NovelToon NovelToon
Menikah Karena Fitnah

Menikah Karena Fitnah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Zafira adalah perempuan sederhana yang hidup tenang—sampai satu malam mengubah segalanya. Ia dituduh mengandung anak Atharv, pewaris keluarga terpandang.

Bukti palsu, kesaksian yang direkayasa, dan tekanan keluarga membuat kebenaran terkubur.

Demi menjaga nama baik keluarga, pernikahan diputuskan sepihak.

Atharv menikahi Zahira bukan sebagai istri, melainkan hukuman.

Tidak ada resepsi hangat, tidak ada malam pertama—hanya dingin, jarak, dan luka yang terus bertambah.

Setiap hari Zahira hidup sebagai istri yang tak diinginkan.

Setiap malam Atharv tidur dengan amarah dan keyakinan bahwa ia dikhianati.

Namun perlahan, Atharv melihat hal-hal yang tidak seharusnya ada pada perempuan licik:
Ketulusan yang tak dibuat-buat

Air mata yang disembunyikan.

Kesabaran yang tak wajar.

Kebenaran akhirnya mulai retak.

Dan orang yang sebenarnya bersalah masih bersembunyi di balik fitnah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbongkar Sedikit

Keheningan menyelimuti ruang keluarga setelah kesaksian Sari. Semua mata tertuju padanya, menunggu reaksi berikutnya. Sari berdiri kaku, mencoba menenangkan diri. Tiba-tiba, matanya menatap jauh, seakan ingatannya melompat ke suatu momen tertentu.

“Bukannya ini pembahasan sudah terjadi?” gumamnya tanpa sadar, suaranya nyaris setengah berbisik.

Seluruh ruangan langsung menoleh. Zafira menatap Sari penuh tanya, Atharv menegakkan punggungnya, alis berkerut, dan Raisa menahan senyum tipis namun matanya kini penuh rasa ingin tahu.

“Maaf, Sari, maksudmu apa?” tanya Nyonya Maharani lembut namun waspada.

Sari menghela napas dalam.

“Sebenarnya, sebelum pertemuan keluarga ini dimulai, Raisa sempat berkunjung ke mansion kedua, Ibu. Saat itu, aku sedang menyiapkan makan malam dan membersihkan ruangan. Aku mendengar sebagian pembicaraan mereka percakapan itu sama persis dengan pertengkaran antara Tuan Atharv dan Nona Zafira yang aku lihat sebelumnya.”

Zafira menatap Sari dengan mata berkaca-kaca.

“Percakapan apa, Sari?” tanya Zafira berusaha menyembunyikan sesuatu

Sari menelan ludah.

“Saya mendengar Nona Raisa menyindir Nona tentang hal-hal yang tidak benar. Tuan Atharv jadi marah, dan saya mendengar setiap kata, termasuk tuduhan dan kemarahan yang muncul. Semuanya terdengar nyata, sama persis dengan yang terjadi di mansion utama nanti.”

Raisa menyipitkan mata, suaranya terdengar dingin.

“Oh? Jadi kau bilang kau mendengar semuanya?”

“Ya,” jawab Sari cepat, sedikit gemetar. “Saya ingat sekarang. Saat itu saya hanya diam dan melihat, tapi semua kata-kata itu benar-benar terjadi.”

Pak Dharma menunduk sejenak, menatap Zafira serius.

“Kalau begitu, tampaknya gosip ini sengaja dibuat dan disebarkan. Kesaksianmu bisa membantu menguak kebenaran.”

Atharv menatap Raisa dengan mata membara. “Ini artinya semua yang kau tuduhkan hanyalah permainanmu.”

Zafira menarik napas, hatinya berdebar. Untuk pertama kalinya sejak fitnah itu dimulai, ada bukti nyata yang menunjukkan bahwa semua yang menimpanya hanyalah manipulasi.

Sari berdiri tegang, namun terlihat lega. Sedikit demi sedikit, kebenaran mulai terbuka. Ruang keluarga kini dipenuhi ketegangan dan penasaran semua menunggu langkah selanjutnya dari Raisa atau Atharv.

