Su Tianjin, seorang Pangeran terbuang dari Kekaisaran Jing. Dia tidak lagi diakui sebagai Pangeran Kekaisaran dan harus terasingkan hanya karena tidak bisa berkultivasi.
Diasingkan di tempat pembuangan, di mana tempat itu merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang tidak bisa berkultivasi. Su Tianjin mengungkap sebuah fakta tentang dirinya dan semua orang yang diasingkan di tempat sama seperti dirinya.
Sebuah fakta jika dirinya bukannya tidak bisa berkultivasi, melainkan kekuatannya tersegel sampai usia tertentu. Sedangkan untuk orang lain yang bernasib sama sepertinya, nyatanya mereka semua bisa berkultivasi begitu segel di tubuh mereka dihancurkan.
Apa yang akan dilakukan Su Tianjin setelah kekuatan segel yang menyegrl kekuatannya hancur dan dia bisa memulai jalan kultivasinya? Apa dia akan membalaskan dendam pada Kekaisaran Su, atau dia justru membangun kekuatan baru untuk melebihi Kekaisaran yang merupakan tanah kelahirannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyegel Kekuatan
Di dalam formasi cincin api.
Su Tianjin masih terlihat tenang meski saat ini dia berada di tengah-tengah formasi cincin api. Dia telah mengukur kekuatan Kaisar Jing Ren dan tiga orang lainnya.
Sekalipun formasi cincin api kuat, dia yakin formasi itu masih belum cukup kuat untuk membunuhnya.
Jangankan membunuhnya, bahkan Su Tianjin yakin formasi itu tidak akan sampai membuatnya terluka.
“Apa kalian masih lama?” tanya Su Tianjin yang belum juga merasakan adanya sesuatu yang mengancam dirinya, meski saat ini dia terkurung di dalam formasi cicin api, yang mana disekelilingnya berkobar api yang tentu saja sangat panas.
Namun panasnya api sama sekali tidak dirasa oleh Su Tianjin yang tubuhnya telah terselimuti elemen air, yang jauh lebih kuat dari panasnya api.
Swush...
Kaisar Jing Ren dan tiga orang lainnya mengarahkan tangan ke depan, membuat formasi yang mereka ciptakan semakin mengecil.
Lingkaran berbentuk cincin api serta kubah yang juga terbentuk dari kobaran api semakin mengecil, dan sebentar lagi akan sepenuhnya memusnahkan siapapun yang berada di dalam formasi.
“Hahaha... pada akhirnya yang kuat yang bertahan, dan yang lemah sepertimu bakalan mati!” kata Putra Mahkota Jing Wei sambil tertawa lantang.
Yue Yan dan empat orang lainnya hanya bisa menggeleng pelan, saat mendengar tawa sang Putra Mahkota.
“Matilah dengan penuh penyesalan karena berani menantang kami yang jelas jauh lebih kuat darimu! Setelah ini kami juga akan mengambil semua yang sebelumnya menjadi milikmu!” kata Pangeran Jing Ping dengan sangat percaya diri.
Kaisar Jing Ren dan Pangeran Jing Dou hanya tersenyum saat mendengar baik apa yang dikatakan Putra Mahkota Jing Wei, maupun yang dikatakan oleh Pangeran Jing Ping.
Su Tianjin sendiri yang berada di dalam formasi cincin api, dia seperti mendengar orang bodoh yang sedang membicarakan omong kosong.
“Apa kalian pikir formasi yang diciptakan oleh Sekumpul orang lemah dapat membunuhku?” tanya Su Tianjin dengan suara yang terdengar begitu santai.
Putra Mahkota yang tertawa segera berhenti begitu mendengar suara Su Tianjin yang masih begitu tenang, meski dia berada di tengah-tengah formasi cincin api.
