahun untuk melatih diri dan menguasai kekuatan elemen alam yang jarang orang bisa miliki. Namun ketika masa lalunya kembali mencari dia, pertempuran yang dahsyat membuatnya harus membangkitkan kekuatan legendaris yang hanya diberikan kepada orang terpilih.
Meskipun berhasil mengusir musuh, tubuhnya tak mampu menahannya. Tapi takdir tidak mengizinkannya pergi begitu saja – dia bangun kembali dengan tubuh baru di desa yang jauh, membawa kekuatan yang sama namun harus belajar mengendalikannya lagi.
Bersama teman baru yang setia dan kelompok perlawanan yang tersembunyi, Fengyin berkelana selama bertahun-tahun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Kurniawan Wawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 KELAHIRAN KEMBALI SEGALA ELEMEN
DORRRRRRRR!!!!!!
Ledakan bola lava itu menghancurkan segalanya tanpa ampun. Panasnya bukan hanya membakar kulit, tapi seolah ingin melelehkan jiwa dan roh siapa saja yang berada di dekatnya. Asap hitam pekat membubung tinggi ke langit, menutupi sinar matahari sepenuhnya, membuat siang hari berubah menjadi malam yang kelam.
Di titik pusat hantaman itu, di mana panasnya bisa melelehkan baja menjadi cairan, seharusnya tidak ada yang tersisa selain debu halus dan kenangan.
Namun...
Krak... Krak... Tuuing... Ding...
Suara aneh terdengar memecah kegaduhan ledakan. Suara itu seperti kristal murni yang bergesekan, seperti lonceng surgawi yang berdering, dan seperti guntur yang bergemuruh jauh di dalam bumi sekaligus.
Tiba-tiba!
WUSHHHHHHHH!!!
Sebuah cahaya menyilaukan meledak keluar dari tengah-tengah api neraka itu!
Bukan cahaya putih biasa. Bukan juga cahaya biru atau emas. Itu adalah cahaya yang memiliki semua warna dalam spektrum, namun tetap terlihat begitu murni, suci, dan damai.
Dan hal yang paling mengerikan dan menakjubkan terjadi...
Api lava yang seharusnya melahap segalanya, api yang diciptakan oleh Kaisar Xuancheng sendiri... justru mundur ketakutan!
Nyala api itu menyusut, bergeming, dan seolah menunduk hormat saat cahaya itu muncul. Seolah-olah mereka sedang menghadapi Tuan Asli dari segala elemen, pencipta api itu sendiri.
"Apa... apa yang sedang terjadi?!" seru Kaisar Di Xuancheng. Wajah yang selama ini tenang dan sombong itu akhirnya berubah. Kerutan halus muncul di dahinya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Kaisar Abadi itu merasakan sesuatu yang bernama Ketakutan.
Asap dan debu perlahan ditiup oleh angin yang entah datang dari mana.
Pemandangan di hadapan mereka membuat seluruh prajurit, baik kawan maupun lawan, menahan napas serentak. Mulut mereka terbuka lebar, tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.
Terlihatlah sosok Chen Fengyin.
Tubuhnya masih tertancap oleh pecahan tombak kristal ungu milik Xie Wuyou. Luka-luka bakar di kulitnya masih terlihat, darah masih menetes dari sudut bibirnya. Namun... dia tidak jatuh. Dia berdiri tegak, sangat tegak, seolah tubuhnya adalah tiang penyangga langit.
Matanya terpejam rapat, tapi aura yang dipancarkannya... bukan lagi aura manusia biasa. Itu adalah aura alam semesta.
Di sekeliling tubuhnya, enam elemen berbeda berputar membentuk lingkaran cahaya yang sempurna dan harmonis.