Tak lama setelah Sari mengungkap ingatannya, ia menelan ludah dan menunduk sejenak, menyiapkan diri untuk mengatakan sesuatu yang berat.

“S-saya, saya mohon maaf atas semuanya,” suara Sari bergetar. “Saya tahu ini hanya pernikahan paksa di antara Tuan Atharv dan Nona Zafira. Tapi, waktu itu, saya melihat Tuan Atharv memukul wajah Nona Zafira saat beliau sangat marah.”

Ruang keluarga mendadak hening. Semua mata tertuju pada Atharv, sementara Zafira hanya menunduk, diam, menahan napas dan tidak berkata sepatah kata pun. Jantungnya berdegup kencang, dada terasa sesak, tapi bibirnya tetap tertutup rapat.

Pak Dharma menatap Atharv dengan tajam. “Apakah ini benar?”

Atharv menelan ludah, suaranya berat.

“Itu, terjadi saat emosi memuncak. Tapi aku tidak bermaksud menyakiti Zafira.”

Nyonya Maharani menatapnya tajam.

“Tindakan itu tidak bisa dibenarkan. Kekerasan dalam pernikahan, apalagi terhadap istri sendiri, tidak bisa dibiarkan.”

Pak Surya menambahkan dengan nada serius.

“Apapun alasannya, ini salah. Seharusnya kau mengendalikan dirimu, Atharv.”

Tante Ratna dan Dina juga menatap Atharv dengan raut kecewa.

“Zafira hanya bisa menunduk karena takut,” kata Dina pelan, menahan amarah.

Raisa menatap semua orang dengan senyum tipis, matanya penuh kemenangan.

“Aku hanya mengatakan yang aku lihat. Bahwa Zafira sering bersama pria lain saat Atharv tidak ada di rumah.”

Percikan fitnah itu menjalar ke seluruh ruangan. Semua menatap Atharv dengan kecurigaan dan kemarahan, sementara Zafira tetap diam, menunduk, membiarkan semua itu menumpuk di pundaknya.

Atharv merasakan tatapan tajam dari setiap anggota keluarga. Ia menahan napas, sadar bahwa semuanya kini menyalahkannya. Dan yang lebih menyakitkan semua ini berawal dari kata-kata Raisa.

Zafira tetap diam, hatinya bergetar, menahan kesedihan yang begitu dalam. Ia tidak perlu bicara. Semua orang sudah melihat apa yang mereka percaya bahwa ia korban.

Dan fitnah Raisa yang menjerat Atharv membuat suasana semakin tegang, tanpa ada satu pun kata yang bisa mengubah persepsi mereka malam itu.

Suasana di ruang keluarga begitu tegang, setiap napas terasa berat, dan tatapan tajam bergantian antara anggota keluarga. Zafira tetap menunduk, diam, membiarkan ketegangan itu menimpa pundaknya. Setiap kata Raisa seperti jarum yang menusuk kepercayaan orang-orang di sekitarnya.

Raisa tersenyum tipis, matanya berbinar.

 “Sepertinya semua percaya padaku, ya?” ujarnya ringan, tetapi nada suaranya penuh kemenangan.

Atharv berdiri dari kursinya dengan gerakan cepat, kursi berdecit saat didorong ke belakang. Seluruh ruangan seketika hening, karena aura kemarahannya begitu menakutkan.

“Raisa!” suaranya menggelegar, penuh amarah.

Raisa menoleh, senyumnya tetap tipis tapi matanya menyipit.

 “Atharv tenang saja, aku hanya menyampaikan apa yang aku lihat.”

Atharv melangkah maju, jarak antara mereka hanya beberapa langkah. Nadanya menusuk, dingin tapi tajam.

“Apa maksudmu menyebarkan gosip itu? Kau tahu dampaknya pada pernikahanku? Pada Zafira?”

Raisa mengangkat bahu santai.

“Aku hanya mengatakan fakta yang kulihat. Kau marah? Itu bukan urusanku.”

“Fakta?” Atharv tertawa getir, suaranya bergetar karena amarah. “Fakta menurutmu hanyalah kebohongan yang bisa menghancurkan rumah tangga orang lain!”

