NovelToon NovelToon
Human Perfect

Human Perfect

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Pendamping Sakti
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Febby Sadin

Di zaman sekarang ini adakah laki-laki yang serba bisa? sempurna!
jawabannya di novel kali ini ada!
Dia dijuluki Human Perfect oleh semua orang karena kesempurnaannya. Dia bernama Badai Bagaskara.
Lalu, sesempurna apakah dia?
Baca kisahnya dalam Novel Human Perfect. Dan disarankan bagi yang belum membaca Novel Tafsir Mimpi Sang Inspirator diharapkan membacanya terlebih dahulu, karena novel ini berhubungan dengan itu.

happy reading 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febby Sadin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Penyelamat

Najwa mengajak Badai, Nabila, Ali dan Faisal untuk mengikuti dirinya mencari jalan keluar dari hutan laut Kidul. Dengan masing-masing yang laki-laki menggandeng lengan Riz, Naz, Rangga dan Marya. Badai menggandeng dua tubuh sekaligus yaitu Naz dan Marya.

Mereka berjalan di dalam air yang tanpa mengeluarkan tenaga besar, sehingga lebih mudah membopong tubuh tubuh yang tak sadarkan diri itu.

Di telapak tangan Riz, Naz, Rangga dan Marya sejak keluar dari kapsul gelembung air itu juga sama memiliki tanda di telapak tangannya, sebuah alarm jam. Namun perbedaannya, telapak tangan keempat tubuh yang tak sadarkan diri itu tak berdetak sedikitpun. Alarm jam di telapak tangan itu berwarna hitam, seolah tak ada nyawa nya di dalam tubuh orang-orang itu yang kini dibopong oleh ke tiga laki-laki.

"Yaudah ayo ikuti aku!" ucap Najwa, dimana Najwa sendiri sebenarnya juga tak begitu tahu harus bergerak ke arah mana membawa mereka semua. Namun dia tetap memiliki ide-ide brilian, sehingga membuat nya bergerak ke atas, seolah sedang berenang menuju ke daratan, yang dia sendiri tak yakin apakah akan langsung menemukan daratan.

Tak lama ketika Najwa bergerak naik ke atas, yang di ikuti oleh teman-temannya yang lain.

"Mau kemana kalian?!!!" tiba-tiba satu suara yang sangat familiar di telinga semuanya, terdengar.

sehingga seketika itu semua mata tertuju pada satu suara itu, "Roro Kidul?!!" pekik Najwa.

Yang seketika itu tampak oleh mereka, tatapan Roro yang sangat santai memergoki mereka berlima yang membopong empat tubuh tak sadarkan diri, dengan senyuman yang begitu sinis.

Kemudian diiringi pula tawa menyeramkan dari Roro, Hahahahaa "Kalian hendak kabur kemana?!! Kalian pikir ini disebuah perairan tepi pantai, begitu?! Kalian sangat berkhayal!" ucap Roro, dengan nada yang begitu ditekan dan tegas. Sehingga siapapun yang mendengarnya membuat bulu kuduk berdiri.

Najwa yang tadinya bergerak ke atas pun, perlahan bergerak sedikit turun ke posisi semula, lalu dia memberanikan diri untuk menanggapi ucapan Roro.

"Memangnya siapa yang mau kabur?!! anda juga terlalu Ge Er banget sih!!" balas Najwa, terhadap nyinyiran Roro Kidul.

Membuat Roro malah semakin memelototkan kedua matanya ke arah mereka semua. "Kamu!!" pekik Roro geram, namun dia tahan emosinya. "Ini anak Bintang memang nyebelin banget! kurang ajar!" ucap Roro dalam hati.

Sedangkan Roro yang tak tahu, dengan kekuatan yang dimiliki oleh Najwa, malah Najwa menyahuti perkataan dalam hati Roro dengan begitu nyambung.

"Emangnya kenapa kalau aku anak Bintang dan aku nyebelin? anda merasa kena ULTI?!!" balas Najwa, dengan lantang. Dan terkesan kurang ajar banget saat itu juga.

Roro seketika langsung semakin mengerutkan keningnya, sehingga kedua alisnya tampak hampir menyatu, dan seolah hampir mengeluarkan api dari hidungnya. Tapi masih hampir.

"Ini anak bener bener ya.... Apa lagi sih itu artinya. ULTI?! Apa itu gak ngerti juga aku." gumam Roro dalam hatinya lagi.

Dan saat itu juga, Najwa malah bergerak semakin berani, maju ke depan. Tepat berdiri berhadapan dengan Roro. Dia berbisik ke Roro.

"Bibi Roro Kidul... Aku tahu apa yang anda gumamkan dalam hati, jadi tolong berhenti bergumam dalam hati. Langsung ucapkan saja... Dan, bibi Roro gak tau artinya ULTI ya? Makanya bi, sering-sering bergaul dengan anak muda dong....." bisik Najwa, yang dimana Roro semakin kena ulti beneran.