- Di sebelah kanannya: Angin berhembus lembut namun memiliki kekuatan yang tak terbendung, membersihkan segala racun dan udara kotor di sekitarnya. (Elemen Udara)
- Di sebelah kirinya: Air mengalir jernih, tenang, namun memiliki kedalaman lautan yang tak terduga, memancarkan kesegaran kehidupan. (Elemen Air)
- Di depannya: Api berkobar menyala terang, berwarna biru putih, membakar segalanya namun tidak merusak, melainkan memurnikan. (Elemen Api)
- Di belakangnya: Tanah yang kokoh, padat, dan stabil, memberikan fondasi yang tak tergoyahkan bagaikan gunung yang berdiri sejak zaman purba. (Elemen Tanah)
- Di atas kepalanya: Cahaya putih suci bersinar terang, menerangi setiap sudut kegelapan, membawa harapan dan kebenaran. (Elemen Cahaya)
- Di bawah kakinya: Bayangan hitam pekat yang misterius, bukan kegelapan yang menakutkan, melainkan perlindungan dan penerimaan terhadap segala kelemahan. (Elemen Bayangan)
Keenam elemen itu berputar dengan indahnya, saling melengkapi, tidak ada yang saling bertentangan.
"Enam... ENAM ELEMEN?!" seru Xie Wuyou dengan suara pecah dan parau. Tubuhnya gemetar hebat, lututnya lemas hingga dia hampir jatuh. "Tidak mungkin! Itu melawan segala hukum alam! Sepanjang sejarah, tidak ada satu pun ahli bela diri yang bisa menguasai lebih dari tiga elemen! Bahkan Kaisar pun hanya menguasai dua dengan sempurna! Bagaimana bisa... bagaimana bisa dia memiliki semua elemen itu?!"
Fengyin perlahan, sangat perlahan, membuka matanya.
Ting...
Saat kelopak matanya terbuka, seolah ada lonceng yang berbunyi di dalam hati setiap orang yang melihatnya.
Pupil matanya kini berubah drastis. Bukan lagi hitam pekat atau biru bening. Matanya berputar seperti galaksi, berisi pusaran semua warna elemen itu. Di dalamnya terdapat kedalaman lautan, keleluasaan angin, kekokohan tanah, dan kehangatan api yang menyatu sempurna.
Saat dia menarik napas panjang...
WUSH!
Seluruh udara di puncak gunung itu berputar kencang, tersedot masuk ke dalam paru-parunya. Tanah bergetar, air di sungai terdekat mengalir terbalik, dan api unggun para prajurit menyala terang secara spontan.
Saat dia menghembuskan napas...
TRANG!
Tombak kristal ungu yang masih menancap di bahunya hancur berkeping-keping dengan sendirinya! Pecahan kristal itu berubah menjadi debu cahaya yang menghilang di udara.
Dan yang lebih menakjubkan lagi... Luka-luka di tubuhnya menutup dengan kecepatan yang bisa dilihat mata. Kulit yang hangus kembali mulus, pembuluh darah yang pecah membaik, dan vitalitasnya kembali pulih bahkan menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"Kau benar, Wuyou..."
Suara Fengyin terdengar. Bukan hanya keluar dari mulutnya, tapi seolah suara itu datang dari segala arah, bergema di udara, di tanah, dan di dalam pikiran setiap orang. Suara itu rendah, tenang, namun memiliki bobot yang sangat berat.
"Manusia biasa memang tidak bisa melakukan hal ini. Tubuh manusia memiliki batas. Jiwa manusia memiliki kapasitas."
Fengyin menundukkan pandangan, melihat tangannya sendiri yang kini bercahaya lembut.
"Tapi kau tahu apa yang terjadi ketika seseorang didorong melewati batas kematian sebanyak lima kali? Ketika kau kehilangan segalanya, ketika harapan sudah habis, ketika tubuhmu hancur dan jiwamu hampir lepas..."
Dia mengangkat kepalanya, tatapannya kini menembus langit.
"...maka batas itu pun hancur. Yang tersisa hanyalah 'Keberadaan' yang murni. Dan saat itulah... kau bisa menyatu dengan segalanya."
Fengyin mengangkat kedua tangannya perlahan ke atas, sejajar dengan bahu.