Pak Dharma menatap Atharv dengan serius, mencoba menenangkan situasi.

“Atharv, kontrol dirimu. Tapi aku ingin kau dengar dulu keterangan semua saksi sebelum bertindak.”

Nyonya Maharani menambahkan dengan tegas,

“Atharv, jangan biarkan amarah menguasaimu. Tapi Raisa, ucapkan apa yang benar-benar kau lihat, jangan manipulasi.”

Raisa tetap tersenyum, tidak bergeming. “Aku hanya menyampaikan pengamatanku, Tante”

Atharv menatap Raisa tajam, langkahnya semakin mendekat.

“Kau membuat semua orang salah paham dengan tuduhanmu! Kau tahu apa yang kau lakukan pada Zafira?”

Zafira tetap diam, menunduk. Namun hatinya berdebar hebat, melihat amarah Atharv yang begitu nyata—bukan pada dirinya, tapi pada Raisa, orang yang telah menjerat mereka dalam fitnah.

Pak Surya menambahkan dengan nada tegas,

“Atharv benar. Ini terlalu jauh. Gosip dan fitnah tidak seharusnya terjadi di keluarga ini.”

Dina menatap Raisa tajam. “Kau tidak seharusnya membuat masalah menjadi besar. Lihat sendiri apa yang kau timbulkan.”

Raisa tetap tenang, tapi matanya menyiratkan ketegangan yang tersembunyi. Atharv berdiri di hadapannya, marah dan tidak terkendali, sementara seluruh keluarga menahan napas menunggu bagaimana pertarungan kata dan amarah ini akan berakhir.

1
Yuningsih Nining
sudah waktunya untuk ngebangun kepercayaan di antara kalian, saling mengukuhkan utk tumbangin niat si raisa dgn fitnah² atau pun trik²lain di otak kotor nya
Ariany Sudjana
saya pikir update baru, ternyata cerita kemarin di ulang lagi hari ini
Ndaa: maaf, terdouble kayaknya. soalnya sedikit gangguan tadi.
total 1 replies
Ariany Sudjana
jadi fitnah Raisa sudah dipatahkan dengan hasil pemeriksaan dokter, saatnya kalian berdua membuka hati, jangan ada celah orang ketiga masuk dalam kehidupan rumah tangga kalian
Ariany Sudjana
sudahlah zafira, tinggalkan saja laki-laki seperti atharv, kok lebih percaya sama si ratu racun Raisa. masih banyak laki-laki di luar sana yang lebih bisa menghargai perasaan istrinya dan pasti lebih bertanggung jawab
Ariany Sudjana
bagus zafira, kamu harus tegas, jangan biarkan ular berbisa seperti Raisa, menghancurkan rumah tangga kamu dan atharv
Ariany Sudjana
bagus zafira kamu harus tegas, jangan biarkan perempuan murahan seperti Raisa itu menindas kamu dan atharv kalau kamu mau berpikir, selidiki dulu kebenarannya, jangan termakan omongan Raisa yang beracun itu. atau jangan-jangan Raisa itu mencintai atharv? cuma karena atharv sudah menikah dengan zafira, jadi segala cara dia lakukan untuk menghancurkan zafira
Ariany Sudjana
muak dengan ular berbisa Raisa ini
muna aprilia
lanjut
Ariany Sudjana
ga suka sama atharv,. laki-laki kok lemah dan gampang dipengaruhi sama si ratu ular Raisa
Arw
ceritanya bagus kak...d tunggu Up-nya...seru..ga sabar nunggu Up
sunshine wings
Apalah makna sebuah ikatan tanpa hubungan.. Seperti orang asing.. Tapi ya sudahlaa..
sunshine wings
Tapi kamu tidak menyayangi Zafira apalagi mencintainya Arthav.. 🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️
sunshine wings
🥹🥹🥹🥹🥹
sunshine wings
Alamak! 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
sunshine wings
Ikhlaskan aja sayang maka hidupmu akan diserikan dengan bunga² cinta disinari dengan warna² pelangi yg sangat terang.. ❤️❤️❤️❤️❤️
Heny
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!