NovelToon NovelToon
Friendzone Tapi Menikah

Friendzone Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: B-Blue

Menikahi sahabat sendiri seharusnya sederhana. Tetapi, tidak untuk Avellyne.
Pernikahan dengan Ryos hanyalah jalan keluar dari tekanan keadaan, bukan karena pilihan hati.

Dihantui trauma masa lalu, Avellyne membangun dinding setinggi langit, membuat rumah tangga mereka membeku tanpa sentuhan, tanpa kehangatan, tanpa arah. Setiap langkah Ryos mendekat, dia mundur. Setiap tatapannya melembut, Avellyne justru semakin takut.

Ryos mencintainya dalam diam, menanggung luka yang tidak pernah dia tunjukkan. Dia rela menjadi sahabat, suami, atau bahkan bayangan… asal Avellyne tidak pergi. Tetapi, seberapa lama sebuah hati mampu bertahan di tengah dinginnya seseorang yang terus menolak untuk disembuhkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B-Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29

"Avel, gue enggak tahu pria mana yang sudah menyakiti loe sampai seperti ini. Tapi, enggak semua lelaki itu sama. Ryos pria yang berbeda. Dia lelaki penyayang dan penuh kasih. Loe harus belajar memercayainya."

"Papa gue juga seperti itu, Han. Dia penyayang dan penuh kasih. Loe dan yang lainnya juga melihat secara langsung bagaimana hangatnya papa gue. Dia seorang ayah yang sangat menyayangi anak-anaknya, dia juga seorang suami yang romantis. Tapi, itu hanya terlihat di depan saja." Menceritakan papanya seperti ini membuat Avellyne kembali mengeluarkan air matanya.

Dadanya seketika merasa sesak.

Ingatan tentang papanya menjadi terlintas dengan jelas di dalam kepala.

"Loe tahu, Han...." Avellyne menarik napas sebanyak mungkin lalu dia mengeluarkannya perlahan.

"Sikap hangat yang dia tunjukkan di rumah ternyata untuk menutupi kelakuan bejat yang sudah dilakukannya di luar. Mama gue tahu semua kebohongan papa, tapi dia tetap diam dan bersikap biasa aja seolah tidak ada hal buruk yang dilakukan suaminya."

"Begitu baik dan tulus perasaan mama sampai dia tidak keberatan merawat dan membesarkan anak dari perselingkuhan papa." Avellyne menyeka air mata seraya menghela napas lalu dia tersenyum getir mengingat adiknya.

Seorang adik lelaki yang selama ini dia sangka berasal dari rahim yang sama dengannya.

"Maksud loe, Arlo...."

"Ya. Arlo bukan anak kandung mama. Tapi dengan begonya mama mau menerima, merawat dan membesarkan Arlo." Lagi-lagi Avellyne tersenyum getir.

Dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan sang mama saat itu ketika tahu suaminya memiliki anak lagi hasil dari perselingkuhan.

"Mama memaafkan papa berkali-kali dan berkali-kali pula papa selingkuh dengan karyawannya. Tidak cukup mendua, papa ternyata sering memukul mama. Saat mengetahui itu semua, hati gue hancur banget, Han." Dada Avellyne terasa sangat sesak, dia masih tidak terima dan begitu marah kepada sang papa.

"Seorang pria yang gue anggap suami dan papa yang begitu baik ternyata sebenarnya adalah seorang penjahat. Dan loe tau Hann, apa yang baru saja terjadi hari ini?" Avellyne menatap sayu sahabatnya itu, mata Avellyne sudah kelihatan bengkak karena terlalu lama menangis.

"Papa menarik semua berkas pernikahan gue dan Ryos. Dia bilang tidak akan memberi izin gue menikah kalau mama tidak menyerahkan rumah yang kami tempati selama ini. Setelah belasan tahun menghilang orang gila itu datang untuk memeras. Dia muncul di saat yang tepat seolah memang menunggu momen seperti ini untuk menghancurkan gue dan mama."

"Avellyne, gue benar-benar enggak tahu kalau selama ini loe menjalani kehidupan yang berat." Mendengar semua kisah Avellyne tentu saja membuat Hanna ikut merasa sedih.

