NovelToon NovelToon
Sisa Cinta, Bara Dendam

Sisa Cinta, Bara Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Pernikahan rahasia / Selingkuh / Cinta Terlarang / Chicklit
Popularitas:49.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wida_Ast Jcy

Naila tak pernah menyangka hidupnya akan hancur dalam sekejap. Dihujani fitnah dan kebencian dari keluarga mantan suaminya, ia menjadi orang asing di rumah yang dulu dianggap tempat pulang. Difitnah suami dan dikhianati adik sendiri. Luka batin bertubi-tubi dan pengkhianatan yang mendalam memaksanya bangkit menjadi sosok baru yang tegas, penuh perhitungan, dan siap membalas setiap luka yang pernah diterimanya.

Lima tahun berlalu, Naila kembali dengan wajah dan tekad yang berubah. Bukan lagi wanita lemah, ia kini hadir sebagai ancaman nyata yang mengguncang rumah tangga mantan suaminya. Dalam perjalanan membalas dendamnya, ia akan menguak rahasia-rahasia kelam dan menetapkan aturan baru, tidak ada yang boleh melecehkannya lagi.

Siapakah yang akan bertahan saat permainan balas dendam dimulai?
Bersiaplah menyelami kisah penuh emosi, intrik, dan kekuatan wanita yang tak tergoyahkan dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida_Ast Jcy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 GELANG SIAPA INI???

Sambil memasak di dapur, Nadia tersenyum sendiri mengingat kejadian semalam. Sentuhan itu, bayangan tatapan nakalnya, semuanya terekam dengan jelas. Namun, senyumnya berubah menjadi keterkejutan saat sepasang lengan kekar melingkar di pinggangnya dari belakang.

"Ish, nakal. Kaget tahu, Mas," ujar Nadia sambil mencubit pinggang Naufal pelan.

"Habisnya kamu tidak membangunkan aku lagi," jawab Naufal dengan nada sedikit merajuk.

"Aku khawatir kamu letih, Sayang. Semalam kamu pulang jam berapa? Kenapa tidak membangunkan aku?" tanya Nadia sambil membalikkan badan hingga posisi mereka saling berhadapan.

Tangannya melingkar di leher Naufal, sementara tangan suaminya memeluk pinggangnya erat. Naufal tersenyum, memandangi wajah istrinya yang tampak segar meski sedikit lelah.

"Aku takut kamu lelah, Sayang. Aku lihat kamu tidur begitu lelap, seperti habis melakukan sesuatu yang melelahkan. Ya, seperti kamu dan aku kalau sudah selesai memacu kuda," Naufal berbisik, membuat Nadia tersipu.

Ia menggodanya dengan suara pelan, membuat wajah Nadia memerah.

"Ah, Mas, dasar nakal!" balas Nadia sambil tertawa kecil.

Ia menyembunyikan kegugupannya dengan mengalihkan pembicaraan.

"Aku lelah karena menjaga Niko seharian, kemarin Niko minta jalan-jalan di taman sebelum pergi les. Hah, anakmu itu memang sangat aktif, sampai sampai aku lelah menjaganya Mas!"

"Hahaha, siapa dulu donk papanya," sahut Naufal sambil tertawa.

Keduanya tertawa bersama, menikmati momen kebersamaan itu. Namun, suasana romantis itu terganggu oleh suara rengekan kecil.

"Mama, sama Papa jahat. Aku sendirian di kamar," rengek Niko, anak mereka yang baru berusia empat tahun itu dengan suara manja yang khas.

Balita itu berdiri di pintu dapur, mengucek matanya dengan wajah menggemaskan. Naufal dan Nadia sontak menoleh, lalu tertawa kecil melihat putra mereka.

"Ya ampun, anak Papa. Sini Papa gendong," ujar Naufal sambil mengangkat tubuh kecil Niko ke pelukannya.

Niko tersenyum lebar, memeluk leher ayahnya erat. Sementara itu, Nadia melanjutkan memasak sambil sesekali melirik ke arah Naufal dan Niko yang bercanda di ruang keluarga.

Dari luar, keluarga ini tampak sempurna suami yang penyayang, istri yang perhatian, dan anak tampan menggemaskan. Namun, di balik itu semua, ada rahasia besar yang tersembunyi.

Nadia menyimpan rahasia tentang perselingkuhannya dengan Julian, pria yang memiliki andil besar dalam kebahagiaannya saat ini. Di sisi lain, Naufal juga sedang merasakan perasaan yang salah. Hanya karena sebuah pertemuan tidak sengaja dengan seorang wanita, bisa mengubah sifatnya yang cuek dan dingin itu menjadi seorang pria yang penuh ambisi.

