Sequel dari Menikahi Mr. Rajendra
_________________________________
"Mencintaimu adalah luka paling hebat dalam hidupku, yang dimana hadirnya tidak bisa aku hindari."
-Azizah Ghaffara Dananjaya-
Zizi harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya yaitu melihat secara langsung laki-laki yang ia cintai menyatakan perasaannya pada wanita lain. Apalagi saat mengetahui wanita itu adalah sahabatnya sendiri.
Namun, disaat Zizi ingin memulai kehidupan barunya dengan laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya. Tristan malah menyadari perasaannya terhadap Zizi.
"Aku terlambat menyadari siapa yang sebenarnya diinginkan oleh hatiku," ucap Tristan dengan frustasi.
Permainan takdir apa yang akan dihadapi oleh Zizi kedepannya ? Dan siapa yang akhirnya akan menjadi pendamping hidup Zizi ?
Jangan lupa ikuti ceritanya ya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syukuran Rumah Baru
^^^~ Tempat yang paling indah buatku adalah didalam pikiranmu. Dan kamu tahu ? ketika aku telah menemukanmu sebagai seseorang yang spesial bagiku, saat kita diam pun terasa nyaman ~^^^
Malam yang indah ditemani dengan terangnya rembulan dan kerlap-kerlip bintang yang bertaburan. Apalagi malam ini begitu ramai di rumah barunya Tristan dan juga Zizi. Karena malam ini adalah malam syukuran atas pernikahan dan juga rumah baru mereka.
Sesuai rencana awal, malam ini akan diadakan acara yasinan dan juga makan bersama. Tidak banyak yang diundang karena pasangan baru menikah itu hanya meminta agar dihadiri para anggota kelurga, sahabat dan juga tetangga saja.
“Hay sayangnya aunty, Zi.” Zizi langsung heboh ketika sosok bayi tampan yang berada dalam gendongan Zayyan itu baru saja datang bersama kedua orang tunya.
Sementara yang lain hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zizi yang selalu heboh jika bertemu baby Keel. Istri dari Tristan itu memang sangat menyayangi putra dari sahabatnya itu.
Keel pun juga begitu, ia langsung tertawa ketika melihat Zizi. Tanganya langsung terangkat seakan meminta digendong dari aunty Zi kesayangannya itu.
“Gue mau gendong Keel, boleh ngak kak ?” Tanya Zizi meminta izin pada ayah dari bayi itu.
Zayyan menganggukkan kepalanya. “Boleh dong, gue juga udah pegal gendong nih anak,” jawab Zayyan yang langsung mendapat pelototan dari sang istri.
“Maksudnya apaan ngomong gitu ?” Ketus Nana pada Zayyan.
Zayyan menelan ludahnya dengan bersusah payah. Jika istrinya sudah bicara seperti itu, maka bisa dipastikan bahwa ia tidak akan mendapat jatah malam ini. Zayyan merutuki kebodohannya mengatakan hal itu.
“Ng-ngak kok sayang. Maksud aku bukan gitu,” jawab Zayyan.
‘Terus maksudnya apaan coba ?”
Semua orang tertawa melihat Zayyan yang sedang disudutkan oleh Nana saat ini. Namun yang anehnya, tidak ada yang berusaha membantu Zayyan saat ini termasuk Arjuna – Adik sepupunya. Malahan Juna yang paling semangat menertawakan kakak sepupunya itu.
“Auto kagak dapat jatah malam ini. Kasihan banget sih,” celetuk Juna. Semua orang semakin tertawa keras mendengar ucapan Juna. Seakan mereka sangat bahagia melihat penderitaan Zayyan.
“Kita masuk yuk sayang, ngak usah dengerin ataupun lihat orang-orang ngak jelas ini.” Zizi langsung membawa Keel masuk kedalam rumahnya dan meninggalkan para sahabatnya yang masih setia menertawakan Zayyan.
♡♡♡
Kajian nya pun langsung dimulai karena mengingat malam semakin larut. Bahkan malam ini masing-masing dari mereka baru mengetahui fakta dari merdunya suara dari sang sahabat saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Apalagi Zizi langsung terpesona mendengar suara merdunya sang suami ketika mengaji. Sungguh ini adalah kali pertamanya Zizi mendengar itu. Ia sampai tidak percaya bahwa suaminya bisa membaca Al-Qur’an seperti itu.
“Subhanallah, merdunya suara suami gue,” bathin Zizi.
Setelah acara kajian, kini tiba saat nya semua orang untuk menikmati makanan yang telah disiapkan oleh tuan rumah. Memang makanan sederhana namun bisa dipastikan sangat pas dilidah karena ini semua dimasak sendiri oleh Zizi.
“Ya ampun, Zi. Masakan lo dari dulu memang ngak pernah berubah. Selalu pas dilidah,” puji Nana sedikit lebay.