Dia pikir perceraian kedua orang tua Avellyne hanya perceraian biasa seperti kebanyakan orang. Waktu itu Avellyne pernah bilang kalau papanya selingkuh. Ya, hanya sebatas itu dia curhat kepada para sahabatnya.

Hanna kembali memeluk Avellyne. "Loe begitu terluka. Sekarang gue paham kenapa loe enggak bisa jatuh cinta kepada pria mana pun dan enggak bisa berkomitmen. Loe sudah dikhianati oleh orang yang paling loe percaya."

"Vel, meski begitu dunia ini masih memiliki manusia yang baik dan tulus. Seperti mama loe yang selalu menjaga perasaannya." Hanna melepaskan pelukannya. Kedua matanya sudah terlihat berlinang.

"Kalau loe terus melihat ke belakang, loe tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati. Beri waktu untuk diri loe sendiri agar bisa memberikan kepercayaan kepada orang lain. Semua keputusan ada di tangan loe, Vel. Kalau loe terus seperti ini, maka Ryos akan berakhir sama seperti loe. Gue jamin dia bukan type pria seperti papa loe."

"Itu yang sedang gue usahakan, Han. Tapi, gue enggak yakin apakah bisa."

Hanna menggenggam tangan Avellyne dan menunjukkan senyum tipisnya. "Selagi loe memiliki niat, loe pasti bisa. Datang ke gue kapan pun kalau loe perlu bantuan. Gue selalu ada untuk loe, Vel. Gue akan bantu loe semampunya. Asal loe tahu, gue kangen banget melihat Avellyne yang dulu. Gue ingin melihat loe hidup bahagia bersama Ryos."

Perasaan Avellyne sedikit lebih lega setelah dia mengatakan apa yang terjadi di dalam hidupnya.

Ternyata menjelaskan semua kegelisahannya kepada orang lain tidaklah buruk. Justru dia mendapatkan dukungan dari sahabatnya itu.

...

"Apa kamu harus bertindak sejauh ini, Mas?" Cintya sudah tidak memiliki tenaga untuk berdebat dengan mantan suaminya.

Wanita paruh baya itu hanya ingin satu hal. Yaitu, agar suaminya segera pergi dari hadapannya.

"Terserah kamu mau bilang apa, Tya. Yang aku inginkan hanya rumah ini atau pernikahan Avel benar-benar batal."

"Oke! Aku akan berikan rumah ini sesuai keinginan kamu."

Milles tersenyum tipis karena menang tanpa mendapatkan perlawanan berarti. Kesempatan yang dia ambil memang sangat menguntungkan.

"Lusa rumah ini harus kosong, besok pengacara aku datang untuk proses balik nama rumah ini. Dan aku akan menyerahkan kembali semua berkas pernikahan Avel ke KUA, aku juga akan memberikan pernyataan sebagai wali sah Avel." Untuk terakhir kali Milles tersenyum, namun kali ini lebih lebar–penuh makna. Setelahnya dia pergi meninggalkan Cintya.

Cintya terduduk lemas sembari memegang dadanya yang terasa sesak. Dia menangis, terisak dan terdengar begitu memilukan.

Dia pikir semuanya sudah selesai usai perceraian dan sang mantan suami tidak lagi menampakkan diri di hadapannya serta Avellyne.

Dia pikir pria itu sudah menyerah, tidak pernah dia menyangka Milles kembali setelah menghilang selama belasan tahun.

...

Setelah memastikan keadaannya lebih tenang, Avellyne menghubungi Ryos. Dia menebak kalau pria itu pasti sangat khawatir.

Avellyne berkata berada di rumah Hanna.

Selagi menunggu kedatangan sahabatnya itu, Avellyne dihampiri oleh Reyiu–suami Hanna.

"Bagaimana Vel, sudah lebih tenang?" Reyiu bertanya seraya memberikan minuman kaleng dingin kepada Avellyne yang duduk di ruang santai seorang diri sejak sepuluh menit yang lalu.

