NovelToon NovelToon
PENGGANTI 100 HARI

PENGGANTI 100 HARI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pengantin Pengganti / Obsesi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:895
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Kalista putri

Amara yang tidak percaya pernikahan lagi, kini tiba-tiba ada seorang yang menawarkan pernikahan sebagai pengganti 100 hari tanpa iya duga ternyata dia adalah pria yang pernah menolong nya pria yang selalu dia anggap lemah dan bodoh.

Dalam pernikahan itu kedua nya saling membantu dalam karir dan kekeluargaan walaupun di penuhi dengan saling mengejek dan perdebatan, hingga tepat di hari ke 100, Amara yang di jebak oleh musuhnya meminum obat terlarang dan membuat mereka melakukan hubungan suami istri yang tidak ada dalam pikiran nya, rasa cinta yang baru mulai di sadari justru malah berakhir dengan rasa kecewa karena adiknya sadar dari koma nya.

konflik semakin banyak rahasia masa lalu mulai terungkap saat mantan suaminya mengejarnya, di tambah masalah tentang identitas Amara yang menjadi ancaman bagi nya, siapa kah sebenarnya Amara dan Rahasia Apa yang di sembunyikan mantan suaminya?

Apakah Amara akan memilih kembali dengan sang mantan atau justru malah memilih suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Kalista putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyusun Rencana

"Siapa kamu," teriak Tuan Mahendra langsung menyalahkan lampu.

Namun dengan sigap Amara langsung lari ke arah pintu, namun saat hendak melempat dari balkon, Tuan Mahendra malah memegang tangan nya membuat Amara merasa kesal.

Hingga akhirnya Amara mengeluarkan serbuk andalan nya, membuat pria itu melepaskan tangan nya.

"Sialan," umpat Tuan Mahendra merasa perih di mata nya.

"Laura cepat ambil piston," perintahnya pada Laura yang masih berada di dalam kamar.

Sedangkan Amara yang merasa Aman langsung melempat dari balkon, namun justru malah ambruk di tubuh Glen, karena pria itu tidak menyingkir saat wanita itu melempat hingga kurang keseimbangan Glen pun jatuh telentang, hingga kondisi nya sekarang tubuh Amara di atas tubuh Glen.

"Aduh, dasar bodoh, bukan nya menyingkir malah sengaja ingin menangkap, tapi justru malah bikin badan remuk sendiri," umpat Amara merasa kesal dengan Glen.

"Biar romantis, kayak di drakor," jawab Glen sambil tercengir, memegang punggung nya yang terasa nyeri.

Dor..Dor...

Secepat kilat Amara langsung membalikkan badan Glen, membuat keduanya menjadi sangat begitu intim.

"Jantung ku mau copot, karena ini," ucap Glen sambil menatap ke arah Amara dengan lekat.

"Di situasi seperti ini, Lo malah becanda," ketus Amara dengan kesal berusaha untuk berdiri namun tiba-tiba.

Doooor

Suara tembakan kembali terdengar, membuat Amara segera menggulingkan tubuhnya dan Glen ke samping sehingga tembakan itu meleset lagi.

"Bangun bodoh, kita dalam masalah," umpat Amara karena Glen malah senyum-senyum sendiri.

"Lari, kita sudah ketahuan," lanjut Amara langsung berlari cepat, membuat Glen ikut serta, karena tembakan nya semakin banyak.

"Satpam tangkap penyusup itu," teriak Tuan Mahendra yang sudah berada di bawah, namun satpam itu justru malah tidak kunjung bangun, membuat Amara dan Glen bisa kabur dengan mudah tanpa hambatan.

"Dasar satpam tidak berguna, bisa-bisanya kecolongan," umpat Tuan Mahendra sambil menyiram satpam itu dengan air.

"Maaf Bos, kita tadi tiba-tiba merasa ngantuk," ucap satpam itu sambil mengucek matanya.

"Cepat kejar dua orang itu," perintah Tuan Mahendra membuat Satpam itu sigap naik ke atas motor.

Sedangkan Amara yang kini lari langsung naik ke atas motor Glen, membuat Glen naik di belakangnya.

