NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Perjalanan menuju kantor pagi itu terasa lebih panjang dari biasanya. Zion bersikeras menyetir sendiri mobil Rolls-Royce miliknya, sementara Cassie duduk di sampingnya dengan pandangan lurus ke arah jendela, menghindari kontak mata. Logan sudah lebih dulu berangkat ke sekolah dengan mobil terpisah bersama pengawalan ketat dari anak buah Mateo Lopez, sebuah protokol keamanan baru yang harus diterima Cassie sebagai konsekuensi Logan menyandang nama Lopez.

Di dalam kabin mobil yang kedap suara itu, Zion memecah keheningan. Suaranya tidak lagi menggoda seperti di meja makan tadi, melainkan rendah dan penuh permohonan.

"Cassie... soal apa yang dikatakan Dad di meja makan tadi. Tentang melegalkan status Logan. Aku ingin kita melakukannya. Bukan hanya untuk Logan, tapi untuk kita. Aku ingin menikahimu, Cass. Kali ini dengan cara yang benar, tanpa taruhan, tanpa kebohongan."

Cassie menarik napas panjang, jarinya meremas tali tas tangannya dengan kuat. Ia menoleh perlahan, menatap profil samping Zion yang tegas. "Pernikahan? Kau pikir satu malam penyatuan yang konyol itu menghapus sepuluh tahun lukaku, Zion?"

"Aku tidak bilang itu menghapusnya, tapi itu awal yang baru, bukan?"

"Tidak, Zion," suara Cassie mendadak dingin dan datar. "Aku butuh waktu. Dan jujur saja... aku tidak lagi mencintaimu."

Deg.

Zion merasa seolah mobilnya baru saja menghantam tembok beton dalam kecepatan 200 km/jam. Jantungnya berdenyut nyeri. Ia menepi ke pinggir jalan raya yang cukup sepi, menginjak rem hingga mereka sedikit tersentak. Zion menatap Cassie dengan mata yang bergetar. Ia mencari kebohongan di mata biru wanita itu, namun Cassie tetap memasang wajah tembok yang tak tertembus.

Zion tahu hati Cassie. Ia tahu wanita itu sedang membangun benteng pertahanan paling kokoh untuk melindungi dirinya sendiri agar tidak jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Zion menghela napas berat, mencoba menenangkan badai di dadanya. "Baiklah, Sayang... aku mengerti. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk memaafkan. Aku akan menunggu. Aku akan membuktikan padamu setiap hari sampai kau tidak punya alasan lagi untuk berkata tidak mencintaiku."

Zion kembali menjalankan mobilnya dengan perlahan. "Tapi... kumohon, menginaplah lagi nanti malam di mansion. Logan terlihat sangat bahagia saat kita tidur bersama. Kita tidur bertiga lagi, aku janji tidak akan ada drama seperti semalam jika kau belum siap."

Cassie mendengus kasar, ia memutar bola matanya sambil memijat pinggangnya yang masih terasa kaku. "Tidak. Jawabannya adalah tidak, Zion Mateo Lopez."

"Kenapa? Logan merindukan ayahnya, Cass."

"Kau itu buas!" bentak Cassie tiba-tiba, membuat Zion sedikit terkejut. "Kau tidak membiarkan aku istirahat semenit pun semalam! Kau pikir aku ini terbuat dari baja? Pinggangku hampir patah, dan kau masih punya keberanian untuk mengajakku menginap lagi? Kau itu tidak bisa mengontrol dirimu sendiri kalau sudah menyentuhku. Aku butuh tidur yang berkualitas, bukan angin kencang versi daruratmu itu."

Zion terdiam sejenak, lalu tawa kecil yang tak tertahankan lolos dari bibirnya. "Jadi masalahnya adalah karena aku terlalu... bersemangat?"

"Itu tidak lucu, Zion! Aku harus bekerja memimpin proyek besar hari ini dengan tubuh yang rasanya remuk semua. Kau tahu betapa sulitnya aku berjalan dengan anggun di depan stafmu tadi pagi? Aku harus menahan nyeri di setiap langkah!"

Zion meraih tangan Cassie dan mencium punggung tangannya dengan lembut, mengabaikan tepisan kecil dari wanita itu. "Maafkan aku. Aku bersumpah, malam ini aku akan menjadi pria paling sopan di dunia. Kita hanya akan berpelukan, menemani Logan bercerita tentang robot-robotnya sampai kita tertidur. Aku hanya ingin bangun dan melihat wajahmu lagi di sampingku. Itu saja."

Cassie terdiam. Kelembutan Zion selalu menjadi kelemahannya. Ia menatap ke luar jendela lagi, mencoba meredam debaran jantungnya yang mulai berkhianat. "Aku akan memikirkannya. Tapi jika kau menyentuhku sedikit saja dengan niat buas itu, aku akan membawa Logan pergi ke London saat itu juga."

"Janji. Aku akan menjadi malaikat malam ini," Zion tersenyum lebar, merasa telah memenangkan satu pertempuran kecil.

Sesampainya di kantor, suasana masih terasa canggung. Zion terus mengikuti Cassie hingga ke depan pintu ruang kerjanya, membuat para karyawan berbisik-bisik.

"Zion, pergilah ke ruangan mu. Orang-orang melihat kita," usir Cassie.

