NovelToon NovelToon
Pilihan Terakhir

Pilihan Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: empat semanggi

Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan nenek

Hari-hari dijalani oleh Raka dan Alya dengan begitu indah. Tak ada masalah rumah tangga yang begitu berarti, karena keduanya berusaha untuk saling melengkapi dan mengerti satu sama lain.

Tak terasa, sudah dua tahun mereka membina rumah tangga, namun belum ada tanda-tanda dari Alya untuk mengandung. keduanya telah memeriksa kesehatan disalah satu rumah sakit yang cukup besar dikota Seba, dan keduanya juga telah dinyatakan sehat oleh dokter. Namun, berkat orang berbeda-beda. Mungkin keduanya belum dipercayakan untuk memiliki anak.

segala upaya telah dilakukan oleh Alya, mulai dari makan makanan yang bergizi, rajin berolahraga dan beristirahat dengan teratur. Namun, semua itu kembali kepada yang Maha Kuasa, karena Dia lah yang mengendalikan kehidupan ini.

pagi ini, setelah melepaskan kepergian Raka ke perusahaan, Alya mulai menekuni aktivitas barunya yaitu memotong beberapa tangkai bunga yang sudah mulai memanjang. Cara itu disarankan oleh kakek Aaron, agar bunga-bunga Alya terlihat rimbun dan lebih rapi.

Dengan melakukan kegiatan itulah, pikiran Alya menjadi positif dan tidak memikirkan hal yang tidak-tidak.

Terkadang wanita cantik itu menangis seorang diri, karena memikirkan apa kata orang tentang mereka yang belum juga mempunyai anak di dua tahun pernikahan mereka. Bahkan banyak teman-teman Raka yang terus menanyakan hal itu pada Raka dan Alya.

Beruntungnya Raka selalu menenangkan Alya, dan mengatakan jika pernikahan mereka masih sangatlah muda, sehingga tak apa-apa jika Alya tak kunjung hamil.

pria itu juga mengingatkan Alya, bahwa rejeki setiap orang berbeda-beda, jadi Alya harus sabar sebab semua butuh waktu.

"hallo,,permisi,," suara berat seorang pria membuat Alya menoleh.

"yaaa,,,ada yang bisa ku bantu?" tanya Alya Ramah.

"hmm,,aah aku penghuni baru di rumah itu, aku kemari untuk memberikan ini, sebagai sapaan tetangga baru" ucap pria itu kikuk, sambil menunjuk ke depan.

"ohh yaaaa,, jadi rumah kita berhadapan!?" ucap Alya tersenyum, sambil menerima sebuah bingkisan berisi beberapa buah segar.

"kau tinggal sendiri?" pria itu kembali bertanya.

"tidak, aku bersama suamiku" jawab Alya.

"ohh,,baiklah. sepertinya pengantin baru" ucap pria itu.

"hmm,,perkenalkan namaku, Darren." ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.

"aku Alya,," jawab Alya sambil menundukan kepalanya dan meletakan satu tangannya di dada.

Darren, pria itu tersenyum melihat sikap Alya.

"suamimu sangat beruntung memiliki isteri sepertimu" puji pria itu.

"aku juga beruntung, memiliki suami sepertinya" balas Alya.

"ohh,,my,,sepertinya aku salah karena sudah mengatakan pada orang yang sedang jatuh cinta."

Alya terkekeh mendengar ucapan Darren. Pria itu kemudian pamit, dan pergi kerumahnya yang tepat berada didepan rumah Alya dan Raka.

Alya membawa bingkisan itu kedalaman, ia akan menunggu Raka pulang baru membukanya. wanita cantik itu kembali melanjutkan pekerjaannya yang hampir selesai itu.

pekerjaan yang hampir menyita pikiran Alya tentang memiliki bayi.

^^^^

"Nenek mengundang kita untuk makan malam dirumah" ucap Raka setelah tiba dirumah.

"kita? aku ikut?" tanya Alya tak percaya.

yaa,,Alya sedikit terkejut, karena selama ini nenek Carrol hanya mengundang Raka ke rumahnya, dan menolak Alya. Tapi anehnya, hari ini Raka katakan nenek Carrol juga mengundang dirinya.

"yaa,,nenek bilang kau juga harus hadir" jawab Raka.

"kau juga harus ikut, karena kalau kamu nggak ikut, aku nggak akan pergi kali ini" suara Raka kembali terdengar.

selama ini, memang Alya yang selalu memaksa Raka untuk pergi ke rumah neneknya tanpa Alya. Dan Raka akan dengan terpaksa pergi, karena pria itu ingin Alya ikut namun tentu saja Alya menolak, karena tak ingin merusak suasana itu.

