NovelToon NovelToon
Doctor Mafia

Doctor Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Duniahiburan / Mafia / Dark Romance / Enemy to Lovers / Obsesi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yuan La

Elaine seorang mahasiswi kedokteran memiliki perasaan yang mendalam pada seorang pria adi kuasa, Killian. Salah satu pria dari kaum elite global. Yang bekerja sama dengan para mafia untuk menjalankan bisnis kotornya.

Damian. Kakaknya bekerja di interpol untuk menyelidiki masa lalu kematian orang tua mereka. Saat ia mengetahui adiknya memiliki hubungan khusus dengan anggota elite global dan mafia. Elaine harus memutuskan akan berdiri melindungi kekasihnya atau kakaknya, keluarga satu-satunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Terlambat

“Apa kau tidak bisa pelan!? Kalau kau mau mati jangan mengajakku!” Kesal Elaine dan segera turun dari motor itu tepat di depan apartemennya.

El berusaha membuka kuncian helm tersebut, ia begitu kesal. Menahan air matanya agar tidak jatuh. Sungguh Lyxan membawa motor sport tersebut secara cepat membuat jantungnya berdegup kencang. Kakinya saja masih lemas sampai sekarang.

“Sabar… sini aku bukakan.” Ujar lembut Lyxan dan membantu El membuka helmnya, ia shock saat mendapati wajah El penuh air mata.

El merampas kembali helm tersebut dan memukul bahu Lyxan tanpa ampun.

“Kau saja yang mati. Tidak usah membawa ku.”

“Sialan kau Lyxan.”

“El…” Lyxan mencoba menahan pukul tersebut, “Elaine.” Tegas Lyxan pada akhirnya.

“Iya. Aku salah. Aku minta maaf.”

El terdiam. Tak menyangka dari mulut seorang Lyxan bisa keluar kata maaf. Wanita itu melempar helmnya begitu saja. Ia sudah muak dengan pria itu.

“Apa maumu sekarang?” Tanya El kemudian.

“Diluar dingin. Kau tidak ingin membawa ku masuk? Aku habis terluka.” Ujar Lyxan memegang dada nya yang dulu pernah dijahit oleh Elaine.

El melunak, ia juga merasa bersalah tadi telah meninju bekas jahitan itu dengan helmnya. Salah atau tidak, akhirnya El membawa masuk Lyxan ke dalam apartemennya.

Sesampainya di dalam unit apartemen Elaine, Lyxan langsung merebahkan tubuhnya pada ayunan yang ada di luar balkon. Sejujurnya ia sama lelahnya seperti Elaine. Ia pergi ke kota Malice bukan hanya sekedar mencari wanita itu, ada beberapa hal yang harus ia urus dan sudah lebih dari 12 jam ia tidak tidur.

“Sekarang katakan keperluan mu?” Tanya El dan menyerahkan sebotol minuman untuk Lyxan.

“Tidak ada hal penting.” Lyxan menenggak botol mineral itu, “Aku hanya ingin menemuimu. Kenapa kau blokir nomor ku?”

“Aku rasa tidak ada hal lain yang perlu kita bahas.”

“Dari mana uang itu?”

El tak menjawab. Ia juga tidak tahu apakah benar Lian yang membantunya.

“Lyxan… kembalilah pulang. Aku sudah lelah dan kurasa kau pun juga sama.” Pinta El beranjak masuk kedalam ruangan.

“Kau akan mengabaikan ku lagi?”

“Sejak awal kita memang tidak saling kenal Lyxan.”

Lyxan menekuk dahinya, terlihat ia tidak suka perkataan wanita itu.

“Kita terhubung hanya sebatas rasa tanggung jawabku pada mu. Sekarang semua itu sudah selesai…”

BRAAAAAKK

Lyxan mengapit wajah Elaine diantara dua tangannya, ia geram mendengar ucapan wanita itu.

“Dengar El, bukan kau yang memutuskan selesai atau tidaknya. Seperti kata ku saat di Somnus, kau adalah milikku.” Ucapnya pelan tepat di wajah El seakan memperingati.

“Kau melepasku. Aku dapat kabur dari mu saat itu.”

Lyxan tersenyum miring. “Tapi sekarang kau tepat di hadapan ku bukan.”

