seorang dokter yang terkesan cuek dan dingin di jodoh kan dengan calon dokter yang cantik dan ceria, bagai mana kiasah mereka selanjutnya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aily sauri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
Selesai melakukan sholat subuh Atar memilih untuk memejamkan mata nya kembali Sementara Kia mengerjakan skripsi nya dan mempersiapkan untuk magang nya.
"Euugghhh" lenguh Atar membuat Kia melirik ke raja suaminya dan tersangka.
"Udah bangun"
"Jam berapa sekarang" tanya nya.
"Jam 7 mas"
"Kamu udah turun ke bawah" tanya Atar.
"Belum kan nungguin mas" jawab Kia, Atar langsung bangkit dari tempat tidur dan melangkah mendekati kia.
"Yaudah tunggu bentar mas mandi dulu " ucap nya melangkah menuju kamar mandi, Kia pun mengangguk lalu merapikan meja belajar nya yang sedikit berantakan.
Tak lama Atar keluar dari kamar mandi sudah mengenakan baju santai nya yaitu cela pendek dan kaos polos.
"Udah" tanya Kia.
"Bentar ngeringin dulu rambut" jawab Atar.
"Sini" pinta Kia, Atar pun tersenyum lalu mendekati kia.
"Nunduk dikit mas aku gak sampai" Atar pun mengangguk ia mentapa wajah Kia yang tengah serius mengeringkan rambut nya.
"Jangan natap Kia kaya gitu" ucap Kia.
"Berhadapan gini gimana cara nya gak natap" tanya Atar.
"Merem kan bisa" jawab nya santai.
"Dih aneh" jawab nya sambil mengusap hidung Kia dengan jari nya, Kia pun replek menjauhkan wajahnya dari Atar.
"Malu??" tanya antar sambil terkekeh.
"Gak" jawab iya dengan cepat.
"Udah nih mas" ucap Kia saat rambut atas sudah benar-benar kering. Atar pun bangkit dan mengecup kening kia.
Cup
"Yaudah yuk turun" ajak Atar.
"Mereke belum tahu kan kalau mas udah pulang" atar pada Kia.
"Belum mas"
Atar dan Kia pun mulai keluar dari kamar menuruni tangga sambil bergandengan tangan.
"Eh anak bunda udah pulang " ucap bunda Atar saat melihat bunda kehadiran anak dan menantunya.
"Kapan pulang nak??" Tanya nya.
"Tadi malam bunda sekitar jam 10.00 lewat" jawab Atar sambil menyalami punggung tangan kedua orang tuanya.
"Mana kerjaannya" tanya ayah Atar.
"Aman ayah" jawab nya.
Tiba-tiba suara Sarah terdengar sedang bersenandung sambil menuruni tangga, ataupun langsung mempunyai ide untuk menjahili adiknya itu.
"Sarah turun kerjain ah" ucap Atar, langsung melangkah bersembunyi di balik tembok.
Ayah, bunda dan Kia hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan antar yang seperti anak kecil jika bersama Sarah.
"Pagi semuanya " teriak Sarah seperti biasa.
"DORRR" tiba-tiba Atar datang di belakangnya membuat Sarah benar-benar kaget.
"Astagfirullahaladzim..... Allahu la ila huwal hayyulqoyyum la..... " Ucap sarah kaget spontan membaca ayat kursi.
"Sembarangan Lo" kesel barak karena Sarah berpikir kalau iya hantu.
"Bunda ada hantu mirip Abang, suaranya juga kayak Abang padahal kan Abang lagi di luar kota nggak ada di sini" Sarah masih saja teriak ketakutan sambil memejamkan matanya.
"Bunda lagi sarapan" jawab sang bunda dengan santai.
"Ayahhhhh" panggil nya.
"Ayah juga lagi sarapan"
"Kak Kia tolang kak hanya kakak yang bisa tolongin Sarah burun kesiani" panggilnya pada Kia padahal Sarah hanya tinggal beberapa langkah lagi menuju meja makan, namun karena rasa takut yang ia rasakan hingga membuatnya merasa sangat jauh dari meja makan dan itu membuat Atar sangat senang dan tertawa terbahak-bahak.
"Maaf Sarah Kakak juga lagi sarapan nggak bisa" Jawab ya sambil terkekeh.
"Ya Allah masa nggak ada sih yang mau nolongin Sarah di rumah ini, ya Allah hanya engkau yang bisa menolong Sarah jauhkanlah Sarah dari setan apapun yang ada di dekat saya saat ini" ucapnya sambil memejamkan mata.
Atar menahan tawanya ia sangat gemas melihat wajah ketakutan sang adik nggak ia pun mengambil ponsel dan memotretnya.
"Sumpah ngakak banget muka lo" ucapnya sambil memasukkan ponsel itu kembali.
Sarah merasa ini ada yang aneh ia pun perlahan membuka matanya, bisa dia lihat kalau sang kakak Tengah tertawa puas di hadapannya.
"Anjiiiirrr jadi ini beneran lo bang" ucap Sarah kesal sambil memukul lengan atas.