“Formasi yang kalian anggap kuat dan dapat membunuhku, nyatanya formasi ini sangatlah lemah bahkan tidak cukup untuk membunuhku, dan aku sangat kecewa karena terlalu lama menunggu untuk sesuatu yang sama sekali tidak menarik!” lanjut Su Tianjin berkata, membuat Kaisar Jing Ren dan tiga orang lainnya merasa terhina, dan marah diwaktu bersamaan.
“Kau menganggap formasi ini lemah tapi kau sendiri belum bisa keluar dari formasi yang sebentar lagi akan membunuhmu!” teriak Kaisar Jing Ren masih yakin jika formasi cincin api cukup untuk membunuh Su Tianjin, dan membungkam mulut sombongnya.
Tiba-tiba, dari dalam pusat formasi muncul pusaran angin yang sangat kuat, mendorong formasi cicin api bergerak mundur, dan tidak lama kemudian cincin api hancur bersamaan dengan terpentalnya Kaisar Jing Ren dan tiga orang lainnya.
Mereka terpental dan memuntahkan darah. Jelas saja mereka mengalami luka dalam serius, setelah mengerahkan seluruh kekuatan untuk menciptakan formasi cincin api.
Swush...
Dalam sekejap, Su Tianjin yang sebelumnya diam di tempatnya, dia muncul tepat di hadapan Kaisar Jing Ren, dan dia langsung saja melayangkan sebuah tinju.
Boom...
Tubuh tinggi besar Kaisar Jing Ren terpental belasan langkah akibat tinju Su Tianjin.
Mengabaikan Kaisar Jing Ren, kini Su Tianjin bergerak cepat menyerang bergantian sang Putra Mahkota dan kedua Pangeran yang masih memiliki hubungan saudara dengannya.
Bugh... Bugh... Bugh... Bugh...
Booomm... Booomm... Booomm...
Pergerakan Su Tianjin sangatlah cepat, membuat tidak sembarangan orang dapat melihat apa yang dia lakukan.
Aaaaargh...
Teriak kesakitan Putra Mahkota Jing Wei terdengar, dan tidak lama terdengar juga suara teriakan kesakitan Pangeran Jing Dou dan Pangeran Jing Ping.
Yue Yan dan empat orang lainnya yang melihat jelas setiap gerakan yang dilakukan Su Tianjin, mereka tersenyum puas karena semua itu memang pantas didapatkan oleh Kaisar Jing Ren dan ketiga putranya, yang sebelumnya ingin membunuh Su Tianjin.
“Tuan Muda memang luar biasa!” puji Yue Yan yang kagum akan apa yang dilakukan oleh Su Tianjin, pada orang-orang yang ingin membunuhnya.
Sekalipun ada hubungan darah antara dirinya dan orang-orang itu, bahkan salah satunya adalah ayahnya sendiri, Su Tianjin tidak segan memberi pelajaran pada mereka.
Su Tianjin terus menyerang bergantian tiga orang yang dimasa lalu sempat dia panggil kakak, dikarenakan mereka lebih dewasa darinya, dan lagi mereka memiliki ayah yang sama dengannya.
‘Sial! Kenapa semua jadi seperti ini?’ batin Kaisar Jing Ren yang sebelumnya sempat memiliki keinginan memperbaiki hubung dengan Su Tianjin, tapi yang ada hubungan itu justru semakin buruk, bahkan dia sempat ingin membunuhnya.
Dia melihat bagaimana saat ini Su Tianjin memukuli tiga Putra, yang selama ini sangat disayanginya, bahkan dia mengabulkan keinginan mereka, termasuk mereka yang ingin gelar Pangeran Su Tianjin dihapuskan, serta dibuang ke Kota Suamo.
“Apa ini balasan karena aku terlalu memanjakan mereka bertiga dan tutup mata akan apa yang terjadi padanya?” ujar Kaisar Jing Ren sambil menahan rasa sakit, dan perlahan-lahan dia bangkit berdiri.
Swush... Swush... Swush...
Tiga orang Jenderal yang sebelumnya pergi memastikan keadaan prajurit Kekaisaran Jing, mereka muncul di dekat Kaisar Jing Ren yang sedang terluka.
