NovelToon NovelToon
Emergency Love

Emergency Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Cintamanis
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.

“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”

“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”

“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”

Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.

Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta

=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Cintaku

Bab 11

 

 

Bela cs mengejek Gita yang didekati Arlan. Bukan bangga atau tertarik, Gita malah kesal. Dunianya sudah teralihkan dengan sosok yang lain, biar pun Arlan datang dengan segudang pesona, tapi tampak biasa saja di matanya.

“Lo nggak cemburu Bel?” tanya Sesil lalu tergelak mendapati wajah Bela yang mencibir.

“Dih, ngapain. Dipikir cowok di dunia ini cuma si Arlan doang. Sorry ye.”

“Masih ada Bang Rama ya,” cetus Rani.

“Nah, itu dia. Nggak kalah ganteng kok.”

“Penasaran gue sama abang Rama-nya Bela. Ada fotonya?” Leni sampai meraih ponsel Bela.

“Nggak ada, gue belum sedekat itu kali. Baru calon gebetan.”

“Romannya bakal kayak si Arlan lagi, dicuekin,” ejek Sesil dan diiyakan oleh yang Lain.

“Emang temen nggak setia kawan lo semua. Eh, Git, lo sendiri gimana sama Arlan?”

Gita mengedikan bahunya. “Nggak mau kepedean juga dan nggak ada rasa juga sih, jadi biasa aja.”

“Kalau fans-nya Arlan denger, bisa dibully loh.”

“Iya,” ujar Leni mengiyakan ucapan Rani. “Tapi heran aja sih, pernah jadi ketua BEM bukannya jadi aktivis malah gemar clubbing. Parah ih.”

Gita melirik layar ponsel, setengah 3 sore. Bahkan Pak Iwan sudah mengirim pesan. Sudah waktunya dia pulang.

“Kayaknya aku duluan deh.” Gita memasukan tablet dan catatannya ke dalam tas. Sempat membahas tugas bersama Leni dan dua anggota lain melalui sambungan telepon.

“Yaelah, jam tiga juga belum. Mau kemana sih buru-buru amat,” seru Bela.

“Udah biarin, Gita anak rumahan. Bukan kayak elo pada, nggak dicariin sama orang rumah biar kata nggak pulang,” ungkap Leni. “Ke kampus lagi apa dijemput?”

“Kampus dulu,” sahutnya lalu beranjak.

“Gue nggak bisa anter ya.”

“Iya, aku pesen ojek online aja biar cepat.”  Ia pun pamit setelah memakai sepatunya. Menuruni anak tangga sambil fokus dengan ponsel untuk pesan ojek online.

***

Di depan pos, Rama masih menunggu dengan setia. Bahkan sudah menghabiskan semangkuk bakso yang lewat dan mentraktir Aceng serta seorang penjaga kosan lainnya. Gelas kopinya pun sudah tandas.

“Bos, itu neng Gita turun.”

Rama menoleh dan tersenyum lalu beranjak dari tempatnya duduk. “Akhirnya, datang juga.” Ia berdiri menatap Gita yang masih fokus dengan ponsel.

“Kok, nggak ada yang ambil sih,” gumam Gita.

“Biar aku aja yang ambil.”

Gita mengangkat wajahnya dan terkejut.

“Loh … kamu kok di sini?”

“Di mana ada kamu, pasti ada aku. Gitu bukan mottonya.” Rama terkekeh. “Mau pulang?”

“Iya, eh bukan mau ke balik ke kampus. Kamu tinggal di daerah sini juga ya?”

“Dia bosnya neng, yang punya kawasan sini. Bos Rama,” cetus Aceng.

“Oh gitu,” seru Gita dan wajahnya kembali menunjukan keterkejutan. “Jadi abang Rama yang dimaksud Bela, kamu ya. Nama kamu Rama.”

“Iya, tapi kamu mau panggil yang lain juga boleh. Sayang, misalnya.”

Gita kembali tersenyum, bertemu lagi dengan pria ini merubah moodnya apalagi sudah tahu nama pria itu, Rama. Apa pula ia dipersilahkan memanggil sayang.