"Selama sepuluh tahun ini aku berlatih. Aku belajar, aku berjuang, aku mencoba menguasai elemen-elemen ini satu per satu. Aku berpikir bahwa kekuatan adalah tentang 'Mengendalikan'. Memaksa angin bertiup, memaksa air mengalir, memaksa api membakar..."
Keenam bola elemen yang berputar di sekelilingnya mulai bergerak mendekat. Angin menyentuh Air, Api berpelukan dengan Tanah, Cahaya mencium Bayangan. Mereka tidak bertabrakan, tidak meledak, melainkan saling merangkul dengan indah.
"Tapi aku salah besar," lanjut Fengyin. "Kekuatan sejati bukan tentang mengendalikan. Kekuatan sejati adalah tentang Menyatu. Menjadi bagian dari mereka, dan membiarkan mereka menjadi bagian darimu."
DORRRRRRRR!!!!!!
Suara ledakan terdengar lagi, tapi kali ini sangat indah.
Keenam elemen itu melebur menjadi satu!
Warna-warna itu hilang, berganti menjadi energi murni yang tak berwarna, transparan, namun berisi segalanya. Itu adalah Energi Universal. Level tertinggi dalam sejarah bela diri yang hanya ada dalam dongeng kuno—Jingjie Sempurna.
Aura yang dipancarkan Fengyin sekarang berubah total. Jika sebelumnya aura itu tajam dan menusuk, sekarang aura itu luas, damai, namun tak terbatas.
Seluruh prajurit di medan perang, tanpa terkecuali, berlutut secara tidak sadar. Bahkan para jenderal musuh yang paling keras kepala pun merasa kaki mereka lemas dan kepala mereka ingin menunduk. Tekanan ini bukan tekanan yang menyakiti, tapi tekanan keagungan yang membuat mereka merasa kecil seperti debu di hadapan samudra.
"Ini... ini adalah kekuatan para Dewa..." bisik Master Wei Chenghao dengan air mata mengalir membasahi pipi tua itu. "Legenda itu nyata... The Chosen One... dia benar-benar telah terlahir kembali."
Di Xuancheng benar-benar panik. Wajah tenangnya hancur total. Dia mundur selangkah, lalu dua langkah.
"TIDAK! ITU TIDAK ADIL!" teriaknya dengan suara melengking yang pecah. "AKU ADALAH KAISAR! AKU YANG MENGUASAI DUNIA INI! AKU YANG HARUS MEMILIKI KEKUATAN ITU! ITU MILIKKU!!"
Kaisar itu kehilangan kewarasannya. Melihat ambisinya hancur di depan mata, dia melampiaskan amarahnya dengan serangan membabi buta.
"MATILAH!! MATILAH KAU BOCAH SIALAN!!"
Di Xuancheng melepaskan segala serangan pamungkasnya. Bola api raksasa, tombak-tombak tanah yang tajam, hujan meteor, dan gelombang kejut yang bisa menghancurkan gunung, semuanya dia lepaskan sekaligus ke arah Fengyin.
Langit menjadi gelap total karena serangan dahsyat itu.
Namun Fengyin hanya berdiri diam. Dia tidak mengangkat tangan, tidak bergerak sedikit pun.
"Semua itu... tidak ada artinya lagi."
Saat serangan-serangan mematikan itu berada satu meter di depan tubuh Fengyin... mereka berhenti.
Beku di udara.
Lalu, dengan sangat perlahan, serangan-serangan itu hancur berantakan menjadi partikel-partikel energi kecil, lalu terserap masuk ke dalam tubuh Fengyin, atau hilang begitu saja ke udara. Seolah-olah ada hukum alam baru yang dibuat oleh Fengyin sendiri, di mana serangan tidak bisa menyentuhnya.
Fengyin mulai melangkah maju.
Langkah demi langkah. Setiap kali kakinya menginjak tanah yang gosong dan hancur, rumput hijau tumbuh seketika, bunga-bunga bermekaran, dan kehidupan kembali pulih di tempat itu.
Dia berjalan melewati Xie Wuyou yang sudah lemas dan ketakutan.