"Oh iya, Mas. Dua minggu lagi kan anniversary pernikahan kita. Mau dirayakan di mana, nih?" tanya Nadia di tengah sarapan mereka.

"Eummm, terserah kamu saja, Sayang," jawab Naufal.

"Bagaimana kalau di rumah saja? Kita undang keluarga besar dan beberapa rekan terdekat," usul Nadia.

"Eummm, boleh. Nanti Mas juga undang beberapa rekan bisnis dan karyawan kantor buat memeriahkan acara anniversary kita. Bagaimana?"

"Wah, boleh sangat itu, Mas. Nanti kamu undang Julian juga ya!"

"Julian? Kenapa memangnya?" Naufal bertanya namun tidak dengan nada curiga. Biasa saja.

"Ya, tidak apa-apa, Mas. Kan selama ini Julian sering bantu kita. Pasti acaranya akan meriah nanti. Biar aku yang urus untuk catering maupun dekorasinya."

Naufal manggut-manggut, tentu saja ia setuju. Ia akan serahkan semuanya pada istrinya itu.

"Eummm, baiklah. Nanti bilang saja kamu butuh dana berapa, aku akan transfer ke rekeningmu," ucap Naufal yang membuat wajah Nadia langsung berbinar.

"Oke, Sayang. Siap laksanakan!"

Keduanya terkekeh kecil. Mereka melanjutkan sarapan dalam suasana yang seperti biasa terasa hangat.

"Oh iya, kemungkinan Mami dan Papi akan pulang minggu depan. Jadi, waktu acara nanti, mereka juga ada di rumah," ucap Naufal.

"Eummm, bagus itu, Mas. Oh iya, kalau begitu aku juga mau izin ya buat ke rumah Ibu. Sudah begitu lama juga tidak berkunjung. Aku sekalian mau ziarah ke makam Bapak. Sekaligus mau jemput ibu. Aku ingin waktu acara anniversary itu, ibu juga hadir Mas."

"Oh, tentu, Sayang. Kalau perlu aku yang antar kamu. Aku juga kan mau ziarah ke makam Bapak," sahut Naufal penuh antusias.

"Serius, Mas?" tanya wanita cantik berhijab moka itu dengan tatapan berbinar.

"Serius lah. Mana mungkin aku bohong. Bagaimana kalau besok saja kita ke sana. Besok kan akhir pekan, kita ke kampung halaman Ibu, ya!"

Nadia mengangguk mantap. Ia sangat senang. Naufal semakin menunjukkan perhatian dan sifat lembutnya, membuat wanita itu semakin jumawa. Ia merasa tidak akan ada seorang pun yang bisa memisahkan mereka.

Ternyata sumpah serapah yang Naila lontarkan dulu tidak pernah terbukti apa pun. Buktinya, tidak terjadi apa-apa pada mereka. Yang ada, keluarga kecil itu semakin harmonis dan bahagia.

Siang itu, setelah Naufal berangkat kerja, Nadia duduk di ruang tamu sambil memandangi ponselnya. Sebuah pesan dari Julian muncul di layar.

"Semalam luar biasa, Honey. Aku tidak sabar ingin bertemu kamu lagi." tulisnya.

Nadia membaca pesan itu dengan senyum kecil di wajahnya.

"Ya, Sayang. Aku juga begitu. Lain kali kalau ada kesempatan kita bisa bersama lagi, ya. Tapi untuk sekarang jangan terlalu sering hubungi aku. Aku khawatir kalau Mas Naufal akan curiga. Oh iya, aku sudah kirimkan uang untukmu. Kamu bisa beli apa pun yang kamu mau, Sayangku," tulis Nadia pada chat pribadinya itu.

Ia menyertakan bukti transfer sebesar seratus juta rupiah untuk kekasih gelapnya itu. Harga yang tak seberapa dengan apa yang ia dapatkan saat ini. Nadia menunggu balasan sambil bersantai. Kakinya naik ke atas meja, wanita itu benar-benar telah menjadi ratu di rumah ini.

“Aku memang pantas mendapatkan ini semua,” ucap Nadia dengan senyum penuh keangkuhan.

Namun senyum yang terus menghiasi wajah cantiknya itu tiba-tiba memudar saat salah satu pelayan menghampirinya sambil membawa jas kotor milik Naufal yang hendak dicuci.

“Nyonya, maaf mengganggu waktu Nyonya,” ucap Bi Sari.

“Eummm, ya ada apa?” tanya Nadia datar.

Seperti biasa, jika tidak ada Naufal, ia akan menunjukkan sikap sok berkuasanya itu.