“Aku antar yuk, ke kampus ‘kan?” Belum dijawab, Rama sudah naik ke atas motor dan memakai jaketnya.

“Nggak usah, aku pesan ojek aja.”

“Anggap aja aku ojek. Ojek cinta. Ayo, naik.”

Berbeda dengan ajakan Arlan yang ingin ditolaknya, ajakan dari Rama tidak pakai pikir dua kali. Namun, Gita masih berdiri menatap motor itu. Tidak asing dengan motor sport, karena Gilang dan Mada pun memilikinya. Sering ikut berkendara meski jarak dekat. Bahkan tidak sungkan untuk pegangan juga memeluk kedua kakaknya itu, tapi ini Rama. Meskipun hatinya sudah cenat cenut karena bibit-bibit cinta, tapi tidak elok kalau langsung nemplok macam cicak.

“Kenapa? Mau aku gendong untuk naik?”

“Itu …. “

Rama menepuk bahunya. “Pegang kesini lalu injak bostep.”

Tangan Gita terulur untuk menyentuh bahu Rama. “Maaf ya.” Lalu menginjak bostep dan berusaha naik.

“Udah nyaman belum?”

“Udah, kok.”

“Sama, aku juga udah nyaman sama kamu.”

“Ya ampun Bos, kapan sampenya,” teriak Aceng sambil menggeleng pelan.

“Ish, bang Rama bercanda terus deh.” Gita mendorong pelan punggung Rama yang terkekeh geli karena ulah recehnya. Andai Sapri dan Beni ada di sana sudah pasti habis dibully.

“Kampus kamu di mana?”

Gita menyebutkan nama kampusnya dan Rama mengangguk paham.

“Karena kamu nggak pake helm, kita lewat jalan kampung aja ya. Masa pakai helm Aceng, bisa-bisa gatal kepala kamu. Pegangan dulu, dong. Kalau jatuh bahaya, nanti aku ikutan sakit.”

Senyum enggan pergi dari wajah Gita, entah sudah semerah apa wajahnya karena gombalan receh Rama. Meski sering mendengar Papa Arya menggoda dan merayu Mamanya juga Bang Dewa dengan Kak Moza, tapi kali ini rasanya beda. Seperti ada manis-manisnya gitu.

Memegang pinggang Rama, tepatnya jaket pria itu. Perlahan motor pun melaju.

“Udah semester berapa?”

“Semester enam, bentar lagi magang. Semester depan aku udah mulai konsul skripsi.”

“Hm, bentar lagi lulus dong. Udah siap berarti,” cetus Rama.

Gita mendekatkan wajahnya, tidak mengerti pertanyaan Rama. “Siap apa Bang?”

“Siap menikah dong, jadi istri.”

“Ish, kirain apa. Jadi, Abang selain di rumah sakit, ngurusin kosan juga ya?”

“Hm, begitulah.”

“Sibuk banget pastinya.”

Rama menoleh lalu kembali fokus dengan jalanan di depan.

“Sesibuk apapun, cinta selalu menemukan jalannya. Neng cinta eh Neng Gita mau dianter jemput?”

“Oh, nggak. Cuma tanya aja. Aku ada supir yang antar jemput.”

“Ya nggak pa-pa sesekali aku antar jemput. Ada yang marah nggak?” tanya Rama.

“Nggak. Bang Rama kali, pasti bakalan ada yang marah. Di kosan selalu diomongin, tau. Banyak fansnya.”

“Nggak masalah banyak fans, tapi aku Cuma ngefans sama 1 orang aja kok. Mau tau siapa?”

Meski penasaran Gita hanya diam, malu untuk bertanya dan menduga-duga.

“Yang duduk di belakang aku sekarang.”

“Ish, bercanda mulu deh.”

Rama tergelak, ingin sekali membenturkan wajahnya ke stang motor. Sejak kapan dia receh dan gombal begini. Bisa-bisa bentar lagi hujan deras, seorang Rama bisa lebay bin norak. Ternyata jatuh cinta bisa merubah seseorang.

