Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 35
kayla mulai terbangun dari tidur cantiknya, menegakkan tubuhnya yang sedikit sakit lantaran tidur posisi duduk. kayla mengucek matanya yang masih berat untuk dibuka, kayla melihat sekitar sehingga dia sadar jika dia masih ditaman belakang sekolah.
"Kamu bangun" tanya seseorang membuat Kayla kaget dan menoleh menatap Alvaro yang ada dihadapannya.
kalyan mengedipkan matanya beberapa kali apa yang dia lihat saat ini.
"Ini beneran Alvaro atau efek bangun tidur saja" pikir Kayla melihat Alvaro tersenyum geli melihat wajah bengong Kayla.
Alvaro meniup wajah Kayla membuat Kayla menjauhkan tubuhnya secara langsung menatap syok Alvaro yang memang nyata bukan khayalan saja.
"Masih tidur nih bocah" pikir Alvaro melihat tatapan Linglung Kayla yang sangat mengemaskan menurut Alvaro.
Tahulah jika Kayla selalu pasang wajah dingin dan tatapan tajam tapi kali ini Kayla terlihat sangat imut, mata yang sayu dan memperlihatkan wajah polos entah bingung.
"Enak kali tidurnya sehingga tidak sadar jika tidur ada temani ya" ledek Alvaro membuat Kayla hanya memutar bola matanya malas.
"Sejak kapan kamu di sini" tanya Kayla mengusap matanya pelan.
Alvaro menghentikan tangan Kayla agar tidak menyakiti matanya yang sudah memerah. "Sudah dua jam aku disini" ujar Alvaro memegang tangan Kayla. "Sudah jangan diusap lagi! Lihat sudah merah mata kamu" perhatian Alvaro membuat Kayla terdiam.
"Baiklah! Sudah jam berapa sekarang? " tanya Kayla menatap suasana sangat sepi.
"Sudah jam lima sore" jawab Alvaro menatap jam tangannya.
"Apa? " kata Kayla tidak percaya dia tidur lebih tiga jam bahkan tidak tahu jika Alvaro sudah di sampingnya.
"Kenapa teriak dikuping aku? Sakit tahu" maki Alvaro sambil mengusap telinganya yang terasa berdenging.
"Ups, sorry! Kenapa tidak di bangun" tanya Kayla heran melihat Alvaro yang mau saja menunggu dia tertidur.
Bisa dibangunkan atau ditinggalkan saja.
Alvaro menghela nafas panjang. "Kamu terlalu nyenyak sehingga aku tidak tegaan? Apa lagi kamu nyaman banget bersandar di bahu aku" goda Alvaro membuat Kayla mengendus malas melihat tingkah Alvaro.
"Mulai lagi" pikir Kayla sambil berdiri sambil menepuk roknya yang kotor.
Kayla menatap alvaro juga ikutan berdiri sambil membersihkan celananya. "Kita pulang" ajak Alvaro sambil memberikan tas Kayla.
"Hmm! Terimakasih Alvaro, ini jaket kamu" sondor Kayla memberikan jaket Alvaro tapi tidak diterimanya.
"Kamu aja yang pakai karena bentar lagi mau hujan dan kamu gak bawa jaket bukan" kata Alvaro membuat Kayla menatap langit yang memang lagi mendung.
"Hmm! Baiklah" pasrah Kayla memakai jaket Alvaro yang kebesaran ditubuh kayla.
Kayla membuka tasnya sambil mencari sesuatu, melihat Kayla sibuk sendiri membuat Alvaro penasaran.
"Kamu lagi cari apa? " tanya Alvaro heran melihat Kayla membongkar tasnya tapi yang dicari tidak kunjung menemukan.
"Kamu melihat kunci motor aku?" tanya Kayla bingung dan mengingat terakhir kali dia memegang kunci motornya.
"Di mana letaknya? " kata Kayla mulai panik membuat Alvaro juga ikutan bingung.
Apa yang bisa dia bantu ya?!
"Benar gak ada didalam tas kamu? Coba kamu cari lagi" kata Alvaro menyuruh kayla agar lebih teliti mencarinya.
Kayla mengendus pasrah setelah dia memeriksa kembali tasnya. "Apa ketinggalan dalam kelas" tanya Kayla bingung membuat Alvaro menautkan keningnya bingung.
"Aku sudah sudah masukkan semuanya dalam tas kamu" kata Alvaro membuat kayla mengusap wajahnya pelan.
"Kita lihat di kelas memang aku kelupaan" hibur Alvaro membuat Kayla mengangguk pelan.
"Ya! Kita cari satpam sekolah dulu" ujar Kayla melangkahkan kakinya menuju pos satpam diikuti oleh Alvaro dari sampingmya.
Setelah berbicara dengan satpam sekolah mereka diperbolehkan meminjam kunci kelas, mereka membuka kelas dan memeriksa laci Kayla tapi mereka tidak menemukan kunci motor Kayla membuat Kayla makin pusing.
"Aku anterin kamu saja? Besok kita tanya sama teman sekelas kita jika melihat kunci motor kamu" saran Alvaro membuat Kayla menghela nafas panjang.
"Kenapa hari ini aku sial terus" kesal Kayla membuat Alvaro hanya tersenyum sambil menepuk kepala Kayla untuk bersabar.
"Sudah jangan cemberut gitu? Aku akan anterin kamu dan jemput kamu besok ke sekolah jadi jangan galau gitu" hibur Alvaro mengajak Kayla keluar kelas dan kembali mengunci pintu kelas.
"Hmm!" pasrah Kayla tidak semangat padahal suasana moodnya cukup baik tapi kehilangan kunci motornya membuat moodnya kembali jatuh juga.
Setelah memberikan kunci tidak lupa mengucapkan terima kasih mereka menuju parkiran menuju mobil Alvaro, tapi Kayla terlihat enggan meninggalkan motornya disekolah walaupun ada CCTV-nya dan juga satpam yang menjaga sekolah ini.
"Sudah kayla? Apa kamu punya kunci cadangan di apartemen? " tanya Alvaro membuat kayla menatap tidak percaya.
Kayla punya kunci cadangan jadi dia bisa mengambil motornya nanti dengan kunci cadangan itu.
"Kamu memang pintar? Kenapa pikiran aku gak sampai kesana" puji Kayla raut wajahnya kembali cerah mendapatkan solusi dari masalahnya.
"Iya dong! Jadi cepat masuk, kita jemput kunci kamu dan kita jemput motor kamu" ajak aAlvaromembuat Kayla tersenyum tipis mendengar katanya.
"Baiklah sekali lagi terimakasih" tulus Kayla membuat senyum senang terbit dibibir alvaro mendengar kata terimakasih yang diucapkan Kayla.
"Jarang loh kayla mengucapkan terimakasih lebih dari dua kali" pikir Alvaro melirik senyum tipis diwajah Kayla terlihat lega motornya bisa dibawa pulang nanti.
Alvaro melajukan motornya menuju apartemen Kayla mengambil kunci cadang motor kayla, Alvaro tidak merasa capek bahkan senang hati mengantar Kayla kesana kesini untuk melihat senyum langkah Kayla yang memang jarang diperlihatkan.
.
.
.
Di tempat lain? Davin berbaring diranjangnya menatap kunci motor yang tidak sengaja dia dapatkan saat Alvaro terlihat tergesa-gesa membereskan tas Kayla, awalnya davin mau mengembalikan kunci motor Kayla, tapi mengurungkan niatnya melihat Alvaro berada di dekat Kayla yang terlihat mengusap pipi Kayla dengan pelan. Bahkan tatapan Alvaro terlihat sangat menyayangi Kayla sehingga Alvaro memilih menunggu Kayla bangun dari tidurnya daripada menganggu tidur Kayla.
Davin dapat merasakan jika Alvaro memiliki rasa pada kayla tapi hanya saja Alvaro masih belum menyadari perasaan dia. Davin mengenggam kunci motor itu dengan kuat merasa iri saat Kayla dengan nyaman meletakkan kepalanya dibahu Alvaro walaupun tidak sadar.
Dia cemburu melihat kedekatan kayla dan Alvaro, Tapi Davin bisa apa karena dia orang baru yang masuk dalam kehidupan Kayla. ditambah mendekati kayla bukan perkara yang mudah butuh perjuangan dan rasa sabar menerima sikap Kayla yang terlalu ekstrim sangat jauh dari cewek pada umumnya.
Tapi dari sana Davin mengagumi Kayla bahkan rasa rasa kagum berkembang rasa cinta, Davin bukan orang awam masalah jatuh cinta jadi davin tahu jika ketertarikan Davin pada Kayla bukan kagum semata tapi dia mencintai cewek tipe bad girl ini.
Sepertinya
Davin butuh usaha ekstra agar kayla bisa meliriknya.
.
.
.
*B**ersambung*...
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,