Lunara Airi, gadis keturunan Jepang yang dikenal sebagai Queen dari klan mafia Lotus Shadow, tewas dalam kecelakaan brutal akibat pengkhianatan musuh lamanya. Namun alih-alih mati, ia terbangun di tubuh seorang gadis keturunan Jepang bernama Aeryn Vynne Hakari — korban koma akibat pembullyan.
Di dunia baru yang tampak tenang namun penuh rahasia gelap, Lunara kini didampingi oleh sebuah sistem yang muncul dalam pikirannya.
Dengan sistem itu, ia menapaki kembali jalan menuju kekuasaan, balas dendam, dan pengendalian dunia modern yang hanya terlihat damai di permukaan.
Lunara bukan lagi hanya Queen dari dunia bawah…
Kini, dia adalah Aeryn Vynne Hikari — pemilik sistem yang bisa menundukkan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elle Nova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Simpul yang Mulai Mengencang
Malam di Tokyo biasanya tenang bagi mereka yang tidak memiliki dosa untuk disembunyikan, namun bagi Vortex Corp dan afiliasi Sato Kenji, ketenangan adalah kemewahan yang mulai sirna. Protokol Specter yang diaktifkan Aeryn tidak bekerja seperti serangan siber pada umumnya yang menghancurkan firewall atau mencuri data secara brutal. Specter bekerja seperti virus flu yang merayap pelan, tidak mematikan, namun cukup untuk membuat seluruh sistem tubuh lumpuh perlahan.
Di kantor pusat Vortex Corp, kekacauan-kekacauan kecil mulai bermunculan. Logistik bahan baku yang seharusnya tiba pagi ini tertahan di pelabuhan karena kesalahan kode kontainer yang sepele namun sulit dilacak. Di ruang rapat eksekutif, jadwal pertemuan penting antara Sato Kenji dan investor asing tiba-tiba bentrok secara internal dalam kalender digital mereka, memicu ketegangan dan saling tuduh antar-sekretaris.
Dokumen-dokumen kontrak yang dikirim melalui email mengandung kesalahan tipografi pada angka nominal yang berulang, memaksa tim hukum mereka bekerja lembur hanya untuk mengoreksi hal-hal remeh.
Tidak ada satu pun dari insiden ini yang cukup besar untuk disebut sebagai sabotase. Semua terlihat seperti rangkaian "kesialan wajar" atau kelalaian manusia. Di ruang rahasianya, Aeryn memantau aliran data tersebut melalui layar holografik. Matanya yang dingin tidak menunjukkan kilat kemenangan, hanya kepuasan teknis.
"Kerusakan terasa, tapi insting bahaya mereka belum terpicu," gumam Aeryn pelan.
Ia mencatat perkembangan itu dalam log internalnya. Musuh-musuhnya kini sedang sibuk memadamkan api-api kecil di kaki mereka, terlalu panik untuk menyadari bahwa arah angin sedang berubah, dan asap yang mereka hirup sebenarnya adalah awal dari sesak napas yang permanen.
Di SMA, kabar tentang "data nilai yang korup" milik Aeryn menyebar lebih cepat daripada pengumuman resmi sekolah. Lorong-lorong kelas yang biasanya bising dengan obrolan remaja kini dipenuhi bisik-bisik yang sengaja dikeraskan saat Aeryn lewat. Tatapan-tatapan penasaran, beberapa penuh simpati palsu dan lainnya penuh kepuasan terselubung, mengikuti setiap langkahnya.
Kia dan gengnya, yang selalu mencari celah untuk menjatuhkan citra Aeryn, tidak menyia-nyiakan momentum ini. Mereka tidak menyerang secara frontal itu terlalu berisiko mengingat posisi keluarga Hakari tapi mereka memainkan narasi yang lebih berbahaya di media sosial dan ruang ganti.
"Kau lihat kan? Sesempurna apa pun seseorang, sistem tidak bisa berbohong," sindir Kia saat mereka berpapasan di depan mading. "Mungkin selama ini nilainya memang hanya ilusi digital. Bahkan Aeryn V. Hakari bisa jatuh jika takdir menginginkannya."
Aeryn tidak berhenti, bahkan tidak melirik. Ia tetap berjalan dengan punggung tegak dan wajah yang stabil seperti permukaan danau di musim dingin. Namun, di dalam kepalanya, ia sedang melakukan pemetaan ulang. Sekolah bukan lagi zona aman tempat ia bisa bersembunyi di balik status siswi biasa. Tempat ini telah bertransformasi menjadi papan catur terbuka, di mana setiap siswa dan guru adalah bidak yang bisa digerakkan oleh musuh untuk menekan mentalnya.
