NovelToon NovelToon
My Sweet Revenge : Uncle

My Sweet Revenge : Uncle

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Kehidupan di Kantor
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.

"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.

"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.

Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karma Mona

"Nggak mungkin... Pak Kaisar nggak mungkin begitu..." gumam Kiara  sambil menutup mulutnya yang menganga karena terkejut.

Fero tampak menyeringai senang, karena merasa berhasil membohongi Kiara.

Perempuan seperti Kiara yang kolot, dan benci dengan perselingkuhan pasti akan langsung marah dan memutuskan Kaisar secepatnya, seperti yang telah dia lakukan sebelumnya pada Fero. Jadi sekarang, Fero bisa tenang karena Kiara tak akan menjadi tantenya.

"Hahahaha...."

Fero tersentak kaget, "kenapa tertawa?"

"Kamu pasti berharap aku termakan omonganmu, kan? Jangan mimpi! Mau seperti apapun Pak Kaisar aku akan terima dia, karena tujuanku  menikahinya cuma satu, membuat hidupmu menderita, hahaha..." Kiara terus tertawa sambil meninggalkan Fero, menuju kamarnya.

Fero mengeratkan rahangnya, kesal. Dia pikir dia sudah berhasil menipu Kiara, nyatanya Kiara malah tak terlalu ambil pusing dengan berita perselingkuhan Kaisar.

"Dasar cewek sialan!" geramnya.

.

Sementara itu di dalam kamarnya, Kiara termenung di atas kasur busa tipisnya. Walaupun dia mencoba mengelabui Fero dengan menunjukkan bahwa dirinya tak perduli dan tak terganggu dengan gambar Kaisar yang sedang berdekatan dengan perempuan seksi mengenakan lingerie, hatinya tetap tidak bisa di bohongi.

Hatinya tentu merasa sakit! tapi Kiara mencoba meyakinkan dirinya sendiri untuk menerima semua itu. Benar kata Kaisar seelumnya, jika Kiara terlalu berani mengajukan proposal pernikahan tanpa tahu seperti apa Kaisar itu, makanya Kiara tak  bisa memaksa Kaisar untuk berubah hanya demi pernikahan kontrak mereka.

"Tapi tetap saja aku kesal!" Kiara memandang ponselnya, menimbang-nimbang apakah dia perlu mengkonfirmasi kejadian yang di potret Fero itu pada pelakunya langsung?

"Ah! sudahlah! aku mau tidur saja!" gerutu Kiara sambil melempar ponselnya menjauh.

***

Kiara berjalan gontai, tampak tak bersemangat pagi ini. Semalaman, walaupun sudah berusaha keras memejamkan mata, Kiara tak juga bisa tertidur. Padahal dia pikir, dirinya tak akan terpengaruh dengan foto yang di tunjukkan Fero, tapi tetap saja, Kiara kepikiran.

Bagaimana jika sebelum menikah dengan dirinya, Kaisar suka celap celup sembarangan? bagaimana jika wanita-wanita yang di celupnya menularkan penyakit padanya, dan setelah mereka menikah, Kaisar menularkan penyakit itu pada dirinya? aahh! mengerikan!

"Bagaimana ini!" gumam Kiara sambil menjambaki rambutnya.

"Apanya yang bagaimana?" tanya Riana yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang Kiara.

"Astaga! kaget aku, Riana! kalau datang itu pakai suara dong, jangan tiba-tiba muncul kaya nyai kunti!" kesal Kiara.

"Sialan Lu! Lu yang ngelamun, gue yang di salahin!" balas Riana tak kalah kesal.

Kiara nyengir sambil menatap sahabatnya, "Ri, sudah lama kita nggak maksi bareng, ya? ntar kita maksi bareng yuk?" ajak Kiara sambil meraih lengan Riana.

"Iye! dari kemarin kamu itu sibuk terus! di ajaki Pak Kaisar terus sampai nggak ada waktu sama aku!" kesalnya. "Jujur deh, ada hubungan apa kamu sama Pak Kaisar?" Riana menatap tajam ke arah Kiara yang langsung terlihat pucat.

"Hu-hubungan? hubungan apa memangnya? memangnya kamu pikir seorang CEO tampan rupawan seperti Pak Kaisar  bisa tertarik sama upik abu sepertiku!" ucap Kiara berusaha menyembunyikan hubungannya dengan sang bos.

"Terima kasih Kiara, untuk pujiannya," ucap Kaisar yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang Kiara dan Riana.

"Eh? P-Pak Kaisar..." gugup Kiara yang sudah terciduk memuji sang bos.

Kaisar tersenyum tipis lalu berjalan mendahului Kiara dan Riana.

"Stt! sst!" Riana menyikut pelan perut Kiara.

"Apaan?"