"hmm,, baiklah aku akan bersiap sekarang" jawab Alya cepat, dan menuju kamar mandi.

Raka tersenyum melihat tingkah Alya, walau terasa letih, namun melihat sikap Alya yang selalu excited membuat rasa lelahnya seketika menghilang.

...

Raka dan Alya tiba dirumah kakek dan nenek sebelum jam makan malam. Alya terus tersenyum, karena akhirnya ia bisa kembali ke rumah itu, walaupun rumah itu mengingatkannya dengan ingatan yang pahit.

Alya juga sempat meminta pada Raka untuk berhenti disebuah toko kue saat mereka kemari, karena ia tak ingin datang dengan tangan kosong. Alya membelikan kue coklat, kesukaan nenek Carrol. walau sudah dilarang oleh Raka, namun Alya tetap memaksa untuk membeli.

"Pamaann,,,!!!" suara seorang anak kecil menyambut kedatangan Raka dan Alya.

Alya mengerutkan keningnya saat melihat hal itu. Ia menoleh ke arah Raka, dan pria itu juga tampak kebingungan melihat anak kecil itu, yang seperti sudah sangat mengenal Raka.

"heii,,siapa kamu sayang?" tanya Alya lembut, sambil menundukan sedikit tubuhnya.

"aku Arka,," suara kecil itu kembali terdengar.

"kau mengenal suamiku, sayang?" tanya Alya lagi. Tanpa diduga, anak kecil itu menganggukan kepalanya cepat.

"yaaa aku mengenal paman,,kata ibu, paman adalah superhero karena paman yang sudah menyelematkan ibu dari bahaya" jelas anak itu panjang lebar.

Alya mendengar cerita Arka dengan senyuman, sedangkan Raka hanya memasang wajah datar.

"kalian sudah datang?" suara lembut nenek Carrol terdengar.

"sayang,,harusnya kau mempersilahkan paman masuk dahulu," tegur nenek Carrol, wanita paruh baya itu lalu mendekati Raka.

"ayo masuk, Ka,," ajak nenek Carrol, wanita paruh baya itu bahkan tak menoleh ke arah Alya.

"Ayoo, Aal,," ajak Raka. Alya terdiam, dan menerima uluran tangan Raka. Jika tahu, akan diperlakukan seperti ini oleh sang nenek, Alya akan memilih untuk tak datang.

Ia pikir, sikap nenek Carrol telah berubah karena sudah cukup lama mereka tak bertemu, namun ternyata Alya salah, sikap wanita paruh baya itu belum dan mungkin tak akan berubah pada Alya.

Raka dan Alya masuk kedalam dan langsung menuju ruang makan sesuai arahan nenek Carrol.

"aku membawakan kue untuk nenek" akhirnya Alya memberanikan diri untuk bersuara.

"ohh no,,sepertinya kau belum tahu, nenek sedang nggak sehat beberapa hari terakhir, jadi dokter nggak menyarankan nenek makan yang manis-manis."

suara seorang wanita berhasil membuat perhatian Alya dan Raka teralih.

seorang wanita cantik dengan bentuk tubuh yang indah muncul dari dapur, sambil membawa semangkuk sup yang sepertinya baru diangkat, karena asap tampak mengepul.

"hai Ar,,udah lama yaaa nggak ketemu" Alya menautkan alisnya saat mendengar wanita itu memanggil Raka dengan panggilan yang berbeda.

Alya bisa melihat wajah Raka yang tampak menegang. Entah sedang menahan amarah atau apa, Alya tau tahu.

"ayo duduk, kita makan malam dulu" ajak nenek Carrol.

Alya yang masih kebingungan dengan situasi ini hanya terdiam, sambil memegang kotak kue. Ia mencari bi Naci, namun wanita itu tak kelihatan.

Akhirnya Alya meletakkan kue itu di meja makan dan ikut duduk bersama nenek Carrol dan wanita itu, yang Alya tak tahu siapa dia.

sedangkan Raka, pria itu masih berdiri. Alya juga baru menyadari, tak ada kakek Aaron dirumah itu.

"apa maksud nenek dengan semua ini?" akhirnya suara Raka terdengar setelah lama terdiam.

"nggak ada maksud apapun sayang, nenek hanya mengundang kalian makan malam bersama Rossa, karena Rossa yang sudah merawat nenek selama ini." ucap nenek Carrol tanpa beban.

"Rossa" gumam Alya, saat mendengar nama itu diucapkan nenek Carrol.

Alya memandangi wanita yang duduk dihadapannya saat ini, Rossa nama yang membuat Alya penasaran setengah mati selama ini karena sering dijadikan ancaman oleh nenek Carrol.

"ohh, haii,,aku Rossa..pasti Raka udah cerita banyak tentang aku kan,," ucap wanita itu dengan senyuman manisnya.

