NovelToon NovelToon
Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Misteri / Mata Batin
Popularitas:219.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?

Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?

simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Kedatangan Dipta

"Dipta ini sebenernya ngapain ke London, Mif?" Tanya Aksa saat ia bersama Arjuna, Mifta, dan Arsha duduk bersama di teras samping rumah.

"Mm, itu. Anu, Po..." Kata Mifta dengan ragu.

Tak hanya Aksa, Arjuna dan Arsha pun tampak menunggu jawaban Mifta dengan wajah penasaran.

"Anu... Anu... Apa sih, Mif! Yang jelas gitu lho." Kata Arjuna yang merasa gemas.

"Itu, Dipta kesana karena nyamperin pacarnya." Jawab Mifta dengan ragu.

"Pacar? Siapa?" Tanya Aksa.

"Itu, salah satu cucunya Opa Clift, Jemma." Jawab Mifta.

"Jemma? Jemma yang pernah kesini?" Tanya Arjuna yang di jawab anggukan oleh Mifta.

"Kok Jemma mau?" Celetuk Arsha.

"Ya Allah, Yah. Kok ya nanyanya sama kayak Cima." Kekeh Mifta.

"Kok tumben, Dipta gak cerita? Biasanya anak itu gacor banget dari waktu pendekatan juga." Kata Arjuna yang di jawab gelengan oleh Mifta.

"Udah dari kapan mereka punya hubungan?" Tanya Aksa.

"Gak tau, Po. Itu juga aku taunya waktu mergokin Dipta lagi vidio call sama Jemma di Perusahaan." Jawab Mifta.

Aksa pun menghela nafasnya. Pria itu tampak berpikir keras.

"Kenapa to, Sa? Kok jadi gelisah gitu?" Tanya Arsha. Satu - satunya orang yang menyadari kegelisahan saudara kembarnya.

"Gak apa - apa, Mas. Cuma kepikiran aja." Jawab Aksa.

"Kenapa, Po? Biasanya juga Dipta gonta - ganti pacar. Paling sama Jemma juga cuma sebentar." Kata Arjuna.

"Ya Bopo cuma takut Dipta kelepasan. Terlebih lagi, kita tau gimana pergaulan mereka di sana." Jawab Aksa.

"Bopo juga takut kalau nanti Dipta benar - benar serius dengan Jemma." Imbuhnya kemudian.

"Kenapa, Po?" Tanya Mifta.

"Keluarga Daddy Clift itu cukup kuat menganut agamanya, sama seperti kita. Gimana kalau misal mereka berdua bener - bener serius? Apa mungkin Jemma akan mau ikut Agama kita? Aku gak bakal biarin Dipta murtad. Lebih bai dia gak nikah dari pada harus murtad." Kata Aksa.

"Gak usah terlalu di pikirin, Po. Selama ini kan kita gak pernah lihat Dipta yang bener - bener serius menjalin hubungan." Kata Arjuna.

"Iya, Po. Lagi pula, Dipta gak akan mudah terpengaruh, apa lagi kalau sampai harus murtad." Mifta ikut menimpali.

"Ya, mudah - mudahan aja seperti itu." Kata Aksa yang masih saja nampak memikirkan putranya.

Perlahan, Arjuna dan Mifta mengalihkan obrolan mereka hingga membuat Aksa turut ikut mengalihkan pikirannya. Meski begitu, baik Arjuna maupun Mifta sebenarnya turut memikirkan apa yang di takutkan oleh Aksa.

Sampai tiba di rumah, Arjuna pun masih saja memikirkan ucapan Aksa. Ia sampai tak sadar jika Ara yang ada di sampingnya itu sedang merengek.

"Mas, Ponakannya nangis kok di diemin aja sih." Cicit Meshwa yang menghampiri Ara.

"Astaghfirullah. Maaf ya, Nok." Kata Arjuna yang kemudian mengusap kepala Ara yang kini berada di pangkuan Meshwa.

"Kenapa sih, Mas? Ada masalah? Kayaknya sejak pulang dari rumah Bopo tadi, Mas beberapa kali melamun." Tanya Meshwa penasaran.

"Gak apa - apa, Dek. Cuma lagi kepikiran sam Dipta." Jawab Arjuna.

"Emang Dipta kenapa, Mas? Dipta sakit?" Tanya Meshwa.

"Enggak, Dek." Jawab Arjuna. Ia kemudian menceritakan tentang Dipta dan Jemma, juga apa yang ia takutkan.

"Kita kan belum tau gimana hubungan mereka, Mas. Jangan terlalu di pikirin gitu. Lagi pula, pasti akan ada jalan kalau memang mereka berdua berjodoh." Kata Meshwa yang berusaha menenangkan Arjuna.

"Iya sih, Dek. Anak itu juga ya, bisa - bisanya gak cerita sama Mas." Cicit Arjuna.

"Dulu - dulu aja kalo dia cerita tentang pacarnya sering Mas cuekin. Giliran sekarang dia gak cerita, kok kesel sih, Mas." Sahut Meshwa yang membuat Arjuna tertawa.

"Terus, Dipta masih di London?" Tanya Meshwa.

"Nanti malam pulang. Langsung pulang ke sini juga, di suruh Bopo." Jawab Arjuna.

"Cuma Bopo gak bilang kalau kita semua udah tau tentang hubungan dia sama Jemma. Takutnya nanti dia menghindar karena gak mau bahas hubungan itu sama kita." Imbuh Arjuna yang di jawab anggukan oleh Meshwa.

...****************...

Dua hari kemudian, Dipta sampai di Bandara yang ada di Kabupaten. Arjuna dan Meshwa yang menjemput Dipta karena Mifta sudah kembali ke Kota kemarin.