"Kamu ngerasa nggak? kalau akhir-akhir ini Pak Kaisar tuh jadi lebih ramah, murah senyum dan nggak se-dingin dulu?" bisik Riana.

Kiara menoleh ke arah sahabatnya, "masa sih?"

"Iye! kayaknya dia sedang jatuh cinta, deh. Atau mungkin dia sudah punya pacar? makanya sikapnya jadi hangat?" cerocos Riana.

"Bisa jadi," ucap Kiara sambil mempercepat langkahnya. Jujur, dia merasa bersalah pada Riana karena belum menceritakan hubungannya dengan Kaisar. Padahal mereka bersahabat cukup lama, dan selama ini Riana adalah tempat Kiara untuk berkeluh kesah. Tapi sampai sekarang, Kiara masih belum berani jujur padanya tentang hubungan dirinya dan Kaisar.

"Kapan ya, aku ngomong ke Riana? apa aku ijin dulu dengan Pak kaisar? ah! nggak usah lah! toh Riana bukan orang yang ember ke sana kemari!" batin Kiara.

"Ri, nanti kita maksi di luar ya? agak jauhan dari kantor. Aku mau cerita sesuatu yang sangat penting!" bisik Kiara.

"Apaan? si Fero deketin kamu lagi? atau Ibu tiri sama adek tiri mu berulah lagi? hirgh! gemes gue lama-lama sama mereka berdua! kok kamu bisa betah sih tinggal bareng dua orang itu!" geram Riana.

"Bukan, bukan itu. Pokoknya nanti aku cerita, deh," ucap Kiara sambil menarik Riana masuk ke dalam lift.

Saat sampai di ruangan admin, Kiara dan Riana terdiam dan saling pandang saat melihat Mona yang tengah membersihkan meja kerjanya. Mona memasukkan semua barang pribadinya pada kotak kerdus berukuran lumayan besar, dengan wajah yang sedih, bahkan ada sebulir air mata mengalir di pipinya.

Riana mendekati Ilham dan mengetuk kubikelnya -pelan. "Kenapa tuh si Momon? kok udah beres-beres aja? bukannya kontraknya masih  sebulan lagi?" bisik Riana.

"Dia di pecat oleh Pak Kaisar. Pagi ini surat pemecatannya turun dan di terima langsung oleh Pak Rico," jawab Ilham dengan berbisik pula.

Riana tampak terkejut, bahkan mulutnya membentuk huruf 'O' tanpa suara.

"Sst! tau nggak? kabarnya, saking getolnya Pak Kaisar ingin mengusir si Momon dari perusahaan, Pak Kaisar sampai memberikan gaji full tiga bulan untuk Mona supaya dia cepat angkat kaki dari perusahaan!" lanjut Ilham.

"Astaga! keenakan bener tuh orang! harusnya Pak Kaisar nggak usah kasih gaji, lah! tendang aja bokongnya! orang nggak pernah kerja juga, ngapain buang-buang uang!" ketus Riana, namun ada sorot kepuasan di matanya saat memandangi Mona yang tertunduk lesu.

"Sudah, sudah, ayo kerja aja," ucap Kiara mencoba menghentikan gosip yang makin memanas antara Riana dan Ilham.

"Ah! kamu itu suka banget merusak suasana! aku sedang menikmati sensasi ini, tau! Sensasi pembalasan karma kepada manusia durjana. Eh? bagus juga di jadikan judul sinetron, ya?" ucap Riana sambil terkikik sendiri.

Mona semakin sedih dan kesal mendengarkan ucapan Riana. Dia pun meletakkan kerdusnya dengan sedikit kasar, lalu berjalan mendekati Fero yang tampak diam di balik kubikelnya.

"Fero! gimana nih? kok malah aku yang di pecat?" gerutunya sambil menarik lengan baju Fero.

"Sudahlah Mon, bukannya itu lebih baik? kalau kamu nggak di pecat sekarang, sebulan lagi kan kontrakmu habis. Dan kalau kamu berhenti saat kontrak habis, kamu nggak dapet apa-apa, tau! masih syukur kamu di kasih tiga bulan gaji, kan?" kawab Fero dengan cuek.

"Tapi, kan, siapa tau aku bisa lanjut kontrak atau jadi karyawan tetap," keluh Mona.

"Jadi karyawan tetap?" decih Fero sambil tertawa kecil, "mana mungkin! kerja mu aja nggak ada yang becus!"

"Tapi kan, kamu bisa bantu aku!"

"Yang punya perusahaan ini tuh Om Kai, bukan aku! mana bisa aku membantumu! sudahlah Mon, terima saja. Toh kamu juga dapat banyak uang," ketus Fero yang malas menanggapi Mona karena dia sedang pusing memikirkan bagaimana cara memisahkan Om-nya dan Kira.

