NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:303.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 31 - Putus Aluna

Aluna pulang dari rumah keluarga Myles dengan langkah yang terasa begitu berat, beban di pundaknya seperti makin bertumpuk-tumpuk.

Sepanjang perjalanan di dalam mobil, pandangannya kosong menatap jalanan kota yang berlalu di balik kaca jendela, namun pikirannya sama sekali tidak berada di sana. Kepalanya dipenuhi begitu banyak suara, begitu banyak tekanan, sampai rasanya dadanya sesak dan sulit bernapas.

Ucapan Sarah terus terngiang di telinganya. 'Kalau kamu benar-benar menganggap kami keluargamu, buat Davion membantu sekarang juga.'

'Setelah Jesselyn ditemukan, terserah kamu mau melakukan apa.'

Semua kalimat itu terdengar seperti belas kasih di permukaannya, tetapi Aluna tahu betul makna di baliknya. Artinya sederhana begitu Jesselyn kembali keberadaannya tidak akan lagi dibutuhkan.

Dan anehnya kenyataan itu tidak lagi terlalu menyakitkan seperti yang ia duga.

Yang membuat dadanya nyeri sekarang adalah kenyataan bahwa setelah semua yang ia lakukan, keluarganya masih terus menekannya tanpa memikirkan sedikit pun posisinya.

Mereka menuntutnya melakukan hal yang bahkan dirinya sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Mereka memaksanya membujuk pria yang bahkan nyaris tidak pernah benar-benar mempercayainya.

Sementara di sisi lain Davion sendiri sedang menjauhinya tanpa alasan yang Aluna mengerti.

Semua orang menuntut sesuatu darinya.

Semua orang menginginkan sesuatu darinya.

Tapi tak satu pun bertanya apakah dirinya baik-baik saja?

Saat mobil akhirnya berhenti di basement apartemen, Aluna menarik napas panjang sebelum keluar. Ia memijat pelipisnya pelan, berusaha meredakan sakit kepala yang sejak tadi mengganggu.

Begitu pintu apartemen dibuka, suara tawa kecil langsung menyambutnya dari dalam.

Aluna sedikit tertegun.

Karena yang ia lihat di ruang tengah bukanlah apartemen kosong seperti biasa. Melainkan Mommy Ivana dan Daddy Aston yang tengah duduk santai di sana, sementara beberapa paper bag belanjaan memenuhi meja makan.

Mata Aluna langsung membesar karena terkejut. “Daddy? Mommy?”

Begitu melihatnya datang, wajah Ivana langsung berbinar. “Aluna sayang!” serunya riang sambil berdiri menghampiri. “Kamu sudah pulang."

Reflek semua beban yang sejak tadi menyesakkan dada Aluna langsung ia sembunyikan di balik senyum lembut. Ia memaksa sudut bibirnya terangkat seolah semuanya baik-baik saja.

“Mommy... Daddy,” sapanya hangat, juga berusaha terdengar ceria. “Kenapa datang mendadak? Tidak memberiku kabar lebih dulu. Tapi begitu aku tetap berada di apartemen.”

Ivana tertawa kecil sambil menggenggam tangan menantunya. “Mommy datang mendadak tentu saja karena mommy merindukan mu. Lagipula sudah lama kita tidak makan bersama, jadi Mommy berpikir kenapa tidak sekalian datang dan menyiapkan makan malam spesial.”

Aluna menatap banyaknya bahan makanan yang dibawa Ivana dan tak bisa menahan senyumnya menjadi lebih tulus.

“Mommy membawa sebanyak itu?”

“Tentu,” sahut Ivana bangga. “Hari ini Mommy akan masak sendiri untuk menantu kesayangan Mommy.”

Mata Aluna langsung menghangat. Perhatian seperti ini selalu terasa sangat asing sekaligus sangat berharga baginya.