"Dipta bawa pacarnya, Mas?" Tanya Meshwa yang tertegun melihat Dipta bersama seorang gadis bule.

"Ya itu, Dek." Jawab Arjuna yang juga bengong di sebelah Istrinya.

"Assalamualaikum, Mas, Mbak." Sapa Dipta saat menghampiri Arjuna dan Meshwa. Dipta pun menyalami keduanya.

Tak hanya Dipta, gadis bernama Jemma yang datang bersama Dipta pun ikut menyalami Arjuna dan Meshwa. Tak lupa, ia juga menyapa keduanya dengan ramah.

Sepanjang perjalanan, mereka mengobrol dengan santai menggunakan bahasa inggris. Jemma yang cukup humble itu, bisa dengan mudah akrab. Terlebih, Jemma memang sudah kenal dengan Arjuna.

Sesampainya di Desa, Aksa, Arsha dan yang lainnya pun turut tertegun saat melihat Jemma turun dari mobil bersama Dipta.

"Kok gak bilang mau bawa cewek ya, Mas?" Tanya Saira.

"Gak tau, Dek. Anakmu itu." Jawab Aksa.

"His! Anakmu, ya." Sergah Saira.

"Orang mau di nasehati, kok malah udah di bawa kesini." imbuh Arsha yang merapat pada Aksa.

"Kayaknya beneran mau di seriusin deh itu, sama Dipta." Timpal Raina.

"Bisa jadi, Mas, Mbak. Gak pernah - pernahnya loh, bawa cewek ke rumah." Kata Saira.

"Kamu inget gak, Ra, dulu dia pernah bilang kalo nanti perempuan yang dia bawa ke rumah, berarti itu yang mau diseriusin." Kata Raina yang membuat Arsha, Aksa dan Saira menoleh ke arahnya.

"Iya lagi, Mbak. Aku inget dia pernah ngomong gitu." Jawab Saira.

"Wes ra bener iki. Nak wedok e gelem di jak mualaf, yo iyo wae. (Sudah gak bener ini. Kalau perempuannya mau di ajak mualaf, ya iya aja.)" Kata Aksa.

"Sabar dulu to, Sa. Semua bisa di bicarakan nanti. Yang penting kita sambut dulu tamunya dan perlakukan dengan baik." Kata Arsha yang nampak tenang.

Keempat orang tua itu pun menyambut Dipta dan Jemma yang datang. Dengan sopan, Jemma menyalami Arsha, Raina, Aksa dan Saira.

Mereka pun berbincang di ruang tamu rumah Aksa. Sashi, Arjuna dan Meshwa pun turut bergabung di sana. Obrolan dengan menggunakan bahasa inggris itu, tampak mengalir dengan lancar.

Untungnya, mereka semua lancar dan fasih menggunakan bahasa inggris. Jemma sendiri bisa menempatkan diri. Sikapnya pun sopan pada keempat orang tua Dipta.

Hanya ada satu orang yang sedari tadi hanya terbengong karena tak mengerti apa yang sedang di bicarakan.

"Mas... Mas Juna." Kata Shima sambil menjawil - jawil tangan Arjuna.

"Dalem, Nduk."

"Ini ngomongnya pake bahasa jawa mana sih, Mas? Kok aku gak ngerti?" Tanya Shima yang membuat Arjuna dan Meshwa menahan tawa. Bahkan, Sashi sampai menutup mulutnya karena tawanya hampir meledak.

"Bahasa Inggris, Dek, Bukan bahasa jawa." Jawab Arjuna sambil terkekeh.

"Oh, pantesan aku gak ngerti. Tak kirain ini bahasa jawa di tempat lain." Kata Shima dengan wajah polosnya.

1
adning iza
ya Allah klo ngga bkin heboh dn ge²r bukn kluarga bopo banyu alas🥰🥰🥰🤣🤣🤣
Ani Sukmayati
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ cima cima bikin geger sekabupaten 😜😜😜
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
arep tak benerke Wedi saru 🫣🫣🫣
Rusi Rusi
kalau Shima masuk jadi rame ya Thor. lanjut lagi thor
Eka
dasar si dipta ada2 saja lanjut thor keseruan shima bukin gemes🤣🤣🤣
Kasih Bonda
next Thor semangat
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
langsung lembur ya Jun 🙄🤣🤣😁😆
cipa
wkwkwkwk Cima cima tesih subuh wes gawe geger manten anyar 🤣🤣🤣🤣
amilia amel
kalo nggak ada cima nggak rameeeee😅😅😅😅😅
Arin
Benerkan. Tadinya aku gak mau baca takut seram. Malam jumat lo😁😁😁.... Pikir memang kemasukan atau ada yang kerasukan. Ternyata yang kemasukan itu Meshwa.... kemasukan bonggol telonya Juna🤣🤣🤣🤣
Gita Mitha Pertiwi
cima subuh2 ws gae ontran2 wae 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya Allah chim subuh2 udah bikin heboh
Herlambang Lutvi
sampai di tegur suami knp km ketawa 🤣🤣🤣 episode full semyum🤭🤭
Intan Nurwulan
Ya ampun cim cim pngen tak karungin dech😂
widi
ya Allah antara kasian sama lucu liat cima di kerjain 🤣🤣
Nuri 73749473729
lanjutt thorr😄
Sri Musdalefi Indra
naah. ayo....mumetkan dibikin cima
tiniteyok
asli Shim kemekel aq bacanya 🤣🤣🤣
dik sugiyantoro
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dah tau kalo shima itu anaknya heboh Dar der dor. ini malah di kerjain ya makin parah lah hebohnya.
💗 AR Althafunisa 💗
Ayo dah 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!