NovelToon NovelToon
Mandala Yin Yang

Mandala Yin Yang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Romansa / Penyelamat
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tian Xuan

Che Tian, seorang Saint terkuat di alam dewa, kecewa ketika kekasihnya, Yuechan, direbut oleh Taiqing, penguasa alam dewa yang dipilih oleh Leluhur Dao. Merasa dihina, Che Tian menantang Taiqing dan dihukum, diturunkan ke bumi untuk mencari kekuatan yang lebih besar. Dengan senjata sakti, Mandala Yin Yang dan Kipas Yin Yang, Che Tian membangun kekuatan baru dan mengumpulkan murid-murid yang setia. Dalam perjalanannya, ia menghadapi pengkhianatan dan rahasia alam semesta, sambil memilih apakah akan membalas dendam atau membawa keseimbangan yang lebih besar bagi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tian Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Rahasia di Balik Kisah

Ruangan masih sunyi setelah ilusi itu menghilang. Wajah Ye Qingxian dan Lin Haotian masih dipenuhi keterkejutan, sementara perempuan yang hampir bunuh diri tadi menundukkan kepalanya, matanya berkilau dengan emosi yang tak bisa ia ungkapkan.

Lin Haotian menelan ludah. "Itu... itu benar-benar kisah nyata?"

Che Tian tidak langsung menjawab. Ia hanya bersandar di kursinya, menutup matanya sejenak seolah tak mau membahas lebih lanjut.

Ye Qingxian menatapnya curiga. "Kau tidak mungkin hanya sekadar tahu kisah itu. Dari mana kau mendapatkannya?"

Mata Che Tian perlahan terbuka. Ia tersenyum samar, tetapi tidak berkata apa-apa.

Perempuan itu juga menatapnya, suaranya lebih pelan dan penuh rasa ingin tahu. "Benar... bagaimana kau tahu semua itu? Seolah kau sendiri yang mengalami semuanya..."

Che Tian tetap diam.

Dia mengingat masa lalunya.

Di kehidupan sebelumnya, di era sebelum dunia ini mengenalnya sebagai Che Tian, ia pernah turun ke alam bawah, mengikuti ujian yang tak seorang pun tahu. Dalam kehidupan itu, ia menjadi seseorang bernama Jiang Ren.

Ia tidak mengada-ada. Kisah yang ia ceritakan barusan bukan sekadar ilusi atau dongeng yang ia karang. Itu adalah kenangan yang terukir dalam jiwanya, sesuatu yang ia sendiri masih rasakan hingga saat ini.

Mu Yao...

Sosok wanita yang dulu selalu menjadi "musuhnya," seseorang yang tanpa ia sadari telah begitu berarti dalam hidupnya.

Ia masih bisa mengingat senyum terakhirnya. Kata-kata terakhirnya.

Dan penyesalan yang tidak akan pernah bisa dihapus oleh waktu.

Namun, Che Tian tidak mengatakan hal ini kepada siapa pun.

Ia hanya tersenyum tipis dan berkata ringan, "Mungkin aku hanya pernah mendengar cerita ini dari seseorang di masa lalu."

Ye Qingxian mengernyit, tidak sepenuhnya percaya, tetapi tidak bertanya lebih lanjut.

Lin Haotian, yang masih sedikit bingung, menggaruk kepalanya. "Kalau begitu, bagaimana akhirnya? Apakah Jiang Ren pernah bisa melupakan Mu Yao?"

Che Tian menutup matanya sejenak sebelum menjawab.

"Dia tidak pernah melupakannya."

Keheningan menyelimuti ruangan.

Perempuan itu mengepalkan tangannya, matanya tampak bergetar. "Jadi... ada pria seperti itu di dunia ini... pria yang benar-benar setia..."

Che Tian menatapnya sekilas dan tersenyum. "Ya. Hanya saja, tidak semua orang bisa melihatnya sebelum terlambat."

Malam itu, mereka semua terdiam dalam pikirannya masing-masing.

Namun di dalam hati Che Tian, kisah Jiang Ren dan Mu Yao tetap hidup—bukan sebagai cerita untuk menghibur orang lain, tetapi sebagai bagian dari dirinya yang tidak akan pernah hilang.

Setelah keheningan yang panjang, Che Tian kembali mengangkat tangannya. Energi tak terlihat mulai berkumpul di sekelilingnya, dan dalam sekejap, domain kembali terbuka.

Ruangan itu perlahan berubah. Kali ini, mereka tidak lagi berada di dalam penginapan, melainkan di sebuah dataran bersalju yang luas. Hembusan angin dingin menusuk, dan di tengah badai salju itu, seorang pria berdiri tegak dengan pedang tertancap di tanah di depannya.

"Kisah ini," ujar Che Tian dengan suara tenang, "adalah kisah tentang seorang pria yang tetap setia... meskipun ia tahu bahwa kesetiaannya tidak akan pernah dihargai."

 

Namanya Xiao Han.

Ia adalah seorang jenderal besar di kerajaan Tianwu, seorang pemuda berbakat yang sejak kecil mengabdikan dirinya untuk menjadi pedang bagi negaranya. Namun, lebih dari sekadar seorang prajurit, ia juga adalah pelindung setia dari satu wanita—Luo Qingyan, putri tertua kerajaan, seseorang yang ia cintai lebih dari nyawanya sendiri.

Ia selalu berada di sisinya. Mengangkat pedang untuknya. Bertarung demi melindunginya.

Namun, satu hal yang tidak pernah bisa ia lakukan adalah membuat wanita itu melihatnya sebagai seorang pria.

Bagi Luo Qingyan, Xiao Han hanyalah bayangan—selalu ada di sana, tetapi tak pernah benar-benar diperhatikan.

Dan saat perjodohan kerajaan terjadi, Luo Qingyan menerima takdirnya tanpa perlawanan. Baginya, cinta bukanlah sesuatu yang bisa ia pilih sendiri. Ia harus menikah demi kestabilan kerajaan.

Hari itu, di depan gerbang istana yang megah, Xiao Han berdiri diam di antara para pengawal, menyaksikan wanita yang selama ini ia lindungi naik ke kereta pernikahan.

Salju turun dengan lebat, menyelimuti tanah seperti tirai putih yang perlahan-lahan menutupi luka di hatinya.

Ia tidak berteriak. Ia tidak menangis.

Ia hanya berdiri di sana, membiarkan salju membekukan hatinya yang telah hancur.

Setelah hari itu, ia kembali ke medan perang.

Dan selama bertahun-tahun, ia tetap setia melindungi kerajaan yang telah mengambil segalanya darinya.

-bersambung-

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!