"Kekuatanmu, Wuyou... berasal dari paksaan. Dari obat-obatan terlarang dan darah yang dicuri. Itu cantik dilihat, tapi sangat rapuh."
Fengyin hanya melambaikan tangan sedikit ke arah Xie Wuyou.
Sret!!!
Sebuah cahaya menyentuh dada Xie Wuyou. Tubuh kekar dan mengerikan itu langsung mengempis kembali ke bentuk aslinya yang kurus. Darah Naga Hitam dan energi gelapnya disedot keluar paksa hingga bersih.
"AAAAAAHHH!!! KEKUATANKU!! KEMBALIKAN KEKUATANKU!!" jerit Xie Wuyou, namun suaranya kini lemah dan tidak berdaya. Dia jatuh tersungkur, menjadi orang biasa yang tidak memiliki kekuatan apa-apa lagi. Musuh bebuyutan Fengyin tumbang tanpa perlu dipukul sedikit pun.
Kini, hanya tersisa Kaisar Di Xuancheng.
"Jangan dekati aku!! Jangan datang mendekat!!" teriak Di Xuancheng sambil mundur terus hingga punggungnya menabrak singgasananya yang hancur. Tangannya gemetar hebat, matanya memancarkan ketakutan yang paling dalam.
Fengyin berhenti tepat di hadapannya. Sosok Fengyin yang bercahaya itu memandang rendah pada kaisar yang kini tampak menyedihkan itu.
"Kau mengejar keabadian, Xuancheng," kata Fengyin pelan, suaranya penuh penyesalan. "Kau membunuh jutaan orang, kau menyerap nyawa tak berdosa, kau menghancurkan desa-desa... semua hanya karena kau takut mati."
"Berikan padaku! Berikan kekuatan menyatu itu! Aku akan memberikanmu tahta! Aku akan memberikanmu dunia!" rengek Di Xuancheng, kehilangan seluruh wibawa dan harga dirinya. Dia merangkak mendekat, mencoba memegang kaki Fengyin.
Fengyin menggeleng pelan.
"Kau tidak mengerti apa yang kau minta. Kau tidak ingin hidup abadi, kau hanya ingin kekuasaan abadi."
Fengyin mengangkat tangan kanannya, meletakkan satu jari telunjuk tepat di dahi Di Xuancheng.
"Teknik Pembalikan Semesta: Kembali ke Asal Muasal."
Zuuuuup!!!
Energi hitam pekat, ramuan-ramuan abadi, aura tanah dan api, serta semua kekuatan yang dia curi dari orang lain selama puluhan tahun... semuanya disedot keluar dari tubuh Di Xuancheng secara paksa dan halus.
Tubuh Kaisar itu berubah dengan cepat. Kulitnya yang mulus dan awet muda mengerut dalam sekejap. Rambutnya hitam berubah putih seketika. Otot-ototnya menyusut, badannya mengecil.
Dalam hitungan detik, makhluk yang mengaku Semi-Dewa itu berubah menjadi seorang lelaki tua renta, lemah, dan biasa saja. Bahkan lebih lemah dari kakek-kakek biasa.
"Tidak... tidak... aku adalah Kaisar..." Di Xuancheng jatuh terduduk, tangannya gemetar menatap kulit keriputnya sendiri dengan mata yang tak percaya. "Aku... aku sudah tua..."
"Ya. Kau sudah tua. Dan kau akan mati seperti manusia biasa lainnya," kata Fengyin dingin namun tegas. "Itu adalah hukuman yang paling pantas untukmu. Menjalani sisa hidupmu yang singkat dengan penyesalan abadi."
Pertarungan telah usai.
Kekuatan yang melampaui segalanya, kekuatan yang menyatukan enam elemen menjadi satu, telah lahir di dunia ini.
Di langit, awan hitam yang menutupi gunung itu perlahan bergeser tertiup angin. Sinar matahari yang hangat dan indah menyinari puncak Shenying Shan untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun. Cahaya itu menyinari sosok Chen Fengyin yang kini berdiri sebagai penguasa alam semesta yang sejati.
[ Bersambung... ]