"Apakah kamu kira tempurung pantas merangkai permata? Mana mungkin anakku pantas bersanding dengan gadis miskin tak berpunya seperti dirimu!"
Runi ternhenyak menahan segala rasa akit di hatinya atas hinaan yang di lontarkan oleh nenek dari bayi yang di kandungnya.
"Mas, kamu akan bertanggung jawab 'kan?" tanya runi pada lelaki yang telah menodai dirinya. meskipun ia sangat mencintai lelaki itu, tetapi tak pernah ada niat sedikitpun untuk melakukan perbuatan dosa. semua yang terjadi karena paksaan oleh lelaki itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Foto berdua
Runi menoleh sejenak ke arah Yandra. Terlihat lelaki itu masih fokus dengan pekerjaannya. Maka Runi mempunyai kesempatan untuk membalas chat dari Gracia.
[Mau ngapain lagi kamu menghubungi suamiku, pelakor?]
Gracia terjingkat melihat balasan pesan dari Yandra. jantungnya berasa terbakar saat Runi yang membalas pesannya.
[Mana mas Yandra? Kenapa kamu yang membalas pesanku? mas Yandra pasti tidak tahu ponselnya di gunakan oleh kamu]
Runi tersenyum membaca pesan dari wanita ular itu. Runi kembali menoleh kepada Yandra.
"Mas?" panggil Runi.
"Hmm?" jawab Yandra menoleh sejenak.
"Aku boleh foto kita berdua?" tanya Runi membuat Yandra menatap lebih lama.
"Untuk apa? Kamu mau upload di medsos aku?" tanya Yandra curiga.
"Ish, ya nggaklah! Aku cuma mau ada kenang-kenangan. Dan kalau di bolehin aku senang banget," jawab Runi menatap penuh harap.
"Kalau untuk foto saja tidak apa-apa, tetapi aku tidak izinkan kamu upload," ujar Yandra menjaga privasinya.
"Iya aku sadar diri. Mas pasti malu jika semua orang tahu aku ini adalah istri mas." Runi memasang wajah sendu penuh drama. "Padahal ini semua keinginan bayi kita. Dia ingin foto bareng papanya," lagi-lagi Runi menggunakan baby-nya untuk mendapatkan kesempatan.
Runi meletakkan ponsel Yandra di atas meja, lalu ia memutar tubuhnya membelakangi Yandra.
Yandra menghela nafas dalam. kenapa rumit sekali menghadapi wanita hamil. Teringat pesan papa dan bang Vano. Runi tidak boleh stres dan sedih, karena itu akan berdampak buruk pada kandungannya. Runi bisa mengalami pendarahan lagi jika itu terjadi.
Percintaannya dengan Runi juga membuat Yandra mampu menekan segala egonya. Ah, laki-laki memang itulah kelemahannya. Apalagi jika dia sudah mendapatkan candu dari percintaan itu, maka apapun rela dilakukan, asalkan wanitanya bahagia.
"Pake acara merajuk segala," gumam Yandra menghentikan sejenak pekerjaannya demi membujuk Runi.
"Runi, ayo kita foto!" ajak Yandra membuat Runi tersenyum tipis.
"Nggak usahlah. Nanti mas malu dilihat orang," jawab Runi masih mendrama. Sebenarnya ia sangat bahagia.
"Ck, bukan begitu maksud aku, Run. Tapi media sosial aku itu memang tidak pernah ada upload foto atau video aku sendiri. Aku tidak suka," ujar Yandra mencoba memberi pengertian pada sang istri.
Runi memutar tubuhnya kembali menghadap pada Yandra.
"Aku ingin upload video kita berdua, tapi janji cuma sebentar saja. Setelah itu aku akan hapus lagi," ujar Runi dengan wajah memelas.
Yandra tak bisa menolak. Terserah saja, yang penting wanita itu senang.
"Baiklah, tapi janji setelah itu di hapus lagi ya?"
Runi tersenyum dan mengangguk. Wajahnya sumringah sangat senang.
Runi memilih angle yang bagus untuk membuat video pendek dan foto. Tentunya wanita itu mempunyai tujuan kenapa ia sampai rela mendrama demi mendapatkan vidio tersebut. Ya, Gracia adalah alasannya. Ia ingin membuat Gracia kejet-kejet melihat dirinya dan Yandra berduaan.
"Mas, sini lebih dekat lagi!" titah Runi mengatur posisi mereka.
Yandra tampak kaku dan canggung saat Runi memintanya lebih mepet lagi.
"Ini udah dekat. Emang mau dekat seperti apalagi sih?"
"Mas kesini, lebih mepet lagi. Tangannya sini peluk aku," ujar wanita itu membuat Yandra menatap tidak percaya saat Runi meraih tangan Yandra agar merangkulnya.
"G-gini?" tanya yandra memeluk Runi dari belakang.
Runi mengangguk dengan senyum manis. Ia bersandar di dada Yandra, lalu menghidupkan kameranya untuk merekam.
Bersambung.....