Squall dari Mr. Dave, I Love You!
.
.
Setelah pernikahan kakak kembarnya Dave bersama Anastasya, wanita yang dia cintai. Davio lebih memilih pergi meninggalkan Mansion dan menjauh dari semua orang.
Dirinya memulai karir kembali di negeri Eropa. Sempat mengalami kendala dalam merintis bisnis otomotif nya hingga dia akhirnya memutuskan mendaftarkan diri sebagai seorang dosen di universitas terkenal di sana.
Tanpa di duga, dia harus menghadapi gadis nakal yang sering mangkir dari mata kuliah. Karena geram, Davio memberinya hukuman dengan menyuruh nya membersihkan apartemen yang kebetulan tidak ada asisten.
Hingga suatu ketika, kejadian naas menimpa keduanya saat Davio selalu dihantui oleh bayang-bayang Ana dan memilih meminum banyak minuman keras hingga mabuk dan memperkosa Wilia.
Bagaimana kisah setelah satu malam naas itu?
Ikuti terus ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menerima
"Wilia, mungkin aku memang tidak bisa bersikap apalagi berkata-kata romantis. Tapi sungguh, apa yang kukatakan bukanlah suatu bualan. Aku serius ingin menjalani pernikahan ini seperti pernikahan pada umumnya seperti yang lain"
"Kenapa?" Tanya Wilia. Dia menatap intens wajah Davio yang sedang menatap nya penuh kesungguhan. "kenapa kau merubah sendiri keputusan mu?" Padahal sebelumnya, Davio lah yang membuat surat kontak pernikahan. Lalu kini, dia pula yang ingin menghentikan. Itu membuat pertanyaan besar dalam benak Wilia dengan ketidaktegasan Davio dalam mengambil suatu tindakan.
"Karena aku sudah mencintai mu." Katanya lirih. "entah sejak kapan perasaan ini muncul, yang jelas aku sudah mulai jatuh cinta pada mu, Wilia. Aku mencintai semua yang ada pada dirimu, dan aku ingin selalu berada didekat mu."
Mendengar penjelasan Davio, Wilia tak bisa lagi berkata-kata kare diapun merasakan hal yang sama.
"Apakah kau mau menerima ku sebagai suami mu seutuhnya?" Davio menatap penuh harap. Dia sungguh serius dengan perkataan nya.
Sedangkan Wilia sedang meneliti bola sang suami, mencari kebenaran di sana.
Tak langsung mengambil keputusan, wanita memikirkan matang-matang permintaan Davio. Bagaimana pun dia tak ingin mengambil keputusan salah, dia harus menimang nya karena ini menyangkut masa depan dirinya.
"Ayolah, Wilia. Apa kau tak kasihan pada baby kita setelah lahir bila kita harus hidup terpisah?
Benar juga yang dikatakan Davio, jika pernikahan nya harus kandas seiring kontrak itu selesai maka tak tahu lagi bagaimana nasib anak nya kelak jika tidak tumbuh diantara keluarga yang utuh.
Huft. Wilia menghela nafasnya panjang. Dia menyakinkan hati bila keputusan yang akan diambil nya adalah yang terbaik untuk semuanya.
"Baiklah, aku akan memberi mu satu kesempatan. Dan_"
Sontak Davio menatap wajah istrinya dengan pandangan berbinar-binar. "Terimakasih, terimakasih, sayang." Davio tak memperdulikan perkataan Wilia yang belum selesai. Dia segera meraih kedua tangan Wilia dan mengecup nya berulangkali. Bukan hanya itu, dia juga mendaratkan banyak kecupan di perut buncit Wilia.
"Terimakasih, Wilia. Aku sangat bahagia, aku janji tidak akan mengecewakan mu. Dan aku bisa pegang semua janji ku yang telah ku ikrar kan." Sahutnya lagi penuh keyakinan.
"Tentu saja kau harus menepati semua janji mu, atau ... aku akan menghukum mulut manis mu ini." Satu telunjuk Wilia mendarat di bibir Davio. Dan tindakan itu sontak memancing hasrat Davio yang telah berdomansi selama tujuh bulan lamanya.
"Benarkah?" Tantang Davio.
Belum sempat Wilia, bibirnya sudah lebih dulu disumpal oleh bibir Davio hingga kedua benda kenyal itu saling beradu. Semakin lama, keadaan semakin memanas. Ruangan yang tadinya sejuk karena pendingin mendadak panas melihat betapa ganasnya pertempuran dua manusia itu.
Davio yang sudah tak tahan lagi segera mengangkat tubuh wanita nya untuk dibawa menuju ranjang.
Saling melucuti pakaian dengan tak sabaran, seakan-akan ini adalah momen krusial yang tak bisa ditunda lagi. Baik Davio maupun Wilia, keduanya memiliki keinginan yang begitu menggebu-gebu. Hingga pada kegiatan inti, Davio kembali membenamkan miliknya seutuhnya pada sarangnya dengan penuh kelembutan disertai cinta. Membuat sesi percintaan kali ini sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya yang hanya menuruti hawa nafsu tanpa tanpa ada rasa cinta.
"Terimakasih, sayang. I love you." David mencium kening Wilia seraya membisikkan kata cinta. Membuat Wilia semakin bahagia.
visualnya
namanya baru berumah tangga,banyak hal yg belum diketahui,sifat masing masing yg arogan..
menyatukan dua hati memang sulit,ditambah keluarga nanti klu udah tau mrk menikah.
apalg tanpa cinta..
...
jadi bingung mau komen.
mau enak terus...
Belajar mandiri wilia