perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab14
Dan hari kamis pun tiba,pagi pagi dani menjemput asri ke kosnya,di sana asri dan yuni sudah bersiap.
"Udah siap dek? nanti rencananya kamu mau di ajak mbak aisyah keluar nah aku ada meeting pagi ini,nanti tak antar setelah ashar gimana?" tanya dani pada asri.
"Ndak papa mas, kalau nanti mas repot aku tak pulang bareng yuni ndak papa mas, takut nanti malah merepotkan mas dani." jawab Asri kepada Dani.
Mendengar perkataan dari sahabatnya,Yuni tampak ikut menimpali.
"Iya mas, kami naik motor aku aja ndak papa mas, biasanya juga gitu." timpal yuni ndak enak.
Dani hanya tersenyum menatap ke arah dua gadis di depannya
"Udah, nanti sore tak antar aja,soalnya jauh kalau naik motor,dan motor mbak yuni biar di kosan aja." jawab dani kekeh,dan asri pun menyetujui juga yuni.dan akhirnya mereka berangkat menuju kantor dani,tapi bukan di bengkel,sedang bengkel sekarang di percayakan ke parjo sementara.sesampai di kantor dani sudah di tunggu giyo,dan ketika di lobi dani jadi pusat perhatian para karyawati cewek,karena mereka belum tau rencana pernikahan dani,dan mereka juga masih bertanya tanya tentang keberadaan dua gadis cantik berhijab bersama dua atasan mereka itu.
"siap ya dua cewek itu.setau ku kan pak dani dan pak giyo belum menikah.atau pacarnya kali." begitu kira kira bisik bisik para karyawan cewek,tetapi kalau para karyawan cowok malah terpesona akan kecantikan asri dan yuni.berbeda dengan asri dan yuni,mereka merasa minder dengan semua karyawan yang cantik dan modis,dan yang jelas pendidikan mereka pasti juga tinggi,tidak seperti mereka yang hanya lulusan SMA.setelah sampai lantai 15,dimana ruang dani berada,di sana cuma terdapat ruang giyo dan dani juga meja ria sekertaris dani.setelah pintu lif terbuka ria melihat kedatangan bosnya dan dia heran karena ada dua gadis berhijab datang bersama kedua bosnya itu.
"Siapa kedua gadis ini kenapa mereka bersama pak dani dan pak giyo."batin ria.
"Pagi ria."sapa giyo membuyarkan lamunan ria,seolah tau isi hati ria dani pun memperkenalkan asri pada ria.
"Oya ria ini asri,calon istri saya."ucap dani mantap dan seketika menghancurkan harapannya yang mengagumi dani dalam diam.
"Saya asri mbak." ucap asri sembari mengulurkan tangannya.begitu juga yuni.dan mereka pun masuk di ruangan dani meninggalkan ria masih dalam galaunya.
Sepeninggal Dani dan lainnya, Ria hanya bisa memandang kepergian bosnya bersama calon istrinya. Hatinya saat ini sedang hancur sehancur hancurnya, cintanya yang selama ini dia pendam,sekarang sudah hancur tanpa terungkapkan.
"Apa hebatnya gadis itu coba?gayanya kampungan,palingan umurnya masih di bawahku 2th dih.tapi masih modisan aku lah."monolog ria dalam hati dan suara telfon di mejanya menyadarkannya dari lamunan.
"Ke ruangan ku segara."perintah dari sebrang telfon tidak lain adalah dani.
Meski masih merasakan rasa kesal di hatinya, tapi Ria tak memiliki pilihan lain selain menghadap ke atasannya.
"Baik pak." jawab ria singkat.dan ria langsung menuju ruang bosnya.
Tok.tok.tok
"Masuk." perintah dari dalam
Ceklek.
"Pagi pak." sapa ramah ria dan senyum yang di paksakan.
"Pagi ria, gini setelah ini saya ada meeting di luar,kamu di kantor aja nanti kalau calon istri saya perlu apa apa kamu bantu,dan nanti saya akan menjemputnya.
"Baik pak." jawab singkat ria.
"Dek aku berangkat dulu,dan ini nanti untuk keperluan belanja kamu." pamit dani pada asri sekalian menyerahkan kartu yang berwarna hitam.dan itu sontak membuat hati ria sakit,seharusnya dia yang mendapatkan itu.
Asri tersenyum,dan tampak menatap kartu itu dengan bingung.
"Iya,mas hati hati ya!ini apa mas?ndak usah aku masih ada uang kok."
"Udah bawa aja.yaudah mas berangkat ayok gi." ucap Dani pamit kepada Asri, lalu mengajak Gio untuk berangkat.
"Yaudah mbak saya tinggal kerja dulu." jawab ria agak ketus sambil keluar ruangan dani,sedang di dalam asri dan yuni tak henti hentinya mengagumi ruangan dani,mereka mengira ira seberapa kayanya dani ini.dan ketukan pintu membuyarkan obrolan mereka.
Tok.tok.tok.dan pinti langsung terbuka dan menampakkan kak aisyah
"Assalamualaikum." sapa kak aisyah lalu masuk.
"Waalaikumsalam" jawab asri dan yuni lalu mereka bersalaman dan cipika cipiki.
