NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Satu minggu berlalu dengan begitu indah bagi pasangan yang sedang dimabuk cinta.

Seperti halnya dengan Felicia dan Arion. Felicia memutuskan untuk ikut pulang bersama suaminya. Keduanya tak lagi ingin terpisah, baik untuk waktu lama maupun sebentar.

Fero juga memutuskan untuk keluar dari dunia keartisan. Dia tidak ingin kehidupannya terus-menerus diulik oleh banyak khalayak. Pria itu memutuskan untuk bertunangan dengan Naya.

Berbeda halnya dengan Cintia. Jika Felicia dan Arion kini telah merasakan kebahagiaan yang mendalam, gadis itu masih mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Cintia begitu menyesali perbuatannya pada Kenzo dulu yang tak pernah benar-benar ia anggap. Hingga kata maaf itu tak pernah terucap karena dirinya sudah sangat terlambat.

Cintia berjanji pada dirinya sendiri untuk memperbaiki diri. Dan menurutnya, itu diawali dengan meminta maaf kepada Felicia dan juga Arion.

Walaupun Cintia tak yakin jika Felicia dan Arion akan memaafkannya, setidaknya dirinya sudah berusaha dan mencoba. Selebihnya Cintia menyerahkan jalan hidupnya pada Tuhan.

Gadis itu menatap rumah besar yang ada di depannya. Dia menekan bel yang ada di gerbang rumah tersebut.

Felicia yang kebetulan sedang bersantai, melihat seseorang itu dari CCTV yang terhubung di pintu gerbang. Felicia terkejut melihat Cintia yang ada di sana.

‘Apa lagi yang dia inginkan?’ gumam Felicia dalam hati. Tiba-tiba rasa takut menyeruak dalam hatinya. Dia takut kalau suaminya akan berpaling lagi darinya. Felicia termenung memikirkan semuanya.

Sementara itu, Arion keluar dari ruang kerjanya dan melihat istrinya terdiam menatap CCTV kecil itu. Dia pun tersenyum dan segera menghampirinya. Memeluk tubuh Felicia dari belakang dan menciumi pundak sang istri sembari menghirup aroma tubuh Felicia dalam-dalam.

“Ah, Arion...!” Felicia terkejut. Dia takut Arion akan melihat Cintia dari CCTV kecil itu. Felicia takut Arion akan seperti dulu yang begitu peduli dengan Cintia.

“Kau kenapa, Sayang? Kenapa wajahmu terkejut seperti itu melihatku?” Arion merasa heran. Lalu pandangannya menatap pada layar kecil di depan sang istri.

Tiba-tiba saja tatapan Arion menjadi dingin ketika mengetahui Cintia berada di luar. Arion melepaskan pelukannya pada Felicia.

“Biarkan saja. Jangan biarkan dia masuk. Aku tidak ingin kita bertemu lagi atau berurusan dengannya,” ucap Arion dengan nada dingin. Bayangan ketika Felicia yang meninggalkannya membuat pria itu takut untuk sekadar bertemu dengan Cintia.

Pria itu menekan tombol interkom yang terhubung dengan CCTV di pintu gerbang. “Pergilah! Kami tidak ingin bertemu denganmu,” ucap Arion dengan menahan emosi. Dia menjadi begitu sensitif terhadap hal yang mengingatkannya pada perpisahannya dengan sang istri.

Di luar, Cintia yang mendengarnya pun merasa begitu sedih. Dia merasa ini memang pantas ia dapatkan.

Namun, tujuannya adalah meminta maaf pada Arion juga Felicia. Jadi gadis itu bersikukuh untuk mendapatkan maaf dari mereka.

“Arion, aku datang hanya ingin minta maaf pada kalian. Aku... sangat menyesal....” Cintia tak dapat meneruskan kata-katanya. Air matanya luruh bersamaan dengan penyesalannya.

Entah mengapa, Felicia merasa iba melihat Cintia. Namun berbeda dengan Arion. Pria itu tak bergeming walaupun melihat Cintia yang menangis di layar kecil itu.

Arion hendak pergi menuju ruang kerjanya, tapi Felicia memanggilnya sehingga Arion menghentikan langkah dan menoleh ke arah Felicia.

“Arion, terima kasih. Sekarang, aku yakin kau benar-benar mencintaiku. Tapi... bukankah kita hanya manusia biasa yang sering melakukan banyak kesalahan? Tuhan saja mudah memaafkan, kenapa kita tidak berusaha memaafkan Cintia, Sayang?” Felicia berbicara dengan hati-hati.

Arion terdiam. Nyatanya rasa sakit ketika dirinya hampir kehilangan sang istri justru membuat Arion tidak dapat melupakannya. Dan itu dikarenakan oleh Cintia.

“Tapi aku bukan Tuhan, Sayang. Tolong jangan memaksaku. Setiap kali aku melihatnya, rasa sakit ketika kau pergi terus membayangiku. Aku tidak ingin kehilanganmu, Felicia.” Arion menatap Felicia dengan tatapan kegelisahan, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang kerjanya.

