NovelToon NovelToon
Sistem Sultan Tanpa Batas

Sistem Sultan Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Bullying dan Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eido

Dion Arvion, siswa kelas tiga SMA yang kurus dan pendek, menjalani hari-harinya sebagai korban penindasan.

Diperas, dihina, dan dipaksa menyerahkan uangnya oleh teman-teman sekelas, Dion hidup dalam ketakutan dan keputusasaan tanpa jalan keluar.

Hingga suatu hari, saat hatinya hampir hancur, sebuah suara terdengar di dalam benaknya, sebuah layar hologram muncul di hadapannya.

[Sistem Sultan Tanpa Batas berhasil diaktifkan]

Sejak saat itu, hidup Dion berubah drastis. Dengan bantuan sistem misterius, ia tidak hanya menjadi semakin kuat, tetapi juga berubah menjadi crazy rich dalam waktu singkat.

Uang, kekuatan, dan pengaruh, semuanya berada dalam genggamannya. Kini, Dion bukan lagi korban.

Dengan senyum dingin dan kekuatan sistem di sisinya, ia bersiap membalas semua penghinaan, menghancurkan para penindas, dan menginjak dunia yang pernah merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eido, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: DUA PIKIRAN YANG TERHUBUNG

“Orang dewasa yang menjijikkan…” gumam Dion pelan, tatapannya menyapu tiga pria yang tergeletak tak sadarkan diri di tanah. “Bagaimana bisa mereka berniat berbuat cabul pada anak SMA?”

Ia lalu mengalihkan pandangan ke satu-satunya pria yang masih berdiri, pria dengan bekas sayatan di wajahnya. Tubuh pria itu gemetar hebat, napasnya tersengal, matanya dipenuhi ketakutan yang tak bisa disembunyikan.

“Ka-kau… siapa kau sebenarnya?!” teriaknya panik.

Dion menatapnya datar. Tak ada kesombongan di wajahnya, hanya ketenangan yang dingin.

“Aku hanya anak SMA biasa,” jawabnya singkat. “Apa kau tidak melihat jas almamaterku?”

“Itu tidak mungkin!” Pria itu menunjuk Dion dengan tangan gemetar. “Anak SMA mana yang setinggi dan sekuat kau?! Kau pasti dari geng Naga Putih, atau geng lainnya!”

Dion menghela napas panjang, jelas kehabisan kesabaran.

“Naga Hitam, Naga Putih… apa pun itu,” katanya kesal. “Sudah kubilang, aku hanya anak SMA biasa.”

“Hiiik!” Pria itu tersentak, nyaris jatuh karena ketakutan saat Dion meninggikan suara.

“Lepaskan gadis itu,” ucap Dion datar, lalu menutup matanya. “Dan pergi dari sini.”

Ia diam sejenak, lalu menambahkan tanpa membuka mata, “Sebelum aku berubah pikiran.”

Pria bermata sayatan itu tertegun. 'Dia… mau melepaskanku?' pikirnya, tak percaya.

“Be-benar? Kau… kau akan membiarkanku pergi begitu saja?” tanyanya lirih.

“Benar,” jawab Dion singkat.

“Ba-baik…” Pria itu menelan ludah, lalu bergerak perlahan ke arah teman-temannya yang pingsan, langkahnya ragu dan penuh waspada.

Namun.

Wuuush!

Sosok Dion melesat di belakangnya seperti bayangan.

“Bodoh,” suara Dion terdengar dingin di telinganya. “Tidak mungkin aku melepaskan pria cabul sepertimu.”

Baaak!

Tinju Dion menghantam pinggang pria itu dengan kekuatan brutal. Suara tulang beradu terdengar samar, dan pria bermata sayatan itu memuntahkan darah sebelum tubuhnya terpental jauh dan ambruk tak bergerak.

Dion menghembuskan napas pelan, “Menjijikkan…” gumamnya. “Bagaimana orang-orang seperti ini bisa berkeliaran bebas? Apakah tidak ada yang berani menolong?”

Ia berbalik, hendak meninggalkan hutan kecil itu.

“Tunggu!”

Suara lembut terdengar dari belakang. Dion menghentikan langkahnya.

Gadis SMA itu berlari kecil menghampirinya, napasnya terengah. Wajahnya pucat, namun matanya dipenuhi emosi yang bercampur antara lega dan haru.

“Ada apa?” tanya Dion sambil menoleh. “Kau terluka?”

“Ti-tidak,” gadis itu menggeleng cepat. “Aku tidak terluka… aku hanya ingin berterima kasih. Terima kasih karena sudah menolongku.”

“Syukurlah,” jawab Dion tenang. “Lain kali, berhati-hatilah. Gadis secantik dirimu tidak seharusnya sendirian di malam hari.”

Tanpa ia sadari, senyum tipis terlukis di wajahnya.

Pipi gadis itu langsung memerah.

“Ba-baik…” jawabnya malu-malu.