Di antara semua orang di sekolah, Revan adalah yang paling gigih mengamati. Matanya yang tajam seolah mencoba menguliti lapisan-lapisan ketenangan Aeryn. Ia memperhatikan timing masalah sekolah yang muncul tepat saat ia mendengar kabar-kabar samar tentang gejolak di dunia bisnis orang dewasa,sesuatu yang ia tangkap dari pembicaraan ayahnya.
Suatu sore di perpustakaan, Revan menarik kursi di depan Aeryn tanpa izin.
"Kau terlihat sangat tenang untuk seseorang yang nilainya baru saja 'dihapus' oleh server," buka Revan, nada suaranya ambigu.
Aeryn tidak mengangkat wajah dari bukunya. "Panik tidak akan mengembalikan data yang hilang, Revan."
"Benar. Tapi kau tahu apa yang menarik? Kesalahan server itu sangat spesifik. Hanya menyerang namamu dan beberapa orang yang punya koneksi bisnis dengan keluargamu," Revan merendahkan suaranya. "Ini bukan tes akademik, Aeryn. Ini tes tekanan. Dan aku penasaran, seberapa besar beban yang bisa kau tanggung sebelum kau retak?"
Tidak ada tuduhan langsung, hanya kalimat-kalimat yang dirancang untuk menguji respons psikologisnya. Aeryn akhirnya menutup bukunya, menatap Revan dengan intensitas yang membuat pemuda itu sedikit tertegun. Revan belum tahu apa yang Aeryn sembunyikan, tapi ia yakin, ini bukan sekadar rahasia remaja. Ini adalah sesuatu yang bisa mengguncang kota jika terungkap.
Di kantor pusat Arashine Entertainment, suasana berubah menjadi dingin. Tim IT Arashine, di bawah instruksi tersembunyi yang disisipkan Aeryn ke dalam server mereka, berhasil menemukan pola dana yang identik dengan insiden SUZÙ CAFÈ.
Ketegangan internal mulai meningkat di lantai eksekutif. Ada manajer yang mulai takut karena merasa diawasi, dan ada beberapa pemegang saham minoritas yang mulai mempertanyakan keputusan-keputusan Aeryn yang dianggap terlalu berisiko.
"Nona, vendor logistik ini sudah bekerja sama dengan kita selama lima tahun. Memutuskan mereka sekarang akan membuat jadwal tur artis kita berantakan," protes sang manajer operasional.
"Kerja sama lima tahun tidak menjamin mereka tidak menjual data kita ke musuh," jawab Aeryn tanpa emosi. "Putus kontraknya hari ini. Aku tidak peduli berapa penaltinya."
Keputusan ini menciptakan gesekan internal yang hebat, namun Aeryn tidak mundur satu inci pun. Baginya, membersihkan satu bagian yang sakit jauh lebih murah daripada membiarkannya menyebar dan membusukkan seluruh agensi hiburan yang ia bangun dengan susah payah.
Di sisi lain, pergerakan di SUZÙ CAFÈ mulai membuahkan hasil. Staf administrasi yang dijadikan umpan oleh Aeryn menerima instruksi lanjutan dari perantara misterius. Mereka meminta staf tersebut mengunduh sebuah file "laporan pajak" yang sebenarnya berisi spyware tingkat tinggi.
Aeryn memonitor setiap bit data yang mengalir melalui jalur tersebut. Melalui teknik mirroring, ia berhasil melacak koordinat pengirimnya. Identitas perantara mulai terkuak,seorang broker informasi kelas teri di distrik Shinjuku,meski aktor utama di balik Vortex Corp masih bersembunyi di balik lapisan server luar negeri.
Aeryn membiarkan mereka merasa bahwa misi mereka berhasil. Ia memberikan data-data palsu yang terlihat sangat rahasia agar musuh merasa puas. Dalam benaknya, ia tahu hukum alam,ikan besar tidak akan pernah tertarik pada kail yang bergerak terlalu cepat atau terlalu agresif. Ia butuh musuhnya merasa menang sebelum ia menarik jeratnya.
Malam itu di mansion Hakari, makan malam terasa berbeda. Daddy Danu mulai mencium perubahan ritme hidup Aeryn melalui insting ayahnya yang sangat kuat. Ia memperhatikan bagaimana Aeryn sering terdiam lama sambil menatap kosong, padahal di dalam kepalanya Aeryn sedang memproses ribuan data dari Sistem.
Raka menangkap kelelahan yang tidak bisa disamarkan di bawah mata adiknya. Percakapan keluarga tetap terasa hangat, namun penuh dengan jeda yang tidak nyaman dan tatapan-tatapan tertahan.
"Aeryn, kalau sekolah terlalu melelahkan, kau bisa istirahat di rumah dulu," ujar Daddy Danu lembut.
"Aku baik-baik saja, Daddy," jawab Aeryn dengan senyum yang dipaksakan.