Felicia menghela napas panjang. Dia tidak tahu jika suaminya akan menjadi trauma seperti ini. Dia kembali menatap layar kecil yang masih menampilkan Cintia yang malah semakin terisak.

Felicia merasa bingung harus bagaimana. Gadis itu memejamkan mata sejenak sebelum melangkahkan kakinya. Felicia berjalan keluar untuk menemui Cintia.

Cintia masih terisak di sana. Hingga pintu gerbang itu akhirnya terbuka, membuat Cintia langsung mendongak menatap seseorang di balik gerbang.

“Felicia,” ucap Cintia pelan. Keduanya saling menatap dengan pemikiran masing-masing.

Perlahan, Cintia berusaha mendekati Felicia. Meraih tangan Felicia dan menggenggamnya.

“Felicia... maaf....” Suara serak Cintia berucap pelan. Felicia masih diam.

“Maafkan aku karena mencoba memisahkanmu dengan Arion. Aku terus saja terpaku pada masa lalu, hingga membuat cintaku berubah menjadi sebuah obsesi. Arion sangat mencintaimu, Felicia. Dan aku mengakui kekalahanku, kaulah yang memenangkan cinta Arion. Tolong maafkan aku dari segala bentuk kesalahan yang kulakukan pada kalian. Mulai sekarang, aku tidak akan mengganggu kalian lagi.” Cintia berkata dengan tulus. Dapat Felicia lihat dari tatapan gadis di hadapannya.

“Kami akan memaafkanmu asalkan jangan pernah kau menampakkan diri lagi di hadapan kami!” Suara bariton dari arah belakang Felicia membuat keduanya menoleh. Rupanya itu Arion. Pria itu merasa khawatir ketika dirinya keluar dari ruangannya dan melihat Felicia berada di depan gerbang bersama Cintia.

“Arion....” Felicia terkejut dengan keberadaan suaminya.

Arion tidak ingin Cintia memprovokasi Felicia sehingga dia akan kehilangan istrinya kembali. Hingga ia pun bergegas keluar untuk menyusul sang istri.

Cintia menatap sedih ke arah Arion atas ucapan yang Arion lontarkan padanya. Namun dia menerima apa pun bentuk konsekuensi dari perbuatannya.

“Aku berjanji tidak akan pernah menemui kalian lagi setelah ini. Aku berterima kasih karena kalian mau memaafkanku,” ucap Cintia.

Felicia merasa iba melihat Cintia sekarang.

Sementara Arion tak berkata apa-apa lagi. Bahkan ia begitu menjaga tatapannya. Sedikit pun Arion tidak melirik ataupun melihat ke arah Cintia.

“Aku pergi dulu, Felicia, Arion. Semoga kalian selalu bahagia,” ucap Cintia perlahan melepaskan genggamannya pada tangan Felicia. Gadis itu lantas berjalan menuju mobilnya dengan penyesalannya.

Setelah mobil Cintia pergi, Felicia menghampiri suaminya dan menggenggam hangat tangan Arion.

“Apa kita tidak terlalu kejam terhadap Cintia, Arion?”

Arion langsung menarik Felicia dan memeluknya erat. “Aku tidak ingin mengambil risiko lagi jika suatu saat hal tak terduga akan terjadi, Sayang. Apa aku salah?” Arion berkata dengan suara serak. Dia begitu ketakutan jika harus kehilangan Felicia lagi.

Felicia tercekat. Sungguh dia tidak menyangka jika ketakutan Arion akan sampai seperti ini.

“Tenanglah, Arion. Aku tidak akan pernah ke mana-mana. Aku milikmu dan hanya akan menjadi milikmu.” Felicia berusaha menenangkan suaminya.

Keduanya saling berpelukan cukup lama. Hingga suara lembut Arion membuat Felicia membeliak.

“Apa menggunakan roti tawarnya sudah selesai?” bisik Arion lembut.

 

Cintia kembali berada di sebuah klub malam. Menangisi perbuatannya yang menyisakan sebuah penyesalan mendalam.

Cintia terus membayangkan bagaimana sakitnya Kenzo selama pernikahan mereka. Tiga tahun bukanlah waktu sebentar mereka menjalani pernikahan itu. Dan sekalipun Cintia tak pernah membiarkan suaminya masuk ke dalam hidupnya.

Beberapa gelas minuman telah kosong. Gadis itu menumpahkan penyesalannya hingga mulai mabuk. Menangis dan tertawa pada gelas yang ada dalam genggamannya.

Di sudut tempat Cintia saat ini, terlihat sosok pria bertubuh tinggi terus saja memperhatikan Cintia sejak tadi.

Melihat Cintia yang mulai mabuk, pria itu pun tersenyum penuh arti. Dia mulai beranjak dan menghampiri Cintia. Duduk di sampingnya dan mengulurkan tangannya menyentuh kulit wajah Cintia.

“Hai, cantik. Sepertinya kau sedang mabuk. Bagaimana jika kita bersenang-senang malam ini?” ucap pria itu dengan senyum menyeringai.

‘Malam ini aku akan mendapatkan mangsa yang sangat cantik,’ gumam pria itu dengan tatapan nakalnya.

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!