Karena kesalahpahaman, Mavra dan Enrique berpisah cukup lama. Namun, dengan bantuan saudara kembarnya, Mavra berhasil mengatur skema untuk menjebak Enrique. Pada Akhirnya Enrique masuk dalam jebakan Mavra si putri mafia.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Simak kisah mereka di sini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Kolaborasi
"Bagaimana? Apa kau sudah mendapat kabar atau petunjuk mengenai siapa yang menghancurkan Mansion keluarga Martinez?" tanya Joe Foster pada anak buahnya.
5 orang yang berdiri di depan Joe Foster semuanya menundukkan kepalanya karena takut pada pria itu.
"Kenapa tidak ada yang bicara? Apa kalian mendadak bisu?"
"Ka_kami belum menemukan petunjuk apapun."
"Bagaimana bisa? Kalian benar-benar tidak becus bekerja."
"Tim kita sudah mencoba membuka dan menggali rekaman CCTV di sekitar area mansion tuan Santiago, akan tetapi setiap mereka mulai memecahkan beberapa kode pertama, komputer mereka mendadak diserang virus."
"Dasar tidak berguna."
Joe melempar gelas whiskey-nya ke arah salah satu anak buahnya yang berdiri berjejer itu. Dia dibuat frustasi karena tidak ada petunjuk sama sekali.
"Tuan, beberapa hari kedepan, kapal dari Columbia akan segera bersandar ke dermaga."
"Kau atur saja. Sebaiknya kalian berhati-hati. Aku tidak mau rugi lagi."
"Baik, Tuan."
***
Sementara itu, di kediaman Jack sudah mulai kembali sepi. Benjamin dan Giani sudah kembali ke Australia. Lionel dan kedua sepupunya tinggal di apartemen, hari ini Marvel akan bergabung dengan mereka.
"Hai, Bro. Ada apa dengan wajahmu?" Sean menepuk bahu Marvel cukup keras hingga membuat Marvel mengaduh.
"Apa menurut kalian, tugas ini tidak sia-sia?"
"Maksudmu menjaga Mavra adalah tindakan yang sia-sia?"
"Bukankah memang begitu?"
"Aku tidak punya kesibukan yang berarti. Selama aku memiliki waktu senggang aku akan menjaga Mavra sesuai permintaan Aunty Celine." Lionel berkata serius. Meski dia tahu sepupunya tidak memerlukan bantuannya. Setidaknya jika ada masalah pada Mavra, Lionel dalam kondisi siaga.
"Ck ... sejak dulu kau memang selalu pro Mavra." Marvel berdecak kesal.
"Kami satu frekuensi." Lionel menjawab santai.
"Bagaimana dengan kalian?" tanya Marvel pada Sean dan Beryl.
"Kami juga. Sejauh ini perusahaan tidak terlalu menarik. Jadi kami senang ada di sini. Mengawasi Mavra bukan pekerjaan yang berat," jawab Beryl.
"Lionel, kau sudah mengawasi kelompok kartel milik Joe Foster?"
"Ya. Hanya ada laporan biasa. Kenapa memangnya?"
"Dia sampai sekarang masih mencari petunjuk mengenai manor milik keluarga Martinez yang hancur. Jadi untuk berjaga-jaga, sebaiknya kita menaruh banyak pengawal bayangan untuk Mavra," kata Sean.
"Sebaiknya kalian tidak melakukan itu. Mavra akan marah besar jika kalian benar-benar menaruh pengawal bayangan di sekitarnya."
"Lalu bagaimana?"
"Biarkan dia mengambil langkahnya sendiri. Aku yakin Mavra bukan orang yang ceroboh."
"Kau mengatakan ini bukan karena kau membenci kakakmu itu kan?"
"Apa kau gila. Bagaimana pun juga dia saudariku."
Lionel terkekeh melihat Marvel marah. Sean dan Beryl tersenyum. Mereka berempat akhirnya membahas mengenai Joe Foster. Mereka khawatir pada Mavra karena berurusan dengannya.
"Perluas saja pengawasan pada kelompok mereka. Uncle Jack terlalu baik melepaskan pria itu. Sekarang saatnya kita bergerak dan habisi saja kelompoknya," usul Marvel.
"Tidak semudah itu. Meski kita memiliki kekuatan, tapi Joe Foster juga memiliki pendukung yang mensuport dirinya," sahut Lionel.
"Ku dengar kartel mereka ini sangat kuat."
"Itu benar. Itulah kenapa kita harus tetap hati-hati."
"Dimengerti." Jawab Lionel, Beryl dan Marvel serempak. Tidak hanya membahas soal Mavra, Lionel dan yang lainnya juga membicarakan mengenai bisnis yang mereka Jalani. Saat Marvel akan mengungkapkan niatnya untuk mengajak para sepupunya membangun bisnis bersama. Ponsel Marvel berdering.
"Enrique! kenapa dia menghubungiku?"
...----------------...
mau ga mau sudah terjadi dan terima, kedepannya bisa lebih baik lg dalam mengambil sikap di saat ada masalah.
cukup jadi pelajaran unruk kedepannya supaya komunikasi lancar keterbukaan di utamakan.