NovelToon NovelToon
Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:328
Nilai: 5
Nama Author: Kukuh Basunanda

Menceritakan kisah cinta seorang Guru Gen Z tampan bernama Dimas Aditya dengan janda muda cantik dan kaya raya bernama Wulan Anggraeni. Kedua nya di pertemukan oleh keadaan hingga akhirnya tumbuh gelombang cinta di hati mereka. Seiring berjalannya waktu, Dimas berhasil mencuri hati Wulan sekaligus menyembuhkan rasa traumanya atas kegagalannya di pernikahan pertama. Namun di satu sisi, sang mantan (Nayla) masih mengharapkan menikah dengan Dimas. Rasa sayangnya yang begitu dalam, membuat cinta segitiga di antara mereka tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kukuh Basunanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimas Diserang Sosok Misterius

"Bos, setelah di telusuri ternyata anak muda itu seorang guru di sekolah Internasional BFS Menteng, namanya Dimas Aditya" lapor Soni kepada bos nya.

"Kamu sudah tau belum dia tinggal dimana ?" ujar lelaki misterius itu.

"Menurut info yang saya himpun, dia tinggal di mess dekat sekolah itu bos"

"Baik, nanti malam kamu kerahkan anak buahmu, kasih pelajaran buat dia, kalau dia mencoba ngelawan habisi saja dia !" pinta lelaki misterius.

"Siap bos"

Soni segera menghubungi anak buahnya sejumlah dua orang untuk menyerang mess Dimas. Di malam hari yang sunyi di sertai gerimis, soni dan kedua anak buahnya mengetok pintu mess nya Dimas tepat pukul 01.00 dini hari.

"Tok .. tok ..tok"

Dimas yang sedang tidur, terbangun akibat suara ketokan pintu yang keras. Ia punya firasat yang tidak enak. Ia tidak langsung membuka pintu mess nya namun ia segera mengambil gas elpiji 3 kg dan di pegang di tangan sebelah kiri. Berlahan tangan kanannya membuka gagang pintu. Benar saja tanpa aba-aba soni langsung melayangkan bogem mentah ke arah wajahnya namun dengan sigap Dimas menepisnya lalu dengan tangan kirinya, Dimas melayangkan gas elpiji tepat di muka soni hingga ia terjatuh pingsan.

Kedua anak buah soni yang melihat bos nya tak berkutik, segera menyerang Dimas akan tetapi Dimas menangkis dan memuntir tangan salah satu orang itu.

"Aaaaaa sakit ..." suara anak buah Soni.

Dari arah samping seseorang mencoba memberikan tendangan ke arah perut Dimas namun lagi dan lagi kaki Dimas lebih dulu menjangkau selangkangan orang itu hingga ia terjatuh menahan sakit di bagian kemaluannya.

Warga yang mendengar suara keribuan itu bergegas menuju ke pusat sumber suara. Melihat kedatangan warga, kedua komplotan itu mencoba melarikan diri namun salah satu dari mereka berhasil di tangkap warga.

"Siapa mereka mas ?" tanya warga kepada Dimas.

"Entah lah pak, saya juga gak tau, siapa mereka ? aku juga gak tau apa motif mereka ? tiba-tiba saja mengetok pintu mess saya dan menyerang saya" respon Dimas kepada warga.

"Kalau begitu kita bawa dua orang ini ke kantor polisi aja" ujar salah satu warga.

Keesokan harinya, Dimas menemui kepala sekolah bright  future school untuk meminta ijin tidak bisa mengajar di hari itu.

"Morning sir,  I'm so sorry distrub your time. Can I have permission today ? I would like to repot the criminal act of other people for me last night" ijin Dimas kepada kepala sekolah BFS.

"What's wrong with you last night ?" tanya bapak kepala sekolah.

"Three people attacked me in my dormitory last night, therefore, I have to report them to police station this morning" respon Dimas.

"But are you okey ? I allow you don't teach today. Come overthere and take care !" ujar kepala sekolah.