Ivana lalu segera masuk ke dapur sambil membawa beberapa kantong belanjaan, sibuk mengatur semuanya dengan bantuan pelayan yang ikut datang.

Sementara itu Daddy Aston menepuk sofa di sebelahnya. “Kemarilah, Aluna. Duduk dengan Daddy.”

Aluna menurut, lalu duduk di samping pria paruh baya itu dengan sopan.

Aston menatapnya dengan senyum lembut khas seorang ayah. “Bagaimana kabarmu hari ini?”

Aluna tersenyum kecil, bahkan pertanyaan sederhana ini pun dilontarkan oleh Daddy Aston. Sementara papa Pieter tak pernah menanyainya sekalipun. “Aku baik, Daddy.”

“Bagaimana dengan orang tuamu?” tanya Aston lagi. “Mereka sehat?”

Pertanyaan itu membuat senyum Aluna sedikit menegang, tetapi ia tetap mengangguk pelan. “Mereka baik-baik saja.”

Aston mengangguk puas. Lalu setelah diam sejenak, pria itu kembali bertanya, “Apa Davion sudah mengubah keputusannya soal perusahaan keluargamu?”

Jantung Aluna sedikit mencelos mendengar pertanyaan itu. Ternyata Daddy Aston pun tahu tentang rencana Davion untuk membantu perusahaan keluarga Myles, tapi bukan bantuan cuma-cuma melainkan sekaligus membeli sebagian besar sahamnya.

Aluna menunduk sesaat sebelum akhirnya menggeleng kecil.

“Belum, Daddy.”

Wajah Aston sedikit berubah, tampak berpikir. Namun sebelum pria itu bisa mengatakan sesuatu, Aluna buru-buru menambahkan dengan suara lembut, “Daddy tidak perlu memikirkan hal itu terlalu jauh.”

Aston menoleh padanya, menatap Aluna yang tersenyum tipis, meski sorot matanya terlihat sedikit redup.

“Apapun yang terjadi pada keluarga Myles itu adalah tanggung jawab keluarga Myles sendiri, Daddy tidak perlu khawatir," ucap Aluna.

Kalimat itu membuat Aston terdiam. Ia menatap Aluna beberapa detik, seolah mencoba membaca sesuatu dari wajah gadis itu.

Karena meskipun Aluna tersenyum, entah kenapa pria itu merasa ada luka besar yang sedang disembunyikan di balik senyum tersebut.

“Aluna,” panggil Daddy Aston pelan.

Namun Aluna buru-buru kembali tersenyum lebih lebar. “Dad, aku hanya tidak ingin membuat Davion dan Daddy berselisih hanya karena masalah keluargaku.”

Aston semakin terdiam, tatapannya melembut dan pria itu pun menghela napas kecil sebelum mengusap kepala Aluna dengan penuh kasih. “Kamu anak yang terlalu baik.”

Kalimat sederhana itu nyaris membuat pertahanan Aluna runtuh saat itu juga. Karena entah kenapa, mendengar seseorang berkata bahwa dirinya adalah anak yang baik membuat tenggorokannya langsung terasa sesak.

Setelah sepanjang hidup terus diperlakukan seperti beban dan alat.

Namun Aluna tetap tersenyum. Tetap menahan semuanya rapat-rapat di dalam hati.

Tak lama kemudian terdengar suara pintu apartemen terbuka. Semua orang menoleh bersamaan dan melihat Davion yang akhirnya pulang.

Begitu masuk dan melihat kedua orang tuanya ada di sana, langkah pria itu sedikit terhenti. Namun yang lebih membuat tatapannya membeku adalah saat melihat Aluna duduk di samping Daddy Aston dengan wajah tenang, sementara tangan ayahnya masih berada di atas kepala wanita itu dalam gesture penuh kasih.

Entah kenapa pemandangan itu langsung membuat rahang Davion menegang.

Karena lagi-lagi Ia merasa Aluna sedang memainkan perannya dengan sempurna.

