NovelToon NovelToon
Di Kejar Mantan Suami

Di Kejar Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mama ende

Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28 Perhiasan buat Bianca

     Selesai mandi mereka aku pakaian baju baru buat mereka Hem Barra semakin mirip mas Adit Bianca semakin centil dan wajah nya seperti mas Adit versi perempuan

" Kita kayaknya kembar tiga deh tapi yang satu lahir lebih dulu" kata mas Adit dan anak anak duduk dekat mas Adit sama mas Adit di ciumi

" Karena saat hamil aku sangat membenci orang yang mirip mereka" jawabku

" Ada pepatah mengantakan benci awal dari cinta dan antara benci dan cinta itu beda tipis" jawab dia

" Anak anak ayah cinta kalian secinta cintanya" kata mas Adit Kepada anak anaknya

" Kalau ayah cinta sama kami kasih kami duwit yang banyak dong itu yang di lemari punya ayah di restoran" jawab Bianca tengil

        Aku tertawa terbahak bahak sambil menjulurkan lidah ke mas Adit sambil mengejek

" Bilang sama bunda suruh menikah dengan ayah lagi tak kasih uang sama lemarinya dan kita tiap malam bisa bobok berempat" kata mas Adit memprovokasi

" Kanapa harus menikah lagi kan ayah suaminya bunda sekarang kita bisa tidur berempat dan berlima sama embah" kata Barra dengan polosnya

      Mas Adit bingung mau ketawa takut dosa tapi kalau nggak ketawa nggak bisa tahan sampai dia tersenyum manis

" Bentar sekarang bunda yang ganti baju kalian lihat embah sudah selesai belum" kata ku kasihan mas Adit tersudut oleh pernyataan anak anak

      Aku menutup pintu kamar dan ganti baju pakai dress lengan panjang juga hijab instan kemudian bawahnya pakai celana karena dress nya selutut kemudian aku keluar dari kamar teryata anak anak dan bi endang sudah siap kami berangkat jalan kaki mas Adit berjalan dengan ke dua anaknya aku berjalan di belakang mereka setelah mengunci pintu. Tidak lama kami sampai di rumah mama dan di rumah mama sudah datang para tamu juga saudara mama dan papa kan mas Adit pamer dua anak nya ke saudaranya malah ada saudara nya sepertinya nggak suka

" Sok cerai dan menyembunyikan anak teryata sekarang cari perhatian" kata Tante nya mas Adit

" Namanya juga anak supirnya mungkin sudah nggak kuat biayai anak kembar jadi sekarang merayu Adit" kata satu nya dengan julit Aku diam saja biar mereka ngomong apa terserah mereka kan nggak tahu kejadian yang sebenarnya

       kita di sini hanya santai karena semua prasmanan di handle olah katering

" Sini Ra duduk sama mama dan bi endang kita santai saja semua di siapkan oleh tenaga ahli dari catering" kata mama

      Kami duduk bersama diruang keluarga mama mengajak dua cucunya dan memangkunya dan menciumi Bianca

" Mereka wajah nya Adit banget nggak ada wajahmu sama sekali" kata mama

    Aku hanya tersenyum karena mama nggak tahu kalau ada yang bibirnya monyong nggak jelas mungkin dia iri pada ku dan aku nggak tahu itu saudaranya mas Adit yang mana mas Adit datang setelah mandi dan berdandan kelihatan segar dia menyapa

" Eh papa Adit apa kabar ini Leo sudah besar sekarang" kata dia dengan pd nya

" Eh Leo kenalkan ini anak om Adit yang ganteng dan cantik" jawab mas Adit aku tersenyum dalam hati kayaknya dia ada perhatian sama mas Adit

" Eh papa Adit melupakan Leo kan kasihan Leo nggak punya papa" kata wanita tersebut

" Kan Leo punya papa Azam jangan gitu lho papa Azam kan kakak sepupu om Adit" jawab suami ku

    Leo hanya diam dan mas Adit mengendong Bianca si manja dan mengandeng Barra dengan tangan kirinya kemudian Leo berlari mendekat dan ikut mereka bermain di taman belakang

" kamu mau rujuk sama mas Adit" tanya dia dengan antusias

" Iya bentar lagi dia mau rujuk dan rumah mereka di Surabaya di jual di belikan di tempat showroom Tiara dan sekarang masih di renovasi dan Adit juga sudah beli mobil keluarga untuk anak anaknya" jawab mama

" Apa kamu ada niat rujuk sama Azam" tanya mama

" Nggak Tante aku nggak ingin rujuk sama mas Azam maunya aku sama mas Adit eh anaknya ketemu" jawab dia

" Lagian siapa yang mau menantu yang gak bisa bersyukur dengan penghasilan suami" kata mama

" Ma gimana kalau mama aku bikinkan kopi" tanya ku ingin berpindah dari sini

" Jangan biar si Sumi saja yang bikin" kata mama kemudian mama menyuruh bi Sumi bikin kopi untuk semua tamunya dan yang nggak mau kopi di bikinkan teh juga ada kudapan yang di suguhkan mereka bercanda dan bersenda gurau

" Maaf ya saya mau bicara sebentar sama calon mantu saya Ayo ra kita bicara di dalam" ajak mama Aku pun ikut mama ke ke dalam kamar