"I'm ok , thank you, sir" ucap Dimas.

Di kantor polisi, Dimas melaporkan kejadian semalam kepada petugas kepolisian.

"Saudara Dimas, bisa kah anda ceritakan kronologi kejadian penyerangan di mess tempat kerja anda semalam ?" tanya pak polisi.

"Saat itu saya sedang tertidur pak lalu ada suara ketokan pintu yang keras, pas saya buka pintunya mereka langsung menyerang saya" respon Dimas.

"Anda kenal siapa ketiga orang yang menyerang anda ?"

"Sama sekali saya gak mengenalnya pak dan saya gak tau apa motif nya mereka menyerang saya" jawab Dimas kembali.

"Anda kenal dengan pak Johan ?" tanya petugas polisi lebih lanjut.

"Pak Johan ?  saya gak mengenalnya pak, ada apa memangnya pak ?" tanya balik Dimas.

"Berdasarkan pengakuan kedua tersangka yang semalam di amankan di sini, mereka bilang mereka di suruh oleh seseorang bernama Johan, motif nya adalah cemburu karna anda menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Wulan", terang petugas polisi.

"Saya gak kenal siapa itu Johan pak, tapi mungkin pacar saya kenal sama dia, sebentar saya telpon pacar saya dulu pak"

"Silakan, kalau beliau ada waktu, suruh saja datang ke kantor polisi ini agar kami bisa menggali informasi sosok pria yang bernama Johan"

Suara panggilan telpon berbunyi, di kontak handphone Wulan tertera nama "guru privat gantengku " sedang memanggilnya. Wulan langsung mengangkat telpon itu.

"Assalamualaikum beb, tumben pagi-pagi telpon, ada apa yah ?" tanya Wulan.

"Walaikum sallam, maaf beb, aku sedang berada di kantor polisi, apa kamu mengenal seorang pria yang bernama Johan ?" tanya Dimas.

"Johan yah, dia direkrur PT. cahaya harmoni, ada apa emang beb ?" tanya balik Wulan.

"Jadi gini beb, semalam  ada tiga orang menyerang aku di mess, setelah di introgasi polisi , dua pelaku yang tertangkap mengaku di suruh oleh orang yang bernama Johan" respon Dimas.

"Ya Allah, tapi kamu gak papa kan beb ? kamu ga ada yang terluka kan ?" tanya Wulan begitu cemas.

"Alhamdulillah beb, aku gak papa kok, cuma masih pegel-pegel aja" sahut Dimas.

"Kamu ada waktu gak beb ? kalau misal ada waktu ke kantor polisi sekarang ya beb !" pinta Dimas.

"Kantor polisi mana yah beb ?"

"Kantor polisi yang dekat dengan rumah kamu" jawab Dimas.

"Baik beb, aku segera kesana sekarang"

Sampai di kantor polisi, Wulan langsung menemui Dimas .

"Beb, kamu gak papa kan ?"

"Gak papa kok beb"

"Beneran gak papa ?" tanya Wulan dengan cemas.

"Iya sayang aku gak papa"

"Maaf ya beb gara-gara aku, kamu jadi kena apes" ucap Wulan.

"Apakah saudari yang bernama Wulan ?" tanya petugas polisi.

"Benar pak, saya Wulan Anggraeni" jawab Wulan.

"Saudari Wulan apakah mengenal pria yabg bernama Johan ?"

"Iya pak, jadi pak Johan itu direktur PT. cahaya harmoni" respon Wulan.

"Dari pengakuan tersangka yang kami tahan, mereka bilang mereka di suruh oleh seorang yang bernama Johan dan motifnya adalah cemburu karna mas Dimas ini punya hubungan khusus dengan anda, bisa anda jelaskan lebih detail !" pinta pak polisi.

"Jadi pak Johan itu memang sudah lama menyukai saya tapi saya gak pernah merespon cintanya pak, dia pernah ngajakin saya menikah tapi saya gak pernah mau" klarifikasi Wulan kepada petugas polisi.

