Sifa tidak pernah menyangka dengan nasib nya, ia harus menjadi Pengantin Pengganti, Kakak kandung nya sendiri yang tiba-tiba kabur di hari pernikahan nya sendiri.
Bagaimana Kisah nya.. hanya di Novel Pengantin Pengganti
Follow Me :
Ig : author.ayuni
Tiktok : author.ayuni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Cafe Sidewalk
" Sifa ada di rumah ? " tanya Geby sahabat Sita.
" Hmm " Sita hanya mengangguk.
" Terus hubungan Lo sama adek Lo gimana ? " tanya Geby.
" Ya masih gitu aja, kayanya Sifa masih kesel sama Gue " jawab Sita.
" Ya wajar sih menurut Gue, cobalah Lo ambil hati lagi adek Lo "
" Susah dia itu anaknya keras kepala, kalo dia udah kecewa sama orang susah balik " jelas Sita.
" Lo kan kakaknya, mau gimana pun Lo tuh satu darah sama dia, yakin deh.. Masa gak mau maafin " susul Geby.
" Hmm " Sita menghela nafas dalam.
Geby menyeruput es kopi yang tadi ia pesan. Tiba-tiba saja Sita menghubunginya, ia meminta bertemu dirinya sore ini di Cafe Sidewalk. Cafe yang dimana dulu ia meminta Sifa untuk bertemu pasca kejadian kabur di hari pernikahannya.
Geby sangat tahu hubungan Sita dengan Leon, ia pun tahu jika Sita di jodohkan dengan Revan, Geby memang sahabat sekaligus tempat curhat Sita.
" Gue yang mulai semuanya Geb, ya mungkin ini resiko yang harus Gue terima " ucap Sita tiba-tiba.
" Gue kan udah pernah ingetin Lo jangan gegabah, kalo emang Lo gak bisa nerima perjodohan ya udah Lo tinggal bilang aja kan " susul Geby.
" Iya, Gue gak nerima perjodohan sama aja Gue juga gak bakal di restuin sama Leon " balas Sita.
" Terus sekarang Lo ngorbanin adek Lo ! "
" Gue juga gak nyangka kalo Sifa yang bakal diminta gantiin Gue Geb " susul Sita.
" Lo nyesel ? "
Sita terdiam.
" Gak lah, Gue gini buat perjuangin hubungan Gue sama Leon " ucap Sita keukeuh.
" Yakin, orang yang Lu perjuangin bakal perjuangin Lu juga ? " tanya Geby.
Geby sebenarnya sudah sangat tahu karakter Leon, ia tidak yakin jika Leon akan menjadi lelaki yang baik untuk sahabat nya, beberapa kali Geby sudah memberi tahu, namun bagai dibutakan oleh cinta, Sita sama sekali tidak memperdulikan, kepedulian Geby kepadanya.
" Yakinlah, masa Leon gak ngeliat perjuangan Gue, Gue kabur di hari pernikahan Gue sama Revan, cuma buat siapa ? Buat dia lah, Gue gak mau khianatin Leon " jawab Sita.
" Tapi.. Lo udah harus siap kalo misal nanti, Leon yang mengkhianati Lo " ucap Geby.
" Apa sih maksud Lo Geb, jangan ngarang deh, Gue tahu Lo selalu cari-cari kejelekan Leon, tapi gak gitu caranya, Lo sahabat Gue dari dulu ya... Lo kok tega ngomong gitu ! " Sita sedikit tersulut emosi.
Geby hanya tersenyum kecil.
" Sini, liat arah jam 12 di belakang sana " Geby mengarahkan Sita untuk melihat seseorang di belakang nya.
Jag
Sita membulatkan bola matanya.
" Apa ? Itu Leon ! " Sita beranjak dari duduknya sedikit berlari untuk menghampiri Leon.
Ia melihat Leon sedang bersama seorang wanita yang tidak ia kenal sebelumnya.
" Tunggu ! " Geby meraih tangan Sita.
" Apasih Lo, Gue mau nyamperin Leon, dia bilangnya di rumah, lagi gak enak badan, sekarang dia ada di depan Gue sama Cewek, bener-bener ya dia bohongin Gue ! " ucap Sita melepaskan genggaman tangan Geby.