" Ra kamu nggak punya perhiasan sama sekali" tanya mama

" Maaf ma perhiasan yang mama kasih waktu itu Tiara jual karena Tiara beli sepeda yang besar buat ngantar si kembar sekolah dan sisanya buat tambah modal jual beli kendaraan" jawabku jujur

" Nggak papa Ra mama nggak marah kok semua juga untuk pengeluaran cucu mama dan mama maklum biaya anak nggak sedikit apalagi kembar dua" kata mama

" Tiara ikut BPJS kesehatan ma jadi untuk operasi Caesar waktu melahirkan di cover BPJS dan kalau anak anak sakit Tiara nggak perlu keluar banyak uang" jawabku

" Iya mama ngerti kok" kata mama

" Tiara kerja serabutan nggak pernah kerja sama orang juga karena Tiara nggak sanggup meninggalkan mereka untuk bekerja jadi Tiara kerja makelaran hasilnya sih memang nggak tentu tapi bisa mencukupi biaya hidup kita dan Tiara tetap mengawasi mereka " Jawaku

" Untuk acara nanti kamu pakai ini perhiasan punya mama" kata mama dan aku berusaha menolak tapi semakin aku menolak dia semakin marah akhirnya aku terima

" Jangan di pakai sekarang kamu pakai nanti kalau ada acara pengajian dan mandi kembang untuk Nadira" kata mama

" Iya ma dan ini untuk Bianca nanti kamu pakaikan" lanjut mama sambil memberikan dua kotak perhiasan untuk aku dan Bianca dan di masukkan dalam paperbag. Aku menerima

" Ma simpan di sini dulu nanti aku ambil kalau mau pulang" jawabku mama malah pangil mas Adit yang sedang melintas di depan kamar

" Ku cari di mana mana ternyata di sini" kata mas Adit

" Dit sini masuk" kata mama mas Adit pun masuk kamar

" Tiara mama pinjami perhiasan buat nanti dan Bianca sudah mama belikan" kata mama

" Adit lupa ma belum belikan perhiasan buat putri Adit maaf ya ma" kata mas Adit

" Iya nggak papa ini kamu simpan di kamar kamu ajak Tiara ke sana tapi jangan di apa apain kalian belum mahram" kata mama

" Iya ma ayo dek" kata mas Adit sambil membawa paper bag pemberian mama aku di bawa ke kamar mas Adit dan kamar beliau masih sama seperti yang dulu di lantai dua kalau Nadira di lantai satu dia sedang perawatan dan anak anak di bawa ke kamar ayah nya

" Leo kamu sama mama mu dulu ya om Adit mau ada perlu sama anak anak om" kata mas Adit Leo sebenarnya kecewa dan dia pergi dengan cemberut dan kami masuk kamar berempat

" Barra nggak boleh iri ya adik bia ayah belikan perhiasan karena adek perempuan sedang kan Barra laki laki nggak boleh pakai perhiasan " kata mas Adit menjelaskan kemudian mas Adit memakan kalung buat Bianca anting nya di ganti dengan yang baru juga ada gelang dan cincin yang satu paket

" Tapi besok kalau sekolah jangan di pakai ya bia kerena kalau sekolah nggak boleh pakai perhiasan" kata ku menjelaskan

" Iya bund bia tahu kok" jawab dia

" Terima kasih ayah " kata dia sambil minta gendong ayah mau dan menciumi mas Adit aku memeluk Barra kelihatan nya kecewa

"Ini untuk Barra sini ayah yang pasang" kata mas Adit membuka jam tangan yang di berikan kepada Barra dan Barra tidak jadi kecewa

" Terima kasih mas kamu bahagiakan anak anak" kata ku

" Sudah kewajiban ku sebagai ayah sayang" kata dia sambil mencuri ciuman

Bersambung .....

1
sunaryati jarum
Adit itu sepertinya egois hanya mementingkan diri sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang lain
Miftahul Khoiriyah: terima kasih
total 1 replies
sunaryati jarum
Kamu sudah punya istri , dan kamu yang membuang mereka maka jangan seenaknya menuduh mantan istrimu menyembunyikan putra- putrimu.Seharusny kau koreksi diri
Miftahul Khoiriyah: terima kasih komennya
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
nyicil prewed kan GPP tochh
Miftahul Khoiriyah: iya kan Adit cari kesempatan
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
moga jadi keluarga Cemara beneran bukan pinus 🤭🤭🤭
Miftahul Khoiriyah: terima kasih coment nya
total 1 replies
vita
sll d tunggu updatenya
Lestari Ami'ne Zia
loh loh loh keluarga pinus kok wes HBS bab,e hadehhh lnjutvthorrr💪💪💪
Miftahul Khoiriyah: siap lanjutkan
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
sikem berarti tengil koyok Mak,ane🤣
Miftahul Khoiriyah: wajah mirip pak e sifat mirip Mak e
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
moga aja keluarga pinus jadi Cemara 😄😄
Miftahul Khoiriyah: terima kasih dukungan nya
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
typo oh typo
Miftahul Khoiriyah: maaf nggak di sengaja
total 1 replies
Ma Em
Tiara mau saja dimadu mana tinggal satu rumah lagi .
Miftahul Khoiriyah: ikuti saja kak apa yang akan di lakukan Tiara 🙏
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
kyany BB Agus ceritanya
Miftahul Khoiriyah: 😍 semoga di sukai
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!