“Yang Mulia, apa sebenarnya yang sudah terjadi? Putra Mahkota dan kedua Pangeran, Yang Mulia, apa perlu kita membantu mereka?” tanya beruntun salah satu Jenderal.
“Kalian tidak akan membantu banyak, yang ada kalian hanya akan mati di tangan Pangeran ke-empat, dikarenakan saat ini dia sedang marah setelah aku dan ketiga kakaknya ingin membunuhnya!” kata Kaisar Jing Ren.
Ketiga Jenderal tentu saja terkejut mendengar penuturan Kaisar Jing Ren.
Mereka tidak menyangka jika sedang terjadi aksi bunuh antara sesama anggota keluarga Kekaisaran Jing.
“Yang Mulia, jika dibiarkan kami takut hal buruk akan terjadi pada Putra Mahkota dan kedua Pangeran!” Meski Su Tianjin juga anggota keluarga Kekaisaran, tapi para Jenderal lebih mengkhawatirkan mereka yang secara resmi diakui sebagai anggota keluarga Kekaisaran.
“Pisahkan mereka, kalau bisa bawa Putra Mahkota dan kedua Pangeran menjauh dari Pangeran ke-empat!” Kaisar Jing Ren akhirnya memutuskan mengirim para Jenderal Kekaisaran untuk menyelamatkan ketiga putranya.
Ketiga Jenderal bersamaan menganggukkan kepala, lalu mereka segera pergi untuk menghentikan pertarungan yang sedang terjadi antara Su Tianjin, dan tiga sosok penting bagi Kekaisaran Jing.
Namun, belum juga mereka sampai di tempat pertarungan, Yue Yan tiba-tiba muncul dan menghentikan mereka. “Jangan ikut campur kesenangan Tuan Mudaku!” katanya tegas.
Yue Yan menatap tajam ketiga Jenderal Kekaisaran, sementara yang ditatap hanya berani diam di tempat karena mereka tahu sekuat apa sosok yang berhasil mengalahkan Kaisar Tang Zuhai.
Sementara itu di tempat Su Tianjin.
Su Tianjin terus saja memukuli Putra Mahkota dan kedua Pangeran, tidak peduli bagaimana keadaan mereka saat ini.
“Kalian ingin membunuhku, jadi tidak ada salahnya jika aku berkeinginan membunuh kalian! Namun, membunuh kalian begitu saja sangat tidak menyenangkan. Bagaimana kalau aku membuat kalian merasakan apa yang dulu aku rasakan, menjadi pemboros, sekaligus sampah keluarga Kekaisaran?”
Su Tianjin masih mengingat bagaimana masa lalunya, disaat tiga orang yang dia panggil kakak justru memperlakukan dirinya selayaknya pelayan, bahkan jauh lebih buruk dari pelayan hanya karena dirinya tidak kunjung bisa berkultivasi.
Memukulinya, membuangnya ke tengah-tengah danau, bahkan ketiganya pernah membuatnya tinggal selama satu bulan lamanya di kandang kuda tanpa makanan dan minuman yang layak.
“Sudah cukup selama ini aku berperilaku baik pada kalian! Kini aku akan membalas apa yang sudah kalian lakukan padaku!” Su Tianjin tidak akan membuat mereka cacat, tapi dia akan menyegel kekuatan mereka, dan nantinya hanya kultivator dengan kekuatan di atas tingkat aura berwarna Hitam yang dapat menghancurkan segel itu.
“Kalian beruntung karena aku tidak membuat kalian cacat, melainkan hanya menyegel kekuatan kalian!” kata Su Tianjin setelah dia selesai melakukan apa yang ingin dilakukan.
Sementara Putra Mahkota dan kedua Pangeran, mereka tidak membalas perkataan Su Tianjin, dikarenakan saat ini mereka telah kehilangan kesadaran.
......................
Bersambung.
suka2 mu lah thor ngarang2 cerita
di biarkan pergi ato di mati in ?