Tian Yuofan tumbuh dalam kehidupan yang tidak pernah mudah. Sejak usia delapan tahun, ia sudah harus belajar bertahan sendiri, merawat ibunya yang kehilangan kewarasannya akibat trauma masa lalu. Ia bahkan tidak bisa menyentuhnya, takut memicu trauma ibunya.
Tanpa keluarga yang utuh, tanpa teman, Yuofan menjalani hari-harinya sendirian di dunia yang tidak memberi banyak ruang bagi orang lemah. Ia belajar memahami lingkungan, membaca keadaan, dan bertahan dengan caranya sendiri.
Namun suatu hari, sebuah kejadian yang awalnya tampak seperti kesialan justru membawanya pada sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—sebuah pertemuan yang perlahan mengubah arah hidupnya.
Dari sana, perjalanan yang tak pernah ia pikirkan pun benar-benar dimulai…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuntilTraanak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34—Terima Kami
Pada siang harinya para pemimpin hutan datang menemui Yuofan yang sedang memberi ibunya makan serta memberikan pil penambah energi.
Karena sebelumnya harimau berkepala tiga atau yang memiliki nama Shou liehu, belum melihat sumber energi itu, ia pun sedikit terkejut saat melihat bahwa kekuatan yang ia rasakan berasal dari mahluk yang menurutnya hanya sebesar jagung.
Kali ini harimau itu sedikit lebih tenang dan waspada, kejadian kemarin sangat cukup baginya percaya bahwa Yuofan bukanlah orang yang dapat diganggu. Apalagi saat Mao Xiong berkata bahwa bocah itu memang memiliki kekuatan yang tidak bisa mereka lawan sembarang, yang membuat harimau itu menjadi sedikit lebih jinak.
“Seperti yang kalian lihat, Yu’er memang memiliki energi tersebut. Kemungkinan besar, ia memang keturunan dari pria yang kalian maksud. Untuk saat ini, hanya itu yang bisa aku sampaikan.” ujar Yuofan seraya menggendong Anyu yang saat ini tertidur kembali setelah diberikan susu.
“Tunggu, jika begitu kau…” kelima pemimpin hutan mendekatkan wajahnya pada Yuofan dengan mata menyipit.
“Entahlah, mungkin iya, mungkin juga tidak.” Balas Yuofan seraya membuang wajahnya menghindari tatapan para pemimpin.
“Mari kita coba!” ujar Tie Mang dengan cepat mengibaskan ekornya kearah Yuofan.
Tentu Yuofan menghindarinya, tetapi tangan kanannya yang melindungi Anyu terluka akibat terkena ujung ekor Tie Mang—Ular baja beratribut air. Ia pun menatap kesal kearah binatang itu, apalagi ini sangat berbahaya.
Namun, para pemimpin terdiam saat melihat luka itu perlahan pulih dan menutup kembali seperti semula. Mereka pun hanya bisa membuka mulut membentuk lingkaran kecil tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Yuofan yang melihat hal ini pun sama terkejutnya dengan mereka. Ia tidak tahu bahwa dirinya memiliki kemampuan ini dan entah sejak kapan. Ingatannya lalu melompat kembali ke beberapa minggu lalu dimana ia bertarung di wilayah Bai Luan, disana ia juga mendapati kejadian yang sama dimana luka-luka ditubuhnya pulih begitu saja, dan saat itu tentu ia berpikir kejadian tersebut adalah bagian dari hasil yang ia dapat dari menggunakan teknik Gerbang Kematian.
“Wah! Ternyata kau memang anaknya.” ujar Wuxu sembari menutup mulutnya penuh dramatis.
Yuofan menatap nya dengan sinis. “Aku kira pemulihan ini bagian dari teknik Gerbang Kematian versi mu.” ujar Yuofan yang langsung dibalas gelengan oleh Wuxu.
“Tentu bukan, bukan, bukan,” Wuxu mengayunkan jari telunjuknya kearah Yuofan. “Jika teknik itu sehebat itu ditahap awal, seberapa gila tahap berikutnya.” lanjut rubah itu.
Sementara itu, para pemimpin terlihat berdiskusi seraya mencuri-curi pandang kearah Yuofan.
“Menurutku bocah ini memang bisa dipercaya sebagai keturunannya,” ucap Shou liehu yang diangguki oleh Bai Luan.
“Benar, benar! Apalagi kekuatannya yang sangat mengerikan.” lanjut Di Xinyuan yang juga diangguki oleh Bai Luan.
“Pemikirannya juga matang walau usianya sangat muda, memang pantas menjadi keturunan beliau!” ujar Mao Xiong seraya mengepalkan tangannya bangga. Bai Luan kembali mengangguk menyetujui pernyataan itu.
“Aku rasa kalian ada benarnya, ada kemungkinan dia juga bisa membantu kita berkembang!” balas Tie Mang yang diangguki oleh Shou liehu tetapi dibalas gelengan oleh Bai Luan dan Di Xinyuan.
