NovelToon NovelToon
DI SUDUT HATI AMARA

DI SUDUT HATI AMARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Arafa

Ketika ada yang telah mengisi hati Amara, datanglah seseorang yang membuatnya kembali ke kisah masa lalu yang ingin di lupakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Arafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkaget

   Sore hari tiba. Setelah seharian bergelut dengan kesibukan, akhirnya selesai juga. Berkat bantuan Luna dan mbak Nayla, semua selesai lebih cepat. Bahkan kerjaku yang paling ringan karena untuk berjalan saja masih tertatih.

    " Makasih semua, bantuan kalian sungguh luar biasa. Besok siang ku traktir deh untuk ucapan terima kasih" . Aku sangat senang.

    " Wah harus itu, jadi makin semangat deh". Luna kegirangan.

    " Masih belum selesai ". mbak Nayla membuat kami jadi bingung.

    " Apanya? gaun nya sudah sempurna tanpa celah". Jawabku.

    " Kita masih belum sukses sebelu pemiliknya datang dan merasa puas. Sementara pemilik gaun ini adalah orang yang begitu sombong. Mungkin dia masih akan mencari celah nanti".

    " Benar". Aku mengangguk setuju. " Kita berdoa saja semoga tak akan ada celah yang terlihat. Semoga dia mau mengakui kualitas butik ini". Sambung ku.

    Sebelum Maria datang, kami masih sempat istirahat sejenak setelah tadi bernafas pun begitu berat. Bahkan aku masih sempat melanjutkan gaun Lala. Untungnya dia minta yang sederhana saja.

    Hingga waktunya tiba. Dia datang sebelum gaun Lala selesai, tinggal dikit lagi.

    " Bagaimana gaun saya? sudah siap hah?".

 Tanpa salam tanpa sapaan dia langsung mengagetkan ku dengan masuk ke ruangan begitu saja.

    " Astaghfirullahaladzim, saya sampai kaget mbak".

    " Kenapa harus kaget? jangan jangan belum siap".

    " Tentu saja sudah siap. Sudah saya katakan bahwa butik ini sudah terpercaya". bu Zahira datang di waktu yang tepat. " silahkan anda lihat hasilnya".

   Aku memberikan gaun itu. Harap harap cemas dan juga deg degan. Semoga semua sempurna.

  Dia memperhatikan dengan seksama. Dia menilai semua bagian yang mungkin akan salah. Bahkan berulang kali dia membolak balik gaun itu mencari celah. Tapi tak di temukan.

    " Ok., hasilnya lumayan". Dia menilai.

   'Lumayan' Katanya. Sedangkan celah saja tak dia temukan. Memang orang sombong tak akan bisa mengakui keunggulan orang lain. Sekalipun dia sudah kalah telak.

   Tapi kami sungguh lega karena dia tidak membuat keributan lagi.

   " Kali ini saya terima gaun ini. Lain kali saya akan minta kalian buatkan gaun untuk tunangan dan hasilnya harus sempurna, tidak hanya lumayan ".Dia melirik ku sinis.

    Deg

   Dia akan tunangan dengan siapa. Jangan jangan Adit. Tapi apa mungkin begitu. Aku jadi pengen tahu. Ingin bertanya tapi ku urungkan. Tak ingin membuat dia merasa menang.

   Dia pun pergi begitu saja tanpa ucapan terima kasih ataupun salam perpisahan. Memang luar biasa nih orang.

   " Dasar sombong tetap aja tak bisa menghargai orang lain walau dia sudah dapatkan yang dia mau". Mbak Nayla mendekatiku. " Tapi memang dia beneran mau tunangan ya? sama siapa??".

    " Entahlah. jika dia Adit gimana ya? ".

    " Belum tentu Ra".

    " Tapi jika benar, aku tak akan masalah. Aku akan mundur dari pada berurusan sama orang macam dia".

  Mbak Nayla hanya mengelus pundak ku, memberiku kekuatan.

   " Alhamdulillah, lega udah selesai sama orang kaya gitu". Bu Zahira membuat kami menoleh.