Kenapa pula jarak kampus Gita sedekat ini, harusnya di agak jauhan di Merak atau nyebrang ke Bakauheni sekalian. Biar Gita makin lengket kayak perangko.

“Ini kemana lagi?” tanya Rama sudah memasuki area kampus.

Gita mengarahkan ke gedung dimana perpustakaan berada. Ia akan menghubungi Pak Iwan untuk menunggu di lobby gedung itu.

“Pelan-pelan,” ucap Rama saat Gita turun dari motor.

“Makasih ya.” Gita masih berdiri beradu tatap dengan Rama sambil tersenyum.

“Hm.” Dengan lancangnya tangan Rama terulur merapikan helaian rambut Gita yang agak berantakan kena angin saat perjalanan tadi lalu menyelipkan di belakang telinga.

Refleks Gita mengu-lum senyum menahan buncahan di dad4. Interaksi asing itu sukses membuat hatinya menghangat. Fix ia jatuh, jatuh cinta pada pria ini. Belum pernah mengalami perasaan indah itu.

“Kenapa ke sini lagi, nggak langsung ke rumah.”

“Supir aku udah nunggu di sini. Makasih ya, bang. Hati-hati pulangnya,”

“Aduh nyes banget,” ujar Rama sambil memegang dad4nya sendiri. “Diperhatiin sama kamu bikin adem.”

“Bisa aja. Kalau gitu aku ….”

“Eh tunggu dulu. Tidak semudah itu senorita,” seru Rama lalu mengeluarkan ponsel mengaktifkan layarnya dan menyodorkan pada Gita. “Ketik nomor ponsel kamu.”

Gita tidak ragu menerimanya dan mengetik deretan angka masih dengan senyum yang membuat lesung pipinya.

“Oke, makasih cinta.” Rama menyimpan kontak Gita dengan nama “Cintaku”

 

\=\=\=\=\=\=

Semoga Gita nggak olap sama gombalan Rama 🫣🤭

1
Shee_👚
😂😂😂😂😂😂
dah tau pake nanya 🤭
Shee_👚
nah kan dah di tungguin sama para wartawan sengklek 🤣🤣🤣
Shee_👚
lah orang tua melindungi dari pergaulan bebas kaya kalian, bukannya malah mikir segitunya amat.
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
Shee_👚
salah bukan anak sultan tapi juragan 🤣🤣
Shee_👚
ck si arlan pengin dapetin gita cima tubuh nya doank, kalau dah dapet mah pasti g bakalan tanggung jawab.

denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Shee_👚
si anji g pake g suka bener kalau ngomong, undangan duwit receh mah a rama g butuh lah, kecuali undangannya tanah kosong buat bangun kontrakan baru dah di undang 🤭
Shee_👚
tantrum ya paling sama situ dok, makanya buruan di halalin, kelamaan sih jadi ke balap lagi😂
Shee_👚
ini nanya atau nyindir 🙈
Shee_👚
sabar jule, a rama lagi sibuk ngurusin istri baru🤣
gina altira
Iya Rama digrebeg, jd doanya terkabul kan. nikah jalur grebegan 🤭
mmh nengmuti
yg pnting gue udah nikah ya ram bodo amat cara nya mau d gerebek jg🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hati² kamu Ram, keknya si Arlan gak bakal lepasin Gita gitu aja deh
mery harwati
Rama nih aq kasih bunga karena mau kasih vote atw poin, belum cukup nih poinku /Slight/
mery harwati
Anji gak pake Ng jangan ngegas ya sama Rama, dalam otak Rama mau nikah digrebek mau nikah lamaran baik², yang penting Neng Cinta udah halal secara agama & negara menjadi Nyonya Purwangga 😄
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
Nugroho
kok kamu sok banget bang...,
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nandi Ni
nikah pake ke grebeg aje bangga bgt Si Rama🤣🤣🤣 alkonyol emang dasar Rama Rama,gue sudat ginjal Lo🤭
Elly Maryani
🤣🤣🤣
istri darmayanty
kangen Raman....
Siti Dede
Bener kata Cedric, Arya Rama 11 12
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!