Amara yang tidak percaya pernikahan lagi, kini tiba-tiba ada seorang yang menawarkan pernikahan sebagai pengganti 100 hari tanpa iya duga ternyata dia adalah pria yang pernah menolong nya pria yang selalu dia anggap lemah dan bodoh.
Dalam pernikahan itu kedua nya saling membantu dalam karir dan kekeluargaan walaupun di penuhi dengan saling mengejek dan perdebatan, hingga tepat di hari ke 100, Amara yang di jebak oleh musuhnya meminum obat terlarang dan membuat mereka melakukan hubungan suami istri yang tidak ada dalam pikiran nya, rasa cinta yang baru mulai di sadari justru malah berakhir dengan rasa kecewa karena adiknya sadar dari koma nya.
konflik semakin banyak rahasia masa lalu mulai terungkap saat mantan suaminya mengejarnya, di tambah masalah tentang identitas Amara yang menjadi ancaman bagi nya, siapa kah sebenarnya Amara dan Rahasia Apa yang di sembunyikan mantan suaminya?
Apakah Amara akan memilih kembali dengan sang mantan atau justru malah memilih suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Kalista putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara Suami, Mantan pacar dan mantan Suami
"Bukan, Itu bukan anak nya Aku sama Amara, tapi anak adopsi ku, kami sudah bercerai lama," jawab Arnav dengan cepat karena merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut.
"Sotoy deh istriku ini," Kelvin langsung menatap istrinya dengan tidak habis pikir .
"Sory yah, istri ku ini cuma nebak, gak ada niatan untuk apa-apa," lanjut nya merasa sangat begitu tidak enak hati.
"Jadi Aku salah yah? Terus yang benar gimana?" tanya Naomi sambil tertunduk, Dia jadi malu sendiri.
"Yang benar itu Aku dan Glen ini pasangan, dan Dia sama sepupuku, Mba kamu sebaiknya jangan asal nyeletuk gitu aja," jawab Amara menggunakan mode Amira.
"Ya udah duduk dulu, kita ngobrol dengan santai," Amara menyuruh orang untuk mengatur meja duduk, agar mereka bisa gabung jadi satu meja.
Amara pun menjelaskan panjang lebar dengan mode Amira lemah lembut, walaupun itu cukup membuat nya tidak nyaman.
"Tapi kok kamu sudah tidak culun lagi?" tanya Naomi setelah mendengar cerita Amara.
"Culun itu cuma pura-pura biar tidak mencolok, tapi wajah kami kan identik, jadi yah sekarang kan udah gak sekolah yah tampil apa adanya aja," jawab Amara dengan santai.
"Gitu yah, padahal tadi udah excited banget ketemu Amara, cuma di angan ku saja," jawab Naomi merasa kecewa.
"Gak papa kalo mau gabung, kita triple date aja kalo gitu," tawar Amara yang lagi-lagi menggunakan mode Amira yang lembut.
"Jadi anak ini cuma anak adopsi? Tapi kok bisa mirip yah?" Naomi yang masih penasaran terus menatap Adara dengan heran.
"Memang nya kenapa? Kalo anak adopsi? Memang gak boleh mirip Ayah? Memang cuma sedarah aja yang boleh mirip?" Adara yang merasa di olok-olok merasa tersinggung, anak kecil itu menatap Naomi tidak suka.
"Faktanya, Ayah dan kakek Devit gak sedarah, tapi orang bilang mereka mirip," lanjut nya dengan tersulit emosi, jiwa lainnya keluar.
"Bukan gitu, maaf yah, Tante ini mulut nya suka gak bisa dikontrol," Naomi merasa bersalah karena wajah Adara tampak memerah hendak menangis.
"Hayo loh, bikin anak orang nangis," Kelvin bukan nya bantu bujuk malah menakuti istri nya.
"Kamu ini ngeselin deh," Decak Naomi menatap suaminya dengan kesal.
"Sayang, jangan nangis yah, cup-cup," Naomi mendekat ke arah Adara, mengelus rambut gadis itu, karena takut gadis itu menangis.
"Stop begitu Tante, Aku bukan anak kecil yang cengeng, cuma Aku kesel saja, jika ada yang bicara begitu," Jawab Adara sambil melipat tangan di dada sambil cemberut.
"Jadi Maafin gak?" tanya Naomi sambil menatap penuh harap.
"Maafin, tapi ada syaratnya," jawab Adara sambil tersenyum smirk.
"Adara, kamu jangan mempersulit orang," Arnav berusaha untuk mengasih pengertian pada putri nya.
"Tidak Ayah, cuma mau bilang, bagaimana kalo kalian lomba makan di suapin pasangan, biar gak ngebosenin makan nya," jawab Gadis itu memberi usulan.
Semuanya saling pandang satu sama lain, merasa ragu terutama Arnav yang malas jika harus menyuapi Amera.
"Aku setuju," Glen yang sedari tadi diam langsung semangat empat lima, membuat Amara menatap suaminya dengan tatapan tajam, tapi pria itu memilih untuk acuh saja.