Sita berjalan dengan emosi yang sudah memuncak, ia tidak mungkin salah orang, itu benar Leon, laki-laki yang ia puja-puja dan ia perjuangkan di depan kedua orangtuanya hingga akhirnya Pak Bendy luluh lalu merestui hubungan Sita dengan Leon.
Brak
Sita menggebrak meja yang di tempati Leon dan wanitanya, lalu ia menyiram Leon dengan minuman yang berada tak jauh di meja Leon.
" Apa-apaan nih ? " ucap Leon yang belum sadar jika Sita sudah berada di sampingnya.
Leon mengusap wajahnya yang sudah basah.
" Bagus ya kamu ! " ucap Sita.
Leon merasa kenal dengan suara wanita disampingnya, ia menoleh dan benar saja, sedikit membuat wajah Leon pucat.
" Sita " guman Leon.
" Eh kamu siapa, kurang ajar ya.. ! " ucap wanita itu kepada Sita.
" Heh.. Lo yang kurang ajar ! Laki-laki ini tunangan Gue ! " ucap Sita berapi-api.
" Apa ? Sayang bener apa kata wanita ini ? " ucap wanita itu.
Leon terlihat bingung.
" Jelasin ! Gue butuh penjelasan Leon ! " susul Sita.
" Arrgghhhh " Leon mengacak rambutnya.
" Siapa cewek ini ! " ucap Sita memukul-mukul Leon.
Gaduh terdengar di cafe itu, kejadian ini menjadi tontonan pengunjung cafe yang lain.
Geby lalu menghampiri Sita.
" Sit .. Udah ayo.. Nanti selesein nya jangan disini, malu banyak yang nonton ! " ucap Geby berbisik namun tegas.
" Nggak, Gue cuma pengen penjelasan dari Leon, biarin ! Biarin orang-orang liat " susul Sita.
Leon berusaha untuk menghindari Sita, namun Sita selalu menghalangi jalan Leon.
Hingga akhirnya Leon bisa sedikit menjauh dari Sita yang terus saja berontak.
" Sita stop ! Kamu mau tahu siapa wanita ini ? " ucap Leon membuat Sita menghentikan aktifitasnya.
" Dia.. Kekasih baruku ! " susul Leon membuat Sita semakin tidak terkendali.
Tiba-tiba disaat yang bersamaan manajer dari cafe menghampiri keributan yang ada.
" Ada apa ini ? Kalau hanya membuat keributan silakan keluar dan jangan membuat keributan disini, ini menganggu pengunjung yang lain " ucap Manajer itu.
Geby hanya bisa meminta maaf kepada manajer cafe itu, mewakili Sita.
Lalu Sita, Geby, Leon dan kekasih barunya keluar dari cafe.
Leon langsung membawa kekasih barunya masuk kedalam mobil, khawatir Sita akan semakin ngamuk kepadanya.
" Leon !! Kurang ajar ya kamu !!! " Sifa terisak ia lalu di tenangkan oleh Geby.
Geby membawa Sita kedalam mobilnya, Sita masih menangis atas apa kejadian yang menimpanya.
" Geb, apa salah Gue ? " Sifa kembali terisak.
" Udah, kamu tenang dulu, minum ya " Geby menyodorkan air mineral yang biasa ia bawa jika ia kemana-mana.
" Gue harus gimana sekarang Geb ? "
Geby pun menghela nafas dalam lalu ia menghempaskan tubuhnya ke senderan kursi kemudi.
" Kenapa Gue selalu ingetin Lu tentang Leon, nah begitu Sit, tapi kan selama ini Lo gak pernah mau denger Gue kan " ucap Geby.
Sita hanya terdiam, ia cukup syok dengan kejadian tadi, ia tidak menyangka Leon akan memperlakukan nya seperti tadi.
" Kita kan udah merencanakan pernikahan, tapi kenapa kamu seperti ini Leon " gumam Sita dengan air mata yang berurai kembali.
🌺🌺🌺
Jangan lupa untuk selalu dukung author dengan cara vote like dan komennya ya ❤️