"Sakit tahu"
"Bodo amat" jawab nya ketus.
"Lagian tega banget sih Abang ngerjain adiknya sampai kaki ini rasanya benar-benar lemes" keluh Sarah sambil terus memukul Atar.
"Kalian juga bisa-bisanya malah pada diam saat Sarah benar-benar ketakutan" ucap nya pada ke tiga orang yang sedang ikut menertawakan nya.
"Awas ya bang nanti Sarah bales" ucapnya dengan sengit.
"Boda amat wlee" jawab atar sambil mengeluarkan lidahnya.
"Udah udah jangan berantem terus sini cepat kalian makan" ucap bunda menengahi.
"Gak mau Sarah udah nggak mood" jawab Sarah sambil cemberut.
"Makan woi" ucap Athar pada adiknya.
"Gak mau ini juga gara-gara Abang terserah jadi nggak mood buat makan" ucapnya masih kesal.
"DIAM" tegur sang ayah membuat Sarah dan attar benar-benar diam, Mereka pun mulai sarapan dengan tenang hingga selesai.
"Awas ya bang Sarah benar-benar dendam sama Abang kali ini" ucap Sarah saat mereka sudah selesai sarapan.
"Trusss????" Jawab Atar santaii.
"Asli lu benar-benar nyebelin bang" ucap Sarah kesal.
"Hari ini rencananya mau ke mana Tar???" Tanya sang ayah.
"Nggak kemana-mana ya Atar mau istirahat di rumah aja seharian" jawab nya.
"Tapi awas jangan berantem" ingat nya.
"Gak janji yah" jawabnya sambil berkekeh.
"Ya udah atar sama Kia naik ke atas dulu ya" ucap ater sambil menarik pergelangan tangan Kia.
"Masih pagi tar" goda sang ayah membuat Atar terkekang sambil menaiki anak tangga.
"Mau apa sih mas??" Saya Kia saat mereka masuk ke dalam kamar.
"Apa sih pengen istirahat aja" jawab nya.
"Ya udah sana kamu Istirahat" titah nya.
"Temenin" jawab nya.
Atar duduk di sofa kamarnya lalu ia memanggil Kia untuk mendekat dan duduk di sampingnya.
Setelah Kia duduk di samping akar-akar menarik tubuh Kia agar kepalanya bersandar di dada.
"Kenapa sih mas??" Tanya yang heran dengan kelakuan.
"Gak papa pengen gini aja" jawabnya sambil menaruh dagu di atas kepala Kia. Kia pun melingkarkan tangannya di perut sama suami.
"Mas Kia mau magang boleh??" Tanya Kia walaupun Atar tak mengizinkan tapi ia sudah menyetujui magang tersebut tapi tak ada salahnya meminta izin.
"Magang??? Bukannya kamu udah mau selesai skripsi ya??" Tanya Atar dengan heran.
"Gimana ya mas jelasinnya mungkin ini bisa disebut sebagai nilai tambahan buat Kia lagian magangnya juga nggak lama kok cuman dua minggu di rumah sakit x" jawab nya.
"Kenapa nggak di rumah sakit yang sama dengan mas" tanya Atar.
"Mana Kia tahu mas itu kan pilihan kampus tapi rumah sakit ini sama bagusnya kok sama rumah sakit yang mas pegang"
"Iya sih"
"Jadi boleh???" Tanya Kia menunggu jawaban atar.
"Hmmm gimana ya???" Ucap Atar pura-pura berpikir.
"Ihhh mas" rengek Kia.
"Boleh asal cium dulu"
"Loh kok gitu"
"Mau gak"
"Gak mau ah malu"
"Yaudah berarti gak magangg"
"Mass ihhh"
"Yaudah cium"
"Yaudah tapi mas meram ya" pinta Kia.
"Ok" Atar pun mulai memejamkan matanya.
Cup
Satu kecupan mendarat di pipinya dengan begitu singkat.
"Udah mas" ucap Kia.
"Hah udah??? Kok gak kerasa ya" jawab Atar.
"Ahh bodo yang penting udah"
"Hmmm gimana ya" ucap Atar.
"Mas ihhh ngeselin" rajuk nya.
"Yaudah iya iya boleh" ia pun tersenyum.
"Bosen gak???" Tanya Atar.
"Bosen pengen jalan jalan" jawab nya.
"Bilang aja pengen di ajakan jalan"
"Nah tuh tau emang mas tuh suami peke" jawab Kia sambil tersenyum.
"Mau kemana???"
"Hmm gak tau jalan aja dulu mas siap taunmanti ketemu tempat menyenangkan " jawab Kia.
"Tapi mas baru pulang loh Kia"
"Ayo dong mas, Minggu depan kianudah mulai magang loh" rengek nya seperti anak kecil.
"Ok hari pertama magang mas yang antar"
"Siap" jawab Kia dengan hormat.
"Yaudah kamu siap siap dulu mas juga mau ganti baju" titah nya, Kia pun langsung menurut dan At no
ar pun masuk ke dalam walk in closed milik nya.
Saat di dalam walk in closed