Badai, Nabila, Ali dan Faisal yang awalnya diam saja, dibuatnya seketika langsung membelalakkan matanya, saat tiba-tiba Najwa dicekik oleh Roro.

Najwa pun mengerang kesakitan, namun dia sambil tersenyum. Seolah mengejek cekikan Roro kepadanya. Sedangkan teman-temannya langsung menjerit.

"Najwa!!!"

Namun kedua mata Najwa melirik ke arah teman-temannya ditengah-tengah dia dicekik oleh Roro, dia masih bisa-bisanya berkata, "Tenang teman-teman, aku gak bakalan kenapa-kenapa hanya dengan cekikan Roro Kidul ini!!" ucap Najwa, dengan nada menantang.

Saat itu juga pun, Roro yang mencekik Najwa dengan selendang hijau nya yang sebelah kanan, menambahkan cekikan itu dengan selendang nya yang kiri. Tanpa melayangkan tangannya sedikitpun ke leher Najwa, selendang kanan kirinya sudah mampu mewakili tangannya.

Sehingga Najwa seketika semakin mengerang kesakitan. "Aaaargh!!" pekik Najwa. Namun kembali lagi, dia masih menyertai nya dengan senyumannya, namun kini senyumannya tampak jika dia memang lah kesakitan.

Hingga sampai di titik dimana senyuman Najwa hampir pudar, yang dimana Badai dan lainnya memang tak bisa berbuat apa-apa karena mereka juga sedang melindungi tubuh sahabat-sahabat orangtua mereka.

"Anakku!!!" satu suara tiba-tiba langsung menghentikan cekikan Roro terhadap leher Najwa. Membuat Najwa seketika terbatuk-batuk.

Uhuk uhuk sambil menutupi mulutnya yang juga mengeluarkan gelembung bersamaan dengan batuknya. Efek karena dia berada di dalam air.

Suara yang berteriak itu langsung mendekat, dan bergerak dengan tampak berlari ke arah Najwa, tak lain adalah..

"Zainab!!!" pekik Roro, dengan suara pelan. Namun dia benar-benar terkejut.

Semuanya juga, bukan hanya Roro yang terkejut. Bahkan Badai, Nabila, Ali dan Faisal pun terkejut. Terlebih lagi Faisal, dia sangat terkejut akan kehadiran Permata dan Hasbi.

Orang tua Faisal, yang diketahui oleh Faisal sendiri bahwa orang tua nya tak pernah sebelumnya berinteraksi dengan orang-orang di masa lalu nya, tapi kini yang terjadi ...

"Ayah?.... Mama?....." gumam Faisal perlahan.

Bara langsung menuju ke Badai, puteranya. Dan langsung membantu membopong tubuh sahabatnya, Naz. Sedangkan Badai masih membopong tubuh Marya.

Begitu pula Hasbi dan juga Permata. Mereka langsung bergerak ke arah putranya yaitu Faisal, dan menggantikan Faisal untuk membopong tubuh Rangga.

Dan lagi, Rima dan Shad juga bergerak ke arah tempat Nabila dan Ali berdiri, dan mengalihkan tubuh Riz yang dibopong Ali, kini menjadi di bopong oleh Shad.

"Bagaimana kalian bisa masuk kesini?!!!" bentak Roro seketika, setelah semuanya saling bersapasangan, dan menatap Roro tajam.

.

.

.

Udah dulu ya readers 😚

1
Sholahuddin Bara
👍👍👍👍bagus bagaimana tuh kelanjutan nya?
Sholahuddin Bara
yes I do. sekarang
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
lanjutannya sekarang
Sholahuddin Bara
waduhhh
apakah punya anak sama umur nya
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
anjayyyyy langsung bersamaan ,,tapi ini kurang author 👍🏻👍🏻
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
up dong author 😊😊
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂: belum selesai
Febby Sadin: sabar ya.. otw hehe
total 2 replies
Sholahuddin Bara
kapan tuh akad nikah nya
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
ihiwww , tinggal Rangga dan marya nihh🤭🤭
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
up dong author 👍🏻🙂
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
lanjut dong author 👍🏻
Sholahuddin Bara
bagussss
Sholahuddin Bara
💁👌
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
ok,aku tunggu 😊😊😊
Sholahuddin Bara
bagus banget🤗
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂: lanjut author 😊😊😊
total 1 replies
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
up dong author 😊
Sholahuddin Bara
👍👍👍👍
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
lanjut author 👍🏻😁
Sholahuddin Bara
ya author sekarang
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
sekarang aja author 👍🏻🙂
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
bagus author lanjutin yang banyak 👍🏻😁
Sholahuddin Bara: jarene
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂: lebay kamu baru 1 kali juga yang di keluarin
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!