Khalisa Aiza az-zahra anak dari pasangan abah mustofa dan uma Maryam, berumur 24tahun.
.
Damian dzaky alvarendra duda tampan yang berumur 35, Damian ialah ceo dari perusahaan d'a group . perusahaan yang ia bangun dengan usahanya sendiri.
.
"apa! mommy ingin jodohin aku dengan anak sahabat mommy. ayolah mom, damian sudah dewasa! damian bisa mencari istri sendiri buat damian mom " kata damian
"kalau bisa kenapa kamu dapat mantan istri model dedemit " sewot mommy
"mommy gak mau tau, kamu harus ikut ke rumah sahabat mommy. " lanjut tegas mommy
bagaimana kelanjutan nya? apakah damian akan menerima perjodohan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berbincang
...Sesungguhnya kita hidup...
...di dunia ini hanya untuk...
...menunggu dua waktu, yaitu...
...waktu sholat dan waktu kematian...
...----------------...
Nyai Maryam yang mendengar penuturan suaminya langsung melepaskan pelukannya ia sampai lupa jika anaknya pasti merasa capek, karena saking senangnya melihat putri nya pulang. Nyai Maryam membawa anaknya untuk masuk ke dalam rumah di ikuti oleh kyai Mustofa.
Khalisa dan orang tuanya duduk kursi ruang tamu. dua kata yang ada dalam pikiran Khalisa 'tidak berubah' , semua sama terakhir khalisa pulang ke sini . khalisa tersenyum geli ia pikir akan ada perubahan dari salah satunya entah itu tempat kursi atau warna cat.
"kenapa senyum senyum sendiri nduk? " tanya aba Mustofa
khalisa yang ke gep oleh abanya membuat ia salah tingkah sendiri.
"hehehe Khalisa hanya merasa lucu, ternyata tidak ada yang berubah di rumah ini. sampai warna cat nya masih lama" kekeh Khalisa. aba Mustofa dan uma Maryam saling pandang dan ketawa kecil mendengar penuturan dari sang putri.
"memang di sengaja gak di rubah nduk, ini saja sudah cantik " ucap uma Maryam
Khalisa menganggukkan kepalanya, benar apa yang di ucapkan oleh uma nya rumah nya ini sudah kelihatan cantik dan asri.
Khalisa mengedarkan pandangan mencari seseorang yang belum ketemu dengannya waktu ia datang sampai sekarang.
"uma, bang Ali mana? apa ada di pondok? " tanya Khalisa dengan lembut.
"abang mu lagi berada di luar kota nduk, menggantikan abah mu ngisi ceramah " kata uma Maryam hanya di jawab anggukan oleh khalisa.
Tak berselang lama bunyi adzan berkumandang dari masjid di pondok, Khalisa menikmati suara adzan yang berkumandang ia rindu dengan suara dan suasana di sini.
"aba mau ke masjid dulu, jika Khalisa masih capek sholat di rumah saja dulu " ucap aba Mustofa
"iya bah. Khalisa memang capek, Khalisa sholat di kamar saja" tutur khalisa
kyai Mustofa langsung meninggalkan istri dan anak nya menuju ke masjid, nyai Maryam juga akan ke masjid sebelum itu ia mengambil wudhu agar di sana langsung memasuki masjid.
Sedangkan Khalisa langsung menuju ke lantai atas di mana kamar nya berada. rumah kyai Mustofa memang berlantai dua. lantai dua digunakan untuk kamar anak anak nya yang tak lain gus Ali dan ning Khalisa.
Ceklek
"assalamu'alaikum" ucap lirih Khalisa ketika membuka pintu kamarnya.
Lalu Khalisa mendorong koper nya yang berada di depan kamar nya untuk di masukkan ke dalam kamar. ia membuka satu koper dan mengambil baju gamisnya dan yang lainnya. Khalisa ingin mandi karena perjalanan yang dia tempuh cukup lama.
Setelah 20 menit Khalisa mandi membersihkan badan dan sudah rapi dengan baju gamisnya yang berwarna hitam. Khalisa juga mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat dhuhur. ia keluar dari dalam kamar mandi dan menggelar sejadah untuk melaksanakan sholat.
Setelah melaksanakan sholat Khalisa masih duduk untuk membaca al quran sebentar.
.
Sedangkan di posisi kota J tepatnya di sebuah mansion. seorang wanita paruh baya tapi masih kelihatan cantik dan awet muda berbincang bersama suaminya di ruang tengah.
"dad, daddy ingat gak sama sahabat mommy yang bernama Maryam waktu kuliah? " tanya wanita paruh baya yang bernama Yasmin Alvarendra
"ingat, yang anak nya ustad itu ya mom. emangnya kenapa? " tanya daddy suami dari Yasmin yang bernama alex alvarendra
"betul banget dad. Waktu dua minggu yang lalu sebelum mommy ikut ke luar kota sama daddy itu. Mommy kebetulan ketemu sama Maryam di supermarket kebetulan dia ke sini waktu nemenin suaminya mengisi ceramah. Mommy seneng banget tau dad, kan daddy tau kalau mommy hilang kontak sama dia karena HP mommy di rampok waktu di luar negeri. " mommy Yasmin bercerita sangat antusias kepada suaminya tentang pertemuan dia dan sahabat nya.
Bersambung...