    " Iya bu, saya harap dia tak kan datang lagi".

    " Tadi kan dia bilang mau datang lagi nanti kalau udah mau tunangan". Luna kembali mengingatkan ku.

      " Kalau memang begitu ya kita hadapi dia lagi".

    Hari ini terasa begitu melelahkan, tapi senang rasanya jika semua bisa terselesaikan, termasuk gaun punya Lala. Sekarang tiba jam pulang dan aku tengah menunggu Arsaka datang ketika Adit menemuimu. Aku kaget kenapa dia datang setelah beberapa hari ini jarang kelihatan.

   " Adit, ngapain kamu kesini?". Tanyaku saat dia menghampiriku depan butik.

   " Jemput kamu lah kan udah waktunya pulang. Kalau kamu nggak mau makan malam sama mama ntar malam, kita kan bisa jalan jalan bentar. Aku kangen soalnya".

   " Kangen? kirain memang lagi menjauh makanya jarang banget kelihatan".

    " Kok kamu ngomong gitu sih? Maaf deh, akhir akhir ini aku sibuk banget".

  Aku tak menanggapinya lagi karena malas dan capek juga.

   " Yuk jalan Ra.. " Ajaknya lagi.

   " Nggak mau. Aku capek pengen cepet istirahat".

   " Tapi Ra.... ".

   Tin tin

   Saat itu juga Arsaka tiba, menuruni mobil dan mendatangi kami yang sedang ngobrol. Dengan santai nya dan senyum khas nya, dia mantap maju mendekat.

" Udah siap Ra? pulang yuk..! ". Arsaka mengajak ku tanpa peduli badan Adit si sini.

" Maaf, siapa kamu mau mengajak Amara pulang? ". Adit tampak terheran.

" Saya temannya, dan saya yang akan mengantar jemput dia selama dia masih sakit".

" Sakit? kamu sakit Ra? Apanya yang sakit? ". Adit terlihat mulai khawatir.

" Maaf. siapa kamu memangnya? ". Arsaka malah bertanya pada Adit.

" Saya teman nya. teman dekat tepatnya". Adit menjawab dengan pedenya.

" Teman? deket pula? kok nggak tahu kalau Amara sakit? Jangan jangan nggak tahu juga kalau Amara habis ketabrak mobil? ".

" Apa? Beneran itu Ra? kok kamu nggak bilang?. Malah dia yang tahu". Adit menunjuk ke arah Arsaka.

" Iya bener. Kemarin kejadian nya. Aku nggak kasih tahu dia, tapi dia yang inisiatif tanya kabarku. Aku nggak kasih tahu kamu karena kamu nggak nanya dan kayaknya juga kamu sibuk banget".

" Ya harusnya kamu kasih kabar dong Ra".

" Semalam kamu menghubungi ku cuma mau ngajak makan kan? nggak nanya keadaanku walau kuta nggak ketemu beberapa hari. Saat aku nolak ajakan kamu, udah kamu nggak hubungi ku lagi. Masa aku harus ngemis perhatian sih? ".

" Maaf Ra. bukan gitu. tapi kan.... ".

" Sudah lah maaf Dit, aku pulang sama dia. Aku pergi dulu. Yuk Ar...! ".

" Ra, kamu bisa pulang sama aku lho, nggak harus sama dia".

" Tapi yang di amanati om Rusdi itu aku bukan kamu".

" Biarpun begitu tapi aku juga punya hak buat nganter dia. karena kami lagi ta'aruf".

Arsaka terdiam sejenak sebelum dia berkata lagi.

" Lagi ta'aruf tapi nggak nongol berhari hari malah sibuk sama yang lain. Mana pantas om Rusdi nyuruh kamu yang antar jemput anaknya".

Aku terkaget bagaimana Arsaka bisa tahu semua itu. Adit pun tampak kaget tapi tetap mencoba terlihat tenang.

" Tahu apa kamu tentang ku? ". Adit menantang.