“I–ini, Nyonya!” Pelayan itu mengeluarkan sebuah benda berkilau yang tak lain adalah gelang.

Nadia mengerutkan kening. “Gelang siapa ini?” tanyanya.

“Saya tidak tahu, Nyonya. Saya menemukan itu di saku jas Tuan. Saya pikir itu punya Nyonya Nadia.”

DEGH.

Ekspresi wajah Nadia, yang semula penuh senyum dan percaya diri, tiba-tiba meredup. Ia terus memperhatikan gelang itu. Dari modelnya, ia tahu gelang itu adalah gelang mahal. Namun yang menjadi pertanyaan, gelang siapa itu? Mengapa gelang ini ada disaku jas Mas Naufal. Apa ada yang ia sembunyikan dariku? Apa jangan-jangan Mas Naufal…

BERSAMBUNG...

1
PrettyDuck
alhamdulillah. selamat kamu dari laki2 judgemental yang gak cinta2 amat sama kamu nai.
semoga dikasih jodoh yg lebih baik sama author, aamiin.
PrettyDuck
kocak emang orang2 di sekitar naila ini. udah nai, pergi aja, toxic semua, bikin capek batin.
PrettyDuck
naufal tau yang namanya "konformasi" gak??
Suherni 123
mungkin maksud kak othor ucapnya lirih x ya bukan ucapannya lembut😄
Wida_Ast Jcy: Hahaha... iya kak. maaf buru buru update jadi kata-katanya gak disaring lagi🤭🤭🤭 Makasih kak atas komentar nya dan makasih lho selalu mampir nih jangan lupa like dan ikuti kisahnya ya
total 1 replies
Alfatia🌷
Tiba-tiba banget, Nadia. Pengen aku seret rasanya.
Alfatia🌷
Pasti ada dalang di balik semua ini
Tulisan_nic
Heh, main tangan aja Kau /Awkward/
Greta Ela🦋🌺
Ya harusnya kamu mikirlah dari awal. Kan kau yg dari awal itu udah terranam emosi. Udah dibilangi menyesal pun tiada guna oh Naufalll
Greta Ela🦋🌺
Dia itu mau menggoda Naufal pake baju kek gitu🤣
Greta Ela🦋🌺
Maksa kali beliau ini
Greta Ela🦋🌺
Eleh bekas orang itu
Indira Mr
iya banci kaleng gak bisa belaain isteri, udah Nail.. balas Nail.. gemes tahu..
Indira Mr
liciknya Julian nih,,lu pilih kuburan apa rumah sakit , Julian..tenang Nail, aq siap buat nabok Julian..🤕
Indira Mr
fitnah lebih kejam.. 😭
MARDONI
WAAAAHHHH 😭❤️ Bikin hati jadi hangat banget baca ini! Pas Olivia ngomongin biar Naila jangan menyerah dan bilang orang-orang yang menghancurkannya bakal menyesal, itu bener-bener seperti oase banget ya buat Naila yang lagi terluka parah... 😢 Dan meski mereka berbeda keyakinan, Olivia malah kasih tahu ada mukena dan sajadah buat Naila, toleransinya tinggi banget, bikin aku sangat bangga sama persahabatan mereka!

Pas Naila berdoa dan mikir tentang hikmah dari musibahnya, aku juga ikutan merenung... 😔 Ia merasa bersalah karena keguguran tapi tetap berusaha ikhlas, bahkan bilang mungkin Tuhan udah tunjukin wajah asli orang-orang sekitarnya. Keesokan paginya pas Olivia bilang mau dia tinggal sama aja dan bahkan mengajakin ke Singapura, bikin aku seneng banget deh! Naila juga mulai sedikit ceria lagi dan bilang udah jual butiknya buat modal hidup baru... Semoga benar-benar bisa mulai hidup baru yang lebih baik ya Naila! 😊 Penasaran banget gimana kelanjutannya authorrr, apakah dia bakal pindah ke Singapura atau ada tempat lain yang jadi pilihan nya? ❤️✨
Jing_Jing22
baru segitu nad udah kejer-kejer coba kamu inget-inget gimana naila menjalankan hidupnya.
Jing_Jing22
cari yang banyak dah naufal biar puas dah🤧
Jing_Jing22
segala sesuatunya yang kamu dapatkan dengan cara yang tidak baik. pasti akan datang akhir yang tidak pernah kamu percaya nadia. semoga pas hari itu datang aku harap kamu mau bertaubat yah😢
Jing_Jing22
kenapa nggak bersatu aja kalian sama-sama tidak waras sih
Jing_Jing22
pasangan paling anjritt sih ini🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!