Secepat kilat Amara mengendarai motor Glen, hingga membuat Glen merasa jantungan di buat nya, Dia jadi berpegangan asal pada Amara.

"Kondisikan tangan Lo, jangan memegang sembarangan," ketus Amara merasa tidak fokus dengan ulah Glen.

Glen justru malah meraba semakin nakal, membuat wanita itu mendengus kesal.

"Kok kenyal yah, apa sih," ucap Glen dengan polosnya.

"Aset Gue itu, hentikan atau kita oleng bareng nih," ketus Amara dengan kesal, membuat motor nya kesana kemari karena ulah Glen membuat nya tidak fokus.

"Sory, Aku tidak melihat, lagian kamu sih tadi ngebut banget, Aku takut," Glen langsung buru-buru mengondisikan tangan nya, Dia menjadi memerah sendiri, karena merasa malu sedangkan Amara justru malah merasa kesal.

"Kalo mesum yah mesum aja, gak ada alasan," ketus Amara dengan dingin.

"Tuhkan gara-gara Lo, mereka ngejar kita," Gerutu Amara saat melihat dua motor mengejarnya, membuat wanita itu akhirnya menghentikan motornya sebentar.

"Lah kok malah berhenti, bukan nya jalan?" tanya Glen merasa heran dengan istrinya itu.

"Lo yang bawa motornya aja, Gue males kalo Lo mesum gitu," jawab Amara merasa kesal dengan kejadian tadi.

"Dalam hitungan ke-tiga, lempar bubuk ini ke wajah mereka, nanti kita langsung tancap gas," bisik Amara menginterupsi.

"Akhirnya, Ketangkap juga kalian," ucap empat orang bertubuh besar itu langsung turun, namun dengan sigap kedua orang itu melempar bubuk itu hingga membuat mereka menjerit.

"Rasakan akibatnya," ucap Amara langsung naik ke atas motor dan Glen pun tancap gas.

Keduanya merasa sangat begitu lega setelah tidak di ikuti karena merasa misi telah berhasil.

Sementara di kediaman Laura, Mahendra dan Laura sedang menunggu hasil dari anak buahnya.

Mahendra yang melihat kedatangan anak buahnya langsung berjalan mendekat berharap tidak mengecewakan.

"Mana dua orang itu?" tanya nya langsung tude poin saat tidak melihat keberadaan dua orang yang di harapkan nya.

"Mereka kabur, kita kehilangan jejak, mata kami sampai perih banget, mereka lempar bubuk apa gitu," jelas keempat pria itu merasa ketakutan dengan amukan bos nya.

"Dasar tidak berguna, di suruh nangkep tikus kecil aja bisa kecolongan gitu," Mahendra menendang empat pria itu dengan marah.

"Gimana ini? Mana tadi kayaknya penyusup itu merekam video lagi," ucap Laura merasa ketakutan.

"Kita cek CCTV, pelakunya pasti bisa kita lihat dan lacak," ucap Mahendra dengan pikiran positif nya.

Mereka berdua pun bergegas menuju ke dalam kamar dan melihat rekaman CCTV namun hasilnya nihel, karena Amara sudah mencabut kabel CCTV sehingga tidak akan ada bukti apapun atau jejak kedatangan nya.

"Hah, kalo sampai bukti itu tersebar, habis kita," geram kedua nya merasa frustasi.

Suasana di kediaman Laura sedang kacau, berbeda dengan Amara dan Glen yang baru sampai di dalam rumah nya dengan tersengal-sengal, kedua nya duduk bersama sambil saling tersenyum sumringah.

"Ini pengalaman pertama ku, Bener-Bener kayak naik Lorelkoster," ucap Glen sambil terkekeh.

"Bukan Lorelkoster kali tapi Rollercoaster," balas Amara membenarkan.

"Iya itu," jawab Glen sambil tercengir karena salah sebut.

"Apa yang kamu dapatkan memang nya?" tanya Glen memastikan karena merasa penasaran.

"Sebuah bukti, sebuah rahasia besar yang gak semua orang tahu, dan sebuah penghianatan," jawab Amara sambil menunjukkan ponselnya.

Lalu Amara, menyuruh Glen melihat video yang direkam tadi, Glen pun melihat itu dengan sangat begitu syok dan terkejut, saat mengetahui fakta itu.