"Sudah, Kak." Avellyne menerima minuman dari Reyiu dan tersenyum tipis kepada pria itu.

"Hanna sudah cerita secara singkat. Vel, kalau boleh aku kasih saran, sebaiknya kamu konsul ke psikiater. Aku khawatir kamu terus menjalani hidup seperti ini. Hidup penuh kecurigaan dan tidak bisa percaya kepada orang lain."

"Sewaktu masih SMA kamu itu wanita yang paling kuat di antara yang lainnya. Saat Hanna terpuruk karena hubungan kami yang memburuk, kamu sahabat Hanna yang maju paling depan untuk menguatkan dia. Meski terlambat, aku ingin mengucapkan terima kasih karena waktu itu selalu berada di sisi Hanna, padahal kondisi kamu juga tidak memungkinkan." Reyiu mengoceh merasa perlu memberikan dukungan untuk membangkitkan semangat Avellyne.

"Vel, coba kamu ingat diri kamu yang dulu. Jangan pernah kamu lupakan diri kamu yang pernah hidup bahagia dan jangan lupakan jati diri kamu yang sebenarnya. Aku yakin, kamu bisa melewati semua ini dengan baik." Reyiu tersenyum tipis dan tujuannya lagi-lagi untuk memberi semangat kepada Avellyne.

"Kak Rey, soal apa yang Kakak ketahui hari ini jangan beritahu ke Ryos karena aku ingin menceritakan sendiri semuanya ke dia."

"Aman, Vel. Aku dan Hanna tidak menganggap kisah kamu rahasia besar. Kami diam karena kami percaya kamu bisa menjalaninya dan kembali seperti Avel yang dulu–"

"Sayang... Kak Rey!" Sempat melihat Avellyne, pandangan Ryos beralih ke Reyiu dan berlangsung hanya seperkian detik saja.

"Semangat, ya, Vel!" Lagi-lagi Reyiu mengulas senyum tipis lalu dia berdiri dan mendekati Ryos yang masih berdiri di ambang pintu.

"Avel enggak apa-apa. Jangan memaksanya dengan berbagai pertanyaan, dia pasti cerita kalau sudah siap. Loe hanya perlu kasih semangat." Reyiu berbisik sebelum akhirnya dia meninggalkan ruang santai dan mengizinkan Avellyne serta Ryos berduaan di ruang tersebut.

"Sayang, kamu benaran enggak apa-apa?" Ryos mendekat dan langsung duduk di sebelah calon istrinya.

Pria itu menggenggam tangan Avellyne sembari menatap begitu dalam wajah wanita pujaan hatinya.

Avellyne tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut, dia memandangi tangannya yang berada di genggaman Ryos. Tangan itu begitu besar dan terasa hangat.

Avellyne mulai berpikir apakah bisa memberi kesempatan kepada Ryos?

Dia mulai memikirkan perkataan Hanna, apakah Ryos bisa dipercaya dan berbeda dari orang tuanya?

"Gue enggak apa-apa. Sekarang gue sudah baik-baik saja." Setelah diam hampir lima menit, Avellyne menjawab juga.

"Sayang, lain kali cerita dulu kepadaku apa pun itu masalahnya alih-alih kamu cerita ke orang lain."

"Hanna bukan orang lain, Yos. Dia sahabat gue–"

"Aku tahu. Tapi, aku calon suami kamu. Jadi, cerita dulu ke aku, ya, baru ke orang lain."

Avellyne mengangguk pelan, lalu Ryos mendekap tubuh calon istrinya karena dia masih merasa khawatir.

Avellyne selalu saja dilanda kebimbangan hati. Terkadang dia sangat ingin memercayai Ryos, namun pemikiran itu selalu berubah hanya dalam hitungan detik. Dia benar-benar tidak yakin apakah bisa menjadi seorang istri yang baik untuk pria tersebut.

1
edu2820
Kepincut sama tokohnya. 😉
B-Blue: terimakasih sudah mampir 😊
total 1 replies
✿ O T A K U ✿ᴳᴵᴿᴸ࿐
Ceritanya bikin saya ketagihan, gak sabar mau baca kelanjutannya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!