Liu Kang, seorang pemuda yang di dalam tubuhnya terdapat roh iblis yang ditanam oleh Ayahnya harus menghadapi dan mempertahankan nyawanya dari aliansi Sekte aliran putih dan netral yang ingin mengambil nyawanya.
Di tengah itu semua, ternyata ada kelompok lain yang membahayakan nyawanya, lebih tepatnya Benua tempat ia tinggali.
Apakah yang harus dilakukan Liu Kang? Apakah dia akan berhasil menghadapinya, atau dia akan terbunuh? Akankah dia berhasil membereskan semua yang membahayakan nyawanya? Silahkan ikuti kisahnya...
****
Novel ini adalah novel asli karya Author.
Bila ada nama, tempat dan kesamaan tokoh dengan Novel lain itu hanyalah kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Den, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepergian
Sebelum Liu Kang meninggalkan sekte Tujuh Pedang yang sudah hancur, Heaven Guardian juga memberikan manual praktik kepadanya. Manual tersebut bernama Metode Tubuh Pedang Beracun. Sebuah manual praktik yang sangat cocok dengan akar roh milik Liu Kang.
Selain itu dia juga memberikan dua buah cincin giok.
Cincin giok sendiri berfungsi untuk menyimpan ingatan ataupun suara seseorang.
Cincin giok ini biasanya digunakan untuk memberikan seseorang jurus ataupun ilmu.
Seperti halnya sekarang, Heaven Guardian memberikan dua buah cincin giok tersebut dan masing-masing terdapat satu jurus di dalamnya.
Yang pertama adalah jurus pedang yang dinamakan 'Seni Pedang Beracun'. Dan cincin giok kedua berisi sebuah jurus yang bernama 'Seni Racun : Seribu Racun'.
"Terimakasih Heaven Guardian, aku akan mengingat kebaikanmu ini!" Setelah itu, Liu Kang meninggalkan Heaven Guardian dan berjalan menuju tempat yang Heaven Guardian katakan sebelumnya.
Setelah kepergian Liu Kang, Heaven Guardian menghela nafas panjang, "Liu Kang, perjalananmu akan sangat panjang. Semoga kau berhasil melewati semuanya." Setelah berkata demikian, Heaven Guardian menoleh ke satu arah dan dia bisa melihat ada seorang gadis muda cantik yang datang.
*****
Kabar tentang musnahnya sekte Tujuh Pedang yang dilakukan oleh aliansi Sekte aliran putih dan netral sudah tersebar begitu luas.
Salah satu yang mendengarnya adalah Wu Sha, Patriak Kuil Jiwa Abadi yang menggantikan posisi Mahaguru Wu Kai.
Di dalam ruangannya, dia menggelengkan kepalanya pelan dan berkata, "Apakah Benua ini akan hancur?"
Sementara di waktu yang sama, seorang pemuda yang sedang berada di sebuah kedai juga menghela nafasnya pelan.
Dia adalah She Kun, murid berbakat sekte Pedang Seribu yang sedang mencari pengalaman di luar sekte.
Saat dia mendengar bahwa anggota sektenya juga terlibat dalam pemusnahan sekte Tujuh Pedang, dia tidak bisa tenang. Menurutnya alasan dari pemusnahan tersebut kurang tepat. Karena dia mengetahui sendiri bahwa dia tidak pernah mendengar berita tentang kelakuan Liu Kang maupun ayahnya, Liu Zeng seperti yang orang-orang sekte aliran putih dan netral sebutkan.
"Saat aku menjadi Patriak nanti, aku akan membuat sekte Pedang Seribu lebih baik lagi dan bisa mengambil sikap serta keputusan yang tepat." Setelah berkata demikian, She Kun pergi meninggalkan kedai tersebut dan memilih untuk melanjutkan perjalanannya.
Sementara itu, di tempat lain seorang gadis muda sedang bergerak sekuat tenaganya. Dia menggunakan semua Qi miliknya untuk mempercepat langkahnya.
Dia adalah Xiao Chi, anggota sekte Tujuh Pedang sekaligus anak dari tetua Yun.
Sebelumnya, Xiao Chi diberikan sebuah misi untuk membantu sebuah sekte yang beraliansi dengan mereka menghadapi serangan Hewan Gaib.
Xiao Chi menyanggupinya, dia meninggalkan sekte satu hari setelah Liu Kang dan Yin bersaudara.
Beberapa hari yang lalu, Xiao Chi sudah berhasil menyelesaikan tugasnya dan dia berniat kembali ke sekte.
Jarak antara Sekte Tujuh Pedang dan sekte yang dibantunya cukup jauh, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
Betapa terkejutnya dia saat si perjalanan pulang, dia mendengar kabar bahwa sektenya, sekte Tujuh Pedang sudah hancur dan penyebabnya adalah aliansi Sekte aliran putih dan netral.
Dia juga mendengar penyebab penyerangan tersebut adalah dugaan sekte Tujuh Pedang yang menyembunyikan Liu Kang.
Xiao Chi tidak sepenuhnya percaya, sebab itulah dia bergegas cepat kembali ke sekte Tujuh Pedang menggunakan ilmu meringankan tubuhya.