"Jadi selama ini, Papa membesarkan anak orang lain, gak nyangka ternyata Paman Mahendra, Dia yang ku anggap pria paling setia ternyata penghianat," Glen menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya dengan kenyataan itu.

"Kapan kita bergerak?" tanya Amara menatap Glen dengan penasaran karena Amara suka kehebohan.

"Dua bulan lagi, pernikahan Wisnu kita lakukan itu, selama itu kita diam-diam seolah tidak terjadi sesuatu, biar bom nya meledak dan hancur," ucap Glen dengan tersenyum seringai membuat Amara merasa puas dengan sikap Glen yang berubah.

Malam itu mereka merencanakan banyak hal, menyusun rencana dan bersatu dalam damai.

Sementara Di Sisi lain, Darel sangat begitu marah dengan sepupu nya Amera, Dia langsung membanting wanita itu ke atas ranjang apartemennya.

"Kamu sudah gila yah? selama ini Aku cukup kasih kelonggaran yah? Bukan berarti Aku akan membiarkan tubuh mu di jamah orang lain yah?" hardik Darel dengan emosi, membuat Amera berusaha untuk menghilangkan pusing di kepalanya.

"Aku cuma main-main saja, kau terlalu berlebihan," jawab Amera dengan acuh.

"Kamu tahu, Aku begitu karena apa?" lanjutnya menatap Darel dengan penuh tanya.

"Arnav iya kan?" jawab Darel lalu duduk di samping Amera, kini emosi nya sudah jauh lebih baik.

"Bukan hanya itu, tapi kenapa kamu juga tidak bilang kepada ku, bahwa Amara sudah balik dari luar negeri." Amara meluapkan kekesalannya, menatap Darel dengan tatapan tajam.

"Dan kenapa malah nikah sama Glen, lantas di mana Amira, kenapa malah di sembunyikan begini," lanjut nya menatap Darel penuh tanya.

"Amira kecelakaan, Aku juga gak tahu, apa yang Glen dan Ayah rencanakan, tapi satu hal Aku gak terlibat dalam hal itu," jawab Darel panjang lebar, mengangkat bahunya tidak mengerti.

"Harusnya kamu jangan biarkan Amara balik lah, kamu tahukan sudah 7 tahun Aku berusaha untuk sampai di posisi ini, biar di lihat sedikit aja oleh Arnav, tapi semuanya kacau hanya karena adik mu." Amera berucap dengan penuh harap, Dia bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun atas perbuatannya.

"Kamu memang egois, Aku nyesel banget sudah mencintai kamu sejauh ini, bahkan mengorbankan adikku sendiri, tapi ini balasan nya, kamu gak mau lihat Aku sedikitpun, sadar Aku yang selalu ada buat kamu bukan Dia, ngerti gak sih?" balas Darel panjang lebar dengan tatapan terluka.

"Aku tidak bisa mencintai mu, di hatiku cuma ada kak Arnav itu yang harusnya kak Darel tahu," jawab Amera tidak merasa bersalah.

"Aku akan menyingkirkan siapapun yang mendekati nya, termasuk Amara sekalipun," lanjut nya penuh ambisi.

"Dan kalo sampai kamu melukai nya, Aku akan berada di lawan mu, ingat kamu pernah buat Adik ku gila, dan Aku akan selidiki kasus 7 tahun yang lalu," ancaman Darel yang merasa frustasi.

"Kak Darel mengancam ku?" tanya Amera menatap Darel dengan tatapan tajam.

"Bukan ancaman biasa, tapi sebuah peringatan keras, karena sekarang Amara bukan lawan mu, Dia punya Yuda Group yang bisa saja menghancurkan mu dalam sekejap, mungkin sekarang belum kalo bom nya meledak Dia bisa usut Kasus mu," ucap Darel dengan penuh peringatan membuat Amera terdiam.

"Berhenti menggila, kalo gak, Aku tidak akan membantu mu lagi, karena kamu tanpa Aku tidak bisa apa-apa," lanjut nya setelah nya langsung membanting pintu dengan kasar, membuat Amera merasa frustasi.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!