Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby³⁵
Lusy membuka pintu kamar Alexander dengan senyuman merekah. Ia berjalan mendekati ranjang dan melemparkan tubuhnya diatas ranjang besar dan empuk itu. Namun, tatapannya kini beralih pada sebuah bingkai foto yang terpajang disana.
jantungnya seperti berhenti saat itu juga, kala melihat sebuah foto besar didinding dengan seorang wanita bergaun putih dan pria tampan berjas hitam yang sangat ia kenali. "Alexander....." lirihnya.
"a-apa apaan ini? apa maksud semua-" mulutnya tidak bisa berkata kata lagi, pikirannya belum sempat mencerna semua ini. Perkataan kakek William tentang orang lain, dan juga sesuatu yang membuatnya bahagia?
"apakah Alexander sudah menikah?" tubuhnya merosot kelantai, ia menatap foto tersebut dengan perasaan hancur. "Alexander....mengapa kamu jahat sekali?!" air matanya kini bercucuran.
"tidak! Alexander tidak akan pernah menikah dengan siapapun kecuali aku! ya! aku yakin Alexander hanya bertanggung jawab karena dijebak!" tegas Lusy menatap marah kearah wanita cantik yang berada disamping Alexander.
terlihat jelas sekali tidak ada senyuman di wajah Alexander dan hanya ada senyuman cerah dari mempelai wanita. Membuat Lusy semakin benci.
Karena marah, Lusy mengambil sebuah botol kaca diatas meja dan melemparkannya kearah foto bingkai tersebut hingga kini kaca foto tersebut pecah berkeping-keping. Ada sedikit rasa kepuasan dihatinya melihat foto itu hancur, ia mengambil ponsel genggam miliknya dan menghubungi seseorang. "halo...aku mau kau ke Amerika sekarang"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
"selamat pagi nyonya" konsultan etiket tersenyum kepada Serafina. Ya, konsultan etiket itu sempat khawatir akan dipecat oleh Alexander karena tidak bekerja dengan benar, ia merasa rugi jika Alexander memecatnya mengingat gajinya yang begitu besar.
Serafina balas tersenyum, "kau sudah datang" tanyanya dan dibalas anggukan oleh wanita itu. "Nyonya, sudah masuk jam berlatih, mari ikut saya keruang latihan" Serafina mengangguk dan mengikuti langkah konsultan etiket menuju sebuah ruang aula yang lumayan besar.
'sejak kapan mension pria ini ada aula? ah, aku lupa jika aku baru 40% menjelajahi mension Alexander' pikir Serafina menatap ke sekeliling sudut aula. "Nyonya"
"ah, iya?"
"Nyonya, silahkan ganti pakaian anda dengan ini, ruang ganti ada disana, saya akan menyiapkan alat yang akan kita gunakan" menyerahkan manset dan juga kerangka berbentuk seperti payung. "ini buat apa?" Serafina kebingungan. "Ini untuk menjaga postur tubuh ketika berjalan menggunakan gaun"
"iya aku tahu, tapi supaya apa?"
"supaya berlatihnya semakin intens Nyonya"
"ya ampun, aku bukan menikah dengan raja dan ini bukankah terlalu berlebihan? bisakah katakan pada tuanmu agar tidak menyuruh aku melakukan hal diluar nalar?" Serafina kini benar benar kesal. Ia muak dijadikan boneka oleh pria itu, dia pikir dirinya siapa?
"saya nanti akan sampaikan keluhan anda nyonya, untuk saat ini mari kita berlatih" ucap konsultan etiket menahan rasa terkejutnya dengan perkataan Serafina yang cukup berani itu.
Serafina masih berdiri menatap semua alat aneh itu, ada semacam buku tebal kemudian kerangka berbentuk yang macam macam dan juga apa itu? sebuah kayu tipis? apa ia akan dicambuk jika melakukan kesalahan? menyebalkan! pikir Serafina.
"nyonya, tuan Alexander ingin berbicara dengan anda" tiba tiba saja konsultan etiket itu memberikan ponselnya. Serafina yakin, pasti pria itu akan memarahinya tapi Serafina tidak perduli. gadis itu menerima ponsel tersebut dan mendekatkan nya ke telinganya. "iya tuan"
"Gadis bodoh! kau ingin mati hah? berani kau membantah perintah konsultan etiket?"
"tuan, aku ini bukan boneka yang harus menjadi sempurna" ucap Serafina masih menahan rasa kesalnya. "heh, kau pikir dirimu siapa? kau tinggal di wilayah ku, maka dari itu kau harus menuruti semua perintah ku, kau dengar itu!"
"kalau kau tidak ingin aku membangkang, maka keluarkan saja aku dari wilayah mu!" kesal Serafina kemudian mematikan ponselnya. gadis itu menyerahkan pada konsultan etiket dan kemudian menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan perasaan terpaksa.
"orang orang berkuasa selalu saja bersikap sesukanya" Gerutunya menahan perasaan kesalnya mengganti pakaiannya.
setelah selesai berganti pakaian, Serafina pun kembali ke tempat tadi. Tatapannya tertuju pada seorang wanita muda berambut pendek.
"Selamat siang nyonya, saya asisten baru anda"
*
*
*
Skip waktu
Malam harinya, kakek William tengah menunggu cucu perempuan nya itu untuk turun makan malam. Namun, sudah lebih dari 19 menit Lusy belum juga turun. "Dimana Lusy?" kakek William menatap kearah asistennya.
"Nona Lusy tidak mau keluar kamar tuan, kami sudah membujuknya namun nona Lusy memilih untuk berdiam diri dikamar" jelas asistennya membuat kakek William terkejut. "dimana dia sekarang?"
"ada dikamar tuan Alexander "
"kenapa dia bisa ada disana?"
"tadi Nona Lusy langsung pergi begitu saja menuju ruang tuan Alexander dan tidak mendengarkan panggilan kami" Kakek William berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar Alexander.
dengan langkah pelan, kakek William kini menaiki tangga satu persatu. ia berharap Lusy tidak menghancurkan sesuatu disana karena disana terdapat barang-barang peninggalan kedua orang tua Alexander.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
siapa tau kakak tertarik
mau lihat sebengis paa sih tuan Alex kalau jiwa mafia muncul pas istri di sakiti oleh kedua Kunti bogel itu
insting mafia kuat loh kalau ga tau pergerakan musuh fikk Alex kamu mafia kadaluarsa 🤣🤣
Seraphina lagi bahaya