"Untuk status pak Johan saat ini single atau masih punya istri ?" tanya pak polisi kepada Wulan.

"Beliau duda pak"

"Apakah saudari Wulan tau dimana rumah pak Johan ?"

"Saya gak tau persis nya pak tapi yang jelas dia seorang direktur di PT. cahaya harmoni" terang Wulan.

"Baik, terimakasih, informasi dari saudari sangat membantu kami untuk menangkap dalang di balik penyerangan mess nya saudara Dimas" ucap petugas polisi lagi.

"Sama-sama pak" ucap Wulan.

Keluar dari kantor polisi, Wulan masih begitu cemas dengan kekasihnya. Ia takut suatu saat nanti akan terjadi hal yang sama dengan Dimas. Ia juga tidak menyangka pak Johan punya niat buruk ingin mencelakai Dimas.

"Kamu beneran gak papa kan beb ?" kembali Wulan bertanya dengan cemas.

"Gak ada yang luka kan ?"

"Beb, pipi sebelah kanan mu kok sedikit lebam ? sakit yah ? yuk ke rumah ku aja, nanti aku kompres pakai air hangat !" seru Wulan.

"Kamu pagi ini free kan ?"

"Iya beb" sahut Dimas.

Di rumahnya, Wulan mengkrompres luka lebam di pipi Dimas dengan air hangat.

"Pelan-pelan beb, aaah ...." suara Dimas.

"Sakit ya beb ? maaf ya beb, gara-gara aku kamu jadi begini" ucap Wulan.

"Kamu gak usah nyalahin diri kamu begitu dong beb, semua yang terjadi memang sudah takdir, Alhamdulillah, Allah masih berikan aku keselamatan" terang Dimas.

"Tapi aku masih penasaran, kok bisa sih kamu selamat dari penyerangan itu ?" tanya Wulan.

"Ya karna aku membela diri beb, Alhamdulillah bekal ilmu silat yang dulu almarhum bapak saya ajarkan bisa bermanfaat untuk kehidupan aku"

"Emang kamu bisa silat ?"

"Jangan salah beb, dulu waktu aku masih SD dan SMP sering juara silat tingkat provinsi, semua itu berkat bapak aku yang mengajariku dari kecil" terang Dimas kembali.

"Wow, kapan-kapan aku sama Azka di ajarin ya beb !" seru Wulan.

"Pasti dong beb, kamu tinggal tentuin waktu latihannya aja, pasti aku ajarin" respon Dimas.

"Berarti almarhum bapak kamu guru silat yah beb ?"

"Iya bisa di katakan begitu, dulu waktu bapak masih hidup, banyak banget muridnya termasuk dari luar kota juga"

Sementara itu, di sebuah perusahaan bernama PT. cahaya harmani, polisi menangkap sang direktur utama perusahan tersebut.

"Tunggu dulu pak, salah saya apa ? kenapa saya di langsung di tanggap begini" ujar pak Johan.

"Anak buah Anda telah mengaku bahwa anda adalah dalang di balik penyerangan di mess saudara Dimas semalam" terang petugas polisi.

"Tapi semua bisa di bicarakan baik-baik dulu pak, gak seharusnya seperti ini, lagian saya gak enak pak dengan semua pegawai saya" kilah pak Johan.

"Semua bisa di jelaskan di kantor polisi pak, sekarang pak johan ikut kami ke kantor polisi" ujar petugas polisi sembari memborgol tangan pak Johan.

Apa yang terjadi dengan pak Johan menjadi pusat perhatian para karyawannya di kantor itu. Mereka terdiam menyaksikan penangkapan bos nya.

"Pak, Johan kok di tangkap polisi, apa salah dia ?" ujar salah karyawan ke rekan yang lainnya.

"Gak tau juga sih, korupsi duit perusahaan kali" respon salah seorang karyawan.

"Huuuzzz, ngaco kamu"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!