Antara Zizi dan Nana memang sama-sama pintar memasak. Namun, mereka juga memiliki perbedaan. Jika Zizi pintar dalam memasak makanan, maka Nana sangat pintar dalam membuat kue dan sejenisnya tapi bukan berarti ia tidak bisa memasak makanan ya, begitupun sebaliknya dengan Zizi.
Kadang mereka berdua juga sering melakukan eksperimen dalam hal memasak makanan maupun membuat kue yang lezat. Benar-benar istri dan ibu yang sempurna sekali. Tidak hanya pintar dalam segi kedokteran namun mereka juga pintar dalam memuaskan lidah dan mengenyangkan perut yang kelaparan.
“Lebay deh lo,” jawab Zizi.
“Yee, dipuji malah jawabnya gitu. Ngak bersyukur banget sih lo jadi orang,” kesal Nana.
“Iya, Nana benar loh Zi. Masakan kamu enak banget, sumpah,” ucap Shakira ikut memuji.
“Iya, setuju gue sama mereka berdua. Ini benar-benar enak banget,” timpal Alexa.
Sementara para laki-laki hanya diam tanpa berkomentar sedikitpun. Tapi dilihat dari cara mereka makan, sudah pasti mereka setuju dengan ucapan para istri. Itu terbukti dari bersihnya piring mereka saat ini, karena melahap makanannya tanpa sisa sedikitpun.
“Iya-iya deh. Makasih pujiannya, lain kali gue masakin lagi buat kalian,” seru Zizi.
“Beneran ?” Tanya mereka semua dengan kompak.
Zizi tercengang melihat kekompakkan para sahabat. Sebegitu berharapnya mereka dimasakan kembali oleh Zizi ?
“Kalian kenapa sih ? Kompak banget,” Tawa Zizi pecah setelahnya. Tristan yang melihat tawa sang istripun diam-diam tersenyum. Sudah lama sekali tidak melihat pemandangan seperti ini. Tristan hanya bisa berdoa agar Zizi selalu bahagia karena ia ingin terus melihat wajah bahagia Zizi setiap saat.
“Berharap banget kalian dimasakin sama bini gue,” ucap Tristan.
“Ck.. Ilah bini. Gue ngak bisa bayangin gimana hidupnya Tristan kalau kemaren Zizi benaran nikah sama Kavindra,” ejek Raka.
“Eh ngomong-ngomong bicara tentang Kavindra, gue jadi penasaran dimana tu orang sekarang ! Kenapa ngak kelihatan lagi ya,” seru Juna.
Zizi yang mendengar nama Kavindra kembali disebutkan tiba-tiba menunduk. Matanya berkaca-kaca ketika mengingat hari dimana laki-laki itu tidak hadir dihari pernikahan mereka. Jika saja Tristan tidak datang dan menawarkan dirinya menggantikan posisi Kavindra, maka entah apa yang akan terjadi dengan keluargnya. Kalau malu, itu sudah sangat pasti.
Tristan yang sadar akan kesedihan sang istripun langsung mendekapnya. “Udah ah, ngapain pada bahas dia sih,” ujar Tristan kesal.
♡♡♡
“Keel sama olive udah tidur ya ?” Tanya Zizi.
“Iya nih, mereka udah pada tidur,” jawab Nana.
“Mendingan tidurin mereka dikamar tamu aja dulu. Gue pengen ajak kalian untuk foto bareng,” ucap Zizi.
Nana dan juga Shakira mengangguk. Zizi langsung menuntun kedua wanita yang notabennya adalah adik dan kakak kandung itu ke kamar tamu.
“Mereka lucu banget ya kalau lagi tidur gini, gue jadi pengen deh,” ucap Zizi tiba-tiba.
“Kalau pengen minta sama Tristan aja, Zi,” jawab Shakira.
“Iya. Gue kan udah kasih ponakan untuk lo, dan sekarang giliran lo yang kasih ponakan untuk gue,” timpal Nana.
“Iya deh. Nanti gue kasih ya,” jawab Zizi tanpa sadar.
Setelah menidurkan Keel dan juga olive dikamar tamu, Zizi, Nana juga Shakira kembali menemui yang lainnya untuk melakukan sesi pemotretan. Mereka melakukan banyak gaya dalam berfoto dan menciptakan kenangan yang manis.
“Prince, tadi bini lo mau minta anak katanya,” celetuk Nana tiba-tiba.
Zizi melototkan matanya pada Nana. Sementara Tristan menatap Zizi dengan senyuman. “Iya. Nanti kita buat ya yang,” jawab Tristan.
To Be Continue…
Hallo Gengs !!!
Hari ini author update lagi yups, meskipun telat !
Author bela-belain update ditengah kesibukan loh, bahkan sambil nahan kantuk kayak sekarang.
Jadi jangan lupa untuk Vote, Like dan Koment ya.
Terima Kasih
01 Des 2020
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu