Anara Kamala Alice tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya berubah selamanya di malam ulang tahunnya yang ke-23. Impiannya menjadi dokter hancur seketika ketika ia mendapati dirinya hamil di luar nikah—sebuah aib yang merenggut segalanya: beasiswa, pendidikan, dan kehormatan keluarganya.
Di tengah tekanan itu, ia terpaksa menikah dengan Alan Ravindra Sanjaya, pria yang bertanggung jawab atas kehamilannya. Alan, yang sebenarnya tunangan kakaknya, memperlakukannya dingin dan penuh kebencian. Keluarga Alan pun tak pernah menerima kehadirannya. Alan bukan hanya tunangan kakaknya, tapi juga calon jaksa besar yang dihormati. Namun, pernikahan itu jauh dari kata bahagia. Identitas Nara sebagai istri Alan disembunyikan dari publik, dan sikap Alan yang dingin membuatnya merasa terasing
Tapi di balik semua itu, ada rahasia besar yang perlahan terungkap—sebuah pengkhianatan yang tak pernah ia bayangkan datang dari orang terdekatnya. Sementara Alan mulai menyadari perasaan yang selama ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phoebeee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Baru, Surat Perceraian
Alan mendongakkan kepalanya menatap nyalang ke arah dua bodyguard yang mendorongnya dengan kasar itu.
“Siapa yang nyuruh kalian?” tanya Alan menahan amarah.
Ia teringat sesuatu
Ini pasti ulah “Della!! “ teriak Alan dengan keras
Alan memutar pandangannya sekitar melihat orang-orang melihat ke arah dirinya. Siapa peduli, ia benar tidak peduli sekarang.
“Panggil orang yang nyuruh lo pada,” ujar Alan memerintah dua bodyguard di depannya dengan sinis.
Alan mengusap sudut bibirnya yang berdarah kena pukulan dari dua orang berbadan besar di depanya ini. Sial, benar sakit.
“Della!” teriak Alan.
Alan melihat ke arah sekitar yang terlihat staff rumah sakit berusaha membubarkan orang-orang. Ia yakin pasti permintaan Mamanya.
Mata Alan semakin tajam saat melihat orang yang sedari tadi ia teriak akhirnya keluar.
“Nga usah berisik, malu nanti reputasi lo jadi jatuh,” ujar Della dengan sarkas.
Alan mengabaikan ucapan Della, ia berjalan mendekat ke arah sepupu wanitanya itu namun ditahan dua orang pria berbadan besar yang memukulnya tadi.
“Apa maksud lo dengan semua ini?” tanya Alan dengan membara ke arah Della.
Della terkekeh sumbang saat melihat wajah luka Alan yang kena pukul oleh orang suruhannya itu.
“Nga ada maksud apa-apa. Nara ga mau ketemu lo,” ujar Dela dengan singkat.
Alan mengepalkan tanganya melihat tajam ke arah Dela. Apa maksud sepupunya ini?
“Lo ga bisa ketemu Nara karena Nara ga mau ketemu lo,” ulang Della dengan santai sembari melipat kedua tanganya di depan dada.
Alan menatap Della semakin tajam, aura intimidasinya semakin besar. Ia maju walau dihadang oleh dua pengawal Dela itu.
“Apa maksud lo, hah? Lo siapa ngatur orang? Gua suaminya mau ketemu!” ujar Alan dengan lantang.
Della semakin terkekeh kemudian menggelengkan kepalanya, “Ckck, suami? ga salah denger?” tanya Della dengan serius
“Kemarin kemana aja lo? baru sekarang ngaku sebagai suaminya,” ujar Della dengan emosi.
Emosi Alan semakin naik melihat Della mempermainkan dirinya. Ia menghadang ke arah Della namun dihentikan oleh kedua pengawal Della itu, Alan menentang bahkan memukul pengawal itu dengan keras melampiaskan kesalnya.
Bugghh
Bughh
Pengawal Della kembali membalas Alan dengan keras bahkan menambah pukulannya menjadi dua kali.
“Gua mau ketemu Nara!” ujar Alan dengan nada naiknya.
Della mengabaikan Alan, ia menatap Alan dengan miris mengatakan, “Kemarin aja lo memperlakukan Nara dengan semau lo! sekarang mau apalagi?” tanya Della dengan kesal
“Lo ga tau gua sebenarnya,” ujar Alan dengan kesal.
Della terkekeh remeh menatap Alan dengan malas mengatakan, “Siapa juga mau tahu manusia jahat seperti lo!”
Alan maju menuju arah Della namun ditahan oleh pengawal Della sekali lagi membuat Alan semakin kesal. Alan berjalan mendekat memukul brutal pengawal Della melampiaskan segala ke amarahanya.