“15 menit Lyxan. Itu waktu yang kau berikan saat itu dan sekarang tidak… Mmmppphh…”

Lyxan mencium bibir wanita itu. Terasa manis jeruk. Ia menyukainya. Tak ingin menyudahinya Lyxan terus melumat lembut bibir wanita itu, kedua tangan El dalam cengkramannya. Ia tak bisa berkutik atas perbuatan Lyxan, hingga pria itu sadar El kehabisan nafas.

“Hanya aku disini yang bisa memberikan keputusan. Kau paham.”

“Kau brengsek.” El sekuat tenaga mendorong tubuh pria itu hingga terlepas dari genggamannya.

“Bukankah Sam masih mengejar mu? Anggap saja aku membantumu berpisah darinya.” Lyxan jelas mengetahui nama mantan Elaine dari ponsel wanita itu saat berdering terus menerus saat malam tahun baru.

SRAAK

“Temani aku. Jadi wanita ku saat di pesta itu.” Ujar Lyxan melempar sebuah undangan.

Undangan pesta di atas kapal pesiar.

“Aku tidak sudi.”

“Tidak perlu pikirkan pakaian. Aku menyiapkan semuanya untuk mu.”

“Aku tidak akan pergi.”

“Aku akan menjemputmu El.”

“Kau kira…”

“Kalau kau tidak patuh, aku akan terus memaksamu.”

Elaine terdiam. Perdebatan yang percuma.

BRAAAK

Kali ini Lyxan melemparkan amplop yang berisi mastercard dan buku tabungannya.

“Aku kembalikan.” Sahut Lyxan dan kembali mendekati El yang masih bersandar pada dinding, “Ini balasan karena kau tidak menghargaiku. Aku tidak pernah membuat seorang wanita mengeluarkan uangnya. Jadilah gadis yang baik El, maka mungkin aku akan lebih baik lagi pada mu.”

“Tidurlah. Aku akan pulang.” Ucap Lyxan mengecup mata El yang terlihat ketakutan. Ia meninggalkan wanita itu seorang diri, wanita yang menahan amarah dan air matanya.

...****************...

BIP BIP BIP

BIP BIP BIP

BIP BIP BIP

El bangun dengan kaget. Belasan pesan masuk dari Mia dan beberapa rekan tim lainnya. Bahkan Hansen juga menghubunginya.

Kendaraan dari rumah sakit akan berangkat setengah jam lagi. Tidak mungkin baginya untuk tiba ke rumah sakit dalam waktu secepat itu.

BIP BIP BIP

“Halo El… Kau dimana?” Tanya Mia.

“Mia…” Suara El terdengar lelah mengantuk.

“Jangan katakan kau telat dan masih di apartemen mu.”

“Iya aku sepertinya akan menyusul ke Asgard City.” Ucap El menahan kepalanya yang berat.

“Kau yakin? Kau baik-baik saja bukan?”

“Ya Mi. Sampaikan pada profesor Gian maaf ku. Aku tadi juga sudah mengirimkannya pesan singkat kalau aku membawa mobil sendiri.”

“LAINE…” Mia kesal hingga memanggil nama kecil El, “Kau gila menyetir sendiri. Aku akan menyuruh supir rumah sakit untuk membawa mobil mu. Kau jangan bertindak…”

“Mia…” El selalu bisa menenangkan orang lain dengan suara halusnya, “Aku tidak apa-apa. Apa kau lupa siapa aku? Malah aku rasa aku akan tiba lebih dulu dibandingkan kalian.” Canda El tapi memang nyata, wanita itu ahli dalam balap liar.

“Aku hanya cemas pada mu El.”

“Sudahlah aku akan persiapan dulu. Berangkatlah aku akan menyusul. Bye Mia sayang. Hati-hati…”

“Aku yang seharusnya mengatakan itu. Jangan buru-buru nanti.” Kesal Mia seperti orang tua bagi El.

Hansen Dan Killian mendengar percakapan itu tak jauh. Sangat jelas karena Mia meninggikan suaranya jika kesal pada Elaine.

“Apa terjadi sesuatu?” Bahkan Lian melihat mobil El masih terparkir di rumah sakit itu.

“Semalam Lyxan datang menjemputnya di rumah sakit…”

“Kenapa tidak kau katakan pada ku?” Killian menoleh kebelakang dan menatap tajam Hansen.

Hansen tertunduk merasa bersalah.

“Kau berangkat duluan. Aku menyetir sendiri.” Kesal Lian berlalu dengan menabrak lengan Hansen.

“Jika kau masih ingin bekerja dengan ku, lakukan perintah ku tanpa pengecualian.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!