" Aku tahu semua yang berhubungan sama Amira, entah kamu. ataupun yang gangguin dia". Aku semakin terkejut di buatnya. Bahkan kata kata yang ingin ku ucapkan pun tak bisa keluar dari mulutmu.

" Maksud kamu apa? ".

" Tidak perlu tahu. Yang jelas aku akan jaga dia dari siapapun yang menyakiti, termasuk kamu".

" Aku tak akan menyakiti dia. Aku yang akan jaga dia. Kamu tak berhak menghalangi kami".

" Aku tak akan menghalangi kebahagiaan Amara. tapi aku akan menjauhkan dia dari rasa sakit".

Aku benar benar di buat terkaget berkaki kali dengan perkataan Arsaka. Apa maksudnya semua ini? Semua masih belum bisa ku ketahui.

" Heh... kamu hanya teman tak berhak untuk itu".

" Justru karena kami hanya teman, jadi aku akan melakukan itu. Sementara kamu yang katanya mau berjuang mendapatkan hatinya malah membuatnya sedih ".

" Tahu apa kamu? Kami sedang berjuang bersama ".

" Tapi kenyataannya Amara hanya sendirian berjuang. Sudahlah biar kan dia sedikit beristirahat sejenak. Aku tahu dia capek jiwa raga. Jadi jangan halangi dia untuk pulang ".

Dia menoleh padaku. " yuk Ra pergi sekarang...! ".

" Ayo". Entah mengapa aku hanya menuruti nya.

" Aku duluan Dit". Aku pamit padanya.

Dengan jalan yang masih tertatih aku menuju mobil Arsaka. Sementara dia dengan sabar mengawal ku dari belakang. Dan Adit, dia masih mematung di tempat nya. Kali ini aku merasa Arsaka benar dan aku tak ingin banyak membantah karena memang aku sedang capek sekali.

Di mobil saat menuju rumah. aku tak bisa lagi menahan semua pertanyaan yang ada di benak ku. . Akhirnya harus ku keluarkan semua itu agar aku tak lagi bingung.

" Ar... tadi maksud kamu apa? kamu tehu tentang Adit? tentang kami? ".

" Iya. Aku banyak ngobrol sama Lala, dan dia cerita semuanya. Tentang cewek yang bikin rusuh di butik aku juga tahu dari bi Zahira waktu kita ngurus berkas buat laporan. Dia yang katanya di jodohin sama Adit kan? ".

" Dasar ember banget si Lala. Cewek itu, kamu bener banget. Aku ngerasa kaya di kerjain deh sama dia".

" Jangan salahkan dia, Lala hanya khawatir sama kamu dan kayaknya kurang suka sama Adit. Tentang tuh cewek. kamu main halus aja sama dia, jangan sampai terpancing".

" Kamu bener banget. Tapi sikap Lala ke Adit selama ini biasa aja kok, nggak kelihatan nggak suka ".

" Dulu iya, tapi katanya setelah kamu ketemu mamanya, dia jadi agak kecewa sama Adit. Dia nggak mau kamu tersakiti Ra".

" Aku tahu. Eh tapi kalian udah sedekat itu ya? kok aku nggak tahu. Jadi bener kamu sering datang saat aku nggak di rumah? ".

" Iya. Dan kamu sibuk sama Adit, jadi aku ngobrolnya sama dia deh".

" Awas ya kalo kamu mainin dia".

" Hahaha kamu masih menganggapku pemain ya? nggak bisa di ilangin kayaknya. Atau kamu cemburu ". Dia malah menggoda ku.

" Siapa tahu aja lagi kambuh dan Lala jadi sasarannya. Ngapain cemburu? Aku cuma nggak mau kalo Lala sampai berharap lebih sama kamu Kecuali kalo kamu serius, aku nggak masalah".

" Kok malah Lala? Aku di sini untuk kamu Ra".

Aku mendengar nya, tapi sama sekali tak berniat menanggapi. Dalam hari aku sungguh berharap kalau Arsaka benar benar tulus walaupun kenyataannya aku masih belum yakin.

1
Jun
ceritanya bagus, tapi tanda bacanya di revisi lagi kak masih berantakan. semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!