Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebijakan David
David melangkah lebih cepat menuju lift hendak kelantai dasar dimana dinner akan di laksanakan dengan keluarga disana, langkahnya tergesa-gesa karena dia sendiri ketika selesai mandi, dia tidak mendapati Gianna disana, David sudah tertinggal dipastikan dia juga sudah terlambat.
Pintu lift terbuka ketika berada di lantai dasar langkah dia melanju menuju restoran hotel mendapati semua orang ada disana, David kikuk dan tidak enak hati "Maaf saya terlambat," kalimat itu mendapati sorotan beberapa orang yang ada disana "Nah David, silahkan duduk disini." Kalimat Haryati menggapai lengan David mengarahkan pada kursi kosong tempat dia untuk duduk, David melihat Gianna didepan dia sebelah kanan sedang menuang air mineral dari botol kaca tanpa kalimat sapaan hanya ada keheningan seakan tidak perduli diri dia disana.
"Kamu yakin akan ke French, liburan mu masih satu minggu lagi, tidak perlu terburu-buru kembali bekerja," kalimat Ambar pelan kepada Gianna yang ada disebelah kiri, "aku fikir sembari berlibur disana," jawab Gianna "kenapa tidak disini saja," lanjut Ambar Gianna menggeleng. David yang mendengar rencana ini hanya diam bertanya dalam hati namun memilih diam, karena ini diluar rencana yang dibicarakan Gianna.
Makan malam telah usai anggota keluarga lebih dulu kembali ke kamar hotel masing-masing begitupun Gianna dan David, selama dalam lift tidak ada obrolan hanya ada kesunyian langkah kaki Gianna lebih dulu meninggalkan lift meninggalkan David seorang diri, tidak seperti biasanya, biasanya Gianna selalu menjadi wanita yang manja kemanapun langkah dia selalu ingin dalam genggaman David sikap ini membuat David terus bertanya dalam hening, David menggapai pergelangan tangan Gianna, Gianna yang merasa tertahan menghentikan langkah dia "Gianna ada apa?" suara David "lepaskan tangan ku, aku lelah," Jawab Gianna yang kini berlalu pergi.
David tetap diam melihat Gianna yang lebih dulu pergi meninggalkan dia hingga tubuh nya tidak lagi nampak hilang masuk kedalam ruang kamar hotel, ingatan David terus berputar kejadian demi kejadian pada hari ini i bahkan kemarin, ingatan David bagaikan video yang berjalan secara detail apakah Gianna marah karena dia terlambat tiba di makan makam?, Dan apakah apakah yang lain, sampai kejadian membawa dia ingat dimana ketika dia membuka ponsel di kamar mandi Gianna datang secara tiba-tiba "shit" umpat David pergi.
David masuk kedalam kamar yang ternyata sudah gelap hanya ada dua penerangan lampu tidur disekitar ranjang menyala berwarna kuning, David dapat melihat Gianna yang sudah berbaring dengan piyama tidur, sedikit terkejut tidak biasanya Gianna bersiap untuk tidur secepat itu, David berjalan kearah sisi seberang tempat dia tidur supaya melihat wajah Gianna yang tertidur posisi miring "Aku tau kamu belum tidur sayang," kalimat itu, David membuka flatshoes membuka tiga kancing kemeja dan kancing lengan membuat dia merasa lebih nyaman, mengangkat kaki untuk naik keranjang dan merebahkan tidur menempatkan posisi tidur sejajar dengan Gianna dengan wajah yang berhadapan kini.
"Gianna aku tau aku salah mungkin aku telah melukai hatimu," kalimat lembut itu dengan Anna yang masih menutup mata "kamu marah karena mendapati aku sedang menatap foto Mavie?" lanjut dia, Kini Gianna dengan pelan membuka matanya David yang menyadari itu tersenyum tipis membelai kepala wanita yang dia cintai "aku melakukan itu untuk kamu, kamu adalah cinta dalam hidup ku itu sebabnya aku membuka sekilas nomor telepon Mavie untuk menghapus kontak dia." Jelas David, "aku tidak melakukan apapun aku hanya ingin menghapus memori lama aku dengan dia, tidak ada maksud memadang kagum pada wanita itu, rasa kagum ku sekarang hanya kepada mu, aku melakukan ini karena aku menghargai keberadaan kita, hubungan kita Gianna, aku ingin membuka lembaran baru dengan kehidupan pernikahan dengan mu, percayalah padaku." Kalimat David dengan jelas Gianna yang mendengar dan mulai melihatkan senyum tipisnya.
devvuholic