"Kamu jahat! ini semua kan gara-gara kamu! gara-gara kamu menyuruhku untuk mera-"

"Sstt!" Fero langsung membekap mulut Mona. "Jangan berani-berani bicara seperti itu di sini! sudahlah, nanti aku bantu carikan kamu pekerjaan lain!" desisnya.

Mona mengangguk lalu berjalan kembali ke kubikelnya untuk melanjutkan aktivitasnya beberes.

Kiara terus memperhatikan Mona dan Fero dari mejanya, dia penasaran kenapa Fero tiba-tiba ketakutan dan langsung menghentikan ucapan Mona. Apa sebenarnya yang ingin Mona ucapkan?

Drrtt. Drrrt.

Lamunan Kiara buyar saat ponselnya berdering dan dia melihat nama Kaisar di layarnya. Dengan segera Kiara pun mengangkat telpon dari Bos nya itu.

"Halo?"

"Kia, nanti kita makan di mana?" tanya Kaisar to the point.

"Ma-maaf Pak, hari ini Saya ada janji makan siang dengan Riana," tolak Kiara dengan nada selembut mungkin.

"Kenapa?"

"Eh? kenapa apanya?'

"Kenapa tiba-tiba menjauhi Saya?"

"Bu-bukan Pak! tapi memang sudah lama Saya nggak makan siang dengan Riana-"

"Ya sudah!" Kaisar langsung menutup panggilan telponnya. Dan tentu saja meninggalkan kekosongan di hati Kiara.

1
Rahmi Mamimima
Kyknya yg prlu di doain bukan bpknya kiara. Tp karina sm anaknya dan vero 🤣
Di rukyah sklian mreka bertiga😄
Rahmi Mamimima
😭😭😭😭😭Ini apaan thor.. Bawangnya bnyak bgt bkin nanges
Rahmi Mamimima
Salsa siapa ya thor
hiro_yoshi74
ben kualat🤭✌
juwita
tiga org g waras. org mah lg berkabung ini mlh mkn. usir sj kia ayah mu udh g ada ini. 3 benalu itu keluar kan dr rmh mu biar jd gembel. jgn" surat rumah kia udh di pegang sm nenek lampir
Nurhayati Tanjung
semangat y kita masih nunggu update nya
hiro_yoshi74
ok kita tunggu pengusiran duo uler keket .....
semangt kk 💪 ak kasi pote dah 🤭🤣🤣🤣🤣
kirain dari nt lagi trobel kok dari semua karya" gog" ngak ada up sama sekali ✌
juwita
klo dl almarhum suami g bisa ngewaliin anak ku pdhl dia udh janji klo anak nikah mau dtg tp takdir berkata lain sblm bisa jd wali udh di panggil duluan sm yg maha kuasa😭😭
kalea rizuky
makanya g usa nikah lagi pak dpet istri lampir kok di pertahan kan situ gatel
Aisyah Ranni
😭😭😭😭 bawang merah lg mahal Thor kenapa dikupas disini
hiro_yoshi74
😢😢😢 meleset dari bmkg padahal tingal ngitung hari dikit lagi eh.... malah ayah yg udah ngak sabar 😂😂😂
Abel Incess
pagi" tapi ini mata serasa kena bawang
😭😭😭😭
juwita
ka tami Reyhan itu spa ya? sering di sebut
Tamie: maafkan akoh kak... itu nama Kaisar sebelumnya. Awal bikin nopel ini, lupa blm di edit.. hehe udah ak revisi, trima kasih ya...
total 1 replies
hiro_yoshi74
yah bakalan ldr an ini ma . 3 hari berasa 3 bulan ea ea
Tamie: kuat nggak ya...? wkwkwk
total 1 replies
Abel Incess
so sweet 😍😍😍
Tamie: ,,^.^,,
total 1 replies
hiro_yoshi74
wk wk jadi ani ani juga sekarang mon
Tamie: usaha sampingan 😌😓
total 1 replies
partini
seehhh dah Bangkotan pun di embat 🤣🤣🤣
aihhh Thor ini kisah nyata ada loh dulu pas th 1998 anak SMA di bawa masuk ke losmen di jakarta tapi aku lupa cuma inget Deket universitas
hilir mudik masih pakai seragam sekolah
partini: iy tahun 1998
total 2 replies
hiro_yoshi74
wah parah ngak usah jadi kasihan ki yg ini lebih paran ngedramanya
Tamie: ratu pick me😌
total 1 replies
juwita
dasar Vina ulat bulu
Tamie: manggatal terooos 🫩
total 1 replies
hiro_yoshi74
kenapa ngak di iusir aja kia . kan bikin tensi naik kalo tiap hari mesti ngedrama . kalo ngk mau ya seret aja mona sama emaknya biar kapok
Tamie: akan ada masanya mereka ditendang ngahahahaha🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!