"Biarkan saja. Mereka harus tahu siapa bos sebenarnya di hati CEO mereka," goda Zion sebelum akhirnya berbalik menuju ruangannya sendiri.

Di dalam ruangan, Cassie mencoba fokus pada desain struktur bangunan, namun pikirannya terus kembali pada ucapan Zion. Menikah? Benarkah pria itu sudah berubah? Ataukah ini hanya rasa bersalah yang disamarkan sebagai cinta?

Tiba-tiba, asisten Zion, Cris, masuk membawa sebuah buket bunga mawar putih yang sangat besar dan sebuah kotak kecil. "Nona Vorcan, ini dari Tuan Zion. Beliau bilang ini adalah 'obat' untuk pinggang Anda."

Cassie membuka kotak kecil itu. Isinya bukan perhiasan, melainkan sebuah koyo herbal premium dan minyak esensial mahal untuk relaksasi otot. Di bawahnya ada secarik kertas dengan tulisan tangan Zion yang berantakan:

"Maaf karena terlalu buas semalam. Pakai ini agar kau bisa memimpin rapat dengan nyaman. Sampai jumpa nanti malam, istriku -segera."

Cassie meremas kertas itu, namun ia tidak bisa menahan senyum kecil yang terukir di bibirnya. "Dasar pria gila."

Malam harinya, sesuai janji, Cassie kembali ke mansion bersama Logan. Keluarga besar Lopez menyambut mereka dengan pesta makan malam yang jauh lebih mewah dari sebelumnya. Mateo Lopez bahkan sudah menyiapkan sebuah akun tabungan pendidikan atas nama Logan dengan angka yang membuat Cassie pening saat melihatnya.

Saat jam tidur tiba, atmosfer kembali berubah menjadi tegang. Mereka bertiga berada di ranjang besar itu lagi. Logan berada di tengah, sudah tertidur setelah Zion membacakannya buku tentang sejarah balap mobil, yang diprotes Cassie karena dianggap terlalu dini.

Lampu kamar diredupkan. Zion berbaring miring, menumpu kepalanya dengan tangan, menatap Cassie yang sedang memakai masker wajah sebagai bentuk perlindungan diri agar Zion tidak menciumnya.

"Kau benar-benar serius dengan masker itu, Cass?" bisik Zion tertawa pelan.

"Ini perawatan kulit. Dan ini tanda jangan ganggu'" jawab Cassie ketus dari balik maskernya.

Zion bergerak pelan, tangannya menyusup di bawah selimut, mencari tangan Cassie dan menggenggamnya. Kali ini, ia benar-benar hanya menggenggam. Tidak ada sentuhan nakal, tidak ada gerakan agresif. Hanya kehangatan kulit yang saling bertemu.

"Aku benar-benar menyesal telah membuang sepuluh tahun kita, Cass," suara Zion terdengar sangat dalam di keheningan malam. "Melihat Logan tumbuh tanpa tahu keberadaanku... itu adalah hukuman terberat bagiku. Kau tidak perlu mencintaiku sekarang. Aku hanya minta, biarkan aku berada di dekatmu untuk menebus semua itu."

Cassie terdiam. Di balik masker wajahnya, matanya terasa panas. Ia tidak menjawab, namun ia tidak menarik tangannya dari genggaman Zion. Ia membiarkan ibu jari Zion mengusap lembut punggung tangannya, sebuah gerakan menenangkan yang akhirnya membawa Cassie menuju alam mimpi.

Zion menepati janjinya. Malam itu tidak ada angin kencang. Yang ada hanyalah helaan napas teratur dari tiga orang yang akhirnya berada di bawah satu atap yang sama. Zion menatap dua harta karunnya itu hingga matanya sendiri memberat.

Pukul enam pagi, Logan terbangun dan melihat pemandangan yang membuatnya tersenyum lebar. Mommy-nya tidak lagi berada di ujung ranjang. Kali ini, Cassie tidur meringkuk di pelukan Zion, dengan kepala bersandar di dada bidang ayahnya, sementara tangan Zion memeluk keduanya, Logan dan Cassie, seolah-olah ia sedang melindungi seluruh dunianya.

Logan tidak bersuara. Ia hanya memejamkan mata kembali, menikmati kehangatan yang selama sembilan tahun ini hanya ia bayangkan dalam mimpi.

Di luar kamar, Mommy Lopez yang sedang lewat untuk mengecek cucunya, mengintip sedikit melalui celah pintu yang tidak tertutup rapat. Beliau tersenyum bahagia dan segera memberi tanda pada pelayan untuk menyiapkan sarapan spesial.

"Akhirnya," bisik Mommy Lopez. "Keluarga ini utuh kembali."

Meskipun Cassie masih akan membantah dengan kata-kata dinginnya di meja makan nanti, meskipun ia masih akan mengeluh soal pinggangnya yang pegal, semua orang tahu: Benteng es di hati Cassie Vorcan sedang mencair, setetes demi setetes, di bawah hangatnya cinta Zion yang kini tidak lagi main-main.

Zion telah belajar satu hal penting: Memenangkan hati Cassie jauh lebih menantang dan memuaskan daripada memenangkan balapan mobil tercepat di dunia. Dan ia tidak berencana untuk kalah kali ini.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!