Aeryn sadar, menyembunyikan segalanya dari orang-orang yang paling mencintainya bukan lagi strategi jangka panjang yang cerdas. Retakan itu mulai muncul, bukan pada rahasianya, tapi pada hatinya yang merasa bersalah karena harus terus membohongi mereka.
Kembali ke ruang operasionalnya, laporan dari protokol Specter membawa temuan yang mengejutkan. Penggalian data terhadap silsilah bisnis Sato Kenji mengarah pada satu nama lama yang seharusnya sudah "mati" dari peredaran dunia bawah sejak lima tahun lalu.
Benang merah antara Sato Kenji, Vortex Corp, dan jaringan lama yang dulu pernah dihancurkan oleh Lotus Shadow ketika dirinya masih menjadi Lunara, mulai terlihat jelas. Ini bukan sekadar konflik bisnis atau masalah tender konstruksi Daddy Danu. Ini adalah dendam lama yang bangkit kembali dengan wajah baru, menggunakan jalur legal untuk menghancurkan apa yang tidak bisa mereka kalahkan di jalanan.
Aeryn menatap nama itu di layar. "Jadi, kau kembali untuk ronde kedua," desisnya.
Saat Aeryn menyendiri di kamarnya, Sistem-nya tiba-tiba menjadi aktif secara mandiri. Cahaya biru tipis berpendar di pupil matanya, dan sebuah suara digital yang netral namun tegas bergema langsung di dalam otaknya.
DING!!!
[Analisis Kondisi Subjek: Beban kognitif meningkat 45%. Ambang batas stres emosional hampir tercapai.]
"Aku bisa mengontrolnya," batin Aeryn dalam hati.
DING!!!
[Negatif. Tumpang tindih antara identitas Aeryn Vynne Hakari dan Queen Lotus menciptakan 65% probabilitas kesalahan pengambilan keputusan dalam 48 jam ke depan. Musuh menggunakan taktik pengikisan mental.]
Sistem kemudian memproyeksikan data probabilitas di depan pandangannya.
DING!!!
[Nona,saya saranlan anda melibatkan kedua kakak anda, Raka Hakari dan Dion Hakari. Mereka memiliki akses fisik dan kepercayaan 100%. Melibatkan mereka akan meningkatkan probabilitas keberhasilan operasional hingga 92%.]
Sistem menegaskan bahwa Aeryn tidak bisa lagi menangani dua dunia ini sendirian tanpa mengorbankan salah satunya. Untuk pertama kalinya, Sistem memberikan saran yang bukan berupa data teknis, melainkan saran yang menyentuh aspek hubungan pribadinya.
Aeryn menarik napas panjang, menatap pantulan dirinya di cermin. Ia menimbang saran dari Sistem-nya bukan karena ia tidak percaya pada kakak-kakaknya, tapi karena ia takut bahwa begitu ia membuka rahasia ini, ia tidak akan pernah bisa menjadi "adik kecil" yang mereka kenal lagi.
Namun, logika Sistem-nya benar. Berdiri sendirian hanya akan membuatnya patah di tengah badai. Ia harus berhenti berpura-pura bahwa ia bisa memikul beban dunia ini sendirian.
Akhirnya, dengan gerakan mantap, ia mengakses jalur komunikasi privatnya.
"Kak Dion," ucap Aeryn saat panggilan tersambung ke saudaranya yang berada di luar negeri.
Suaranya tidak lagi terdengar seperti gadis SMA yang manja, melainkan dingin dan penuh otoritas.
"Pulang ke Tokyo sekarang juga. Pakai jalur tercepat yang bisa kau temukan. Jangan beri tahu Daddy alasan yang sebenarnya." ucap Aeryn
"Aeryn? Ada apa? Apa terjadi sesuatu?"
"Pulanglah. Aku akan menjelaskan semuanya saat kau dan Kak Raka sudah ada di depanku. Aku butuh kalian."
Aeryn mematikan komunikasinya. Ia tidak lagi hanya mengatur papan catur dari balik bayangan sendirian. Ia telah memutuskan untuk memanggil pemain lama keluarganya ke medan perang. Ia akan menunggu Dion tiba, dan saat itulah, ia akan membuka topengnya di depan orang-orang yang paling ia lindungi.
Dua dunia tidak lagi berdiri sejajar. Mereka mulai saling menelan. Dan Aeryn berhenti berpura-pura bahwa ia bisa tetap netral.
Bersambung…
Paling tidak hadiah yg seperti sebelum unian jadikan pemanen kalo dak bisa di tingkatkan
Karanya keluarga mc hanya liburan 1 minggu.
Terhitung sebelum ujian.
Jd ngaret dong luburan mereka thor?
langsung mampir deeh,,
aq suka bget cerita yg genre ny seperti ini ,,