Dan lagi-lagi semua orang tampak begitu menyayanginya.

“Davion, kamu sudah pulang,” seru mom Ivana dari arah dapur.

Namun pria itu masih berdiri di tempat, menatap lurus pada Aluna dengan pandangan dingin yang perlahan menggelap.

Sementara Aluna yang menyadari tatapan itu Refleks menegang di tempat duduknya.

Aluna tahu malam ini akan kembali menjadi malam yang sulit, terutama setelah mom Ivana dan Daddy Aston pulang nanti.

"Dav, duduklah sini. Ada yang ingin Daddy katakan padamu," ucap Daddy Aston kemudian.

Yang gugup adalah Aluna saat mendengar hal tersebut, dilihatnya Davion yang mendekat lalu duduk di salah satu kursi. "Ada apa Dad? Kenapa datang tanpa memberi kabar?" tanyanya lebih dulu.

"Mommy mu sudah tidak sabar datang ke sini, Daddy sendiri juga merasa terkejut," balas Daddy Aston.

Saat Davion tak menjawab lagi, Daddy Aston pun kembali buka suara. "Besok kita pergi ke perusahaan keluarga Aluna dan menyelesaikan semuanya, keputusan Daddy sudah bulat sekarang," putus Daddy Aston.

"Tidak!" balas Aluna, tanpa sadar bahkan suaranya meninggi. Sampai Davion dan Daddy Aston sama-sama terkejut, karena ini adalah kali pertama Aluna meninggikan suaranya.

Namun sungguh, Aluna pun tak ingin mendapatkan bantuan cuma-cuma dari keluarga Harold. Aluna lebih setuju dengan cara yang Davion gunakan.

Karena dengan begitu, setelah semuanya selesai Aluna bisa mengakhiri pernikahan ini tanpa merasa hutang Budi lagi.

Setelah bicara dengan nada tinggi, Aluna segera menenangkan dirinya sendiri. Lalu kembali bicara dengan lembutnya seperti biasa. "Tidak Dad, ku mohon jangan membantu keluarga ku dengan cuma-cuma. Aku setuju dengan cara yang Davion gunakan," putus Aluna.

Aluna tak peduli dengan pencarian Jesselyn yang hampir menemukan titik terang, kini Aluna hanya ingin peduli pada dirinya sendiri lebih dulu.

1
Ny Rudi Harianto
davion bener² kalah untuk sekarang....benar² gak bisa diungkapkan dengan kata-kata bagaimana saat ini perasaan hati...
call mi
maaf ya Thor..alur untuk saat ini kayak adegan slow motion..kita readers JD bingung tentang kelanjutan hubungan mereka mau di bawa kemana 🙏🙏🙏🙏
Imas Kartini
coba aja kamu dulu g menyakiti Aluna mungkin kamu Skrang bahagia
Alexa Juliana
Mantap tuh..Biar Davion merasakan apa yg dirasakan Aluna saat di suruh menggonggong ky anjing..
Alexa Juliana
Jangan rindu Dav, itu berat biar Dilan aja yg merasakannya..
Alexa Juliana
Seorang asisten kerjaannya selalu paling cape apalagi hrs nurutin kemauan si bos yg kadang diluar nurul🤣🤣
Alexa Juliana
Yaoloohh Dav, saking pengennya melihat penampilan Aluna sampai cosplay jd panitia gadungan...😁😁
Alexa Juliana
Blm di spil nih anak siapa Samuel Wu ini apakah anak si lobster Jackson dan Anne alias adiknya Dokter Shinee atau malah anaknya Shinne dan Laura Carter?
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Aku jadi ingat, kau gak salah namanya Azam dan Bella. Di Season 1 Azam dihujat habis2an, Sampai semuanya ingim Bella bersama dengan yang lain. Tapi dibuku baru Season 2, Azam berjuang habis²an dan reader berbalik arah mendukung mereka balikan.

