Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
"Sama saja, Mbak, sama teman saya," ucap Alex sambil tersenyum.
"Minumnya es teh hangat saja, Mbak," ucap Aldo.
Pelayan pun mengulang pesanan yang Aldo dan Alex pesan. Setelah itu, pelayan berbicara.
"Mohon ditunggu, ya. Saya buatkan pesanannya dulu," ucap pelayan.
"Baik, Mbak, ditunggu," ucap Aldo.
Pelayan pun pergi untuk membuatkan pesanan Aldo dan Alex. Alex mulai berbicara kepada Aldo, menanyakan sebuah pertanyaan yang menjadi kebingungan di kepalanya.
"Kan kamu sudah menikah, ya, Al? Terus sekolahmu bakalan bagaimana ke depannya? Apakah akan keluar sekolah?" tanya Alex.
"Aku tetap sekolah. Sudah sepakat sama Hana untuk menamatkan sekolah dulu sampai kuliah," jawab Aldo.
"Bagus, sih. Aku jadi iri sama kamu, Al. Gimana sih rasanya bisa dicintai?" ucap Alex.
"Kamu tidak dekat sama siapa-siapa begitu?" tanya Aldo.
"Selama ini aku tidak pernah kepikiran buat dekat sama cewek," ucap Alex sambil berpikir.
"Bagaimana kalau nanti kita cari seseorang buat dekat sama kamu, Lex? Aku akan mencoba untuk mencari orang yang baik," ucap Aldo.
"Terima kasih, Al, tapi nanti biar aku sendiri yang mencarinya," ucap Alex, mencoba menolak tawaran Aldo.
Alex memang tidak terlalu menyukai wanita karena dia lebih ingin mencari kedamaian, meskipun dia pernah jahat kepada orang-orang di sekitar sekolahnya. Hingga mereka terus mengobrol, pelayan restoran mengantarkan pesanan mereka yang sudah mereka tunggu dari tadi.
Tanpa berpanjang lebar, setelah makanan tiba, mereka pun menikmati makanan. Karena waktu terus berjalan, mereka berdua mencoba untuk menghabiskannya lebih cepat agar bisa sampai ke sekolah sebelum masuk jam pelajaran.
Di ruang sekolah, Lexy sedang duduk di kursi. Dia merasa heran karena tidak melihat Alex masuk ke dalam kelas. Lexy pun berdiri, mencoba melangkah mencari suasana di luar sekolah. Sambil berjalan, Lexy menuju Fian yang sedang duduk di kursi teras sekolah. Lexy duduk di sampingnya sambil bertanya kepada Fian.
"Ian, lo lihat Alex belum?" tanya Lexy.
"Gue juga belum lihat Alex dari tadi. Mungkin dia masih di rumah. Coba lo chat," jawab Fian.
"Sudah gue chat dari tadi, Alex tidak membalas chat sama sekali. Apa ada masalah, ya, sama Alex?" ucap Lexy.
"Tidak mungkin, sih. Kalau ada masalah, dia langsung menghubungi buat kumpul, deh," ucap Fian.
"Iya juga, sih. Kalau ada masalah pasti kita selesaikan bareng-bareng. Terus Alex ke mana, ya?" ucap Lexy.
Saat ini Alex sedang bersama Aldo. Mereka mengendarai motor masing-masing. Mereka kini sudah masuk ke halaman sekolah. Aldo dan Alex langsung menuju ke parkiran. Setelah motor terparkir dengan rapi, Aldo dan Alex langsung melangkah bersama-sama untuk menuju kelas. Saat melangkah di kursi teras, tiba-tiba Fian melihat Alex sambil berbicara kepada Lexy.
"Itu Alex sama Aldo," ucap Fian.
"Ehh, iyaa. Aldo, Alex, sini!" ucap Lexy dari kejauhan.
Aldo dan Alex pun melangkah untuk mendekat ke arah Lexy yang sedang duduk bersama Fian. Saat berada di dekat Lexy dan Fian, Alex pun ditanya.
"Kalian habis dari mana? Kok baru ke sekolahan?" tanya Lexy.