Saat dia sampai di sekte Tujuh Pedang, dia hanya bisa mendapati bahwa kabar yang didengarnya adalah kebenaran.
Sektenya sudah hancur, bangunan-bangunan pun sudah tidak terlihat baik lagi.
Xiao Chi juga mendapati banyak mayat yang bergeletakan dan sebagian besar adalah anggota sektenya.
Xiao Chi juga langsung bergerak untuk mencari keberadaan ayahnya. Dan beberapa saat kemudian dia menemukannya.
Xiao Chi bisa melihat tubuh Tetua Yun sudah membiru, itu menjelaskan bahwa mayat tersebut sudah cukup lama.
Xiao Chi juga melihat tidak jauh dari jasad ayahnya terdapat jasad orang yang dikenali dan yang paling di hormati di sekte Tujuh Pedang. Jasad tersebut merupakan jasad dari Patriak Xiao An.
Dengan hati yang sakit, Xiao Chi memutuskan untuk kembali mencari tubuh seseorang. Tubuh yang sangat di sayanginya seperti saudaranya sendiri. Dia mencari tubuh dari Xiao Rong!
Tetapi setelah berkeliling cukup lama, Xiao Chi tidak menemukannya.
Sejenak terlintas di benaknya bahwa Xiao Rong selamat, tetapi setelah melihat kembali jasad-jasad dari anggota sekte Tujuh Pedang, tampaknya mustahil untuk adik sepupunya tersebut selamat.
"Aliansi Sekte aliran putih dan netral!" Xiao Chi sangat geram dengan perlakuan aliansi tersebut.
"Aku akan membalas dendam suatu saat nanti!" Xiao Chi memilih untuk meninggalkan sekte tersebut tetapi langkahnya terhenti saat tiba-tiba seseorang muncul dihadapannya.
Seorang pemuda tampan yang wajahnya bercahaya.
"Si-Siapa kau?" Tubuh Xiao Chi sampai bergetar hebat karena melihat wajah pemuda tersebut.
"Kau bisa memanggilku Heaven Guardian. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa kau jangan menyalahkan Liu Kang dalam kejadian ini karena pemuda tersebut tidak bersalah. Yang bersalah adalah aliansi Sekte aliran putih dan netral!" Jelas Heaven Guardian.
"Aku mengerti maksudmu, tetapi aku tidak mengenali dirimu!" Balas Xiao Chi.
Kesedihan yang sebelumnya terdapat di wajah sudah berubah sepenuhnya.
Entah mengapa, menurut Xiao Chi saat seseorang melihat wajah pemuda tersebut maka tidak ada kesedihan lagi semuanya akan berubah menjadi kebahagiaan.
Tiba-tiba saja sebuah pemikiran terlintas di benaknya, "Tampan sekali dia, coba kalau aku punya suami seperti ini. Aku tidak perlu lagi untuk berlatih mencapai keabadian karena dengan melihatnya saja aku sudah merasa abadi!"
Sebagai seorang dewa, tentu saja Heaven Guardian mengetahui pikiran Xiao Chi. Hal tersebut membuatnya hampir muntah darah.
"Nona muda, sebaiknya kau hilangkan semua pikiranmu sebelumnya." Ucap Heaven Guardian. Bulu kuduknya tiba-tiba bergidik.
Mendengar hal tersebut, Xiao Chi tersedak ludahnya sendiri, "Apakah dia adalah seorang ahli pikiran?" Tanya Xiao Chi dalam hatinya. Dia tentu menyadari yang dikatakannya sebelumnya adalah berkaitan dengan Heaven Guardian.
"Kau benar, aku bisa menebak semua isi pikiranmu." Balas Heaven Guardian. Tidak ingin berlama-lama lagi, Heaven Guardian pergi meninggalkan Xiao Chi dengan sangat cepat.
Bahkan Xiao Chi tidak bisa melihat kepergian Heaven Guardian.
"Saat aku bertemu lagi dengannya, akan kupastikan dia akan menjadi milikku!" Gumam Xiao Chi.
Setelah itu, dia memikirkan cara untuk membalas dendam kepada aliansi Sekte aliran putih dan netral.
Sejak saat itu, perubahan sifat Xiao Chi sangat terlihat jelas. Dia tidak segan-segan untuk membunuh kultivator aliran putih dan netral. Dan hal tersebut membuatnya terkenal dalam beberapa tahun kedepannya.
Sementara itu, Heaven Guardian sudah kembali ke dunia dewa. Dia mengutuk keras pikiran dari Xiao Chi.
"Nona muda itu sangat aneh!" Gumamnya pelan. Lalu dia tidak ingin memikirkannya lagi.
*****
**Hai-Hai saya disini!
Ini adalah bonus chapter yang saya janjikan sebelumnya saat like mencapai 2k sebelumnya chapter 40.
Untuk bonus chapter popularitas 🔥 mencapai 100k masih saya tunggu. Karena dua chapter ini adalah bonusnya, jadi saya akan memberikan bonus lainnya saat popularitas mencapai 100k sebelum chapter 42.
So, ayo like, komen, share, rate bintang 5 dan bantu perkembangan novel ini**.
walet musim kawin