Nah apakah disini Aluna dan Davion bisa bersama? sedangkan Aluna sdh nyaman hidup seperti ini, Davion setelah bertemu Aluna mungkin sdh tidak bermain wanita lagi. Tapi entahlah dulu sampai tahap mana dia bermain, Yang pasti Aluna sdh tidak peduli lagi. Mungkin akan sedikit tersentuh kalau Davion berhasil membawa Aluna bertemh keluarga kandungnya kembali.
Shee_👚
aluna kaya yang trauma g sih, dia takut kalau ada ikatan hidup nya bakalan tertekan lagi dan bakalan seperti boneka
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Karena Aluna sdh nyaman dengan kehidupannya yang sekarang.
Lela Angraini
saking dalamny luka itu membuat aluna truma ooonnn daviioonnnn. biarkan aluna menjalani harinya dgn tnang dulu oonn davioonn,,klo kamu langsung gercep ya begitulah akibatny. setulus apa perjuanganmu utk membuka hal baru akan sulit
ari sachio
setidakny sebagian hal yg tlh menyakiti aluna sdh davion rasakan.pelajaran hdp bgt.kita tk boleh punya penyakit hati aplg sampai bnr2 menuduh d menghakimi menghina orng ln tnp mendgr dulu penjlsn dt org tsb.
Puji Sri Lestari
tidak semudah membalikkan telapak tangan.
ollyooliver🍌🥒🍆
nah kan..dia bener" gak menghargai aluna dan menempatkan dirinya pada keadaan yg seharusnya dia menghargai aluna. fia tdk memgerti aluna. dlm hubungan seperti ini memikirkan bersentuhan fisik..apa gk kurang aja dia.

gw bisa callingin psk ..davion, kalau lo gk bisa tahan, mau lo?
davion bilek....mau lah, dah lama juga gk main😌
Alexa Juliana
Kali ini tolong Kak Otor jgn membuat cerita tokoh utama wanita yg sdh tersakiti kembali pd org yg telah menyakitinya, buatlah beda dgn otor2 yg lain..
Biarkan Aluna menjemput kebahagiaannya dgn pria lain yg baik, yg menghargainya..
ollyooliver🍌🥒🍆
apapun hasilnya? harusnya kan dia tau hasilnya akan ttp cerai. logikanya gini. yg menggugat sdh bersuara, yg tergugat sdh mensahkannya dengan ttd,artinya ada persetujuan. suara penggungat psti yg didengar..pertama ada alasan kuat, kedua di ttd tergugat, kalau misalnya tergugat membatalkan dan penggugat tdk mau ttp persetujuan awal yg menjadi alasannya...trus untuk apa dilanjutkan prosesnya coba? kalau jawabannya sendiri ada pd aluna 😏
𝕬𝖟 𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆😘
bagus alunaaa... tolak aja davion.. biarka dia berjuang lebih lama
ollyooliver🍌🥒🍆
tdk..lo tdk mengerti. karena kalau lo mengerti, lo akan memberikan ruang buat aluna merasakan menjadi dirinya sendiri..karena posisinya lo tau kehidupan aluna seperti apa sebelumnya. dan lo kira dengan mengikat kembali aluna..aluna bahagia? mungkin tapi hidupnya akan dlm bayangan masa lalu. karena jika terikat lagi sama lo..aluna gk akan menjadi dirinya sendiri. karena masa lalumu, masa lalu lo berdua ketika masih suami istri dan nama besar keluarga lo..jadi jangan egois😌
ollyooliver🍌🥒🍆
dan kebencian yg ndk beralasan itu bukan masalah utamanya..pasti ada hal lain. karna kalau hanya pandangan buruknya pd aluna itu sperti gk masuk akal dijadikan alasan davion menghina aluna, apalagi tdk ada bukti yg dia dptkan dari dugaannya pd aluna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!