"Hai dek asri wah tambah cantik aja calon pengantin." goda Aisyah kepada Asri sambil tersenyum dan memainkan alisnya.
"Ah mbak bisa aja,mbak juga makin cantik,oya mbak kenalin ini sahabat dan masih saudaraku yuni,yun kenalin kak aisyah kakaknya mas dani." ucap Asri memperkenalkan keduanya.
"Pagi kak." sapa yuni memperkenalkan diri,dan kak aisyah menyambut hangat.
"Oya ayok kita langsung gas mumpung bebas ini,anak juga sama ayahnya." lanjut kak aisyah.
Asri yang masih belum tahu mau di ajak kemana akhirnya bertanya.
"Emang mau kemana sih kak?" tanya asri akhirnya karena sudah sangat penasaran.
Aisyah tampak tersenyum kearah calon adik iparnya itu, menurutnya calon adik iparnya ini masih sangat lugu.
"Nyalon dong,ayok keburu siang,yuk yun." jawab kak aisyah.dan mereka pergi meninggalkan kantor dani naik mobil dengan sopir kantor dani,dan tak lama mereka sampai di salon muslim dan mereka perawatan bertiga,dan setelah selesai mereka menuju butik untuk beli gaun nikahan untuk asri.
"Kak tadi di salon kok ndak di bayar?" tanya asri yang penasaran karena tadi setelah perawatan mereka langsung keluar tanpa membayar.
Lagi lagi Aisyah hanya tersenyum ke arah Asri
"Buat apa bayar,lawong salon itu juga udah di beli dani,jadi besuk kamu bebas perawatan ke salon." jawab Aisyah dengan entengnya.
Mendengar itu Asri tampak melongo, sedangkan Yuni tampak berbinar mendengar itu.
"Wah enak nih sri,kamu bisa nyalon tap hari." sahut yuni.
"Yo ndak tiap hari juga yun,sesuatu yang berlebihan itu tidak bagus,oya kak tadi mas dani ngasih ini untuk belanja." ucap asri dan memberikan kartu hitam yang di berikan dani.
"Oh ini blak cart.udah kamu simpan aja,itu buat kamu,nanti kan buat beli baju perhiasan,tapi nanti aku dan yuni di traktir ya." tambah kak aisyah sambil memainkan alisnya.
"Iya kak."jawab asri.
Dan tak lama mereka sampai di sebuah butik muslim.
"Kak ini bukan punya mas dani lagi kan?" selidik asri.
"Emang kenapa kalau punya dani?"tanya kak aisyah.
"Takutnya kayak tadi."dan mereka sudah masuk dan menghampiri seorang perempuan yang seumuran kak aisyah,
"Assalamualaikum,"sapa kak aisyah.
"Waalaikumsalam .hai bu nyai udah datang,gimana sehat kan?siapa nih?" tanya rahma yang ternyata pemilik butik dan ternyata teman kaK aisyah.
"Alhamdulillah baik,nih kenalin yang ini calon ipar namanya asri,yang satunya yuni masih saudara.oya nih iparku tadi tanya ini butik punya dani juga bukan?soalnya tadi dari salon yang punya dani."
"Oh,ini butik punya mbak sendiri,tapi dani ada invest sih di sini." jawab rahma.dan setelah berbasa basi akhirnya mereka memilih baju,tadinya yuni sungkan ndak mau milih tapi setelah di peksa akhirnya yuni ngambil juga,baju yang harganya paling murah di sini,tapi tetep harganya jutaan.setelah dari butik mereka menuju mall,dan di sana memgambil set perhiasan dan juga beli tas dan sepatu untuk hantaran besuk.dan saat sore dani sudah nunggu di dwpan mall dani juga sudah mengirim pesan ke asri untuk langsung ke loby.
"Oiya kak makasih ya kami udah diajak jalan jalan,"seru asri,
"Sama sama dek aku malah seneng ada yang temenin heeling," canda kak aisyah.
"Ah mbak ini ada ada aja,lagian kalau mbak kan mau jalan jalan tinggal minta di anterin suami mbak beres." timpal yuni.
"Hadeh kamu kayak ndak tau suamiku aja,jarang ada waktu,kalau ndak di pondok ya undangan pengajian,susah cari waktunya." jawab kak aisyah.
"Oiya kak tadi mas dani bilang nunggu di loby katanya,nanti kami langsung pamit aja ya,keburu sore soalnya,salam buat ayah dan ibu,juga farid yang gemesin." pamit asri ketika sudah dekat loby.
"Iya,kamu hati hati jaga kesehatan,ingat hari sabtu kamu nikah lo,jangan sampai sakit,iya nanti tak salamin,tu mobil dani dah nangkring sama orangnya."dari kejauhan terlihat dani sedang bersender di depan kab mobil.dan dani yang melihat ketiga perempuan yang berjalan dengan membawa belanjaan yang lumayan banyak lalu menghampiri dan membantu,setelah barang masuk ke bagasi mobil yang mengantar kak aisyah lalu mobil itu pun berjalan meninggalkan dani,asri dan yuni.memang sebagian belanjaan asri di bawa kak aisyah karena mau di peking buat hantaran,dan mereka bertiga lalu masuk mobil rubicon hitam milik dani,dan mobil pun berjalan menuju kampung asri.