NovelToon NovelToon
Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Valentine dan Valerie, si Twins V, telah tumbuh menjadi dua wanita dewasa dengan kepribadian unik yang selalu membuat orang-orang di sekitar mereka geleng-geleng kepala. Kepolosan, keberanian, dan cara berpikir mereka yang di luar nalar kerap menghadirkan tawa sekaligus kekacauan, terutama bagi kedua orang tua mereka.

Di tengah candaan tentang keinginan cepat menikah, mimpi-mimpi aneh, dan celetukan tak terduga, Twins V terus membawa kejutan baru. Lalu, keseruan dan kekacauan apa lagi yang akan mereka ciptakan selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luar Biasa dan Gila

Ale menguap panjang karena dari kemarin malam sampai pagi dia meneliti sebuah serbuk yang akan dia pakai untuk memberi pelajaran pada wanita itu. Ale tersenyum lebar saat penelitiannya berhasil meskipun kantung matanya sudah menghitam seperti panda. Dia lalu berdiri dari duduknya berniat mencuci mukanya tapi saat dia ada di depan cermin dan melihat wajahnya dia syock.

"Aaaaaa........

Ale berteriak sekuat tenaganya, dan Valen yang masih berada di kamar nya pun terlonjak. Dia yang baru saja bangun dari tidurnya lalu berlari dengan kencang menghampiri adiknya dengan tergesa gesa.

Brakkkk....

"Al... ada apa?" tanya Valen sambil mengatur napasnya.

Ale yang kaget dengan kedatangan saudara kembarnya mengerjapkan matanya berkali kali, di tambah Ale melihat Valen yang masih mengenakan piama tidurnya dan hanya mengenakan sandal tidurnya tapi yang sebelah saja.

"Kak, lo kenapa?" tanya Ale dengan wajah cengonya.

Bugh....

"Awww...... aduh kakak, KDRT banget sih, kenapa malah di lempar sandal..."

Ale mengomeli Valen yang tiba tiba melemparinya dengan barang yanAleg ada di sebelahnya. Sedangkan Valen sudah mendengus kesal karena kelakuan adik kembarnya ini.

"Lo yang kenapa? Ngapain pagi pagi teriak teriak nggak jelas begitu...!" gerutu Valen balik.

Ale yang mendapat omelan dari sang kakak menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan mengingat apa yang terjadi dengannya tadi dan dia baru ingat kenapa dia bisa berteriak dengan heboh.

"Lihat kak, mata gue kayak panda Cina gini," keluh Ale pada Valen.

Ale lalu menunjukkan kantung matanya pada Valen dan membuat Valen mendesah panjang.

Bagaimana tidak, di sana dia melihat mata Ale benar benar menghitam karena dia begadang sampai pagi untuk menyelesaikan ramuan dan racikan miliknya.

"Nanti gue beliin skincare terbaik yang ada berapapun itu, anggap aja sebagai apresiasi buat lo yang udah berhasil selesain tugas dengan baik dan tepat waktu. Jadi setelah ini kita bisa gunain ramuan lo dengan baik. Gue tunggu di mansion, mendingan lo segera siap siap dan balik ke kamar dulu, masih ada waktu sampai kita pergi ke kantor papi nanti," ucap Valen pada Ale.

Setelah itu Valen meninggalkan lab milik Ale dan berniat kembali ke kamarnya. Tapi pada saat dia melangkah pergi dari sana, dia melihat ke bawah kakinya.

"What the.... Ini semua gara gara lo Al...!" dumel Ale pelan.

Akhirnya dia tetap berjalan dengan sebelah kaki tanpa sandal rumahnya dan membuat semua pelayan dan pengawal di sana menatap aneh ke arah Valen. Mereka bahkan tak melihat kapan nona mudanya itu bangun tapi kenapa malah baru melihat Valen dengan wajah yang kesal seperti itu.

"Emang nona Valen tadi terbang ya, kok nggak tahu lewatnya kapan?"

"Lah iya, ini tahu tahu dia balik ke kamar,"

"Itu beneran nona Valen bukan sih,"

Beberapa pelayan berkerumun dan menatap aneh ke arah Valen yang berjalan ke lantai dua menuju kamarnya. Di dalam perjalan ke kamarnya Valen juga berpikir dengan apa yang di katakan oleh beberapa karyawannya itu bagaimana dia bisa sampai ke lab Ale kalau dia tak melewati para pelayan yang sudah jelas bangun lebih dulu dari pada dia dan penghuni rumah yang lainnya.

Ceklek...

Valen membuka pintu kamarnya dan di sana dia mengedarkan pandangannya untuk mencari tahu bagaimana dia keluar dari kamarnya dengan tak di ketahui siapapun yang ada di lantai satu itu. Dan pandangannya tertuju pada jendelanya yang terbuka lebar dan terlihat derai angin masuk ke dalam kamarnya.

Valen menaikkan sebelah alisnya dan mulai mengingat apa yang terjadi sejak tadi dia bangun. Dan sekelebat ingatan menghampirinya. Dia memejamkan matanya dan mengingat apa yang dia lakukan gara gara mendengar teriakan Ale tadi pagi. Di sana dia juga melihat sebelah sandalnya yang tergeletak di bawah jendela.

