*NOVEL TAMAT!!!
jangan lupa Follow IG cerita ini:
Caiyo_03.horelalalay
Mey gadis 17 tahun memiliki wajah baby face. Dia tidak memiliki body gitar spanyol atau pun bermata biru, dia hanya gadis polos,lugu namun memiliki daya tarik sendiri.
sampai ia di pertemukan oleh tuhan dengan Breyen wijaya seorang miliader berusia 25 tahun, Ceo muda sekaligus tuan sempurna dengan harta melimpah ruah.
"aku mencintaimu," bisik Bryen ketelinga Mey
"om adalah ketidak mungkinan yang selalu Mey harapkan"jawab Mey lirih
hanya untuk bersenang-senang maaf apa bila ada kesalahan baik di sengaja mau tidak di sengaja terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iza cans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE
FOLLOW JUGA IG AUTHOR
riyaferizap_
HAPPY READING ALL..
Tepat pukul 16.20 menit Breyen dan Mey tiba di kota Jakarta. Mey merasa tidak asing dengan rumah besar didepannya ini ah iya dia baru ingat ini mension utama keluarga Wijaya. Mey perna kesini saat dia berpura pura menjadi kekasih Breyen dan sekarang dia kembali kesini sebagai pelayan pribadi Breyen, sungguh sangat miris.
"Om kok kesini? kenapa gak ke apartemen?" Tanya Mey
"Mulai hari ini kamu tinggal disini dan bekerja disini" jawab Breyen dingin lalu memasuki Mension itu diikuti oleh Mey dari belakang.
"Assalamualikum" ucap Breyen lalu menyalami Rani diikuti oleh Mey
"Waalaikumsalam"
"Mah, bry ke atas mau istirahat" pamit Breyen namun dicegah oleh Rani.
"Iya mama tau kamu capek tapi antar dulu calon menantuku ke kamarnya"
"Mah, hentikan aku gak punya hubungan denganya mama sendiri sudah tau betul dengan semua ini jadi dia bukan calon menantu mama " kesal breyen
"Sudahlah mah, aku disini sama seperti mereka seorang palayan dan aku sangat berterima kasih om Breyen mengizinkan aku tinggal disini " ucap Mey lirih sambil menunjuk beberapa pelayan yang sedang membersihkan taman yang terlihat dari jendela tempatnya berdiri.
"Tapi aku masih boleh memanggil tante mama kan?" tanya Mey lagi
Tanpa aba aba Rani langsung memeluk Mey dengan erat lalu membisikkan kalimat yang membuat Mey sedikit kaget
"Kamu adalah putriku dan kamu memang sudah ditakdirkan untuk terikat dengan keluarga Wijaya, nanti setelah kamu tau kebenarannya jangan perna membenci orang orang yang sudah bersamamu selama ini"
"Maksud mama?" Tanya Mey setelah Rani melepaskan pelukan mereka
"Tidak usah dipikirkan biarkan waktu yang memperjelas semuanya" jawab Rani yang semakin membuat Mey bingung
"Bi Irma" panggil Rani kepada kepala Pelayan keluarga wijaya
"Iya nonya?"
"Tolong antarkan Mey ke kamarnya" ucap Rani
"Baik nyonya, mari nona saya antar kekamar anda" ajak Bi Irma lalu mengantarkan Mey kekamarnya yang ada dilangai dua
Setibanya dikamar itu Mey tersenyum senang kamar yang diberikan keluarga wijaya kepadanya lebih dari kata bagus bahkan luasnya saja 3 kali lipat dari pada gudang yang Mey tinggali selama kurang lebih 17 tahun ini.
"Ya ampun, ini bahkan melebihi kamar kak Jingga." Ucap Mey lalu merebahkan dirinya
"Tapi ingat Mey kamu disini sebagai pelayan Pribadi om Breyen dan apa maksud mama Rani tadi ah benar benar membingungkan" ucap Mey lagi
"Mey Kamu beruntung ada disekitar orang baik jika tidak kamu akan menikah dengan om om tua yang sudah beristri bahkan akan memiliki cucu sangat menakutkan" ucap Mey pada dirinya sendiri.
Paginya setelah membangunkan Breyen,menyiapkan pakaian,air mandi untuknya. mey memutuskan akan memasak untuk Breyen ralat bukan hanya untuk Breyen tapi untuk Rani juga.
"Non gak usah ini biar bibi yang kerjain non cukup ikuti printah tuan muda" cegah Bi Irma yang berusaha menghentikan kegiatan memasak Mey bukan karana apa dia hanya takut mey keciprak minyak atau hal yang tidak di inginkan
"Gak papa kok bi ini tinggal dikit lagi bibi bantu aku susun ke Meja makan aja" ucap Mey yang mau tak mau di angguki oleh Bi Irma
Selang beberapa Menit Rani menghampiri Mey yang sibuk memberisihkan Dapur setelah kegiatan memasaknya tadi
"Lah sayang kok kamu gak siap siap buat ke sekolah?" Tanya Rani
"Hehe iya mah, Hari ini aku gak sekolah dulu soalnya buku buku belajar Mey,alat tulis sama seragam sekolah Mey masih dirumah" jawab Mey seadanya
"Mama udah siapain semuanya di dalam lemari kamar kamu, sana siap siap kesekolah ini udah mau telat lo"
"Yang bener ma?" Ucap Mey lagi dengan antusias
"Iya masa mama boong,"
JEBLEK
Mey langsung memeluk Rani yang dibalas dengan senang oleh sang empu
"Makasih mah, aku janji bakal balas semua ini" lirih Mey
"Jadi anak baik itu udah lebih dari cukup" jawab Rani singkat sambil melepas pelukan Mey
"Mey pamit buat panggil om breyen dulu buat sarapan, baru Mey siap siap kesekolah" pamit Mey yang diangguki oleh Rani
"Good morning mama ku sayang" sapa Breyen yang tiba tiba sudah berada di belakang Rani dengan stelan jas kantor yang sangat cocok melekat pada tubuh kekarnya ,lalu mencium pipi Rani
"Morning" jawab Rani singkat
"Ayo kemaja makan ngapain masih berdiri disini" ajak Rani
"Mey bilang kemarin kalian ke bekasi?" Tanya Rani setelah mengoles Roti tawar untuk Breyen
"Heem david si tengik itu yang memberikan saran, kemarin bry juga mampir ke anak cabang perusahaan kita yang ada disana ada sendikit kendala" jawab Breyen
"David awas saja dia, bekasi jakarta butuh waktu 2,5 jam dan kemarin kalian hanya semalam kesana kenapa tidak langsung kesini. liat saja nanti mama akan sembunyikan istrinya seperti bulan lalu" gerutu Rani dengan seringai
"Mama terlalu berlebihan, dan jangan coba coba menyembunyikan wulan lagi itu akan sangat merepotkan" cegah Breyen karana jika Rani menyembunyikan Istri david maka dia akan terkena imbasnya juga seperti bulan lalu
"Nanti kamu jangan tegas tegas kepada Mey" ucap Rani mengalihkan pembicaraan
"Bry gak bisa janji, mama tau aku akan mendidiknya dengan keras agar nanti dia tidak akan kaget dengan dunianya" jawab Breyen lagi
BERSAMBUNG.....
top dokter intan 👍🏼👍🏼👍🏼 susah utk legowo 😉💪😁
sekali baca langsung nyesek di dada kaya ketimpa batu besar😭😭😭