“Kalau begitu,” lanjut Dion, nadanya tetap sopan, “kau mau kuantar pulang, atau bisa sendiri?”

“Ti-tidak usah!” Gadis itu buru-buru menggeleng. “Tempat tinggalku sudah dekat.”

“Dekat sini?” Dion mengernyit tipis.

“Iya,” jawabnya jujur. “Aku tinggal di Grand Star Tower.”

“Grand Star Tower…” Dion mengangguk pelan, seakan memastikan dugaan yang sejak tadi terlintas di pikirannya.

Melihat ekspresi Dion, gadis itu ragu-ragu bertanya, “Ada apa…? Apa kau juga tinggal di sana?”

“Aku tinggal di sana,” jawab Dion singkat.

Mata gadis itu membesar. Wajahnya kembali memerah, kali ini lebih jelas.

“Ka-kalau begitu…” suaranya mengecil. “Apa kita bisa pulang bersama?”

Dion terdiam sesaat, lalu menghela napas ringan. “Kalau itu maumu,” katanya akhirnya. “Ayo.”

Di bawah langit malam yang dipenuhi bintang, mereka berjalan berdampingan, meninggalkan hutan gelap itu, menuju Grand Star Tower, tanpa mengetahui bahwa pertemuan singkat malam ini akan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.

.....

Lantai empat puluh tujuh, Grand Star Tower diselimuti cahaya lampu hangat yang lembut.

Uap tipis mengepul dari Jacuzzi pribadi, membungkus ruangan dengan aroma relaksasi. Dion bersandar santai, air hangat mengalir di sekitar tubuhnya yang tegap, pikirannya perlahan melayang ke kejadian beberapa jam sebelumnya.

“Lily Sari Darmawan…” gumamnya pelan.

Nama itu terlintas kembali dengan jelas, seiring bayangan wajah gadis SMA yang berjalan pulang bersamanya di bawah langit malam. Cara Lily menundukkan kepala karena malu, suara lembutnya saat berbicara, dan tatapan matanya yang masih menyimpan sisa ketakutan, semuanya terpatri di ingatan Dion tanpa ia sadari.

“SMA Langit Gading…” lanjutnya dalam hati.

“Bukankah itu SMA unggulan di Lampung Timur?”

Dion sedikit mengernyit.

Lampung terbagi dalam wilayah-wilayah utama, Timur, Barat, Selatan, dan Utara. Masing-masing memiliki sekolah unggulan sendiri. Di Lampung Selatan berdiri SMA Cahaya Senja, tempat Dion menuntut ilmu. Sementara di Lampung Timur, SMA Langit Gading dikenal sebagai sekolah elite dengan seleksi ketat dan biaya tinggi.

“Menarik…” pikir Dion sambil menyandarkan kepalanya, membiarkan tubuhnya tenggelam lebih dalam ke air hangat.

“Gadis itu sekolah di Langit Gading, tapi tinggal di Grand Star Tower. Seberapa kaya sebenarnya latar belakangnya?”

Pertanyaan itu berputar pelan di kepalanya, tanpa rasa ingin tahu yang berlebihan, lebih seperti teka-teki kecil yang tak sengaja muncul di sela ketenangan malam.

Di sisi lain gedung, di lantai tiga puluh.

Di dalam sebuah kamar luas dengan dekorasi elegan, Lily menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuk. Kamar itu jelas bukan kamar biasa, pencahayaan lembut, furnitur mahal, dan aroma parfum tipis yang menenangkan.

“Dion…” gumamnya sambil memeluk bantal.

“Bagaimana bisa ada pria setampan itu…”

Pipinya memanas.

Bayangan Dion muncul lagi, sosoknya yang berdiri di depan para pria berandalan, gerakannya yang tenang namun tegas, aroma tubuhnya yang samar namun bersih, dan senyum tipis yang muncul tanpa disengaja.

“Ahhh!” Lily berguling di atas kasur, “Waktu dia menolongku… dia benar-benar seperti pangeran.”

Pipi gadis itu semakin merah, jantungnya berdetak tak karuan. Ia duduk mendadak, meraih ponselnya dari meja samping tempat tidur.

Nama Dion Arvion tertera jelas di layar.

“Untung saja aku minta nomor ponselnya…” bisiknya. “Tapi… aku harus kirim pesan sekarang?”

Ia menggigit bibir, ragu.

“Ta-tapi… aku malu…”

Lily menjatuhkan diri kembali ke kasur, berguling kecil sambil menarik selimut hingga berantakan. Ponselnya masih ia genggam erat, layar menyala, jari-jarinya ragu untuk mengetik satu kata pun.

Malam itu, di dalam satu gedung yang sama. Seorang gadis cantik memikirkan pemuda yang menyelamatkannya, dan seorang pemuda tanpa sadar memikirkan gadis misterius yang berjalan pulang bersamanya.

Dua pikiran yang terhubung oleh pertemuan singkat, di bawah cahaya kota yang tak pernah tidur.

1
iky__
I keep reading
iky__
up trus thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!