"Bagaimana dengan yang lain?" tanya Adara menatap semua nya.
"Oke siapa takut, hadiah nya apa?" tanya Kelvin yang merasa tertarik.
"Yang menang dapat traktiran dari yang kalah, sama bonus foto bareng Adara, gimana?" jawab Adara sambil tersenyum sumringah, membuat semua orang merasa tidak habis pikir dengan pikiran Adara yang seperti orang dewasa.
"Deal," jawab Glen dan Kelvin dengan mantap walaupun yang lainnya diam saja.
Setelah menunggu makanan di hidangkan, semua nya bersiap untuk nyuapin pasangan masing-masing, Adara juga ikut lahap makan sambil sesekali senyum-senyum sendiri.
Pasangan Glen dan Amara makan dengan fokus begitu pula dengan pasangan Kelvin dan Naomi, namun berbeda dengan pasangan Arnav dan Amera yang lagi-lagi Amera kesedak gara-gara Arnav menyuapi nya kegedean.
"Ayah, mulut Tante Amera kecil, jadi kurangi porsi nya," tutur Adara yang merasa tidak nyaman melihat tingkah Ayah nya.
Arnav hanya menanggapinya dengan anggukan saja karena sebenarnya merasa malas.
"Dasar Ayah payah," cibir Adara yang terus mengomentari Ayah nya.
Namun pria itu memilih tetep acuh, pandangannya lagi-lagi tidak fokus terus menatap ke arah Amara yang tampak terlihat beberapa kali adu argumen kecil dengan Glen, begitu pula dengan Kelvin yang terkadang curi-curi pandang ke Amara juga.
'Gak expect banget, harus gabung makan bareng dua mantan, rasa nya bikin risih, mana mereka mata nya gak mau diam lagi,' batin Amara yang merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut.
"Uhuk-uhuk," Amara yang merasa tidak nyaman langsung kesedak, hal itu membuat ketiga pria itu langsung berdiri memberikan segelas air putih.
Namun wanita itu memilih untuk mengambil punya suaminya untuk cari aman.
"Kamu tuh kalo grogi pasti kesedak gitu, udah kebiasaan," ucap Kelvin tanpa sadar, sambil duduk kembali.
"Hah?" Amara malah terplongo-plongo menatap Kelvin dengan heran, setelah merasa tenggorokan nya baikan.
Hal itu membuat Naomi langsung menatap ke arah Suaminya.
"Jadi kamu masih belum move on dari mantan mu? Kamu masih aja ingat kebiasaan nya? giliran kebiasaan ku kamu suka lupa," omel Naomi yang merasa kesal dengan suaminya.
"Bukan gitu sayang, itu cuma gak sengaja," jawab Kelvin yang merasa tidak aman dengan situasi tersebut, dalam hati Dia merutuki kebodohan nya sendiri.
"Aaah pokoknya Aku kesal, padahal Aku sudah mengandung Anak kamu, tapi tetep aja Aku gak jauh berarti dari mantan mu," ucap Naomi yang langsung berjalan ke pintu keluar.
"Sayang jangan ngambek, itu lomba nya belum kelar," Kelvin langsung mengejar istri nya karena merasa takut terjadi apa-apa.
"Bodo amat," Naomi langsung keluar begitu saja namun kasir segera menghentikan langkahnya, karena belum membayar makanan.
"Mba nya belum bayar," ucap kasir itu dengan hati-hati.
"Mereka yang bayar," jawab Naomi menunjuk ke arah meja tadi lalu langsung segera pergi.
"Ada aja tingkah manusia satu itu, padahal niatnya mau kabur dari bayar makan, pake alasan ngambek segala," cibir Amara yang tahu sifat sahabatnya itu.
"Oya? Kamu kenal Dia yah?" Amera menatap Amara dengan pura-pura.
"Iya lah temen kak Amara, kan satu sekolahan cuma beda kelas aja," jawab Amara dengan dingin, lalu langsung berdiri.
"Kita pulang aja yuk, tiba-tiba ada urusan," lanjut nya sambil merangkul Glen dengan mesranya.
"Terus yang bayar siapa?" tanya Adara menatap ke arah Amara dan Ayah nya.
"Om yang bayar deh," jawab Glen dengan cepat.
"Gau usah, biar Aku aja," sambung Arnav segera berdiri.
"Lomba nya belum selesai, jadi bayar sendiri aja, punya Dia kita yang bayar," usul Glen yang kekeh bayar sendiri, membuat keduanya saling menatap satu sama lain.
"Biar Aku saja yang bayar deh, kalian kalo tatapan begini malah gak ada habisnya," ucap Amera yang merasa jengah Dia merasa kesal sendiri, karena kedua orang itu seperti sedang memperebutkan Amara.
***
"Jadi tadi kedua mantan mu?" tanya Glen setelah sudah berada di dalam taxi.
"Seperti yang Lo lihat tadi," jawab Amara dengan singkat.
Kemudian dua manusia itu saling diam satu sama lain, Glen merasa niatnya Ngedate bareng Amara justru malah gagal total karena kedatangan mantannya istrinya.
BERSAMBUNG