Ketiganya pun menatap kearah dua bintang itu. “Dia iblis.” balas Bai Luan yang diangguki Di Xinyuan.
“APA?!” Ketiganya terkejut, bahkan Wuxu yang sedari tadi menguping mereka pun tertawa mendengarnya. Hal itu membuat Yuofan menatap aneh kearah Wuxu yang selalu penasaran dengan urusan orang lain.
“Teknik pemakan manusia, mengerikan!” lanjut Bai Luan yang kemudian dijelaskan oleh Di Xinyuan terkait kejadian diwilayahnya Bai Luan sebelumnya.
Ketiga pemimpin hutan lainnya membuka mulut terkejut dengan cerita tersebut. Mereka tidak menyangka anak sekecil itu memiliki kemampuan yang sangat mengerikan. Mereka berpikir mungkin sifatnya itu diturunkan dari ibunya, karena mereka sendiri yakin bahwa pria yang merawat mereka sangatlah baik dan penyayang.
Akhirnya setelah diskusi selesai, mereka kembali menatap kearah Yuofan yang sedang memainkan tangan adiknya.
“Kami telah memutuskan,” ucap Shou liehu dengan percaya diri, sedangkan pemimpin lainnya berdiri disamping harimau itu berjejer dengan rapih.
“Kami akan menjadi pengikut mu yang setia!” ujar harimau itu kemudian bersujud kearah Yuofan.
Yuofan membuka mulutnya lebar-lebar dengan bola mata yang membulat sempurna. Ia menatap Wuxu yang hanya menahan tawa dengan kesal.
“Tunggu, tunggu. Apa-apaan ini? Aku hanyalah bocah yang tidak akan memberikan keuntungan apapun pada kalian. Kembali lah ke wilayah masing-masing dan menjadi diri kalian sendiri." Ucap Yuofan berusaha menolaknya. Ia sudah cukup terkejut dengan Di Xinyuan yang ingin menjadi pengikutnya, dan sekarang saudara-saudara nya malah ikut-ikutan.
Mao Xiong menggelengkan kepalanya. “Kami tidak masalah dengan itu, yang kami ingin hanya bisa membantu mu dimasa depan, tuan muda.”
“Walau aku tidak terlalu mengenalmu, tetapi aku yakin suatu hari kau pasti bisa membantu kami juga, tuan muda!” lanjut Tie Mang yang memang pada dasarnya sangatlah serakah akan kekuatan.
Yuofan terdiam, ia bingung harus berbuat apa. Apalagi ia belum terlalu paham dengan hal-hal seperti ini, ia tidak mengerti mengapa mereka ingin menjadi pengikutnya. Ia bahkan bukanlah sosok orang yang merawat mereka, ia juga tidak yakin apakah pria itu benar-benar ayahnya atau bukan.
“Terima saja, relasi juga merupakan bagian dari kekuatan.” ujar Wuxu seraya terbang mendekat dan duduk diatas kepala Yuofan.
Yuofan menghela nafasnya panjang, sebelum akhirnya mengangguk menyetujuinya. Hal itu tentu membuat para binatang itu bersorak senang—terkecuali Bai Luan yang hanya ikut melompat-lompat tanpa ekspresi.
“Sudah, sudah, ibuku sedang beristirahat. Terimakasih atas kepercayaan kalian, dan aku mohon kembali lah ke wilayah kalian masing-masing.” ujar Yuofan yang diangguki oleh kelima binatang itu.
“Oh iya, tuan bisa memberikan tanda ikatan pada kami agar jika tuan membutuhkan kami, tuan bisa memberitahu kami lewat telepati." Ujar Di Xinyuan.
Ia juga menjelaskan bahwa Yuofan hanya cukup menggoreskan sedikit darahnya pada bagian tubuh mereka. Dengan ragu-ragu Yuofan pun menurutinya, ia gigit ibu jarinya dan menempelkan pada kening Di Xinyuan. Kemudian untuk Bai Luan ia meletakkannya di bawah mata kiri burung itu, selanjutnya Mao Xiong ia meletakkan di bagian tangan kanannya, Shou liehu dibagian paha kiri dan Tie Ming di kepala bagian atasnya.
Darah itu perlahan menyerap masuk kedalam tubuh mereka, digantikan dengan warna hitam yang lebih pekat.
“HALOO TUAN MUDA!” Di Xinyuan berteriak melalui telepati kepada Yuofan, membuat bocah itu terjatuh terkejut dibuatnya.
Begitupun dengan Wuxu yang dapat mendengar hal itu karena kontrak mereka. Ia pun semakin yakin bahwa suatu hari ia akan membunuh kera ini.
“Baik, baik, ini sudah berfungsi. Kembali lah ke tempat kalian masing-masing.” ujar Yuofan diakhiri helaan nafas panjang. Kelimanya pun kembali ke wilayah masing-masing dengan Yuofan yang kini merasa lebih lega.