Tentu saja pengawal Dela tidak diam, ia juga membalas pukulan Alan lebih keras dan menyakitkan.
“Alann!!”
Alan terjatuh ke lantai dengan muka babak belur. Ia menoleh ke samping melihat ke arah Mama yang berlari ke arahnya dengan cemas dan berteriak.
“Alan, udahh Nak. Muka kamuuu,,” lirih Dwi lihat anak semata wayangnya menyentuh wajah Alan yang sudah penuh lebam.
Dwi berdiri menatap tajam ke arah Della dengan kecewa mengatakan, “Apa maksud kamu Della? Bagaimana bisa kamu membela orang lain dibanding sepupu kamu sendiri?” tanya Dwi dengan tidak terima.
“Buat apa anak Tante ketemu Nara lagi? Bukankah ini jalan bagus agar mereka berpisah dan Alan bisa bersama Senja seperti Tante mau?” ujar Della dengan tenang memberi tawaran kepada Dwi.
Dwi terdiam mendengar ujaran Della. Ia melihat ke arah Alan yang terlihat frustasi ingin bertemu dengan Nara dan juga merasa bersalah kepada wanita itu.
“Mamaa! Stop Ma, jangan paksa aku lagi,” lirih Alan
Dwi semakin terdiam melihat anaknya, ia menoleh ke arah Della yang berdiri menonton mereka.
“Ini rumah sakit kami, kamu tidak berhak mengatur pemiliknya dan siapa yang mengizinkan kamu untuk ada bodyguard di sini?” tanya Dwi dengan menantang.
Della menganggukan kepalanya, ia tersenyum tipis saat melihat seseorang yang ia tunggu sudah datang.
“Tenang, Tan. Kami juga akan memindahkan Nara ke rumah sakit lain”
Bukan, itu bukan suara Della, melainkan suara seorang pria dengan sura beratnya dengan santai memakai kaca mata berjalan mendekat ke arah mereka.
Alan berkerut bingung melihat orang yang baru saja datang itu. Kenapa ada sahabatnya di sini?
“Gean? Ngapain lo ada di sini?” tanya Alan dengan bingung
Gean tersenyum miring menurunkan kaca matanya melihat ke arah Alan yang berusaha berdiri yang dibantu oleh Mamanya. Wajah Alan terlihat sangat kacau sekali.
“Iya, kami akan memindahkan Nara ke rumah sakit lain, bukankah itu terlihat bagus, Tan? Alan akan semakin pisah dari Nara,” panas Della dengan santai.
Alan menggelengkan kepalanya, ia tidak terima. Siapa mereka berani memindahkan istrinya sesuka hati.
“Nga, nga bisaa, siapa lo? gua masih suaminya dan kalian tidak bisa memindahkan Nara sesuka hati kalian!” ujar Alan dengan lantang
Della terkekeh pelan dan Alan juga melihat Gean tersenyum tipis, “Tunggu saja surat perceraiannya selesai ditandatangani,” ujar Gean dengan singkat membuat emosi Alan semakin naik
“APA MAKSUD LO?” teriak Alan tidak terima.
Apa sekarang sahabatnya berusaha merusak pernikahanya? Apa Gean berusaha mengambil Nara dari dirinya? Jadi benar Gean sudah mengincar Nara sedari lama,,.
Gean mengangkat bahunya dengan acuh mengatakan, “Semua tergantung Nara,” ujar Gean santai kemudian berjalan mendekat ke arah pintu dan masuk dengan santai.
Alan menatap itu dengan tidak percaya, bagaimana bisa Gean masuk dengan santai ke dalam sedangkan dirinya tidak diperbolehkan masuk.
Ia suami Nara sedangkan Gean? siapa Gean?
Alan memberontak masuk namun lagi-lagi dihalangi oleh Bodyguard hingga memukulnya yang dibalas pukulan oleh bodyguard Dela.
"Alana" alan-nara nama yg indah
makasih thor untuk extra part nyaa
di tunggu karya baru nyaa..
sukses slalu...
inilah last chapter dari buku ini, semoga kalian sukanya.
dengan ini aku menyatakan bahwa buku ini sudah tamat
maaf sepertinya tidak ada seos 2 karena aku berpikir lebih baik cukup di sini dan juga rencananya ak mau nulis buku baru.
jadi bagi kalian nyari cerita baru boleh ke buku baru aku yaa.
aku bakal mulai update minggu depan
terima kasih guys always waiting this story ❤ love you
Kalau Bisa SEASON 2 KU BERHARAP ADA THOR 😍😍😍😭😭😭😭❤️❤️💚❤️❤️