"Ehh, tadi makan bareng di resto," ucap Aldo.
"Wah, tidak ajak-ajak nih, pengantin baru," ucap Lexy.
"Kok kalian pada tahu, sih, aku sudah nikah?" tanya Aldo.
"Kemarin dikasih tahu sama Tedy kalau lo sudah nikahan," ucap Lexy.
"Kirain tidak ada yang tahu. Ehh, gue duluan, ya, masuk kelas dulu," ucap Aldo lalu melanjutkan melangkahkan kaki.
Sedangkan Alex masih duduk bersama Lexy dan Fian. Alex pun berbicara kepada Lexy sambil melihat ke arah depan tanpa melihat ke arah Lexy.
"Lex, kok lo jadi pengen nikah?" tanya Lexy.
"Gue iri saja sama Aldo," ucap Alex.
Di dalam kelas, Aldo melangkah dan menaruh ranselnya di bangku sambil duduk. Aldo pun membuka ranselnya, tetapi sebuah suara berbunyi.
Jam sekolah pun mulai masuk untuk belajar. Hingga beberapa saat berlalu, guru Aldo sama sekali belum masuk ke dalam kelas. Saat itu, murid-murid saling bertanya-tanya karena belum ada tanda-tanda untuk belajar. Kini Aldo hanya terdiam menatap ke depan sambil teringat karena sebenarnya Aldo menikahi Hana karena ada maksud tertentu. Tiba-tiba suara obrolan teman-teman Aldo yang berada di kelasnya terhenti, lalu mereka melihat ke arah samping seperti merasa heran. Saat itu, guru sedang melangkah menuju kursi meja sambil berbicara, hingga membuat Aldo terkejut.
"Selamat pagi semuanya," ucap guru sambil duduk.
"Selamat pagi, Pak," ucap semua murid, dan Aldo juga ikut berbicara.
Jam pelajaran sekolah pun mulai masuk. Kini Aldo fokus dengan pelajarannya. Meskipun pikirannya masih tidak tenang, dia merasa akan ada yang akan terjadi pada istrinya.
Saat ini, Hana sudah menuju kampus karena beberapa hari dia tidak masuk. Teman-teman Hana menatapnya heran karena Hana baru saja masuk, tetapi mereka tidak berani bertanya. Hana sambil melangkah menuju ruangan kelasnya, tiba-tiba dia diikuti oleh seorang wanita. Wanita itu adalah teman dekat Hana. Dia bernama Vania.
Vania adalah salah satu orang yang lebih dekat dengan Hana. Kadang Hana sering curhat kepada Vania dengan wajar, tetapi di sisi lain, Vania bukan orang kaya, bahkan dia sama sekali tidak punya ayah. Namun, Vania, meskipun tidak mempunyai ayah, ibu serta dirinya masih bisa bekerja untuk membayar biaya kuliahnya.
Sambil melangkah bareng, Vania bertanya kepada Hana karena beberapa hari lalu dia tidak masuk dan tanpa ada kabar sama sekali.
"Han, kok kamu baru masuk, ya? Kemarin ke mana, Han?" tanya Vania.
"Tidak ke mana-mana, sih, Van. Cuma ada masalah kecil saja," ucap Hana.
"Kok sampai beberapa hari, sih, Han? Gue tidak ada teman curhat, tahu, Han. Cuma lo doang yang bisa gue curahkan semua masalah gue," ucap Vania.
"Kan ada, tuh, Sena sama yang lain," ucap Hana.
"Beda, lah, Han. Yang lain palingan cuma dengar doang, tidak ada solusi kayak lo, Han," ucap Vania.
"Iya, Van. Memangnya kamu sedang ada masalah apa saat ini?" tanya Hana.
"Tidak ada, sih, Han. Kalau kemarin ada," ucap Vania.
"Kirain masih mau diceritain," ucap Hana.
Hana dan Vania pun kini masuk ke dalam kelas. Sambil menuju ke kursi, Vania sempat mengajak Hana untuk makan bareng di restoran.