Alya menggeleng pelan mendengar ucapan wanita yang bernama Rossa itu.

"enggak, Raka nggak pernah cerita apalagi nyebut nama kamu" jujur Alya.

wajah Rossa seketika berubah mendengar ucapan Alya.

"kok kamu gitu sih Ar,,setidaknya dia harus tahu hubungan kita dulu" ucap Rossa dengan ekspresi yang dibuat-buat kesal.

"aku tahu kok tentang hubungan kalian dulu,," ucap Alya lagi.

Rossa memutar bola mata malas mendengar suara Alya yang terus menjawabnya.

"kita pergi Aal,," suara berat Raka kembali terdengar.

"tapi Ka,," potong Alya. Namun melihat ekspresi wajah Raka yang sudah tak enak dilihat, akhirnya Alya bangun dari duduknya.

"Raka apa maksud kamu? kamu nggak menghargai nenek?" nenek Carrol ikut bangun dari duduknya saat melihat Raka dan Alya yang akan pergi itu.

"Harusnya aku yang tanya nek,,apa maksud nenek dengan semua ini? Nenek yang mengundang aku dan Alya, tapi nenek juga yang mengabaikan Alya" ucap Raka. pria tampan itu kembali mengangkat sudut bibirnya,

"dan apa maksud nenek dengan mengundang dia ke sini? apa nenek nggak pernah mikirin perasaan Alya?"

Alya menggenggam tangan Raka erat, saat suara pria itu mulai meninggi.

sejujurnya Alya tak apa, ia bahkan tak merasakan cemburu sedikit pun. Ia hanya sedikit kaget dengan kehadiran Rossa yang begitu tiba-tiba. Entah dimana nenek menemukannya hingga bisa menghadirkan nya dirumah ini.

"paman, jangan marahin Oma,," suara kecil Arka terdengar.

"ternyata anak kecil ini, masih bisa menghargai orang tua dibanding kamu" sindir nenek Carrol.

"maafin aku Ar, aku yang salah disini. kau dan dia tetaplah disini, biar aku dan Arka yang pergi" ucap Rossa lalu ikut bangun dari duduknya.

"enggak Rossa, kamu nggak usah pergi, karena hanya kamu yang bisa mengerti dengan perasaan nenek. Yang seharusnya pergi dari sini adalah DIA,,!!!" tunjuk nenek Carrol ke arah Alya.

"tanpa disuruh pergi juga, kami akan pergi. Dan aku pastikan, nggak akan menginjakkan kakiku lagi dirumah ini" ucap Raka. Tanpa membuang waktu, ia mengambil kue yang dibawa Alya, menggandeng kembali tangan isterinya dan kemudian pergi dari rumah megah neneknya.

terdengar nenek Carrol yang terus memanggilnya namun tak dihiraukan oleh Raka.

Alya hanya terdiam dan mengikuti langkah Raka. Ia juga cukup sakit hati karena nenek Carrol sepertinya sengaja membuat Raka untuk bertemu dengan Rossa dengan alasan mengundang mereka untuk makan malam.

Entah apa yang sudah dipikirkan oleh wanita paruh baya itu. Alya benar-benar tak habis pikir. Ia juga penasaran, bagaimana respon kakek Aaron saat mengetahui hal ini.

1
Uthie
Lagiiiiii👍👍👍👍👍
Uthie
enaknya si nenek lampir itu di apain yaaa😡😡
Indah Lestari
luar biasa...semakin penasaran..up yg byk Thor hehehe
Uthie
ternyata Bu Rany mengorbankan Alya pada nenek tukang marah itu 😡
Uthie
Semoga segera pindah dehhhh.. dan harusnya Kakek didiik tuhhh istri peyotnya tukang marah2 itu 😡
Uthie
lagiii yg banyak 🙏🙏🙏🤗
Uthie
Dasar nenek-nenek peyot tukang marah2 😡
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
Uthie
semoga langgeng terus 👍👍👍🤗
Uthie
Sukkkkaaa BANGETTT....
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
Uthie
Sukkkkaaa 👍👍👍👍👍
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
Uthie
lanjutttt 💪
Uthie
Semoga dikemudian hari Cinta Raka pada Alya tetap sama yaaa🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗
Uthie
Harusnya jangan dimaafkan 😡
en green
sekretaris punya tugas untuk menangani proyek?
Uthie
Berbahagialah selalu 👍🤗🤗
Uthie
Sukkkaaaa bangett... lanjutttt terusssss😆😆😆💪
Uthie
romansa cinta yg bikin baper
Uthie
Sukkkkaaa 💞💞
Uthie
Semoga banyak yg Like 👍👍👍👍
Uthie
Menarik 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!