Sekali lagi Valen menghela napasnya dengan panjang, dan dia tidak bisa marah pada Ale karena memang selama ini Ale selalu menjaga penampilannya dengan baik. Dan baru ini dia sampai kantung matanya menghitam seperti itu.

"Gue harus kasih dia bonus yang bagus buat kerja kerasnya," ucap Valen pelan.

Valen melemparkan sebelah sandalnya begitu saja dan merebahkan dirinya di ranjang, dia mengambil ponselnya dan mencari skin care yang dia mau untuk di berikan kepada Ale. Dan setelah mendapatkanya dia segera memesan itu secara langsung dan khusus untuk Ale.

Dia menaruh ponselnya kembali dan ingin memejamkan matanya sejenak tapi sesaat setelah dia memejamkan matanya dia teringat dengan data yang semalam dia dapatkan. Akhirnya Valen bangkit kembali dan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan badannya.

Hampir setengah jam dia membersihkan badannya dan kembali ke kamar, dia segera membuka kembali laptopnya. Di sana dia kembali meneliti semua data itu dan menemukan sebuah permainan.

"Heh, bukannya gue bisa bermain dengan perusahaan milik orang tua lo dulu, wanita malam," gumam Valen pelan.

Jari jemari Valen bergerak lincah di atas keyboard laptopnya dan senyuman licik terpancar di wajah cantik Valen.

Di layar laptopnya bahkan sudah terpampang nyata bagaimana keadaan di perusahaan musuh Altezza itu.

"Ck, ini papi yang sudah malas atau memang tidak mau mencari tahu karena merasa tak ada yang berani mengusiknya?"

Valen terus memindai semua CCTV yang ada di sana bahkan dia sedikit memberikan salam perkenalan pada perushaan itu dengan menghack system keamanan mereka.

Dan lagi lagi keamanan mereka sedikit kacau pagi ini sampai Valen tak sadar jika ada yang sudah berdiri di belakangnya untuk melihat apa yang sudah dia lakukan barusan.

"Ck, kakak bermain nggak ajak ajak, kenapa malah di tinggal?" gerutu Ale dari balik badan Valen.

"Astaga.. Al... lo kebiasaan kan ngagetin aja.

Sejak kapan lo masuk ke sini? Kenapa nggak ada suaranya sih," omel Valen pada Ale.

Ale menegakkan kembali badannya dan berjalan ke ranjang sang kakak. Dia merebahkan badannya di sana dengan nyaman.

"Kak, gue mau ranjang kayak punya lo, beliin ya?" celetuk Ale iseng.

Valen menaikkan sebelah alisnya mendengar permintaan Ale padanya. Dia merasa aneh dengan apa yang di minta sang adik padanya.

"Kenapa sama ranjang lo?" tanya Valen bingung.

"Nggak kenapa napa tapi kan dulu mami papi belinya bedanya, terus ini lebih nyaman dari pada ranjang gue." sahut Ale santai.

Valen mengambil ponselnya dan segera memesankan apa yang Ale mau saat ini tanpa pikir panjang.

"Done, tunggu aja, paling nanti sore udah datang," ucap Valen setelah memesankan apa yang Ale minta.

Ale tak menyahut dan saat Valen menoleh ternyata dia sudah melihat Ale yang tertidur pulas di atas ranjangnya.

Valen menggeleng pelan melihat sang adik, tapi kemudian dia melanjutkan apa yang dia lakukan sejak tadi. Valen juga melihat jika kekacauan yang sedikit dia berikan itu sudah teratasi meskipun itu membuat beberapa perangkat di perusahaan itu hancur berkeping keping. Dan bagaimana Valen bisa tahu, karena di sana ada CCTV yang nampak di layar monitor laptopnya.

Valen tersenyum lebar dan segera mengunci perangkatnya kemudian dia menyusul Ale untuk kembali memejamkan matanya sambil menunggu jam kerja membuat gaduh nanti.

Sementara itu, di perusahaan yang Valen serang tadi terjadi keributan yang besar dan semua kalang kabut mencari pemecahan masalahnya. Mereka yang selama ini tak pernah kacau sampai seperti ini harus berusaha keras menangkal semua yang terjadi. Di tambah beberapa perangkat sampai meledak dan semua keamanan amburadul.

"Sialan, siapa yang berani mengacau pagi pagi begini!!!"

Brakkk...

Ceo perusahaan itu mengamuk dan menghancurkan ruangannya sendiri. Bahkan semua proposal proyek yang akan dia buat untuk presentasi hilang tak berbekas, semua data yang dia curi dari perusahaan lain juga lenyap tak tersisa.

"Argggghhhh, siala, siapa yang sudah berani melawanku. Cari mati banget!!!"

Di sisi lain semua karyawan sudah heboh, bahkan semua perkerjaan lembur yang mereka kerjakan juga hilang dan tak bisa di pulihkan sama sekali.

"Astaga harus lembur lagi. Ini karma nggak sih karena kita kerja di perusahaan begini," keluh beberapa karyawan.

Dan yang lain mengangguk setuju dengan apa yang di bilang temannya itu.

"Itu masih sedikit!" Batin Valen.

Valen dan Ale melanjutkan tidur mereka dengan nyenyak sementara itu ada yang sedang tersenyum senang melihat ulah si kembar saat ini.

"Mereka emang luar biasa dan gila!"

To be continued..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!